Duda Genit

Duda Genit
S2 (Menemukan solusi)


__ADS_3

"Wah Wah sekarang berani bawa Willi dengan calon istri ya," suara itu mengejutkan Rayana dan juga dokter Aldi, terlebih Willi yang kemarin sangat ketakutan melihat wanita itu.


Dokter Aldi segera menggendong Willi dan memeluknya dengan erat, sementara Rayana di bawa dokter Aldi segera berlindung di belakang. Kali ini dokter Aldi begitu waspada, tak ingin keluarga kecilnya yang baru saja akan ia bentuk tiba tiba hancur atas kedatangan wanita tersebut.


Ya, siapa lagi yang di bicarakan jika bukan mantan istri dokter Aldi, ibu kandung Willi.


"Kamu mau apa?" tanya dokter Aldi tampak wajahnya yang memerah melihat kedatangan yang tak pernah ia harapkan, akan muncul di hadapannya untuk selama lamanya.


"Mau anak ku, tentu saja," kata wanita itu dengan tidak tahu malunya. "Ayo sayang ikut mami."


Dokter Aldi dan Rayana sungguh jijik mendengar kata kata tersebut, jelas jelas dulu dia yang tak menginginkan keberadaan Willi, jelas jelas ia dulu yang mengabaikan dan melakukan kekerasan terhadap Willi, kini ia datang seolah tanpa dosa di masalalunya.


"Jangan lupa kau yang dulu tak menginginkannya," kata dokter Aldi mengingatkan tentang masalalu.


"Ayolah Aldi itu hanya masalalu," kata wanita itu memutar bola matanya dengan malas.


"Lalu apa bedanya? Bukan kah dulu kau mengabaikannya?" kini giliran Rayana yang turun tangan, wanita dengan gelar public speaking yang baik kini mulai menunjukkan skilnya.


"Heh orang luar kini tak tahu apa apa, dan mulai sok tahu tentang segalanya," cibir ibu kandung Willi, sontak membuat Rayana terkekeh geli.


"Lalu apa dia tahu nama mu? Ah atau panggilan mu apa? Mami, bunda, mommy atau yang lain? tidak kan?" Rayana mulai menunjukkan sikap arogansinya, membuat dokter Aldi tertegun seolah tak percaya.


"Hei itu karena dia ikut dengan Aldi, jika tidak maka..."


"Maka apa? Jangan menyalahkan orang lain, kau yang berselingkuh, kau yang memilih bersama dengan pria lain dan tak pernah mengunjungi anakmu seolah lupa, dan sekarang kau datang untuk merebutnya? Sekarang aku ingin bertanya ibu mana yang tega menelantarkan anaknya saat masih bayi? Ibu mana yang tega memukul dan melakukan kekerasan terhadap anaknya?" Ah, sikap arogansi Rayana kembali lagi, ia tak suka dengan sikap yang di tunjukkan oleh mantan istri dari calon suaminya itu.


Biarlah sekarang Rayana di cap antagonis, mencoba memisahkan anak dan ibu namun itu hanya demi melindungi Willi, dan juga jiwa dokter Aldi yang dapat terguncang jika kehilangan Willi.


"Ayo tinggalkan malin kundang versi emak emak durhaka," kata Rayana segera menarik tangan dokter Aldi, dokter Aldi yang mendengar hal itu, segera menggenggam tangan Rayana dengan erat.

__ADS_1


Sesampainya mereka di mobil, dokter Aldi segera menyerahkan Willi ke pangkuan dokter Aldi, kemudian mengusap sebentar kepala Willi.


"Kita langsung pulang atau gimana?" tanya dokter Aldi tersenyum mencoba menghalau rasa khawatirnya.


"Langsung antar aja deh, soalnya besok ada acara di rumah," kata Rayana tersenyum sembari mengusap lembut tangan dokter Aldi seolah mengatakan 'semua akan baik baik saja.'


Dokter Aldi tersenyum ketika Rayana mengusap lembut tangannya, perlakuan tersebut seolah memberinya kekuatan untuk bisa menghadapi matan istrinya.


