
Hari telah siang, saat nya jam makan siang. Angel segera mendekati Daniel untuk mengajaknya makan siang. Daniel yang menyadari hal itu, berpura pura sibuk dan tidak menyadari kehadiran Angel.
Angel segera duduk di depan Daniel, membuat Daniel memandangnya dengan tatapan bingung.
"Sayang kenapa?" tanya Daniel.
Mendengar pertanyaan Daniel sontak membuat Angel sedikit cemberut, sebabnya sejak tadi perutnya keroncongan, meminta untuk di isi.
"Dunit ga laper ya?" tanya Angel, sembari mengerucutkan bibirnya.
Daniel yang berpura pura bingung, segera melirik jam tangannya, Daniel berpura pura terkejut saat melihat jam sudah menunjukkan jam makan siang.
"Astaga sayang, maaf Dunit mu ini lupa." kata Daniel menepuk keningnya.
"Apa setiap orang seperti kalian selalu lupa waktu?" omel Angel, menampakkan wajah kesalnya.
Daniel berjalan mendekati Angel, kemudian duduk di atas meja. Daniel mengangkat dagu Angel untuk memandang ke arahnya.
"Hm... orang seperti kami?" tanya Daniel.
Daniel dapat melihat betapa kesalnya Angel, hanya dari wajah cemberut yang di perlihatkan Angel.
"Hm... daddy, kakak dan papi juga gitu." kata Angel dengan sedikit berkaca kaca.
Daniel melihat hal itu segera berdiri kembali, kemudian menuntun Angel untuk berdiri. Daniel memandang wajah Angel, kemudian mengecup kedua mata Angel. Daniel segera membawa Angel ke dalam pelukannya.
Ini pertama kalinya Daniel melihat Angel begitu sedih, membuat Daniel merasa bersalah. Niat Daniel hanya ingin mengerjai Angel kini malah berakhir seperti ini. Daniel mengecup puncak kepala Angel lama, dan mengusap lembut punggung Angel.
"Maaf saya tak bermaksud, saya hanya berniat mengerjai kamu." kata Daniel sembari memeluk erat tubuh Angel. Angel hanya mengangguk, di dalam pelukan Daniel.
"Ya sudah ayo kita makan sayang, sudah lapar kan?" kata Daniel, melepaskan pelukannya, sembari melihat wajah Angel, yang sudah kembali tersenyum.
"Nah begitu dong, kan cantik." kata Daniel sembari mengusap pipi Angel dengan lembut.
"Ayo." kata Daniel menggandeng tangan Angel dengan mesra, untuk turun ke kantin kantornya.
Daniel menggenggam tangan Angel sangat erat, seolah takut Angel akan pergi dari nya. Daniel masih berfikir tentang Angel, sepertinya ia harus banyak mengetahui tentang Angel. Tapi Daniel bingung kepada siapa dia harus bertanya.
Sesampainya di lift, Daniel segera memeluk Angel dari belakang, dan menyandarkan kepalanya di puncak kepala Angel.
"Saya lelah sayang, bisa kah kita setelah ini keluar?" kata Daniel sembari memeluk tubuh teman tapi mesranya.
Meskipun Daniel sudah mendapat lampu hijau dari Angel, tapi Angel masih belum bisa menjadi kekasih nya. Namun Daniel begitu menikmati ketika memeluk Angel, meski tidak ada balasan dari Angel.
Cukup hanya diam saja tampa belas saat di peluk, itu sudah menyenangkan untuk Daniel. Daniel sudah cukup tahu, bahwa Angel sudah mulai membuka hatinya secara perlahan.
__ADS_1
"Kamu tahu? Saya akan mampu membuat kamu jatuh cinta kepada saya kurang lebih tiga bulan." kata Daniel berbisik di telinga Angel.
"Wah percaya diri sekali kalian." kata Angel, sembari terkekeh memandang Daniel.
Daniel segera menghentikan laju lift, dan segera menarik tengkuk leher Angel. Daniel segera mendaratkan bibirnya di atas bibir lembut Angel. Daniel me*lu*mat*nya sebentar, kemudian melepaskannya.
"Itu janji saya, dan akan saya penuhi." kata Daniel, memeluk pinggang Angel.
"Lalu setelah kau dapatkan, apa yang akan kau lakukan?" tanya Angel memandang mata tajam Daniel.
"Saya tak akan pernah melepaskan mu sayang, saya akan mencintai kamu dan menjadikan kamu sebagai istri saya." kata Daniel mengecup hidung mancung Angel.
"Sayang kenapa hidungmu sangat manis, ini benar benar membuat saya candu." kata Daniel tersenyum. Kemudian menekan kembali tombol lift tersebut, agar kembali berjalan.
