Duda Genit

Duda Genit
S2 (Hari Pernikahan)


__ADS_3

Sudah satu minggu Rayana dan Rani di pingit, akhirnya hari ini adalah hari pernikahan mereka. Semua keluarga memutuskan untuk mengadakan acara akad nikah di gedung, agar acara lebih leluasa.


Dua pria nan gagah tampak mengenakan jas putih dan hitam, mereka tapak begitu gugup, membuat Daniel yang menghampiri mereka hampir terkekeh.


"Gugup ga? Gugup lah, masa ga," Daniel meledek kedua mempelai pria tersebut, membuat dokter Aldi dan juga Rakara semakin gugup.


"Ayah jangan gitu ah," keluh Rakara yang terlihat sangat gugup. "Kok gugup juga kak? Kan yang kedua," Rakara berbalik menanyakan hal tersebut kepada dokter Aldi.


Dokter Aldi menggeleng sebentar, "Beda atmosfer," jawabnya singkat menimbulkan kekehan dari Daniel.


"Emang punya titik ozon ya?" Aska tiba tiba muncul dari balik pintu.


Dokter Aldi tampak menggaruk tengkuknya bingung harus menjawab apa. "Ah beda lah pokoknya."


Hal itu semakin membuat Daniel dan Aska terkekeh, apalagi melihat wajah dari kedua mempelai laki laki yang sangat tegang.


"Awas hati hati, jangan salah sebut, ini Raka dulu kan? Ha Raka sebut nama baik baik, kalau sampai tiga kali..." Aska sengaja menggantungkan kata kata nya agar membuat Rakara semakin tegang.


"Kenapa om?" Rakara tampak semakin menegang mendengar kalimat menggantung dari omnya.


"Ya harus nya itu terlalu banyak sih, jadi harus bener," kata Aska terkekeh.


"Terus Om?" Rakara tampaknya terlalu menegang karena itu tidak terlalu konsentrasi.


Tapi dasar om kurang kerjaan, ia justru semakin menakut nakuti kedua mempelai pria tersebut, sehingga membuat Daniel merasa kasihan.


"Sudah jangan takuti anak anak saya, nanti pipis di celana, mulanya udah pucat banget tu," tunjuk Daniel memperlihatkan wajah kedua orang yang tengah menegang. "Takutnya malam pertama mereka sanggup."


Yah tetap saja yang namanya punya ayah dan om yang super jahil, ya begitu. Mau dia menghibur ataupun menasihati, tetap saja bumbu bumbu kejahilan akan tetap ada.


Kedua calon mempelai pria tampak begitu menegang, apalagi hanya dalam hitungan menit ke depan mereka akan menjadi seorang suami.


Sama halnya dengan para laki laki, mempelai wanita juga menunjukkan aura yang tegang. Ah, itu hanya berlaku untuk Rani tidak untuk Rayana. Karena saat ini ia tengah di hias oleh makeup artist profesional, sama seperti Rani.


Tetapi perbedaannya adalah di hadapan Rani adalah kaca hias, sementara di hadapan Rayana adalah tv layar lebar, yang menampilkan drama Korea kesukaannya. sembari memakan makaroni kesukaannya.

__ADS_1


Angel yang meliht hal itu sontak kesal di buatnya, sungguh Rayana sangat mengesalkan, di hari bahagianya ia masih sempat bersantai seperti itu, harusnya hampir semua wanita akan menegang karena akan melepas masa lajangnya.


"Raya kok kamu makan? Liat tu kak Rani diam," kesal Angel melihat putrinya.


Rayana hanya menoleh sebentar kemudian melanjutkan kegiatannya, sementara semua makeup artis masih sibuk membenahi rambutnya.


"Bun udah tenang aja, lagian yang harusnya tegang itu cowok, cewek mah tinggal datang duduk pasang senyum yang manis, selesai," kata Rayana enteng, kembali memasukkan makanannya ke dalam mulut.


"Aduh... coba lihat itu bibir belepotan bumbu makaroni, udah sini makanannya," kesal Angel segera mengambil alih makanan Rayana dan mematikan televisi.


