Duda Genit

Duda Genit
DUNIT 33 (Kencan)


__ADS_3

Setelah merasa Angel kehilangan nafas, Daniel segera melepaskan pa*ngu*tan bibir mereka. Saat pa*ngu*tan bibir mereka terlepas, pintu pengangkut bianglala terbuka.


Mereka segera keluar dengan bergandengan tangan, Daniel memeluk pinggang Angel dengan lembut. Daniel mengajak Angel segera masuk ke mobil, dan menuju ke suatu tempat.


Daniel membukakan pintu penumpang, dan mempersilahkan Angel untuk masuk terlebih dahulu. Daniel kemudian melangkah masuk dan duduk di samping Angel, sebagai pengemudi.


Daniel kemudian mengemudikan mobilnya ke suatu tempat, yang mana semakin membuat Angel penasaran. Kening Angel sedikit berkerut, karena jujur saja Angel sedikit bingung ke mana mereka perginya.


Daniel tersenyum melihat ekspresi wajah Angel. Daniel kemudian menggenggam tangan Angel, kemudian mengecup punggung tangan Angel. Angel sedikit terkejut dengan perlakuan Daniel. Daniel tertawa melihat tingkah Angel yang menggemaskan.


"Sudah lah sayang, nanti juga sampai." kata Daniel sembari menggenggam erat tangan Angel.


Angel sedikit kecewa dengan pernyataan Daniel, namun tetap mengulum senyum. Karena ia tahu bahwa Daniel tak mungkin, akan membawanya ke suatu tempat yang berbahaya, maka dari itu Angel memilih untuk tersenyum ke arah Daniel.


Daniel membalas senyum Angel, yang artinya Angel sudah mulai percaya dengannya. Membuat Daniel segera mengecup punggung tangan Angel lagi.


"Iya tapi kita akan ke mana?" tanya Angel penasaran.


Daniel semakin tersenyum mendengar pertanyaan dari Angel, Daniel segera menancapkan gas meninggalkan pasar malam tersebut.


Setelah beberapa menit, mereka sampai di suatu tempat. Tempat itu sangat gelap, membuat Angel sedikit mengkerut. Daniel segera keluar, semenetara Angel masih diam mematung, di dalam mobil.


"Ayo sayang." kata Danie, sembari membuka pintu mobi, di sebelah Angel.


Angel terkejut, segera mengalihkan pandangan ke arah Daniel, Angel sedikit ragu ragu.


"Ah... i... i... iya." kata Angel sedikit terbata bata.


Daniel tersenyum melihat reaksi Angel, sepertinya ia akan berhasil malam ini. Membuat Daniel benar benar tersenyum puas.


Daniel menunutun Angel keluar dari mobil, setelah Angel keluar, Daniel segera menutup mata Angel, dengan kedua telapak tangannya.


Saat mata Angel tertutup, lampu lampu taman tiba tiba hidup, dan Daniel segera menuntun Angel ke suatu tempat.

__ADS_1


Saat sampai di tempat tujuan, Daniel segera membuka mata Angel. Membuat Angel membuka matanya dengan perlahan.


Saat Angel membuka matanya, terlihat lah taman, taman itu terdapat sebuah lampu lampu hias yang sangat cantik. Angel terlihat menutup mulutnya, tak dapat berkata apa apa.


Daniel yang melihat ekspresi Angel, benar benar bahagia. Daniel tak menyangka reaksi Angel benar benar akan seperti itu.


Daniel tersenyum bahagia melihat Angel, kemudian mengajak Angel segera menuju kursi, dan meja, dengan taplak merah, yang di atasnya hiasi oleh dua buah bunga mawar merah, dengan lilin.


Sementara sekitar taman, terdapat banyak lampu yang menghiasi sekitar taman. Di tambah dengan lilin malam yang mengitari mereka yang berbentuk hati, membuat Angel benar benar tersentuh di buatnya.


"Ayo sayang..." kata Daniel menunutun Angel ke meja yang telah di sediakan.


