
Rayana saat ini tengah duduk termenung di sisi tempat tidur, dokter Aldi yang melihat hal itu segera mendekat, dokter Aldi segera memeluk Rayana dari belakang, dan menyenderkan kepalanya di pundak Rayana.
"Sayang kenapa hem... kamu khawatir? Tenang saja ada kami yang selalu untuk kamu," dokter mengecup punggung Rayana.
"Iya aku percaya, tapi aku lebih khawatir dengan kamu," Rayana memejamkan matanya menikmati kecupan kecupan basah suaminya.
"Sayang jangan khawatir ya, selama kita bersama semua akan baik baik saja," dokter Aldi segera memutar balik tubuh istrinya.
Dokter Aldi membelai lembut wajah istrinya, kemudian mengecup puncak kepala Rayana. "Ingat jangan memikirkan apapun, jangan setres."
Kecupan itu turun ke kedua mata Rayana. "Ingat jangan menangis karena kesedihan," kecupan itu turun ke arah bibir Rayana. "Ingat selalu tersenyum bahagia."
Rayana yang mendengarkan penuturan suaminya segera memeluk dokter Aldi dengan erat.
"Ih so sweet banget sih suami aku ini," Rayana mengecup pipi dokter Aldi dengan gemas. "Tapi sayang sedikit mellow."
"Sayang," dokter Aldi segera menggigit dagu Rayana dengan gemas.
Bagaiman mungkin istri tercintanya itu mengatakan dirinya mellow, padahal biasanya dia orang yang paling jarang menangis, ini adalah efek kehamilan Rayana.
"Iya iya deh ga mellow tapi hatinya sedikit lebih sensitif," Rayana segera mengusap hidung dokter Aldi dengan hidungnya. Dokter Aldi sedikit mengecup bibir Rayana, membuat Rayana tersenyum bahagia.
__ADS_1
Bagi Rayana dokter Aldi adalah lelaki yang sangat sempurna, mau menerima segala kekurangannya, memperlakukan dirinya bak seorang ratu, memanjakan dirinya bak seorang putri impian.
Dokter Aldi segera mengangkat bo*kong Rayana, agar naik ke dalam pangkuannya. Dokter Aldi kemudian mengecup kembali bibir Rayana, kemudian kecupan itu berubah menjadi lu*ma*tan. Lu*ma*tan itu awalnya sangat lembut dan hangat, namun lama kelamaan lu*ma*tan itu berubah menjadi sesuatu yang menuntut.
Dokter Aldi segera membaringkan Rayana bersiap untuk kembali menggoyang tempat tidur mereka. Dokter Aldi dengan telaten membuka baju Rayana, kemudian mengecup bagian bagian tu*buh yang telah terbuka.
Setelah seluruh rubuh mereka tak melekat selembar pun kain, akhirnya dokter Aldi mulai melakukan penyatuan mereka, hingga goyang ngebor versi dokter Aldi dan Rayana pun di mulai.
"Terimakasih Raya sayang," dokter Aldi melenguh di atas Rayana sembari mengecup puncak kepala Rayana, yang telah terkapar di bawahnya.
......................
Saat pagi tiba, Rayana seger bangun dan bersiap untuk mandi, namun belum sempat ia bangun dari tempat tidur, dokter Aldi sudah menarik nya terlebih dahulu.
"Hm, kasih malas bangun?" Rayana mengusap lembut kepala dokter Aldi.
"Hm, rasanya capek banget pingin tidur lagi," dokter Aldi kembali memejamkan matanya.
"Iya lima belas menit lagi ya, soalnya kerjaan kamu kan banyak banget sudah di meja," Rayana melirik meja mereka yang berada tepat di depan sofa kamar.
"Iya, aku ingat kok, cuman pingin gini aja," dokter Aldi merengek bak anak kecil.
__ADS_1
"Iya sayang," Rayana mengusap lembut kepala dokter Aldi.
Sementara di kamar Rakara, Rani tengah bermanja sembari menanyakan rencana Rakara kedepannya.
"Mas rencana kalian untuk mencari tahu tentang pelaku pembunuhan orang tua Aldi bagaiman?" Rani tampaknya memanyunkan bibirnya.
"Baru sedikit sih, soalnya susah banget, lagian kata Aldi kemungkinan yang mencelakakan dirinya itu kerabat jauhnya," Rakara mengusap lembut kepala Rani.
"Bisa gitu ya, kalau itu keluarga mas sendiri bagaiman? Apa mas tetap akan menuntut balas?" Rani tampak mengangkat kepalanya penasaran.
"Hm, karena yang celaka itu orang tua mas, terlebih lagi dulu karena kecelakaan itu Aldi pernah trauma kan? Apalagi saat ini mereka masih mengincar dirinya," Rakara menjelaskan dengan sejelas mungkin, Rakara tak ingin istrinya menjadi sedih karena merasa tidak di anggap.
"Iya mas, tapi mas janji ya apapun rencana mas, tolong kasih tau Rani, karena sebagai istri Rani berhak mengetahui segalanya," Rani memandangi Rakara dengan seksama.
"Iya mas janji," Rakara mengecup puncak kepala Rani.
Hi semua novel baru author udah ada nih, judulnya Mr. Gay Vs Colonel cantik, jangan lupa di baca dan di like ya, di tunggu kedatangannya di novel baru author.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Selamat hari raya idul Fitri semua, bagi teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏...
__ADS_1
...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....