Duda Genit

Duda Genit
Chandra sepupu Daniel


__ADS_3

Melisa sore ini mengurus surat kesehatan, dan rapi tes. Melisa yang sudah mencapai enam puluh tahunan, sebenar nya di larang untuk pergi oleh Daniel dan Angel, namun mau di katakan apa lagi, keinginan Melisa sangat kuat. Apalagi sepupunya yang meninggal dulu merupakan salah satu sahabat nya, namun harus berpisah, ketika menikah. Karena Melisa harus ikut ke Jakarta.


"Ibu yakin? Nanti kalau ada apa apa di jalan bagaiman?" tanya Angel khawatir. Karena bukan hanya ibu hamil saja yang rentan, namun orang tua juga rentan akan virus tersebut.


"Kalian ini ga akan apa apa, lagian ibu juga di antar supir kan?" kata Melisa tersenyum. "Kamu jagain menantu ibu aja di sini, nanti kalau sampai ibu telfon kok," kembali Melisa membujuk anak dan menantunya.


"Iya tapi ibu harus hati hati ya, ingat pakai masker, handsanitaiser, sama makannya jangan sembarangan," kata Daniel khawatir keselamatan ibunya.


"Iya... nanti ibu pakai. Ibu ingat kok, kamu pasti mau ngingatkan 3M, mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker," kata Melisa berusaha menenangkan kedua orang itu, dengan cara mengeluarkan lelucon lucu, agar kedua anak dan menantunya tenang.


"Ibu ga usah pergi ya, takutnya tetap ga boleh keluar daerah, soalnya takut Bu," kembali lagi Angel berusaha menggoyahkan keinginan mertuanya.


"Engga, kan ibu ada surat tes refit yang pasti hasilnya negatif," kata Melisa masih mencoba meyakinkan.


"Idih pd... kan hasil tes aja belum keluar," kata Daniel terus saja mencoba menggoyahkan keinginan ibunya.


"Jangan jadi anak durhaka ya, pasti negatif lah, kan ibu di rumah terus," kata Melisa tak terima.


"Kalau gitu di rumah aja lah bu, kan biar ga kena virus, lagian 3M itu hanya untuk orang yang muda seperti kami berdua, kalau ibu ga usah, soalnya ibu sudah tuir, jadi ga usah ke mana mana," kata Daniel berusaha mengentikan ibunya.


"Enak aja tuir, tuir gini jiwa muda ok punya," balas Melisa mendelik mendengarkan pernyataan anaknya.


"Iya jiwa muda, tapi tetap tak dapat menutupi jiwa murni ibu," seru Daniel melirik reaksi Melisa, yang sudah ia duga akan menambah kerut di wajahnya yang sudah berkerut, meskipun terbilang masih terlihat awet muda.


"Hah jiwa murni?" beo Melisa tak mengerti maksud dari anaknya.


"Iya... jiwa murni, sama dengan jiwa ibu yang sesungguhnya, alias sudah tuek, tuir, tu...wa..." kata Daniel mengejek. Melisa sontak mendelik melihat Daniel, sungguh mulut lancang tersebut ingin Melisa sumbat, sumbat dengan marshmellow yang original, biar cepat diam dan tak berbicara lagi.


"Dasar anak ini, mengatai ibu tua, asal kamu tahu ya, ibu ini adalah wanita tercantik di mata papa kamu kemarin," kata Melisa berbangga hati.


"Hahaha... iya selain di mata papa di mata ninik sama aki juga ibu cantik, tapi cantikan Tante Mona," kata Daniel mengingat mendiang tantenya yang begitu menyayangi nya.


Angel hanya menggeleng melihat tingkah kedua ibu dan anak tersebut, yang selalu ribut setiap saat, seakan tak ada hari tampa ribu. Meskipun itu hanya hal kecil, namun tampaknya mereka memang suka ribut. Ibu dan anak yang hanya berbeda dua puluh tahun itu, memang begitu, suka sekali bertengkar. Yang satu tak ingat umur, dan yang satu tak ingat posisi.