"Terimakasih sayang, sudah bantuin tadi," kata dokter Aldi tersenyum sembari mengusap lembut kepala Rayana.


"Hm, emang perempuan tanah jahanam itu harus di basmi, biar ga bawa sial," kata Rayana berapi api ketika membicarakan wanita ibu kandung Willi.


Jujur saja Rayana masih kesal dengan tindakan mantan istri dari dokter Aldi, kedatangan nya sungguh menghancurkan keseruan mereka.


Ketika mereka samai di rumah besar Mark Rosyid, dokter Aldi segera masuk ke dalam rumah tersebut, sembari menggandeng tangan Rayana dan juga menggendong Willi.


"Willi cucu kakek sini sayang," kata Daniel segera merentangkan tangannya kepada calon cucunya.


Dokter Aldi tersenyum melihat kedekatan calon ayah mertuanya dan juga anaknya, mereka tampak benar benar kompak selayaknya cucu dan kakek. Sementara Rayana segera menuju kamarnya di lantai dua, untuk mengganti pakaiannya.


Dokter Aldi seperti hanya menjadi nyamuk yang terus mengikuti langkah kakek dan cucu tersebut, sembari senyum terus mengembang di bibirnya.


"Wah seru dong, kakek jadi mau ikut," kata Daniel membuat Willi semakin antusias.


"Engga kakek ngga usah ikut, tadi ada nenek sihir jelek yang ganggu kami," adu Willi membuat dokter Aldi merasa sedikit tidak enak.


"Hah nenek sihir? Siapa sayang?" Daniel bingung siapa yang di maksud Willi.


Daniel segera memandang ke arah dokter Aldi membuat dokter Aldi meneguk ludahnya kasar, Daniel segera mengangguk seolah mengatakan akan memberitahu kan semuanya.

__ADS_1


"Willi pergi susul mama dulu gih sayang," dokter Aldi mencoba mengusir Willi dengan halus.


"Iya Pah," kata Willi segera berlari naik ke lantai dua.


Kini tinggallah dokter Aldi dan Daniel yang ada di ruangan tersebut, sontak membuat suasana semakin canggung, jujur saja Daniel sangat takut anaknya akan di duakan oleh dokter Aldi.


"Tadi kami tak sengaja bertemu dengan ibu kandung Willi, membuat Willi ketakutan, belum lagi kemarin sore ibu Willi baru saja datang ke rumah untuk meminta hak asuh Willi," wajah dokter Aldi tampak menegang ketika membicarakan hal tersebut.


Daniel ikut berfikir keras untuk hal tersebut, tampak jelas terlihat di wajahnya yang semakin mengkerut. "Jadi bagaiman? Saya terlanjur sayang dengan Willi."


"Itu dia, Aldi yakin kalau status, pekerjaan serta kesehatan Aldi ini akan menjadi senjata untuk menjatuhkan saya, jikalau wanita itu melakukan tuntutan hak asuh," kata dokter Aldi.


"Hak asuh siapa?" Angel tiba tiba muncul dari arah dapur sontak membuat dokter Aldi dan Daniel berbalik.


"Itu loh bee, hak asuh Willi, takut di rebut ibu kandungnya," jujur Daniel, yang memang sejak dulu berjanji akan selalu terbuka kepada Angel istrinya.


"Hah? Kok bisa?" Angel terlihat bingung karena sepertinya suami super bucin dan jujurnya itu lupa bercerita.


"Sini sayang biar aku ceritain," kata Daniel segera menarik tangan Angel menuju ke pangkuannya.


Setelah dokter Aldi bercerita kepada Angel, membuat Angel terdiam sejenak kemudian tersenyum penuh arti, Daniel tahu persis ada sesuatu yang luar biasa yang di pikirkan istrinya.


"Aku punya jalan keluarnya," Angel tersenyum penuh arti ketika mengatakan hal itu, sehingga membuat dokter Aldi bingung dengan maksud Rayana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏****...


...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


__ADS_2