Duda Genit

Duda Genit
S2 (Rayana)


__ADS_3

Di Indonesia, tepatnya di rumah sakit tempat Aska bekerja, sudah satu bulan semenjak Rayana pergi keluar negeri. Teman teman seprofesi Aska yang terbiasa dengan gombalan serta canda an dari Rayana mulai bingung, kenapa Rayana tidak pernah datang lagi.


Apakah Rayana tengah kesal dengan Aska, atau ada hal lain sehingga Rayana tak pernah lagi tampak. Sepertinya mereka sudah terbiasa, dan senang dengan kehadiran Rayana, yang jujur saja menjadi penghibur mereka ketika mereka merasa lelah, seharian berada di rumah sakit, berjibaku dengan para pasien.


"Dokter Aska kok keponakan cantiknya ga pernah lagi nampak, sepertinya sudah satu bulan tak ada, malam ini juga kayaknya ga ada," kata salah satu dokter Ian yang sering membalas candaan dengan Rayana.


Pasalnya malam ini Rayana tak tampak, seperti waktu waktu yang lalu, ketika mereka semua kumpul bersama, sesama dokter. Padahal biasanya wanita centil dan cerewet itu, menampakkan wajah cerianya yang mampu menghibur semua orang.


"Oh... orangnya sedang di luar negeri, lagi sekolah publik speaking," kata Aska menjawab pertanyaan sahabatnya.


"Wah masih lama dong ke Indonesianya," kata yang lain menimpali. "Iya biasanya kalau ada dia jadi rame."


Mereka pun mulai membicarakan tentang Rayana, wanita yang cukup populer di kalangan dokter di rumah sakit tempat Aska bekerja.


"Iya biasalah dia kan harus pintaran dikit," kata Aska terkekeh.


"Wah kurang pintar apa coba, dia kan udah bisa meras sana sini," kata dokter Ian tergelak ketika mengingat detik detik sahabat nya ini di peras oleh Rayana.


"Cuman bisa meras, ga bisa bisnis," sinis Aska tak terima di tertawa kan.


"Tapi dia cocok jadi artis deh kayaknya, hebat banget kalau lagi akting," kata Ian membayangkan Rayana menjadi artis. "Badannya aduhai, wajahnya cantik, bibirnya seksi, kulitnya putih."


Aska langsung saja melototkan matanya ke arah Ian, seperti halnya Aldi yang tak suka Rayana di jadikan objek fantasi playboy cap kopong itu. Mendengar hal itu darah kedua laki laki itu mendidih, namun hanya Aska yang berani mengekspresikan kekesalannya. Aska memukul pundak Ian mendengar hal itu.


"Eh itu kakak nya kan?" kata Dokter Ian ketika melihat Rakara tengah melangkahkan kakinya menuju meja barbeque.


"Hm..." kata Aska membenarkan kata kata dokter Ian.


"Wih gila punya ponakan bisnis men bro," kata dokter Ian menepuk pundak Aska. "Berarti kemungkinan besar si Raya bakal nikah sama pebisnis juga dong."


Aska hanya mengangkat bahu, pertanda dia tak akan ikut campur tentang hal tersebut. Karena ia tahu Angel dan Daniel tak akan memaksakan anak anak mereka. Terbukti Rakara yang akan menikah dengan seorang wanita biasa, yang secara latar belakang, jauh dari keluarga mereka.

__ADS_1


"Kayaknya ga gitu lah, soalnya Daniel dan Angel ga akan melihat dari hal itu, terlebih lagi kalau anak anak mereka saling mencintai," jelas Aska tak ingin mereka salah mengerti tentang Daniel dan Angel.


"Wih enak dong, boleh nih kita kita yang masih jomblo maju," ujar dokter Iwan, seorang dokter muda yang bekerja di rumah sakit mereka.


"Wah bakalan banyak saingan nih," timpal yang lain sembari tertawa. Mereka tergelak membicarakan tentang Rayana, yang kini tengah berada di Australia.