Ah... bukankah kedua duanya tak ingat umur? Selalu bertengkar bak anak kecil, hanya sedikit saja pemicunya maka pertengkaran kecil akan terjadi.


"Iya anaknya juga ganteng, untung Angel ketemu kamu duluan, kalau ga..." Melisa sengaja menggantung bicaranya, sembari sesekali melirik Daniel yang memasang tampang tidak suka. "Kalau ga... mungkin saja Angel akan suka dengan sepupu kamu yang Tampan nya minta ampun."


Mendengar kata kata tampan, sontak membuat kuping Angel sedikit melebar. Angel sungguh penasaran dengan wajah sepupunya Daniel tersebut. Sementara Daniel, mendengar hal itu, sungguh kesal, bagaimana pun ia merasa tak kalah tampan dari sepupunya. Daniel juga tak suka istrinya memuji sepupunya itu, membuatnya sedikit takut, karena jujur saja sepupunya itu lebih muda.


"Kemarin ga datang di nikahan kami Bu?" tanya Angel penasaran sembari mengedipkan matanya ke arah Melisa.


Melisa yang mengerti akan kode menantunya, segera tersenyum bahagia, kali ini Melisa berada di atas angin, karena menantunya yang biasanya hanya diam menatap pertengkaran mereka, kini tiba tiba angkat bicara dan sepertinya membela dirinya.

__ADS_1


"Ini loh sayang, ibu yakin kalau kamu melihat hal itu, pasti akan kelepek kelepek," kata Melisa melirik anaknya, yang kini menampakkan wajah yang kesal.


"Kelepek kelepek memang istri Daniel ayam yang kelelep di air?" kata Daniel menahan cemburu sekaligus kesal dengan kata kata pengantar ibunya, sebelum memperlihatkan wajah sepupunya.


"Ih apaan sih, kamu cemburu?" ledek Melisa memandang wajah Daniel dengan nada mengejek, dalam hati Melisa mengatakan. Rasakan dasar anak durhakim, rasakan pembalasan ibu yang soleha mu ini, jiwa muda ku akan selalu mampu membalas mu, wahai Ferguson.


Melisa memperlihatkan wajah keponakannya, sembari tersenyum kemenangan me arah Daniel. "Ini sayang," kata Melisa memperlihatkan foto keponakannya.


"Loh kak Chandra kan? Ini kak Chandra Kostak kan?" kata Angel tercengang tak percaya dengan wajah yang ada di dalam foto tersebut.


Ingatannya kembali lagi berputar ketika melihat wajah Chandra... Ya... itu adalah Chandra Kostak, suami dari temannya, yang berprofesi sebagai kolonel cantik, tidak salah lagi itu pasti dia. Sungguh bagaimana mungkin Angel lupa akan wajah Chandra, suami sahabat nya sekaligus sahabatnya jua. Seorang lelaki berwajah khas Indonesia bercampur Pakistan, sungguh sangat lekang di ingatannya. Nafas Angel tercekal, matanya berkali kali berkedip mencerna semua.


^^^Ah... dunia memang tak selebar daun kelor, bagaiman mungkin? Ternyata mas Chandra merupakan sepupu dari Sunit. Gumam Angel dalam hati.^^^


Ah... alam sungguh punya caranya sendiri dalam mengatur dunia, dan sepertinya takdir pun ikut andil dalam hal itu. Angel berkali kali bernafas berat kemudian mengembuskan ya dengan kasar.


"Loh... kamu kenal Chandra?" tanya Melisa heran, melihat wajah menantunya yang terlihat sangat terkejut.


Namun tampaknya Angel masih saja terkejut setelah melihat wajah Chandra. Daniel yang melihat hal itu sungguh kesal di buatnya, Daniel sudah dapat menebak ketika melihat ekspresi wajah istrinya. Sepertinya mereka memiliki hubungan masalalu, sehingga Angel terlihat begitu terkejut, ketika melihat wajah sepupunya. Bahkan Angel memanggilnya dengan sebutan kak? Ah apa apaan ini? Mengapa menjadi begini, sebenarnya siapa dia? Semua pertanyaan kini terkumpul di kepala Daniel, ia juga kini berkali kali mendesah.


