
Daniel dan Angel memasuki mobil, Daniel segera menancap gas mobilnya, meninggalkan gedung perkantoran. Daniel dapat melihat wajah gelisah Angel, dari balik kaca spion mobil nya. Daniel tersenyum, kemudian menggenggam tangan Angel.
"Sudahlah jangan setegang itu, bukankah sudah pernah video call-nya?" tanya Daniel sembari tersenyum.
"Bukannya gitu, beda dong, kalau di video call, itu dunia maya," protes Angel. "Aduh..." kata Angel sedikit menggenggam dadanya.
Ini adalah kali pertamanya akan bertemu dengan orang tua dari pasangannya, karena memang tak pernah menjalani hubungan seserius ini. Jadi wajar saja jika Angel benar benar gugup di buatnya, Angel takut berbuat kesalah yang tidak tidak. Apalagi selama ini novel yang kadang di bacanya, adalah tentang orang tua yang tak merestui pernikahan anaknya dengan wanita pemeran utama.
Daniel yang melihat kegelisahan Angel, membuatnya segera menggenggam tangan Angel. Angel yang terkejut, segera melirik ke arah Daniel. Daniel tersenyum sembari matanya fokus ke arah depan.
"Tenang saja ada saya, kamu akan baik baik saja," ucap Daniel, membuat Angel ikut tersenyum.
Angel menggenggam tangan Daniel dengan erat, sembari mengatur nafas, agar tidak salah tingkah.
"Terimakasih," cicit Angel, membuat Daniel tersenyum.
Daniel segera menghentikan laju mobilnya, ketika berada di lampu merah. Daniel memandang ke arah Angel, yang kini mulai terlihat tenang.
"Sayang..." panggil Daniel membuat Angel memandang ke arah nya.
"Ha iya?" tanya Angel memandang ke arah Daniel.
"Kamu coba ke sini," pinta Daniel, membuat Angel segera mendekat ke arah Daniel.
Tampa aba aba Daniel mengecup bibir Angel sebentar, kemudian menyatukan pelipis mereka.
"Semua baik baik saja, saya jamin itu," kata Daniel sembari terus memperhatikan jalan. "Jadi kamu jangan khawatir lagi ya sayang, ibu saya setuju dengan kamu."
Angel mengangkat kepala, dan memandang wajah Daniel. Daniel membalas pandangan Angel, dengan pandangan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Seakan tersihir, Angel tersenyum, dan entah kenapa hatinya sangat mempercayai, pria yang ada di hadapannya saat ini.
Tak berbeda dengan Angel, Daniel seakan tersihir, melihat sorot meta Angel, membuat Daniel segera mendekatkan wajahnya, untuk kembali merasakan sesuatu yang membuatnya sangat candu.
Tin tin tin.
Bunyi klakson membuat mereka segera tersadar, dan Daniel kembali segera menjalankan mobilnya.
Daniel tersenyum kecut karena kegagalan, akibat salah posisi. Sementara Angel sejak tadi menahan tawa melihat wajah Daniel, yang sejak tadi menahan kesal.
"Lepas saja sayang, kalau mau ketawa lepaskan saja, jangan sampai sakit perut," kesal Daniel yang sejak tadi menyadari, Angel ingin menertawai nya.
"Hahahahaha..." tawa Angel pecah ketika mendengar perkataan Daniel, membuat Daniel semakin kesal.
"Sayang..." kesal Daniel, melirik Angel sebentar.
"Makanya jadi duda itu jangan genit bin mesum," kekeh Angel, membuat Daniel semakin kesal.
"Mana ada azab menertawai orang genit bin mesum," kekeh Angel, semakin membuat Daniel kesal.
"Sayang saya cuman genit kok dengan kamu, ga mesum," kesal Daniel sembari menghentikan mobilnya.
"Ya ya ya... duda genit, bercampur sableng," kekeh Angel.
Daniel memilih tak menanggapi kata kata Angel, Daniel kemudian meminta satpam rumahnya untuk membuka pagar rumahnya.
"Angel kamu bisa tertawa sekarang, tapi sebentar lagi kamu bertemu dengan ibu saya," kata Daniel, menakut nakuti Angel.
Angel terdiam kemudian memandang ke arah Daniel. "Tidak apa apa, jika ibu kamu ga setuju, paling cari yang baru, banyak kok yang mau jadiin saya menantu."
__ADS_1
Daniel memandang Angel dengan kesal, bagaiman mungkin kini ia benar benar di buat kesal. Karena bukannya membuat Angel terdiam, justru dirinya yang semakin kesal.
"Angel," kesal Daniel, yang kini tak menggunakan kata kata sayang, yang ia sematkan selama ini.
"Iya om," jawab Angel santai, sembari terkikik geli.
Daniel semakin kesal karena di panggil om dengan Angel. Daniel yang mencoba meredam emosi, kemudian mengunci pintu mobilnya, dan membuka sabuk pengamannya.
Daniel mendekat ke arah angel, yang kini telah menyingsing ke daerah kaca. Daniel menarik Angel dan menekan tengkuk Angel. Daniel mengecup bibir Angel, kemudian me*lu*mat bibir Angel, dengan sangat kasar. Karena masih kesal dengan kata kata Angel.
Angel berusaha melepas Daniel, namun tidak di hiraukan Daniel. Bahkan Daniel semakin memperdalam ciu*man tersebut.
Tok tok tok.
Bunyi ketukan jendela kaca mobil mengejutkan Angel dan Daniel. Mereka segera memandang ke arah sumber suara. Alangkah terkejutnya mereka, ternyata itu adalah ibu dari Daniel.
Kali ini wajah Angel benar benar memerah, karena ternyata kaca mobil Daniel transparan. Daniel segera membuka kunci pintu mobil nya, dan mereka berdua segera keluar dari mobil.
"Dasar sableng, masa pacar sendiri di paksa, pakai cara yang lembut dong," kata Melisa sembari menjewer telinga Daniel.
"Habisnya dia buat saya kesal ibu," adu Daniel, sontak membuat Angel menganga tak percaya.
"Pasti kamu yang mulai," kata Melisa tak percaya, membuat Daniel hanya cemberut, menghadapi wanita power full ini.
"Engga bu Angel cuman manggil dia om, terus dia marah," adu Angel, tiba tiba sok akrab dengan Melisa, untuk membuat Daniel semakin menderita.
"Sayang..." kesal Daniel, yang kini hanya bisa pasrah dengan kedua wanita yang sangat di cintai nya itu.
.........
__ADS_1
Maaf baru up soalnya semalam mati lampu, dan signyal eror. Mohon di maklumi.