Setelah lift terbuka, Daniel kembali meraih tangan Angel, dan menggandeng nya dengan mesra. Daniel tahu jelas beberapa bawahannya suka sekali curi pandang kepada Angel. Meskipun mereka tahu Angel ini sudah punya tunangan.
^^^Aishh... kenapa sih Angel sangat mengundang perhatian laki laki, lihat saja setelah Angel menikah dengan saya, akan saya kurung kamu. Kata Daniel dalam hati.^^^
Daniel terus memandang wajah Angel dengan seksama. Angel yang merasa terus di pandang Daniel, segera mengalihkan pandangannya ke arah Daniel.
"Dunit... ada yang salah ya?" tanya Angel, memandang Daniel dengan pandangan bingung.
"Tidak sayang saya hanya heran, kenapa kamu sangat cantik sih, sampai sampai karyawan laki laki saya terus memandang kamu." kata Daniel sembari mengusap lembut pipi Angel.
"Oh Wati itu dulu suka sama Roni, tapi Roni terus nolak, ters..." kata kata Daniel terhenti, ketika seorang pelayan datang menghampiri mereka.
"Mau pesan apa sayang?" tanya Daniel, kepada Angel, sembari memandang menu makanan.
"Steak, spaghetti, sama minumnya jus jeruk hangat." kata Angel meletakkan buku menu itu.
"Ok saya samain aja." kata Daniel kemudian memilih mengembalikan menu makanan itu.
Setelah menerima pesanan itu, pelayan tersebut keluar segera meninggalkan Angel dan Daniel.
"Jadi sekarang kebalik?" tanya Angel, meneruskan yang tadi.
Daniel mengangguk mengiyakan kata kata Angel.
"Iya... tapi si Roni ga mau ngaku." kata Daniel sembari terkekeh.
Angel terkekeh mendengarkan kata kata Daniel. Angel baru tahu, kalau Roni begitu rumit dalam percintaan.
"Ada ada aja kakak Roni." kata Angel terkekeh.
"Lalu kamu bagai mana?" tanya Daniel mengusap pipi Angel.
__ADS_1
Angel tersenyum mendapatkan perlakuan Daniel yang begitu lembut.
"Kan sudah tadi, kamu akan mengajarkan aku buat jatuh cinta." kata Angel dengan sedikit semburat merah di pipinya.
Angel sedikit menundukkan kepalanya, karena baru kali ini, ia mengatakan hal seperti ini kepada laki laki. Jantungnya berdetak kecang, membuat semburat merah di pipinya semakin nampak jelas, di wajah cantik Angel.
Daniel terkekeh melihat ekspresi Angel, ketika mengatakan hal itu. Daniel segera mengangkat dagu Angel, dengan tangannya.
"Kenapa hm..." goda Daniel, sontak membuat wajah Angel semakin memerah.
"Sudah lah di sini sangat ramai." kata Angel memperhatikan sekitarnya, yang kini sedang memperhatikan dirinya dan Daniel.
Tak lama kemudian makanan datang, hingga membuat Angel bernafas lega, karena berhasil lolos sebentar dari Daniel.
Daniel segera memotong steak nya, dan menyodorkan steak tersebut ke arah Angel. Angel tersipu menerima steak tersebut, kemudian menyodorkan steak nya ke arah Daniel.
Mereka pun makan dengan lahap, tampa ada pembicaraan sedikit pun. Daniel sesekali memandang Angel, yang tengah asyik makan, dengan lahapnya.
Daniel menghentikan makannya ketika melihat saus spageti menempel di sudut bibir Angel.
"Sayang, makan yang pelan, lihat penuh saus." kata Daniel sembari mengusap lembut sudut bibir Angel.
Daniel segera menggulung spageti nya di sendok, kemudian menyuapkan ke Angel.
"Lihat tidak berantakan kan." kata Daniel sembari tersenyum.
Angel mengunyah dan menelan spageti tersebut.
"Habisnya lapar dunit." kekeh Angel.
"Ayo makan, bukankah banyak kerjaan tadi?" tanya Angel.
"Kamu tahu." tanya Daniel mengerutkan keningnya.
"Iya kan tadi bantuin aku dulu, maaf ya dunit." kata Angel sembari menampakkan wajah bersalahnya.
"Ayolah, jangan begitu. Saya itu sayang dengan calon istri saya." kata Daniel tersenyum.
Mereka kembali makan dengan fokus, setelah makanan habis, Angel segera memanggil pelayan. Setelah pelayan datang, Angel dan Daniel mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayarnya.
"Loh kenapa sayang." tanya Daniel bingung.
"Kan tadi udah janji." akta Angel tersenyum, membuat Daniel ikut tersenyum.
Setalah membayar, Daniel segera mengajak Angel kembali ke ruangannya. Daniel menggandeng tangan Angel ke lift.
__ADS_1