Duda Genit

Duda Genit
Bermalam Di Rumah Angel.


__ADS_3

"Dunit hari ini kita ke kantor ya, kemarin kan ga masuk, gara gara nemenin Angel," seru angel, sembari tersenyum ke arah Daniel.


Daniel ikut tersenyum, kemudian berjalan ke samping Angel. Daniel memeluk Angel dari samping, kemudian meletakkan kepalanya di pundak Angel.


"Kan kewajiban calon suami nemenin calon istri yang cantiknya ga ketulungan," goda Daniel, sontak membuat Angel memerah pagi ini.


Angel sedikit menjauhkan badannya, seraya mengalihkan pandangannya. "Apa sih dunit."


"Cie malu, malu malu kucing," goda Daniel, sontak membuat Angel segera meninggalkan Daniel.


Ya malam tadi Daniel bermalam di rumah Angel, meski mereka berada di kamar yang berbeda. Karena Daniel takut tak akan mampu menahan lebih lama lagi. Angel terlalu menggoda untuknya, membuatnya sulit sekali untuk mengontrol dirinya sendiri.


Flashback on.


"Dunit lo ga balik ya?" tanya Angel, ketika hendak beranjak ke kamarnya.


"Ga lah sayang, kan kamu sendirian di sini, pembantu kamu pada pulang, ga mungkin kan saya tinggalin," jawab Daniel beralasan. "Sayang saya tidur di mana? Apa di dalam kamar kamu aja ya."


Angel mendelik mendengarkan penuturan tampa dosa dari Daniel. Kata kata itu terlalu mudah lulus dari uji sensor Daniel.


"Ga," kesal Angel membuat Daniel tersenyum.


Daniel tersenyum mendengar satu kata tersebut, kemudian melenggang mengikuti Angel.

__ADS_1


"Dunit, di sini banyak kamar, terserah tidur di kamar mana," Angel.


"Iya sayang saya hanya menemani kamu sampai tidur ya," pinta Daniel memelas.


"Ga mau."


"Boleh ya..." Daniel meminta dengan wajah memelas, membuat Angel ingin sekali memukul wajah tersebut.


"Dunit ga ya ga..." kesal Angel, sembari memberi tatapan yang mematikan kepada Daniel. "Di kasih hati kok minta empedu."


Mendengar omelan Angel, membuat Daniel tak surut semangat untuk meminta satu kamar. "Sayang... ga ngapa ngapain kok, cuman sebatas tidur suer," kata Daniel terus memelas.


"Huh..." Angel menghela nafas kasarnya, sembari memandang wajah memelas Daniel. "Ya udah, tapi sebatas tidur ya."


Daniel segera masuk ke dalam kamar mandi Angel, hendak membersihkan diri. "Sayang ada sikat gigi lebih ga?" tanya Daniel dari dalam kamar mandi, membuat Angel segera menyusul Daniel.


Angel berjalan melewati Daniel, dan ke sebuah kotak, di samping wastafel nya. Angel mengambil satu sikat gigi cadangannya, kemudian memberikan kepada Daniel. "Nih."


Danie menerima sikat gigi tersebut, kemudian melihat Angel melangkah keluar kamar mandi. Daniel segera menarik tangan Angel, dan memeluk pinggang Angel.


"Sayang sikat gigi dulu baru tidur," ucap Daniel, sembari terus memeluk Angel. "Sayang tolong pasta giginya."


Angel memandang Daniel dengan pandangan kesal, sungguh Angel menyesal telah membiarkan Daniel berada di kamar mandinya. Namun Angel tetap mengeluarkan isi pasta gigi untuk Daniel. Daniel kemudian tersenyum memandang Angel, dan pengecut pipi Angel.

__ADS_1


Daniel segera memasukkan sikat gigi beserta pasta gigi kedalam mulutnya. Daniel kembali lagi mengambil sikat gigi Angel, dan menyodorkannya kepada Angel. Angel yang mengerti maksud Daniel, kemudian meletakkan pasta gigi ke dalam sikat gigi miliknya.


Mereka melakukan gosok gigi bersama, membuat Daniel tersenyum ke arah Angel. Seandainya saja mereka sudah menikah, pasti Daniel akan melakukan lebih, selai memeluk dan mencium Angel. Tapi tak apa lah bagi si Daniel ini seperti gladi resik, untuk ber romantis ria kepada Angel nanti, setelah sah menjadi istrinya.


Setelah acara sikat gigi yang memakan waktu lama, karena sikap jahil dari Angel. Akhirnya mereka segera beranjak untuk ke tempat tidur. Angel berbaring terlebih dahulu, sementara Daniel memeriksa email masuk di ponselnya, sembari terduduk di atas tas tempat tidur. Daniel yang melihat Angel hendak tertidur, segera menyelesaikan pekerjaannya dan berbaring di samping Angel.


Daniel segera membawa Angel kedalam pelukannya, membuat Angel terkejut. Daniel tahu Angel terkejut, tak menghiraukan nya. Daniel justru semakin mengeratkan pelukannya.


"Sayang peluk aja kok," kata Daniel sembari mengusap rambut Angel. Daniel sesekali memainkan rambut Angel, kemudian mengecup puncak kepala Angel. "Gladi resik yang sangat menyenangkan." guman Daniel, membuat Angel sedikit terkekeh, dan membalas pelukan Daniel.


"I love you," bisik Daniel, tepat di telinga Angel, kemudian mengecup nya sebentar.


"Too," kata Angel pelan, membuat Daniel sedikit menyipitkan matanya, mengartikan kata kata yang begitu kecil, dari mulut Angel.


Setelah sekian lama berpelukan, akhirnya Angel terlelap. Daniel yang menyadari hal itu, segera melancarkan aksinya, dengan membuka kausnya.


"Setelah ini, kamu ga akan bisa menolak saya lagi Ange Lalika Pradana," guman Daniel, di iringi dengan seringai licik.


Di tariknya selimut Angel, hingga menutupi leher Angel, kemudian Daniel berbaring di samping Angel, dan mengambil pose, seolah olah sedang terlelap dengan keadaan telanjang dengan Angel.


Setelah puas dengan beberapa foto tersebut, akhirnya Daniel segera keluar ke kamar lain, yang biasa di tempati Aska. Daniel sendiri telah meminta izin pada Aska, untuk menginap di kamarnya.


Flashback off.

__ADS_1


__ADS_2