Duda Genit

Duda Genit
Bimbingan online


__ADS_3

"Besok besok kalau mau live streaming di Instagram bareng sama saya ya bee," kata Daniel tengah mengatur pernafasannya.


"Emang kenapa sunit?" tanya Angel sembari mengalungkan tangannya di leher Daniel.


"Saya cemburu bee, kamu ga peka sih bee," kata Daniel sembari memeluk pinggang Angel dan memandang wajah cantik Angel.


Angel tertawa mendengarkan pernyataan Daniel, yang katanya cemburu. "Iya deh sunit... nanti kalau mau live streaming lagi aku ajak kamu deh." .


Daniel tersenyum mendengarkannya, kemudian menempelkan hidungnya dan hidung Angel. Daniel kemudian pelan pelan memiringkan kepalanya, dan mengecup bibir Angel. Awalnya itu hanya kecupan, namun lama lama kecupan itu menjadi ciu*man dan lu*ma*tan, hingga akhirnya belitan pada masing masing lidah mereka.


Daniel segera menggendong Angel ke dalam kamar mereka, tanpa melepaskan pa*ngu*tan mereka. Daniel memeluk pinggang Angel, sedangkan tangan Angel sudah mengalung di leher Daniel.


Daniel meletakkan Angel dengan lembut di atas tempat tidur, kemudian melepaskan pa*ngu*tan mereka, Daniel memandang wajah Angel, kemudian mengusap lembut kepala Angel, Daniel mengecup puncak kepala Angel.


Angel tersenyum melihat perlakuan lembut dari suaminya, Angel mengusap lembut kepala, hingga ke rahang tegas suaminya.


Daniel yang mengukung Angel di bawahnya, kini menyentuh tangan Ange yang kini menyentuh rahangnya, dan mengarahkan untuk menyentuh dadanya. Angel tersenyum membuat Daniel kembali mengarahkan bibirnya di bibir Angel. Bibir mereka kembali bertemu, dan saling me*lu*mat, hingga membelit. Daniel segera menelusupkan tangannya.


Tampa mereka sadari kini mereka tak mengenakan sehelai benang pun, membuat Daniel lebih leluasa melancarkan aksinya. Daniel tersenyum dan kembali mengecup seluruh tubuh Angel. Dan terjadilah olahraga siang mereka.


Satu jam mereka melakukan olahraga siang mereka, akhirnya Daniel telah mencapai puncak untuk ke empat kalinya. Dan kini telah terkapar kelelahan di atas tubuh istrinya.


Daniel mengecup tubuh istrinya. "Terimakasih bee, I love you," kata Daniel sembari memeluk tubuh Angel.


"Love you to," balas Angel, sembari menelusupkan kepalanya di dada Daniel.


......................


Angel terbangun dari tidurnya, Angel teringat sesuatu, ia harus bimbingan online jam lima nanti. Angel segera mencari ponselnya, dan benar saja ternyata kini jam menunjukan pukul tiga lewat tiga puluh, membuat Angel segera bangun dan bersiap mandi.


Daniel yang terganggu akhirnya terbangun, Daniel yang melihat Angel sedikit panik, saat melihat ponsel miliknya segera bangun, dan memeluk Angel dari belakang.


"Kenapa bee?" tanya Daniel sembari memeluk pinggang Angel.


"Bimbingan online jam lima," jawab Angel dengan cepat.


"Satu setengah jam lagi bee. Nanti dulu, ga usah buru buru," kata Daniel mengecup pundak Angel, dan kembali menambah jumlah totolan di badan Angel. Sementara tangannya sudah tidak bisa diam, apalagi dengan tubuh Angel yang sedang tidak mengenakan pakaian.

__ADS_1


"Sunit... mandi dulu, mau nyiapin proposal," kata Angel berusaha melepaskan diri dari sang singa jantan.


"Mandi ya? Ok..." kata Daniel, sembari tersenyum mesum ke arah Angel.


"Eh sunit... turunin, bisa jalan sendiri!" teriak Angel sembari memberontak.


"Tapi belum tentu bisa mandi sendiri bee," kata Daniel sembari terkekeh, dan mengecup puncak kepala Angel.


Daniel mengangkat Angel segera ke kamar mandi kemudian meletakkan Angel ke dalam bathtub, dan mengisinya dengan air dan sabun. Kemudian ikut masuk ke dalam bathtub. Dan terjadilah yang harus terjadi, Daniel kembali menjalankan tugas nya sebagai suami, dan Angel hanya bisa pasrah.


......................


Setelah selesai mandi, Angel segera memakai bajunya, dan bersiap siap untuk melakukan video call. Sementara Daniel sibuk mengeringkan rambut Angel, agar lebih cepat, meskipun ia hanya mengenakan handuk saat ini.


"Sunit aku belum pakai celana nih, masa ngadap dosen pakai celana pendek sih..." keluh Angel sedikit kesal, karena sudah hampir terlambat.


Angel sungguh kesal karena akibat suami me*sumnya itu ia kini harus terburu buru, sementara dirinya baru saja mengenakan pakaian, dan celana pendek, dengan bahan kaus.


"Ga papa bee, kan yang di lihat cuman wajah sama atasan kamu, paling sampai dada, ga semua bee," kata Daniel sembari menyisir rambut Angel.


Setelah menyisir rambut Angel, Daniel segera menuju lemari, ia juga harus mengenakan pakaian. Daniel segera mengambil baju kausnya dan celana bokser, kemudian mengenakannya di hadapan Angel. Angel yang sudah bisa semenjak mereka menikah, tak lagi terkejut seperti pertama kalinya.