"Bee... kamu kenal sama Chandra?" tanya Daniel mencoba mengontrol emosinya.


"Ha... kamu ngomong apa?" tanya Angel bingung ke arah Daniel, karena sejak tadi ia melamun.


"Kamu kenal Chandra bee? Kenal di mana?" tanya Daniel sedikit mengeraskan rahangnya, karena jujur saja Angel tak pernah begini.


"Bee ayo tidur, Bu kami ke atas dulu ya, ibu istirahat, sambil nunggu tes nya keluar," kata Daniel, sembari menarik tangan Angel.


Angel sedikit menggerutuki kebo*dohannya, kenapa ia sebegitu nya terkejut, ketika melihat Chandra di dalam foto tersebut. Padahal seharusnya biasa saja, ah... habislah suami bucin tingkat cemburunya kembali lagi kumat, ia harus bisa menjelaskan pelan pelan, agar suaminya tak salah faham padanya.


"Bee kamu ada hubungan apa dengan si Chandra?" tanya Daniel dengan penuh ketidak sabaran, karena jujur saja Daniel tak tahu siapa siapa saja mantan Angel, Daniel sungguh takut jika memang benar ketakutan nya, maka Daniel takut jika Angel tiba tiba kembali jatuh cinta kepada Chandra.


Ah... sungguh tak bisa di biarkan, Daniel pasti akan melakukan segalanya untuk menghentikan hal ini, Angel hanya boleh bersamanya.


^^^Tu kan... cemburunya kambuh. Gumam Angel dalam hati, sembari memandang wajah suaminya yang kini telah berubah menjadi kepiting rebus, jika saja suaminya saat ini tidak dalam keadaan cemburu buta, maka ia akan menertawakannya.^^^


"Bee jawab bee," desak Daniel karena dari tadi Angel hanya memperhatikan wajahnya. "Bee kamu harus tahu Chandra itu sudah punya istri."


Angel hanya mengangguk setuju, karena Angel jelas tahu hal itu. Chandra adalah suami sahabatnya, tapi Angel yakin bahwa Daniel tak tahu tentang masalalu Chandra, karena semua mereka tutupi serapat mungkin. Angel tak mungkin mengatakan bahwa sepupunya Chandra Kostak, dulunya merupakan seorang gay. Meskipun saat ini Chandra begitu menyayangi istri dan anaknya, bahkan pernikahan mereka terbilang begitu harmonis.


"Ya iyalah, tahu orang istrinya teman aku kok, kan salah satu temannya Angel, yang mendampingi pengantin wanita," kata Angel dengan santai, sembari melihat wajah Daniel yang kini terkejut.


"Ah... masa?" kata Daniel memandang Angel dengan pandangan tak percaya, pasalnya saat itu Daniel tidak begitu memperhatikan para pendamping sepupunya, lantaran tak begitu memperdulikan nya.

__ADS_1


"Artinya tiga tahun lalu kita pernah bertemu ya?" kata Daniel dengan wajah berbinar.


Ya pernikahan Chandra dan Aliya sahabat dari Angel, kemungkinan sudah memasuki tahun ketiga. Namun sepertinya Daniel melewatkan momen berharga tersebut, karena di sibukkan dengan para kolega keluarganya dan keluarga Chandra.


Ah... seharusnya saat dulu ia memperhatikan pernikahan sepupunya, agar lebih cepat bertemu dengan Angel. Ah... tapi tak apa lah kini mereka telah bersatu.


"Iya tapi mereka tak datang di pernikahan kita," kata Daniel sedikit tidak suka akan hal itu.


Angel terkekeh mendengarkannya. "Ya iyalah, orang lagi musim virus gini kok," kata Angel. "Tapi kemarin mereka nelfon kok, nyampaiin ucapan selamat, tapi memang mereka ga bisa datang kok, soalnya maklum aja."