"Uhuk uhuk," Rayana tiba tiba terbatuk ketika sedang makan malam bersama Pith.


"Are you okay?"


(Kamu baik baik saja kan?)


Pith sedikit panik ketika melihat temannya terbatuk, mungkin ia tersedak sesuatu. Pith segera memberikan Rayana segelas air minum.


"Ah... I'm okay. I'm just choking."


(Ah... baik baik saja, aku hanya tersedak)


"I think someone's talking about you."


(Aku rasa seseorang sedang membicarakanmu)


Canda Pith mencoba untuk mencairkan suasana, agar Rayana merasa lebih baik.


Rayana terkekeh mendengarkannya, kemudian menyuapi dirinya sendiri dengan pasta buatan Pith. "I think they miss me who is beautiful and cute."


(Aku rasa merindukanku yang cantik dan imut ini)


Mereka sama sama tergelak, kemudian melanjutkan makan mereka yang tertunda.


Sementara di belahan dunia lain, di Indonesia para dokter masih asyik membicarakan Rayana. Seperti tak ada habisnya mereka membicarakan Rayana, si gadis cerewet itu.

__ADS_1


"Dokter Aldi ga bakal ikut ikutan kan?" tanya dokter Ian memandang ke arah dokter Aldi yang saat ini masih setia mendengarkan pertanyaan mereka.


Dokter Aldi hanya menanggapi pertanyaan dari dokter Ian dengan senyuman. Ia sedikit bingung untuk membahasnya, karena jujur saja saat ini prioritas nya adalah anaknya.


"Aduh... Ian, sepertinya saingan kita kali ini berat deh," tiba tiba teman yang lain menimpali.


Mereka mendengar kan hal itu tampak bingung, apa maksud dari dokter Ibnu, yang saat ini tampak terkejut, dengan memegang ponselnya.


"Iya, dia lagi dekat dengan artis Thailand, nih baru buat insta story," kata Ibnu menunjukkan isi insta story dari Rayana, yang tengah tersenyum dengan seorang pria.


Mereka terkejut bukan main, bukan karena foto raya. Namun pengetahuan dokter Ibnu tentang artis Thailand. Bagaimana mungkin dokter Ibnu yang terkenal cuek dengan dunia artis tiba tiba tahu tentang artis Thailand, belum lagi artis nya itu laki laki.


"Apa?" Dokter Ibnu sedikit bingung dengan pandangan heran yang di lontarkan kepadanya. "Soalnya adik aku pencinta drama dan film Thailand," jelas dokter Ibnu, tak ingin di pandang aneh oleh teman temannya.


"Oh..." seketika mereka semua ber oh ria, membuat dokter Ibnu sedikit lega.


"Tapi suka juga ga apa apa kok, kami cuman bisa mendoakan dengan yang terbaik untuk kamu," kaya dokter Iwan, dengan wajah yang menyebalkan, membuat dokter Ibnu ingin sekali memukul wajah tampan temannya itu.


"Ih apa apaan sih lo, najis gue," sarkas dokter Ibnu, sontak membuat semua tawa pecah.


"Jangan gitu, entar suka lagi," dokter Iwan semakin menggoda dokter Ibnu.


Lain hal nya dengan yang lain ketika asyik tertawa, dokter Aldi sedikit terbengong. Tiba tiba ada sesuatu yang menjanggal di hatinya, membuatnya tak bisa menikmati waktunya dengan teman temannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Teman teman maaf ya ga bisa up se rutin kemarin karena ada banyak kendala, seperti harus menyusun perbaikan skripsi, dan beberapa acara serta kesibukan lain. Aku harap kalian mengerti, dan tetap setia membaca ceritaku. Disini author berusaha se profesional mungkin untuk bisa up sebisa mungkin. Terimakasih, maaf sekali lagi....


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....

__ADS_1


__ADS_2