Duda Genit

Duda Genit
S2 (Aldi)


__ADS_3

(Flashback)


Sore itu saat dokter Aldi hendak menjemput anaknya, bersama dengan babysiter nya yang saat ini tengah bermain di taman. Dokter Aldi tampa sengaja melihat Rayana tengah menggendong anaknya, yang anehnya anaknya malah terlihat nyaman.


Diam diam dokter Aldi mengulum senyum melihat hal tersebut, sebuah pandangan yang menyejukkan bagi dokter Aldi. Dokter Aldi segera mendekati mereka.


"Tepuk tepuk tangan bersuka ria, tangan di kepala tangan di pinggang, loncat yang tinggi satu dua tiga, mari mari burung terbang di udara."


Suara Rayana terdengar merdu di telinga dokter Aldi, sontak membuat dokter Aldi semakin mengembangkan senyumnya.


"Wil, Raya," sapa dokter Aldi, sembari mendekatkan badannya di samping Rayana.


Rayana segera memandang ke arah dokter Aldi. "Ah calon pacar, kenal anak ini?" Rayana masih saja mencoba menggobali dokter Aldi.


Dokter Aldi tersenyum, kemudian melingkarkan tangannya ke belakang Rayana. Ya, dokter Aldi yakin kalau Rayana tak akan menyadarinya, karena masih asyik memainkan tangan Willi.


"Ah iya anak saya," kata dokter Aldi sembari tersenyum, ia sudah mulai terbiasa dengan gombalan Rayana. Yang semakin membuatnya tersenyum.


"Papa," Willi memanggil dokter Aldi dengan sebutan papa, yang artinya ia memang ayah dari anak yang saat ini di gendong Rayana.


Dokter Aldi dapat melihat wajah terkejut Rayana, namun dokter Aldi suka melihat hal tersebut. Dokter Aldi justru tersenyum melihat wajah malu malu Rayana. Entah namun dokter Aldi tak tahu jika itu Rayana baru saja salah faham.


"Ah... maaf dok, saya ga tau," kata Rayana, segera menyerahkan Willi ke dalam gendongan dokter Aldi.


Aldi hanya menatap tingkah Rayana yang tiba tiba sedikit menjauh, Aldi tak tahu pasti apa yang di fikirkan Rayana. Membuatnya terkekeh geli melihat ekspresi salah tingkah dari Rayana.


"Ya udah dok, nanti tolong ambilkan kartu pengenal Raya ya, titip ke om Aska aja ya," kata Raya segera meninggalkan dokter Aldi dan Willi.

__ADS_1


Dokter Aldi hanya melihat punggung Rayana dari belakang. Dokter Aldi mengulum senyum sembari terus membayangkan wajah malu malu Rayana. Dokter Aldi berencana untuk mengerjai Rayana, tampa menjelaskan statusnya.


"Tuan, nona muda tadi di mana?" tanya babysiter yang merawat baby Willi, semenjak berpisah dengan istrinya.


"Oh sudah pulang, sini tanda pengenalnya, besok saya kembalikan," kata dokter Aldi meminta tanda pengenalnya.


"Iya ni tuan," kata babysiter tersebut sembari menyerahkan tanda pengenal Rayana.


......................


Keesokan harinya dokter Aldi menunggu kehadiran Rayana, namun tak terlihat sedikitpun batang hidungnya. Lama dokter Aldi menunggu namun tak juga tampak, hingga akhirnya dokter Aldi hanya menyimpan tanda pengenal tersebut. Karena ia ingin mengembalikannya secara langsung, kepada gadis centil tersebut.


Namun hingga minggu berganti bulan namun dokter Aldi juga tak dapat menemukan Rayana, ia terlalu gengsi untuk menanyakan kepada Aska. Hingga akhirnya mereka melakukan kumpul bersama di rumah Aska, dan ia baru tahu bahwa Rayana telah keluar negri, untuk menempuh pendidikan publik speaking di Australia.


