
Pagi menjelang kedua pasang pengantin belum juga beranjak dari tidurnya, seperti Rayana dan juga dokter Aldi. Mereka masih terlelap termakan oleh peluhnya pertempuran antara si ting ting dan tang tang.
Tetapi tidur indah mereka terganggu oleh suara telfon yang berasal dari ponsel dokter Aldi. Dokter Aldi segera bangun dan melihat ponselnya, ternyata itu adalah dari Aska, membuatnya segera mengangkat telfon tersebut.
"Halo," kata dokter Aldi sembari merangkul istrinya ke dalam pelukan.
"Wih baru bangun?" Aska sepertinya pura pura tak tahu.
"Hm..." dokter Aldi sepertinya malas untuk menjawab pertanyaan dari Aska yang jelas jelas tahu jawabannya.
"Oh, gimana? Enak kan? Di contohkan tidak video yang ku kirim?" Aska sepertinya merasa bangga akan kiriman video tak senonoh yang di pelajari dokter.
"Hm..." dokter Aldi hanya menggeleng ia akan malu jika Rayana tahu tentang hal tersebut.
"Hm apa? Dasar tidak tahu terimakasih," suara Aska terdengar sangat kesal.
"Iya terimakasih," kata dokter Aldi sebelum akhirnya mengakhiri panggilan telefon Aska.
Dokter Aldi kembali meletakkan ponselnya dan memeluk Rayana kembali, tak lupa ponsel nya ia silent agar tidak ada orang yang mengganggu mereka.
"Capek banget ya," kata dokter Aldi mengecup puncak kepala Rayana, memperbaiki selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
Dokter Aldi segera bangun dengan pelan agar tak mengganggu tidur nyenyak istrinya, ia kemudian segera mengenakan boxer yang tergeletak dan segera pergi ke kamar mandi. Senyum manis tak pernah luntur di bibirnya, bahkan ketika ia mandi.
Dokter Aldi jika mengingat bagaimana panasnya kegiatan mereka semalam, maka rasanya dokter Aldi ingin mengulanginya lagi.
Ah, benar kata orang jika sudah merasakannya, maka kita akan ingin lagi dan lagi. Namun dokter Aldi sadar bahwa ini adalah pertama kalinya untuk Rayana, jadi ia akan menahannya agar Rayana merasa nyaman.
Lima belas menit dokter Aldi selesai mandi, kemudian keluar dengan handuk kecil yang melilit di pinggangnya. Dokter Aldi segera bergegas ke arah koper yang tergeletak di samping meja rias, kemudian segera mengenakan kaus oblong abu abu, dan boxer biru tua.
Dokter Aldi kemudian meraih gagang telfon hotel tersebut, dan meminta resepsionis untuk membawakannya dua porsi makanan.
"Halo tolong bawakan dua porsi nasi goreng dengan omlet telur, minumnya jus jeruk hangat," kata dokter Aldi kepada seseorang yang di seberang sana.
Dokter Aldi kemudian segera meletakkan kembali gagang telfon tersebut di tempatnya, dan membangunkan Rayana yang masih terlelap.
__ADS_1
"Sayang, honey," panggil dokter Aldi sembari mengusap lembut kepala Rayana.
"Hm..." Rayana sedikit menggeliat di balik selimut.
"Sayang ayo bangun udah siang," kata dokter Aldi kemudian menciumi seluruh wajah Rayana.
"Hm..." Rayana berusaha membuka matanya dan sembari melihat dokter Aldi.
"Mandi sana, atau mau lanjut yang semalam lagi aku siap kok," kata dokter Aldi membuat Rayana segera membalikkan badannya, dan memeluk bantal guling.
"Jadi mau lanjut yang semalam lagi?" dokter Aldi berkata sambil tersenyum.
Dokter Aldi kemudian menyibak selimut dan mendapati tubuh istrinya tampa sehelai kain. Dokter Aldi segera meneguk air ludah nya menahan gejolak yang menyerangnya pagi ini.
Dokter Aldi segera menaiki tubuh Rayana dan mengunjunginya. "Sayang ga papa kok aku mandi dua kali."
