Duda Genit

Duda Genit
S2 (Taman)


__ADS_3

"Sayang baju kamu di atas tempat tidur ya, aku mau ke kamar Willi dulu," terdengar suara teriakan dokter Aldi menggema hingga ke dalam bilik kamar mandi.


Setelah mengatakan hal itu dokter Aldi segera keluar menuju kamar Willi, saat di tengah perjalan terlihat asisten rumah tangga mereka sibuk mempersiapkan sarapan mereka, membuat dokter Aldi mendekat, dan melihat apa yang akan mereka sajikan.


"Jangan lupa susu hangat, calon istri ku dan Willi suka minum susu hangat," dokter Aldi kemudian berjalan menuju ke kamar Willi.


Dokter Aldi segera masuk dan melihat Willi telah memakai bajunya, dokter Aldi tersenyum membuat Willi menghamburkan pelukannya ke arah dokter Aldi.


"Papa, Willi udah ganteng kan? Jadi kita jalan jalan ya," kata Willi mencoba membujuk dokter Aldi.


Dokter Aldi yang mendengar hal tersebut tersenyum. "Tanya mama dulu ya, soalnya besok om Raka mau tunangan sama calon istrinya."


"Iya Pah," Willi mengangguk semangat.


Willi dan dokter Aldi berjalan di ikuti oleh babysiter Willi, yang tadi memandikan Willi. Sementara di kamar dokter Aldi, Rayana baru saja selesai dengan mandinya, Rayana mengintip ke arah luar untuk memastikan bahwa dokter Aldi telah keluar, kemudian berjalan dengan mengenakan handuk yang menampakkan pundak mulusnya, Rayana segera berlari menuju tempat tidur, di mana baju Rayana telah di siapkan oleh dokter Aldi.


Setelah mengenakan pakaian Rayana segera mengeringkan rambutnya, dengan handuk kecil karena dokter Aldi tidak memiliki pengering rambut. Di tengah tengah Rayana mengeringkan rambutnya, dokter Aldi masuk dan memperhatikan aktifitas Rayana.


Dokter Aldi diam diam segera mendekati Rayana, dan merebut handuk kecil yang tengah di gunakan Rayana untuk mengeringkan rambutnya.


"Sini biar aku aja," kata dokter Aldi segera mengusap kepala Rayana yang basah.


"Rambut kamu harum banget," kata dokter Aldi memulai aksi modus nya.


Dokter Aldi mengendus kepala rambut Rayana, sembari mengeringkannya. Rayana menggeleng melihat tingkah dokter Aldi.


"Pakai shampo kamu ini," kata Rayana memandang dokter Aldi dari pantulan cermin.


"Iya sih cuman beda aja kalau kamu yang makai," kata dokter Aldi menghirup aroma rambut Rayana.


"Udah ah ini sudah agak lembab," kata Rayana ingin menghindari maksud dari dokter Aldi. Jujur saja jika sudah begini Rayana tahu ujung ujung dari dokter Aldi, si duda genit ini.


Dokter Aldi segera duduk berlutut di hadapan Rayana, membuat Rayana bersemu merah jika membayangkan kejadian selanjutnya. Rayana yang menyadari maksud terselubung dari dokter Aldi hendak berdiri, namun segera di tahan dokter Aldi.

__ADS_1


"Ih kamu jang..."


"Apa?" tanya dokter Aldi mengecup lembut dagu Rayana.


Lidah Rayana seketika keluh menerima kecupan lembut dan singkat dari dokter Aldi, bahkan kata kata nya tak mampu ia lanjutkan.


"Apa sayang," kembali lagi dokter Aldi mengecup bibir Rayana, sembari tangannya mengusap pinggang Rayana.


Rayana mematung mendapat perlakuan tersebut, melihat Rayana terdiam membuat dokter Aldi segera melancarkan aksinya.


"Sayang Willi ngajak mama sama papa nya jalan jalan, mau ya sayang," kata dokter Aldi sembari mengecup dan menggigit lembut dagu Rayana.


