Duda Genit

Duda Genit
S2 (Berkumpul)


__ADS_3

Hari ini dokter Aldi memilih tak keluar dari kamarnya, dokter Aldi lebih memilih untuk mengerjakan semua tugasnya di dalam kamar, terlebih saat ini tugas dokter Aldi semakin menumpuk, bahkan Ardian saja sering datang ke rumah besar itu, untuk mengantar dokumen milik dokter Aldi.


Ardian kini memiliki tiga tugas pokok, yang pertama mengantarkan berkas dan mengambil berkas layaknya kurir, yang kedua mencari tahu siapa di balik kecelakaan kedua orang tua dokter Aldi, dan yang terakhir tentu saja membantu dokter Aldi memeriksa berkas, dan mewakilinya dalam rapat.


Sementara Rayana saat ini memilih bersama dengan Willi duduk menemani dokter Aldi, Rayana dan Willi tengah menonton kartun sembari memakan snack mereka. Dokter Aldi sekali kali tersenyum ke arah kedua orang yang di cintai nya. Bayangan akan bertambah lagi satu anggota keluarganya kini telah terbayang.


"Ma dedek bayinya kapan keluar? Kok lama sih di perut mama?" Willi mengusap lembut perut Rayana sembari memandang ke arah wajah Rayana.


"Sabar, dedek bayinya besar dulu di sini, soalnya kalau kecil belum boleh keluar," Rayana mengusap lembut kepala Willi. "Willi sayang do'akan ya semoga dedek bayinya sehat di perut mama, jadi anak pintar kayak Willi."


"Iya mah, nanti Willi minta sana Allah supaya sehatin mama sama papa, sama dedek bayinya," kata Willi menempelkan daun telinganya di perut Rayana yang masih rata. "Tapi mah, kalau dedek nya udah keluar mama sama papa, sama Nina sama kakek sama papi sama mami masih sayang sama Willi kan?"

__ADS_1


Rayana tersenyum mendengar penuturan sang anak, Rayana segera memeluk tubuh kecil Willi dan mengecup pipi Willi dengan gemas.


"Ya iyalah, nanti Willi harus cepat tumbuh ya, soalnya Willi kan kakak akan jadi kakak dari banyaknya adek, kakak dari dedek bayi yang di perut mama, dedek bayi yang di perut mami juga adik Willi," Rayana memegang kedua pipi Willi agar menghadap ke arahnya.


"Ayey kalau gini kan Willi semangat nunggunya, berarti Willi sudah besar ya, soalnya sudah mau ada adik kecil," Willi berseru penuh semangat.


"Iya kakak Willi yang tampan," Rayana memeluk tubuh Willi sehingga suara tawa timbul dari Willi.


Willi dan Rayana kini tampak kembali fokus menonton kartun, sehingga dokter Aldi pun mengembalikan fokusnya ke pekerjaan.


Tak lama kemudian pintu kamar mereka terdengar diketuk dari luar, membuat Willi yang sedang menonton segera membukanya, ternyata itu adalah Rakara.

__ADS_1


Rakara mengajak dokter Aldi untuk segera masuk berkumpul di ruang kerja dirinya, terlebih dengan adanya laporan dari anak buah mereka.


Hi semua novel baru author udah ada nih, judulnya Mr. Gay Vs Colonel cantik, jangan lupa di baca dan di like ya, di tunggu kedatangannya di novel baru author.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Selamat hari raya idul Fitri semua, bagi teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏...


...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....

__ADS_1


__ADS_2