
Daniel mulai berpidato, di atas podium, sementara Angel tengah serius mendengarkan seluruh isi pidato dari Daniel.
^^^Wah bisa juga tu orang sekeren itu, kalau lagi di podium, ngomongnya ga ngelantur lagi seperti biasanya. Kata Angel dalam hati.^^^
Setelah materi yang di berikan Daniel telaga usai, Daniel segera turun podium, dan sekali lagi pandangan mereka bertemu. Daniel segera mengedipkan matanya ke arah Angel, membuat Angel tersenyum sembari menggeleng.
...
Setelah Daniel memberikan pidato di depan podium, Daniel segera turun dan kembali ke kursi khusus pemateri.
Daniel menunggu dengan sabar hingga acara selesai. Kemudian keluar, namun sebelum keluar, Zen dan Al meminta Angel untuk mengantarkan snacks untuk Daniel dan Roni, dengan alasan, Angel yang sejak awal bertanggung jawab, dan juga mengenal mereka.
Angel dengan terpaksa mengantarkan snacks untuk Daniel dan Roni. Angel menelfon Daniel untuk menunggu nya mengantarkan snacks. Setelah itu, Angel segera mengantar snacks tersebut.
Tak lama kemudian, Angel telah sampai di tempat parkiran mobil, Angel melihat Daniel berdiri membuat Angel mengerutkan keningnya. Terlihat Daniel tengah menunggu sambil memainkan ponselnya.
"Udah lama ya?" tanya Angel kepada Daniel, membuat Daniel tersenyum.
"Engga kok, kamu masih lama ya sayang?" tanya Daniel sembari menyentuh pipi Angel.
"Is... Dunit ini di kampus ya, banyak orang," kata Angel kesal, sekaligus malu dengan sikap Daniel, kepada dirinya.
"Ga papa sayang, biar mereka tahu, kamu itu calon istri saya," kata Daniel dengan lembut, namun tersirat nada tegas. Menunjukkan bahwa Angel adalah miliknya.
"Ya ya ya... terserah..." pasrah Angel karna jika di larang Daniel akan berbuat lebih.
"Ini snacks nya," kata Angel menyerahkan bungkusan plastik, berisi snacks untuk Daniel dan Roni.
"Terimakasih sayang," kata Daniel mengedipkan matanya, sontak membuat Angel bergidik ngeri.
"Ya udah balik lo sana," kesal Angel, mengusir Daniel.
"Ngusir ni sayang?" tanya Daniel membuat Angel segera berkacak pinggang, memandang Daniel dengan seksama.
^^^Emang kurang jelas apa ya tadi? Kata Angel dalam hati.^^^
"Kamu kenapa melihat saya dengan pandangan begitu?" tanya Daniel.
__ADS_1
"Ya saya tahu saya memang tampan, makanya mata kamu tak bisa lepas dari memandang saya," Lanjut Daniel, dengan percaya dirinya, membuat Angel terkejut dengan pernyataan Daniel.
"Hm... percaya diri sekali anda," kata Angel, membuat Daniel terkekeh.
Daniel memang suka membuat Angel marah, sehingga menimbulkan pertengkaran kecil di antara mereka. Entah kenapa itu adalah kesenangan baru, yang membuat Daniel merasa senang.
Ya wajar saja Daniel menyukainya, karena hanya Angel yang tak menurut, dan suka sekali membantahnya. Angel juga merupakan wanita satu satunya yang pernah ia temui, yang tak terpesona dengan ketampanannya.
"Bukan percaya diri sayang, ini memang fakta," kata Daniel dengan santai, sembari terus memegang pipi Angel, sembari mengelusnya.
"Angel kamu tidak pulang sekarang?" tanya Daniel.
"Ya ga lah, aku kan panitia, buka peserta, atau pemateri," kata Angel santai.
"Bisa balik sekarang ga?" tanya Daniel dengan wajah yang serius.
"Lah kenapa?" tanya Angel bingung.
"Perut saya sakit sayang," kata Daniel sedikit memegangi perutnya.
"Belum, Sejak tadi saat di seminar," kata Daniel, dengan wajah yang memelas.
"Ya ampun kak Roni mana?" tanya Angel memegang perut Daniel.
"Di kantor, tadi dia saya suruh duluan soalnya ada masalah, dan harus menghadiri meeting," kata Daniel, sembari memegang perutnya seolah kesakitan.
"Kamu ga bohong kan Dunit?" tanya Angel.
"Engga sayang," kata Daniel terus memegang perutnya.
"Mobil kamu mana?" tanya Angel sedikit panik.
"Mobil saya di bawa Roni tadi," kata Daniel, terus memegangi perutnya.
"Ya udah pakai mobil gue aja, bisa bawa mobil kan?" tanya Angel. Daniel hanya menggeleng, menandakan ia tak bisa membawa mobil.
"Ais... ya udah deh, lu ke dalam dulu," kata Angel, membantu Daniel masuk ke dalam kursi penumpang miliknya.
__ADS_1
Setelah Daniel masuk ke dalam mobilnya, Angel segera masuk juga ke dalam mobil. Angel kemudian menelfon Zen, untuk minta izin pulang duluan.
"Halo Zen... gue boleh izin ga?" tanya Angel.
"Hah lo ngapain izin?" tanya Zen bingung.
"Iya ni si Daniel sakit perut, mau gue antar ke rumah sakit," kata Angel jujur.
"Aduh iya iya iya, salam sama doi lu, cepat sembuh," kata Zen menggoda Angel.
"Ya terserah lu," kata Angel malas berdebat dengan Zen.
Setelah menutup sambungan teleponnya, Angel segera menjalankan mobilnya, dan keluar dari kampus nya.
"Aduh..." keluh Daniel saat di tengah macet.
Membuat Angel panik, dan memegang perut Daniel. Angel mengusap lembut perut Daniel, bermaksud, menenangkan dan mereda kan sakit perut Daniel.
Namun Daniel justru menarik Angel mendekat dirinya, dan mengecup bibir Angel. Membuat Angel terdiam.
"Lo ngapain?" pekik Angel, kepada Daniel.
"Biar sakitnya kurang sayang," kata Daniel sembari menampakkan wajah memelas.
"Jangan jangan lo pura pura ya?" tanya Angel membuat Daniel menggeleng.
"Ga sayang perut aku itu emang ga enak, coba kamu pegang ni," kata Daniel dengan wajah memelas.
"Engga enak aja," kata Angel menolak permintaan Daniel, sembari fokus mengemudi.
Daniel segera menyenderkan kepalanya di bahu Angel, kemudian mengecup leher jenjang Angel.
"Dunit... gue lagi nyetir ni," kesal Angel, karna terus di ganggu Daniel.
"Biar rasa sakitnya teralihkan sayang," kata Daniel, membuat Angel kesal.
"Iya sabar sebentar lagi kita sampai rumah sakit," kata Angel, yang baru saja keluar dari sumpeknya kemacetan.
__ADS_1