Duda Genit

Duda Genit
DUNIT 20 (Seminar)


__ADS_3

...Ini gimana lee....


...Ko o'om manis lee....


...Gue jatuh cinta....


...Terngiang ngiange....


...Aku jadi gmna gmna gt yaa om....


...Aku masih kecil suka sama yg om om....


...O om lebih dewasa....


...Aku jad......


Zen berlari menjauhi Angel, dengan menyanyikan lagu tersebut, sembari bergoyang goyang, sesekali tertawa dan menghadap ke arah Angel, membuat Angel benar benar malu.


"Zen..." teriak Angel membuat Zen semakin cekikikan.


...


Kini menunjukkan jam delapan pagi, Daniel telah memarkirkan mobilnya di depan aula kampus universitas Brahmana. Daniel segera menelfon Angel agar segera keluar menjemputnya.


...When somebody love me....


...I will feel so beautiful....


Suara ponsel Angel, membuat Angel segera mengalihkan pandangan nya ke arah ponsel tersebut. Ketika melihat nama yang menelponnya, Angel segera menjauh dari teman temannya.


"Ya ada apa?" tanya Angel sembari memandang ke arah ponselnya.


"Saya aku sudah di depan, tolong kamu jemput aku sayang," kata Daniel, membuat Angel terkejut.


"Ah iya, sebentar aku panggil si Zen," kata Angel segera mematikan ponselnya.


Angel segera berlari ke arah Zen, yang kebetulan tengah berdiri membaca rondon acara atau urutan acara.


"Zan... pak rektor udah datang?" tanya Angel, saat setelah berada di samping Zen.

__ADS_1


"Udah kenapa?" tanya Zen bingung.


"Pak Daniel sudah di depan," kata Angel, membuat Zen segera menghampiri dosen rektornya, dan memintanya untuk menyambut Daniel yang saat ini berada di luar gedung.


Sementara pihak seksi acara, meminta para penari untuk segera bersiap siap menyambut Daniel.


Lain hal nya dengan Angel, yang telah berada di depan gedung untuk mengkondisikan Daniel dan Roni, yang sebentar lagi akan menjadi penghias yang kebetulan lewat, alias obat nyamuk mereka.


"Wah... aku sangat beruntung di sambut dengan calon istriku sendiri," kata Daniel berbisik saat menyambut uluran tangan Angel.


"Dunit, ini di kampus, kamu jangan macam macam," kesal Angel, mendengar penuturan dari Daniel.


"Engga kok sayang cuman satu macam aja," kata Daniel mengedipkan mata nya, sembari mengeratkan jabat tangannya.


"Selamat datang pak Daniel," sapa pak rektor, membuat Daniel sedikit berdecak kesal, karna momentum bersama dengan Angel terganggu.


Angel segera melepaskan jabat tangan mereka, dan segera tersenyum ramah kepada rektor tersebut.


"Ah terimakasih, jangan terlalu berlebihan," kata Daniel, sembari mengulurkan tangannya ke arah Rektor tersebut.


Rektor tersebut segera berjabat tangan dengan Daniel, kemudian bergantian ke arah Roni.


"Angel... dunit lo bawain lo makan tu di mobil, entar kita ambil," kata Roni berbisik, masih terdengar oleh Zen.


"Iya nanti aja, tunggu dia duduk di kursi khusus pemateri, kita pergi ngambil," kata Angel sembari tersenyum.


Setelah Daniel duduk di kursi khusus pemateri, Al segera mendekati Angel, Zen, dan Roni.


"Halo Baby..." sapa Al, sembari merangkul pundak Angel.


"Ron, Zen ke dalam dulu, tempat tamu," kata Al, sembari merangkul Angel.


"Angel, ayo kita ambil dulu," kata Roni, membuat Al sedikit berkerut.


"Kalian mau kemana?" tanya Al bingung, di hentikan oleh Zen.


"Al sebagai sahabat, gue cuman mau bilang sama lo, mending lo mundur, Angel sudah punya pacar," kata Zen menasehati Al, membuat Al bingung dengan maksud Zen.


"Maksud lo?" tanya Al bingung.

__ADS_1


"Lo tau ga kalau tuan Daniel itu gebetannya Angel, makanya dia mau ke sini," kata Zen dengan penuh keyakinan.


"Ah masa? Orang kemarin pas mereka ke apartemen gue, bilangnya calon istri kok," kata Al bingung, membuat Zen terpekik, karna terkejut.


"Hah... serius lo?" tanya Zen dengan sedikit terpekik, membuat beberapa mata memandang ke arah mereka.


"Ya iyalah, keluarga Angel udah nge iyain kok," kata Al santai.


"Tapi lo jangan bilang siapa siapa ya," jelas Al, membuat Zen mengangguk.


"Tapi lo ga patah hati kan?" tanya Zan meyakinkan.


"Hah? maksud lo?" tanya Zen bingung.


"Iya selama ini kan lo sama Angel itu Deket banget, sampai ada rumor mengenai perebutan antara lo dan Aska," jujur Zen, takut kedua sahabatnya kecewa.


"Hah? Gue sama Angel teman satu sekolah pas di Belanda, Angel sama Aska sepupu, mereka tinggal satu rumah," jelas Al.


"Lagian gue sama pak Daniel itu rekan bisnis," lanjut Al membuat Zen semakin terkejut.


"Lo berdua ngomongin apaan sih?" tanya Angel, yang tiba tiba berdiri di belakang Zen, bersama Roni, membuat Zan semakin terkejut.


"Ayo ah gue lapar," kata Angel segera berlalu ke arah ruang penerimaan tamu.


Sesampainya di dalam ruangan tersebut, Angel segera membuka bekal tersebut. Kemudian memotretnya sebentar, lalu mengirimkannya, ke ponsel Daniel.


Daniel tersenyum, ketika melihat isi pesan yang di kirim Angel. Daniel merasa sedikit ada harapan untuknya.


Angel segera memakan makan tersebut dengan lahap, karna dari tadi memang yang menjanggal perutnya, hanya sepotong roti tawar dan selai kacang. Angel di bantu Zen dan Al pun, akhirnya menghabiskan bekal tersebut, dalam waktu lima menit.


Tak lama kemudian pembawa acara segera terdengar mempersilahkan bapak rektor, untuk menyampaikan kata sambutan dan pembukaan tersebut. Sementara Daniel dengan sabar menunggu gilirannya, sembari memeriksa email yang masuk.


Setelah sekian lama, akhirnya tiba giliran Daniel, Angel pun ikut keluar untuk menyaksikannya. Daniel naik ke podium dengan senyum ramah, yang membuat semua mahasiswa/i dan para dosen membalas senyumnya.


Saat pandangan Angel dan Daniel bertemu, Daniel segera mengembangkan senyumnya lebih lebar, sehingga membuat orang orang semakin terkesima.


Daniel mulai berpidato, di atas podium, sementara Angel tengah serius mendengarkan seluruh isi pidato dari Daniel.


^^^Wah bisa juga tu orang sekeren itu, kalau lagi di podium, ngomongnya ga ngelantur lagi seperti biasanya. Kata Angel dalam hati.^^^

__ADS_1


Setelah materi yang di berikan Daniel telah usai, Daniel segera turun podium, dan sekali lagi pandangan mereka bertemu. Daniel segera mengedipkan matanya ke arah Angel, membuat Angel tersenyum sembari menggeleng.


__ADS_2