Duda Genit

Duda Genit
Pengganggu Kesenangan Orang


__ADS_3

Aiyla saat ini tengah duduk berdandan, hendak melaksanakan foto prewedding, melihat sekeliling dan terkejut Rakara saat ini tengah melihat Aiyla dengan seksama. Kening Aiyla mengerut halus, bingung melihat tingkah Rakara.


Rakara segera mendekat, dan memandang riasan wajah Aiyla dengan seksama. Cantik, satu kata untuk menggambarkan wajah Aiyla saat ini. Bukan karena Aiyla tak cantik sebelumnya, namun kali ini Aiyla di beri sedikit polesan bedak di wajahnya. Menambahkan kadar kecantikan wanita itu.


Para make-up artis menjauh, karena memang tugasnya telah selesai untuk sesi ini. pakaian mereka kini serasi dengan nuansa putih gading. Mereka akan berfoto di alam terbuka, mereka saat ini sedang berada di Padang bunga yang cantik, Rakara tersenyum melihat Aiyla sangat antusias.


"Kamu suka sayang?" Rakara membisikkan kata kata tersebut ketika mereka sedang berpose. Aiyla hanya tersenyum manis mengiyakan, pasalnya saat ini fotografer tengah memotret mereka.


"Ayo yang cowok cium kening yang perempuan," kata fotografer itu mengarahkan pose mereka, Rakara tersenyum mendengar hal itu, tentu saja dirinya sangat bahagia. Dengan senang hati dirinya melakukan hal tersebut.

__ADS_1


Setelah selesai melakukan sesi foto dan video yang sengaja mereka lakukan di luar ruangan, kini mereka berada di dalam ruangan. Mereka memanfaatkan moment sebagai bos dan sekertaris.




Setelah mengambil beberapa foto yang lumayan bagus, mereka segera menghentikan aktifitasnya, karena sesi pemotretan hari ini telah selesai, Rakara juga harus menemui rekan bisnisnya.


Sesampainya di tempat tujuan, Rakara segera turun bersamaan dengan Aiyla. Mereka segera menuju ke ruang VVIP yang telah di pesan sebelumnya. Mereka datang terlebih dahulu, bahkan mereka lebih cepat dua puluh menit. Jika di tanya kenapa mereka bisa datang secepat itu, tentu saja ini keinginan Rakara. Ia ingin berduaan saja dengan calon istrinya. Sementara Sidik? Laki laki itu harus bersabar mempersiapkan seluruh berkasnya, agar nanti tidak ada yang ketinggalan.

__ADS_1


Rakara menarik pinggang Aiyla. Kemudian mulai mencium bibir Aiyla. Rakara sedikit mengusap lembut area lutut atas Aiyla, membuat gadis itu geli bukan main. Karena ini pertama kalinya seorang laki laki menyentuh bagian tersebut. Rakara kembali berulah, tangannya sedikit meremas bo*kong sintal Aiyla.


"Emghhh," lenguhan syahdu nan seksi terdengar di telinga Rakara, seakan dirinya mendapat sebuah sengatan listrik saat Aiyla melakukan hal tersebut. Rakara kembali sedikit membuka kancing kemeja Aiyla, membuat gadis itu mencoba memisahkan diri.


"Kak, ah," Aiyla sedikit men*de*sah ketika mengatakan hal tersebut, namun dirinya juga sadar bahwa mereka bisa menimbulkan sesuatu yang tidak tidak, jika seorang pelayan masuk dengan tidak sengaja. "Kak udah lepas,"


Rakara tak perduli kembali lagi di kecupnya pa*yu*da*ra yang sedikit menantang, hingga berbekas. "Tu lihat itu cara buat stempel," Rakara menunjuk ke arah stempel yang telah di buatnya. "Nanti setelah menikah, kakak ajarin deh buat stempel yang banyak."


Aiyla segera mendorong kembali kepala Rakara yang sepertinya asyik di dalam sana. "Hus sana mereka datang," pinta Aiyla memohon.

__ADS_1


"Aih, dasar pengganggu kesenangan orang."


__ADS_2