Dokter Aldi berbisik di telinga Rayana lalu mengecup dan menggigit kecil daun telinga sehingga, sehingga membuat Rayana meremang seketika, Rayana segera membuka matanya dan melihat dokter Aldi yang sudah di atasnya, ia melihat ke bagian bawah dan mendapati tubuhnya yang polos.
Rayana segera mendorong dokter Aldi, kemudian bangun dan bergegas ke kamar mandi, meninggalkan dokter Aldi yang terkikik geli.
"Ah pokoknya harus setelah makan nih, kasian si bungsu udah bangun ga di tidurin," guman dokter Aldi segera berjalan menuju pintu, karena ada suara bel yang berbunyi.
"Terimakasih," kata dokter Aldi segera menutup pintun kamarnya, setelah memberi sejumlah tips kepada pelayan yang mengantar sarapan mereka.
Dokter Aldi segera menata sarapan mereka di atas meja, kemudian segera mengambil ponselnya dan mengecek pesan masuk beserta email.
Awalnya semua berjalan dengan normal, namun satu pesan mengejutkannya dan membuatnya sedikit panik.
Rayana yang baru saja keluar dengan mengenakan handuk kimono, tampa sengaja melihat dokter Aldi memandang ponselnya dengan wajah pucat, Rayana segera menghampiri dokter Aldi.
"Yang kenapa?" tanya Rayana mendekat ke arah dokter Aldi.
Dokter Aldi tak menjawab apa apa ia menoleh ke arah Rayana dan menyerahkan ponselnya. Dokter Aldi tampak memperlihatkan sebuah pesan dari mantan istrinya.
"Selamat atas pernikahan kalian, aku harap kalian siap dengan tuntutan ku untuk mengambil Willi kembali," isi pesan tersebut membuat Rayana mengerti maksud dari ketakutan dokter Aldi.
__ADS_1
Rayana segera mencari nomor telfon ayahnya, Daniel. Kemudian menelfon sembari memeluk tubuh dokter Aldi yang sedikit bergetar, Rayana sengaja membesarkan speaker ponsel tersebut, agar dokter Aldi dapat mendengarkan nya.
"Halo yah Willi di mana?" Rayana segera bertanya kepada Daniel tentang keberadaan Willi.
"Willi belum bangun, kan tadi malam pulangnya tengah malam sayang," jawab Daniel di ujung telfon sana.
"Yah tadi mantan istrinya Aldi SMS akan menuntut hak asuh Willi," jelas Rayana.
Daniel terdengar menghela nafas di ujung sana. "Kamu tenang aja, sebelum persidangan kita sudah dapat bukti untuk memberatkan pihak mereka," kata Daniel menenangkan anaknya. "Kalian nikmati saja waktu berdua, biar Willi di sini ayah dan bunda yang ngurus."
Rayana kemudian mematikan sambungan teleponnya, dan mengusap lembut kepala dokter Aldi. "Dengar kan? Semua akan baik baik saja, ga akan ada yang pergi dari kamu," jelas Rayana tersenyum.
Dokter Aldi mengangguk mengerti maksud Rayana. "Terimakasih."
"Iya, hah makanannya udah sampai, ayo makan dulu sayang, kebetulan udah lapar banget ni," kata Rayana mencoba mengalihkan perhatian dokter Aldi.
Rayana jelas tahu ketakutan dokter Aldi untung saja mereka sedang tidak berada di rumah, Rayana takut suaminya ini akan merasa minder di depan kedua orangtuanya, meskipun Rayana tahu jelas bahwa keluarganya menerima segala kekurangan dan kelebihan dokter Aldi.
Mendengar kata kata Rayana dokter Aldi hanya mengangguk dan melepaskan pelukannya, membiarkan Rayana untuk duduk di sisinya.
"A... Ayo buka mulut suami sayang," kata Rayana meminta dokter Aldi membuka mulutnya, untuk di suapi. baru kemudian dirinya.
...377 037 014...
Ayo download Snack video masukkan kode undangan 377037014 biar tiduran lebih bermakna plus dapat cuan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏****...
...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
__ADS_1