Rayana yang tersadar ketika dagunya di gigit dokter Aldi segera memandang dokter Aldi.


"Ah ya?!" Rayana terperanjat.


"Ah kamu setuju sayang,"Kata dokter Aldi segera menuntun Rayana untuk berdiri. Dokter Aldi kemudian berdiri di belakang Rayana, dan memeluk erat pinggang Rayana.


"Lihat kita serasi kan?" dokter Aldi memandang ke arah pantulan dirinya dan juga Rayana.


"Mah, Pah ayo makan Willi sudah lapar," tiba-tiba saja Willi muncul dari arah pintu.


Ah Willi, tahukah Apa yang sedang kamu lakukan? Kau sedang mengganggu kemesraan calon mamamu dan juga papamu. Yah mau dikatakan apalagi, Willi tak akan mampu mengerti aktivitas mereka.


"I...Iya sayang," kata Rayana sedikit gugup.


"Ayo," kata dokter Aldi segera menggendong Willi dan menggandeng tangan Rayanya.


Sesampainya di meja makan pelayanan segera mengambil makanan untuk dokter Aldi dan juga Rayana, Setelah itu mereka makan bersama dengan tenang.


Setelah usai makan, Rayana, dokter Adi dan juga Willi tengah duduk di ruang keluarga. "Pah mah jadi kan kita jalan-jalan."


Dokter Aldi mengecup pipi Willi, kemudian mengangguk. "Iya ayo siap-siap sayang."

__ADS_1


Willi yang girang akhirnya berlari ke kamarnya, Willi meminta babysiter nya untuk membantu mengganti pakaian.


Sementara itu dokter Adi dan juga Rayana terkekeh melihat tingkah dari Willi, dokter Aldi segera menarik Rayana ke dalam pelukannya, kemudian mengecup singkat kening Rayana.


"Sayang setelah Raka kita lagi," kata dokter Aldi tersenyum ke arah Rayana.


Rayana yang tahu betul maksud dari dokter Aldi, ia hanya tersenyum menanggapi kata-kata dari dokter Aldi, dokter Adi melihat hal itu segera menggenggam tangan Rayana, kemudian mengecupnya cukup lama.


"Sayang aku tahu kekuranganku itu sangat besar, tapi tolong terima aku apa adanya," dokter Aldi mengatakan hal itu, sembari memandang Rayana dengan lengkat.


"Baby I love you more than you know that," dokter Aldi kembali menyatakan hal itu, membuat Rayana mengangguk dan merebahkan kepalanya di dada bidang dokter Aldi.


Tanpa Rayana mengatakan hal apapun itu, dokter Aldi telah mengerti maksud dari tingkah Rayana, iya tahu Rayana juga memiliki rasa yang sama, namun entah gengsi atau malu Rayana tak ingin mengungkapkannya.


Tapi perlakuan Ramayana terhadap dokter Aldi sudah lebih dari cukup, membuat dokter Aldi kembali mengecup lama puncak kepala Rayana.


Saat ini mereka tengah berada di taman, dengan Willi yang sejak tadi asyik bermain, sementara Rayana hanya memperhatikan Apa yang dilakukan Willi.


Mereka tampak serasi dengan kehadiran Willi, semakin menambah jejak bahwa mereka persis keluarga harmonis.


"Mama coba lihat ini kerenkan?" tanya Willi ketika membawa batu kecil ke arah Ramayana.


"Iya sayang, coba lihat bagus banget, Pah bagus kan?" kata Rayana sontak membuat dokter Aldi tersenyum senang, apa lagi mendengar kata kata Rayana yang sungguh indah.


"Iya para kesayangan papa," kata dokter Aldi segera membawa Willi ke dalam pangkuannya. "Ini kesayangan papa kok gemesin semua, jadi pingin ngasih adik."


Dokter Aldi sedikit merasa kesakitan ketika tangan Rayana mencapit pinggang dokter Aldi, "Sakit sayang," bisik dokter Aldi.


"Wah Wah sekarang berani bawa Willi dengan calon istri ya."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏****...

__ADS_1


...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


__ADS_2