Daniel tersenyum dan duduk di samping Angel guna memberi semangat, Angel yang melihat hal itu menjadi tersenyum. Sebelum bimbingan benar benar di mulai, Daniel pergi meninggalkan Angel.


"Bee, saya ke bawah dulu ya, kamu disini semangat," kata Daniel kemudian keluar dari kamarnya, dan turun ke bawah.


Angel segera memulai bimbingannya, beberapa mahasiswa sudah melakukan bimbingan, sementara Angel belum melakukan bimbingan. Ini adalah bimbingan pertama Angel, membuatnya sedikit gugup.


Daniel datang dari balik pintu, dan membawakan Angel minuman, dan beberapa makanan membuat Angel tersenyum. Daniel kemudian membawa laptopnya untuk Angel, kemudian membukakan beberapa data terbaru untuk Angel. Karena kebetulan tempat Angel mengambil penelitian di tempat Daniel. Daniel kemudian mendudukkan dirinya di lantai, tepat di di bawah sofa Angel duduk, sembari memandang wajah Angel yang sedikit menegang.


"Baiklah sekarang giliran Angel Lalika Pradana, silahkan sampaikan judul kamu, dan latar belakang kenapa mengambil judul ini," kata dosen pembimbing tersebut meminta Angel untuk mempresentasikan proposal nya.


Angel terlihat sedikit gugup, sehingga Daniel segera memegang tangan Angel untuk menenangkannya. Angel tersenyum kemudian memulai presentasinya.


"Hm... iya pak selamat sore, saya mau menyampaikan judul skripsi saya pengaruh pembukuan, penganalisisan data dan strategi dalam memajukan perusahaan (studi RM group cabang pusat Jakarta Indonesia)," kata Angel kemudian kembali mengambil nafas, mencoba menghirup udara segar. "Saya mengambil ini karena kemarin saya magang di perusahaan ini, dan menjadi sekertaris bapak Daniel, selaku CEO dari RM group, di sana saya menemukan grafik dari perusahaan tersebut, terus maniak, dan hanya sedikit saja yang turun, di setiap cabang maupun pusat nya, bahkan tahun lalu CEO dari RM group mendapatkan penghargaan sebagai the best of young entrepreneur satu Asia, dan bahkan tahun ini pun di jadikan kembali salah satu kandidat."


Daniel tersenyum mendengarkan penuturan Angel benar benar lancar, dan gugupnya tidak terlihat, meskipun Angel saat ini tengah menggenggam tangan Daniel dengan erat. Untuk menurunkan sedikit ketegangan Angel Daniel mencium tangan Angel yang saat ini tengah duduk di sofa.

__ADS_1


"All is well bee!" bisik Daniel hampir tak bersuara menyemangati Angel. Angel mengangguk tersenyum kemudian kembali memandang ke arah layar laptop.


"Baiklah Angel Lalika Pradana proposal kamu saya terima, data data nya juga lengkap, nah untuk penulisan silahkan ke dosen pembimbing satu dulu, nanti setelah beliau ACC langsung ke saya, supaya saya ACC langsung," kata dosen pembimbing tersebut. "Baiklah sampai disini dulu, bimbingannya. Sudah habis kan ya?" tanya dosen pembimbing tersebut.


"Sudah pak..." jawab mereka serentak.


"Baiklah sampai untuk yang belum lolos minggu depan silahkan masuk lagi, dengan link yang berbeda," kata dosen tersebut mengakhirir percakapan mereka.


"Baik pak..." kata mereka serentak.


Dosen tersebut segera menutup panggilan video tersebut, sementara yang lain juga segera mematikan sambungan video termasuk Angel.


"Bee selamat ya..." kata Daniel sembari memeluk Angel, tepat setelah Angel meletakkan laptopnya di atas meja.


"Aku yang makasih sunit... coba kalau ga ada kamu, pasti bakalan sulit," kata Angel membalas pelukan Daniel.


"Ya sudah minum dulu, biar lebih tenang," kata Daniel, sembari menyodorkan gelas yang berisi jus jeruk, kesukaan Angel.


"Makasih sunit sayang..." kata Angel menerima gelas dari Daniel. Angel meminumnya hingga tandas.


"Bee coba ulang lagi yang terakhir," kata Daniel melihat Angel dengan wajah penuh pengharapan.


"Yang mana?" kata Angel pura pura tidak mengerti.


"bee jangan pura pura ga ngerti ya bee..." kata Daniel gemas, karena mengetahui Angel hanya berpura pura.


Angel terkekeh mendengarkan Daniel, sungguh suaminya ini sangat tidak sabaran. "Iya sunit sayang... sa-yang, sayang sayang sayang saaayaaang."


Danie mendengar hal itu sontak berjingkrak senang, karena Angel memanggilnya sayang, hingga berulang kali. Rasanya ia sangat benar benar bahagia.


"Iya bee ku, yang paling ku sayang juga..." kata Daniel segera memeluk Angel kembali dan mengecup seluruh bagian wajahnya.


"Dunit basah nih..." keluh Angel karena seluruh wajahnya menjadi basah, akibat kecupan dari Angel.


"Biarin kan sama suami sendiri," kata Daniel tak perduli dan kembali mengecup lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hi terimakasih yang sudah menyempatkan diri untuk membaca, memberi like, bahkan samapi berkomentar. Oh ya terimakasih juga yang sebesar besarnya untuk yang sudah berbaik hati menjadikan karya saya yang satu ini sebagai favorit, hingga memberi dukungan baik dengan vote, maupun hadiah hadiah. Kalian harus tahu, semua itu semakin memberi saya semangat untuk terus menulis dan berkarya, terimakasih banyak.


__ADS_2