Hati dokter Aldi sedikit tersentak, ketika mendengarkan bahwa Rayana tengah dekat dengan seorang aktor Thailand. Bahkan dokter Aldi diam diam menjadi stalker di Instagram Rayana. Dokter Aldi sedikit kesal melihat beberapa postingan Rayana dan Pith yang begitu terlihat dekat. Di tambah lagi beberapa gosip kini mulai menambah benih api di dalam dadanya.


Hingga pada akhirnya, tragedi pencurian ciuman pertama Rayana terjadi di tangan dokter Aldi.


Sore itu dokter Aldi berencana untuk menemui Aska di dalam ruangannya, guna mengambil beberapa barang. Namun ternyata Aska telah kembali dan akhirnya dokter Aldi menghubungi Aska untuk mengambil barang. Aska meminta dokter Aldi untuk mencarinya sendiri.


Dokter Aldi yang fokus untuk mencari sesuatu, tiba tiba dari arah belakang seseorang mengejutkannya.


"Haaaaa.... kejutan," mendengar suara yang begitu di rindukannya, membuat dokter Aldi segera menghadapkan diri ke arah belakang.


Ya suara itu adalah milik Rayana, wanita yang selalu mengusik pikirannya, terlebih lagi ketika mengingat penyebaran berita tentang kedekatannya.


Dokter Aldi membalikkan badannya dengan tidak sabaran, dan akhirnya menabrak Rayana. Dokter Aldi berusaha menangkap Rayana, namun badannya juga tidak memiliki keseimbangan yang bagus, hingga pada akhirnya mereka sama sama terjatuh, dengan menindih badan Rayana.

__ADS_1


Sikut dan punggung dokter Aldi terbentur oleh lantai membuatnya memerah, namun entah kenapa itu tak di hiraukan_nya, justru ia tersenyum seraya memandang Rayana yang tengah memejamkan matanya.


Saat Rayana membuka matanya, wajahnya terlihat terkejut mendapati dirinya yang ada di hadapannya. Ya Rayana pasti mengira dirinya adalah dokter Aska, itu lah yang di perkirakan dokter Aldi.


Sedetik kemudian mata mereka terpaku, membuat dokter Aldi tampa sengaja menepis jarak di antara mereka dan mengecup bibir Rayana. Merasakan tak ada penolakan dari Rayana, membuat dokter Aldi menginginkan lebih. Dokter Aldi melu*mat bibir seksi dari Rayana, rindu bercampur rasa cemburu melihat kedekatan Rayana dengan laki-laki lain, membuatnya tak dapat menahan diri.


Setelah beberapa lama akhirnya dokter Aldi mulai merasa menginginkan yang lebih, dokter Aldi sadar bahwa ini tidak baik. Dokter Aldi pun segera melepaskan pa*ngu*tan*nya kemudian memandang Rayana dengan lekat.


"Terimakasih telah kembali, calon pacar."


(Flashback end)


Rayana segera mendorong dokter Aldi yang dengan lancang mencuri ciuman pertama nya. Ah... seandainya ia tahu hal ini akan terjadi maka Rayana tak akan berinisiatif memberikan kejutan. Jika begitu maka tragedi hilangnya ciuman pertama tak akan terjadi.


Saat Rayana mendorong dokter Aldi, dokter Aldi meringis, karena baru merasakan luka yang ada pada siku dan punggung tangan nya.


Rayana yang melihat hal itu, segera memeriksa tangan dokter Aldi dengan cemberut.


"Dasar tukang sosor, jangan jangan pasien di sosor gini juga, ketahuan istri baru nyaho," omel Rayana seraya mengambilkan kotak obat milik Aska kepada dokter Aldi.


Dokter Aldi tersenyum memandangi Rayana. "Kemarin itu memang anak saya, tapi yang wanita itu hanya babysiter anak saya, saya sudah menjadi duda hampir dua tahun."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Teman teman maaf ya ga bisa up se rutin kemarin karena ada banyak kendala, seperti harus menyusun perbaikan skripsi, dan beberapa acara serta kesibukan lain. Aku harap kalian mengerti, dan tetap setia membaca ceritaku. Disini author berusaha se profesional mungkin untuk bisa up sebisa mungkin. Terimakasih, maaf sekali lagi....


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....

__ADS_1


...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....


__ADS_2