Angel tersenyum melihat semua yang di lakukan Daniel, membuat Daniel ikut tersenyum melihat Angel.


Setelah mereka duduk, tak lama kemudian dua orang segera datang, dan membawa makanan untuk mereka berdua.


Daniel segera memotong steak untuk Angel, kemudian memberikan kepada Angel. Angel tersenyum memberikannya.


Daniel tersenyum mendengarkannya. Daniel segera memotong steak, dan memasukkan potongan itu ke dalam mulutnya.


Mereka makan dengan hikmat, tak ada percakapan yang keluar. Yang ada hanya pandangan mata mereka yang kadang sering bertemu, membuat Angel menjadi sedikit malu malu, dengan semburat merah yang menghiasi wajahnya.


Setelah selesai makan, Daniel segera mengajak Angel untuk berdiri. Tak lama kemudian, datanglah beberapa pelayan laki laki yang mengangkat meja mereka.


Setelah pelayan itu pergi, Daniel segera mengajak Angel berdansa.


"Mau berdansa?" tanya Daniel, sembari mengulurkan tangan kanannya.


Angel hanya mengangguk, mengiyakan. Angel kemudian menyambut uluran tangan Daniel. Daniel segera memulai dansanya dengan Angel.


Saat Angel menyambut uluran tangan Daniel, tiba tiba sebuah alunan musik, dengan iringan gesekan biola, guitar, dan piano terdengar. Musik yang merek berikan adalah musik when she loved me, dengan nada yang yang terdengar sangat lembut, dan merdu. Nada itu terdengar begitu romantis di olah oleh ketiga pemain musik proposional tersebut.


Mereka segera berdansa di iringi oleh musik tersebut, mereka terlihat serasi dalam berdansa, serta terlihat lihai dalam melakukan gerakan dansa tersebut.

__ADS_1


"Sayang, bagaiman menurutmu?" tanya Daniel, ketika menarik Angel ke dalam pelukannya.


Angel yang mendengar pertanyaan Daniel tersenyum sembari mengangguk.


"Terimakasih." kata Angel sembari bergerak sesuai langkah kaki Daniel.


"Untuk?" tanya Daniel bingung.


"Untuk semuanya, malam ini begitu istimewa untukku." kata Angel.


Daniel mendengar hal itu, segera menjauh dari Angel. Daniel memandang wajah Angel, dengan begitu lekat. Lambat laun, Daniel segera menepis jarak di antar mereka. Daniel segera mendaratkan bibirnya di atas bibir Angel.


Daniel kemudian mulai me*lu*mat dengan lembut bibir Angel, sembari menarik tengkuk Angel, dan memeluk pinggang Angel. Angel kali ini tak tinggal diam, Angel ikut bermain di tuntun oleh Daniel.


Sementara itu para pelayan yang melayani mereka sejak tadi, segera menutup matanya.


"Aduh kenapa setiap kali selalu begini." keluh salah satu pelayan.


"Iya mataku terlalu sering melihat hal ini, tapi tak pernah merasakannya." kata yang lain lagi.


"Hust... diam." kata salah satu karyawan lainnya, membuat yang lain terdiam.


"Aduh, sweet banget mereka, rasanya pingin juga." kata salah satu gadis tersebut.


"Mangkanya terima cinta Paijo." kata salah satu yang lainnya.


Karyawan tersebut terlihat berfikir sejenak, kemudian mengangguk mengiyakan.


"Kayaknya memang harus gitu deh, dari pada jadi jomblo abad kayak kalian." kata karyawan wanita itu, segera mengambil ponselnya, dan menelfon seseorang.


"Aduh... dasar lailai, langsung ok ok aja tu anak." kata yang lainnya, sembari menggeleng tak percaya.


"Hanya karena itu dia mau menerima cinta Paijo, sungguh terlalu kau Hayati." kata salah satu karyawan pria, sontak membuat semua orang menahan tawa.

__ADS_1


__ADS_2