Daniel mengangguk mengerti, sekali lagi rasanya sangat lega, ternyata apa yang di fikirkan nya tak terjadi. Daniel segera memeluk istrinya, kemudian mengecup bibir Angel sekilas. "Bee tidur yuk, istirahat. Besok kita bakalan nunggu surat dari rumah sakit."


Daniel segera menuntun istrinya untuk segera berbaring di tempat tidur. Angel sedikit terkekeh jika mengingat wajah suaminya yang begitu lucu. Angel sangat tahu itu adalah wajah cemburu ala Daniel.


"Bee ayo tidur lagi, ngapain masih berdiri," kesal Daniel, rasanya rasa cemburu itu belum habis, meskipun sudah tahu jika ia adalah suami dari sahabat Angel sendiri.


"Iya sabar," kata Angel segera menaiki tempat tidur mereka. "Jangan suka cemburu gitu dong, kan sudah tahu siapa kak Chandra," kata Angel terkekeh melihat suaminya yang masih cemberut.


"Ya kan kamu tadi kayak liat mantan aja, jadi terkejut kan," kata Daniel segera memeluk Angel, dan kembali lagi kepada sikap manjanya. "Eh bee, kamu ada mantan ga?" tanya Daniel segera memandang wajah Angel, seolah mengharap suatu pembenaran.


"Mantan... ada sih, tapi udah lama ga berhubungan," kata Angel menjawab pertanyaan dari suaminya.


"Namanya siapa bee?" tanya Daniel penasaran.


"Barack, udah lama ga ketemu, kemarin terakhir ketemu di Belanda," jelas Angel sembari tersenyum manis ke arah Daniel.


Daniel kembali lagi memeluk Angel dengan manja. "Kalian putus gara gara apa bee?" tanya Daniel penasaran.


"Hm... dia selingkuh, habis itu aku ga pernah lagi pacaran, soalnya malas di selingkuhin," jelas Angel sembari mengusap kepala Daniel yang tengah bermanja di area leher Angel. "Sunit kamu jangan pernah selingkuhin aku ya, aku ga suka yang namanya selingkuh, kalau kamu selingkuhin aku, aku tinggalin kamu."


Daniel mengeratkan pelukannya kemudian mengecup leher Angel. "Bee tenang aja, saya bucin nya Angel, berjanji akan selalu setia kepada istri sepanjang masa saya, tak pernah akan mendua, dan akan selalu menemaninya hingga kami sama sama tua nanti," kata Daniel dengan lantang, membuat Angel terkekeh di buatnya.


"Ih... sunit aku ini so sweet banget sih..." kata Angel sembari memeluk tubuh suaminya.


"Bee jangan kencang kencang, nanti dedeknya terhimpit, kan kasian," kata Daniel sembari mengusap perut istrinya. "Lagian bee kamu baru tahu kalau aku ini so sweet? Kemana aja kamu selama ini, kan selalu aku so sweet-tin."


Angel terkekeh mendengar penuturan suaminya, memang benar selama ini Daniel selalu berlaku so sweet kepadanya, hampir di setiap saat. Meskipun sikapnya yang manja kepada Angel, namun Daniel tetaplah suka sekali berlaku so sweet kepada istrinya.


"Sunit kira kira kapan ya kak Roni nyusul," kekeh Angel sembari memandang ke arah Daniel. Entah kenapa ingatannya tiba tiba terlintas wajah Roni, sehingga membuatnya teringat kisah cinta Roni yang tak kalah unik, bahkan sangat unik mungkin darinya.


"Kenapa tiba tiba kepikiran dia bee," tanya Daniel sembari menyatukan jari jemari mereka, Daniel memang suka memainkan jari jemari dan rambut Angel, rasanya ada sesuatu yang membuatnya tak bosan melakukan hal itu. Entah ada daya magis apa pada tangan Angel, sehingga Daniel sangat menikmati permainan tangannya di jari jari Angel. Ah... apa penyakit parno dan aneh itu bisa tertular, sehingga ia kini memiliki pikiran yang hampir sama seperti ibu nya. Atau itu penyakit keturunan? Daniel hanya terkekeh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....


__ADS_2