
"Aldi, entar lo bisa ke ruangan gue ga?" Aska tersenyum ke arah dokter Aldi.
"Hm ok," dokter Aldi mengangguk menyanggupi permintaan Aska.
Sudah Aska duga dokter Aldi tak akan sanggup menolak ke inginkan-nya, dan ini menambah keyakinan bahwa dokter Aldi menyukai keponakan centilnya itu.
Setelah usai makan siang dokter Aldi dan Aska berjalan beriringan menuju ruang kerja masing masing, mereka sepakat nanti sore mereka akan bertemu, saat jam kerja telah usai.
Kedua dokter tampan ini memang terkenal bersahabat, membuat para suster tampak biasa saja ketika mereka berjalan bersama. Setelah sampai di depan koridor masing masing, mereka akhirnya terpecah.
"Aldi ingat nanti sore, gue duluan ya," kata Aska yang terlebih dahulu masuk ke ruangannya.
Dokter Aldi hanya mengangguk mengiyakan kata kata dari Aska. Dokter Aldi bertekad untuk memberitahukan kepada sahabatnya itu. Sebenarnya ini sedikit memalukan, di mana ia jatuh cinta kepada seorang gadis yang jauh lebih muda. Namun biar bagaimanapun cinta tak bisa di paksakan, dan kita tak pernah tahu kepada siapa dia akan berlabuh.
Dokter Aldi segera melanjutkan tugasnya sebagai dokter kandungan, memeriksa beberapa pasien yang tengah mengandung, baik usia kandungan yang muda hingga yang tua. Lain halnya dengan Rayana yang saat ini sedang mengistirahatkan badannya di kamar pribadi nya, Rayana tengah memikirkan cara untuk lolos dari para wartawan yang sepertinya haus akan informasi.
Yah, begitulah mereka, tuntutan pekerjaan. Rayana sungguh sangat mengerti, namun ini sedikit mengesalkan karena pasti saat ini mereka masih berada di bawah. Rayana segera mengambil ponsel genggamnya dan mencoba menelfon sekertarisnya.
"Halo, Alfi di mana?" Rayana seketika bertanya kepada sekertarisnya sesaat setelah sambungan teleponnya terhubung.
"Di ruangan saya bos, ada apa?" Alfi seketika siap siaga dengan perintah bosnya, yang terkadang di luar nalar itu.
"Berikan nasi bungkus dan minuman untuk para awak media di bawah, bilang aku tak akan menerima wawancara hari ini, nanti saja setelah Pith datang, maka mereka akan menerima informasi dari dua pihak sekaligus," benar saja perintah Rayana memang terkadang begitu.
__ADS_1
Bukannya ingin menyogok, mereka pasti menghabiskan banyak waktu di sana, dan juga tenaga. Jadi ketika ia tak dapat memberikan informasi, lebih baik ia memberikan sedikit hal yang kecil. Setidaknya mereka tidak akan kelaparan ketika dan kecewa dalam satu waktu.
Rayana kini telah merasa puas untuk beristirahat, kini kembali kepada pekerjaannya. Huh, sungguh dunia sekolah dan dunia perkantoran sangat berbeda. Ingin sekali rasanya kembali ke masa sekolah, tidak banyak hal yang harus di kerjakan, dan kita hanya perlu memikirkan tentang sekolah. Ketika siang bisa istirahat, ketika sore bisa pergi bermain, dan malam istirahat lebih awal.
Rayana menghentikan aktivitas nya ketika mendengar bunyi dering telepon masuk. Rayana mengangkat telfon tersebut.
"Hallo, hi..." sapa Rayana kepada sosok di ujung sana.
"Hi, I'm leaving tomorrow, can you pick me up at the airport?" (Hi, aku berangkat besok, bisa jemput aku di bandara?) Tanya seseorang di ujung sana, yang ternyata itu adalah Pith.
Rayana tersenyum. "Of course, I'll come," (tentu saja aku akan datang)
Setelah itu sambungan telfon mereka terputus, karena sepertinya Pith sudah harus beraktifitas lagi.
Kembali lagi Rayana berjibaku dengan segala pekerjaannya yang cukup menumpuk, dan kini berlangsung angsur menipis, seiring dengan berjalannya waktu, hingga sore pun menjelang Rayana segera kembali untuk beristirahat. Rayana segera pulang dengan supir yang dengan setia menemaninya kemanapun.
Sungguh dokter Aldi sedikit gugup hari ini, bagaimana tidak, sejak siang tadi ia menimbang dan memikirkan tentang pengakuannya kepada sahabatnya itu. Akhirnya ia memilih untuk mengakuinya saja, demi meminta dukungan dari sahabatnya.
Dokter Aldi membuka ruangan Aska tampa mengetuknya, itu sudah menjadi hal biasa untuk mereka. Dokter Aldi segera duduk di meja tepat di hadapan dokter umum tersebut. Terlihat di situ sudah ada jus alpukat minuman kesukaan dari dokter Aldi, Aska memang mengerti keinginan sahabatnya itu.
"Jadi menurut lo Raya cantik atau ga?" Aska sungguh sangat to the point ketika mengatakan hal itu, tak memperdulikan keterkejutan temannya yang sudah ia duga.
"Maksud lo? Ponakan lo kan?" tanya dokter Aldi mencoba memastikan lagi.
__ADS_1
"Memangnya Raya yang mana lagi kalau bukan dia," kata Aska menyesap jus apel nya dengan santai.
"Iya, menurut gue cantik sih, emang kenapa?" sungguh dokter Aldi belum mampu menebak maksud dari Aska.
"Iya gue tau kok kalau lo suka sama keponakan gue," aduh semakin berterus terang saja Aska hingga membuat dokter Aldi salah tingkah, ia terlihat kelimpungan menanggapi pertanyaan temannya. Sungguh memang ia sudah siap untuk mengatakannya, tapi bukan berarti siap untuk di interogasi begini.
"Lo tau ga kenapa umur nyokap Raya dan bokap nya terpaut jauh?" Aska tak memberi kesempatan dokter Aldi untuk menanggapi pernyataan tadi. Aska sudah tahu pasti jawabannya.
Dokter Aldi hanya mampu menggeleng, karena memang ia tak tahu apa apa tentang masalalu orang tua dari calon istrinya itu. Ah, tidak masih calon pacar saja untuk saat ini.
"Bokap Raya dulu sama seperti lo, sama sama duda," jelas Aska membuat dokter Aldi tercengang.
"Jadi Raka itu..." belum sempat omongannya sampai, Aska segera memotong pembicaraan tersebut.
"Engga Raka tetap anak mereka berdua, bedanya sama lo kemarin Daniel ga punya anak, nah lo punya anak," Dokter Aldi mengangguk, ia mulai paham maksud pembicaraan tersebut. "Jadi yang harus lo yakini sebelumnya adalah Raya bisa ga menerima anak lo, kalau bisa lo bisa langsung meminta restu kepada orangtuanya, baru bisa mendekati Raya."
"Jadi lo..." lagi lagi omongan dokter Aldi terputus oleh Aska yang sudah dapat menebak isi kepala temannya.
"Iya gue setuju, apalagi itu lo, gue tau sifat dan latar belakang lo,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Teman teman maaf ya ga bisa up se rutin kemarin karena ada banyak kendala, seperti harus menyusun perbaikan skripsi, dan beberapa acara serta kesibukan lain. Aku harap kalian mengerti, dan tetap setia membaca ceritaku. Disini author berusaha se profesional mungkin untuk bisa up sebisa mungkin. Terimakasih, maaf sekali lagi....
__ADS_1
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....