Duda Genit

Duda Genit
Lock down.


__ADS_3

Angel tampak begitu bosan, Angel terus mengganti saluran acara yang terus berganti tayangan di TV. Tiba tiba saluran acara Angel hentikan di salah satu stasiun televisi, yang menayangkan tentang berita virus Corona. Angel memperhatikan berita itu dengan seksama, sembari memanggil Daniel untuk duduk di sampingnya.


"Sunit sunit, sini dulu deh..." Panggil Angel kepada Daniel.


Daniel yang dengan panggilan Angel, segera datang dan duduk disamping Angel. "Kenapa sayang?" tanya Daniel bingung.


"Hust..." Angel meletakkan telunjuknya di bibir nya, kemudian mengarahkan telunjuk tersebut ke arah televisi. Daniel memperhatikan saluran telefisi tersebut.


"Hari ini di Indonesia, terjadi penularan virus Corona besar-besaran, atau bisa disebut dengan virus covid 19, orang-orang diharapkan tidak keluar dari area rumahnya," berita tersebut menampilkan sebuah gambaran tentang beberapa orang yang telah positif Corona, dan beberapa dokter yang menanganinya. "Berikut adalah penyampaian dari presiden republik Indonesia," kembali lagi pemandu berita tersebut berbicara.


Tampak gambaran kembali terlihat di bagian dimana presiden RI saat ini tengah melakukan wawancara di televisi. "Untuk melakukan pencegahan penyebaran covid nine teen, diharapkan kita melakukan proses lock down. Ini bertujuan agar semua orang terhindar dari covid-19. Kalaupun kita harus keluar, maka disarankan untuk menjaga jarak, memakai masker, dan selalu mencuci tangan ketika kembali dari perjalanan."


Angel dan Daniel tampak sangat serius melihat hal itu, Daniel melirik Angel yang begitu lekat. Tiba tiba senyum se*tan terbit di bibirnya, apalagi saat melihat Angel yang begitu serius menonton berita tersebut.


Daniel merebahkan kepalanya di paha Angel, kemudian memeluk pinggang Angel. "Sayang jadi kita harus di rumah terus dong," kata Daniel sembari mengeratkan pelukannya, di pinggang ramping Angel.


"Ya mau gimana lagi, undah jalannya, mau protes ke siap coba," kata Angel sembari mengelus rambut Daniel, yang saat ini tengah berbaring di paha nya.


"Iya sih, tapi saya juga senang, soalnya saya bisa berduaan terus dengan kamu," kata Daniel mengecup perut Angel.

__ADS_1


"Sunit bisa ganti panggilan ga? soalnya kalau dengan kamu bilang saya, serasa ngomong sama klien," protes Angel ke arah Daniel.


Daniel tersenyum, kemudian memutar tubuhnya menghadap ke arah wajah Angel, yang tengah memandang nya, sembari mengusap kepalanya dengan lembut.


"Ya sudah aku kamu aja deh, gi mana?" tawar Daniel membuat Angel sedikit berfikir.


"Terlalu biasa," jawab Angel menundukkan kepalanya untuk melihat Daniel, yang ada di pangkuannya.


"Gi mana kalau bee dan sunit?" kembali Daniel memberikan ide.


"Ah bisa juga tuh, kan lucu..." seru Angel menampilkan mimik wajah yang menggemaskan, namun detik kemudian terhenti membuat Daniel mengerut bingung. "Bee itu lebah bukan? Kok bisa? Maksud kamu apa ni sunit? Aku galak gitu?" tanya Angel bertubi tubi.


"Ya intinya kenapa di panggil bee?" tanya Angel, menurunkan tiga oktaf suaranya.


"Oh... kenapa tidak tanya dari tadi sayang?" tanya Daniel membuat Angel segera mencubit pipi Daniel dengan gemas. "Aush..." Daniel meringis mendapat cubitan ganas dari sang istri.


"Makanya jangan pelit pelit ngasih jawaban dengan istri," kesal Angel.


"Iya iya sayang, maaf..." rengek Daniel, seperti anak kecil. "Jadi bee itu lebah, punya sengatan yang begitu ampuh, nah gitu juga kamu punya sengatan cinta, sehingga membuat Sunit mu ini jatuh cinta," kekeh Daniel semabari menarik pelan pipi Angel. "Nah alasan selanjutnya itu, kamu itu manis, ah bukan sangat manis, seperti sumber madu," lanjut Daniel.

__ADS_1


Angel yang mendengar kan-nya terlihat sangat malu malu, hingga wajahnya memerah. "Dasar tukang gombal," kata Angel memukul lengan Daniel pelan.


"Tapi suka kan?" goda Daniel, sontak membuat pipi Angel semakin memerah.


"Sunit..." kesal Angel membuat Daniel semakin terkekeh.


"Ya Bee," jawab Daniel, dengan nada manja. Sontak membuat Angel semakin kesal, hingga memutar bola matanya dengan malas.


"Au ah... malas ngomong sama kamu, ngomong aja sana sama tembok," kesal Angel, sembari ingin berdiri. "Minggir sunit, aku mau berdiri nih," kesal Angel sembari tak menghiraukan panggilan Daniel.


"Sayang jangan gitu dong, kan jadi tambah sayang sama kamu," kata Daniel kemudian bangun dari sofa.


Daniel segera menarik Angel ke dalam pangkuannya. Kemudian mengecup belakang telinga Angel.


Yah sang mantan duda kini kembali menjalankan tugas nya, Sang mantan duda sengaja memancing istrinya, dengan mencium daerah daerah sensitif Angel. Membuat Angel melenguh geli, sekaligus menikamat dalam waktu yang bersamaan.


Merasa sudah cukup, Daniel segera mencium dan me*lu*mat bibir istrinya, sembari menyentuh apa yang bisa di sentuhnya.


Setelah dirasa cukup, ya tentu saja hanya bisa di bilang cukup, karena Daniel tak pernah merasa puas. Setelah dirasa cukup, Daniel kemudian menggendong istrinya ke tempat tidur, dan membisikkan sesuatu di daun telinga istrinya, sembari meniup nya.

__ADS_1


"Bee... Sunit mu ini sudah tak dapat menahan lagi," kata Daniel sebelum memulai aksinya, dan terjadilah yang harus terjadi. Daniel dan Angel saling memuaskan satu sama lain.


__ADS_2