"Bunda itu episode terakhir loh," rajuk Rayana segera menghidupkan kembali televisinya.


"Yang penting jangan makan," kesal Angel segera beralih kepada Rani, sang calon menantu.


Tiba tiba Brian mendatangi tempat para pengantin wanita. "Akad nikah sebentar lagi mau di adakan, pengantin wanita siap siap."


Semua mengangguk membuat Brian tersenyum senang, namun ia merasa janggal dengan ketidak hadiran Rayana di hadapannya. Saat ia menoleh ke arah televisi, ternyata Rayana berada di hadapan televisi, tengah asyik menonton drama Korea.


"Ya ampun Raya, bentar lagi akad, udah ah nontonnya," kata Brian mendekati Rayana.


"Ya ampun ini nikahan loh mana bisa gitu Raya," geram Brian membuat Angel ikut geram juga mendengar pernyataan putri satu satunya.


"Iya kamu ini mau nikah apa gimana?" tanya Angel kesal.


"Mau nikah lah, dari pada di sosor mulu sama si dokter ganteng sebelum sah," kata Rayana santai.


Orang orang yang mendengar kata kata penuh ambigu dari Rayana hanya terkekeh pelan, sungguh Rayana tak tahu menyaring kata katanya.


"Ya ampun Raya, makanya udahan dulu nontonnya ya, kamu mau nikah kan?" Angel mulai menaikkan nadanya, tanda ia sedang kesal.


"Iya Kanjeng ratu permaisuri Sunayana, percuma dong pingitan selama satu Minggu kemaren."


Kali ini Angel benar benar di buat emosi tingkat tinggi oleh anaknya, sungguh anak yang tak tahu keadaan genting.


"Sunayana siapa?" Brian membuat emosi Angel semakin bertambah, karena pertanyaannya yang tak berbobot.

__ADS_1


"Itu loh ibu dari Dewi Sinta," jawab Rayana santai.


Setelah sekian lama berdebat tentang drama Korea yang Rayana tonton, akhirnya lima belas menit berlalu, dan panggilan kembali datang.


"Ayo siap siap, akad sudah selesai pengantin sudah sah," kata Bram baru datang dari balik pintu.


"Ah habis, ayo ibunda ratu jangan buang emosimu untuk marah marah," kata Rayana santai.


Sungguh jika ini bukan hari pernikahan anak itu sudah Angel jewer telinganya, sungguh anak perempuannya satu itu suka sekali memancing emosinya, sama seperti Daniel suaminya.


Saat Rani dan Rayana turun, semu mata tertuju kepada mereka berdua, kedua mempelai wanita sangat cantik, mampu menyihir mata para undangan.


Saat mereka samapai di tempat mempelai pria, Rayana dan Rani segera menyalami tangan suaminya masing masing.


"Cie sah," celetuk Rayana saat berada di antara dokter Aldi dan Rakara. Sontak saja membuat Rani, Rakara dan dokter Aldi segera memandang ke arah Rayana.


"Apa? Lah emang benerkan?" kata Rayana santai seolah tak tahu apa apa.


"Mulut loh dek," kata Rakara, sungguh kelakuan adik laknantnya ini tak tahu tempat.


"Lah iya kan? Tegang tadi ya? Kasian, kami dong santai santai sambil nonton drama, sama makan makaroni," kata Rayana lagi, sontak membuat Rakara memandang ke arah Rani.


Sontak saja Rani menggeleng tak setuju dengan hal itu, karena di sini hanya Rayana saja yang makan dan menonton drama.


"Kenapa? Yah muka muka ga sabaran kalian ya," goda Rayana sontak membuat dokter Aldi segera membisikkan sesuatu ke pada Rayana.


"Kalau ga diam aku cium ya," bisik dokter Aldi sedikit gemas dengan wanita yang baru saja menjadi istrinya.


"Wah baru sah loh, sabar buat nanti malam," kata Rayana mengedipkan matanya. Sontak membuat wajah dokter Aldi memerah, karena memikirkan yang tidak tidak tentang nanti malam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏****...


...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


__ADS_2