
Sesampainya mereka di dalam ruangan Daniel, Angel segera membantu Daniel untuk mengerjakan tugasnya. Daniel tersenyum melihat Angel, yang terlihat begitu menggemaskan, ketika sedang dalam mode serius.
Daniel telah selesai, namun Angel masih ada satu lagi yang belum ia kerjakan. Padahal ini sudah menjelang sore hari.
Saat Daniel ingin mendekati Angel, tiba tiba bunyi ponsel, mengejutkan mereka berdua.
...When somebody love me....
...I will feel so beautiful....
Angel segera mengambil ponsel nya, namun ternyata bukan dari ponselnya. Angel kemudian melihat Daniel yang juga segera mencomot ponselnya.
Ternyata itu dari ibunya Danie, yang menelfon secara tiba tiba.
^^^Ibu, tak ada angin tak ada hujan, tumben sekali. Guman Daniel dalam hati.^^^
Angel kembali fokus kepada pekerjaannya, sementara Daniel segera mengangkat telfon ibunya.
"Halo bu." sapa Daniel kepadanya ibunya.
"Kamu di mana?" tanya ibunya kepada Daniel, tanpa membalas sapaan dari Daniel.
"Di kantor bu." kata Daniel, sembari mengangkat alisnya.
"Katanya calon menantu ibu, magang di kantor kamu ya?" tanya ibu Daniel, kepada Daniel.
Daniel segera mengalihkan pandangannya kepada Angel, yang tengah membereskan berkas berkas di meja nya.
"Sayang... sini sayang." kata Daniel, membuat Angel sedikit bingung.
__ADS_1
Pasalnya saat ini Daniel masih video call-an dengan seseorang. Tapi Daniel justru memanggilnya dengan panggilan sayang.
"Dunit siapa?" tanya Angel dengan suara pelan.
Daniel segera mendekati Angel, kemudian menyodorkan ponselnya ke Angel. Angel melihat seorang wanita paruh baya, dengan sedikit bingung.
Angel tersenyum canggung, kepada wanita itu. Membuat wanita itu menyambut senyum Angel.
Angel kembali memandang Daniel, seolah meminta penjelasan.
"Oh ibu saya." kata Daniel, membuat Angel terkejut, namun tetap tersenyum kaku.
Daniel segera meletakkan ponsel nya di tempat dokumen, yang baru saja Angel kerjakan.
"Sayang berdiri dulu sayang." kata Daniel menarik agar Angel berdiri.
Ibu Daniel tertawa melihat tingkah anaknya, ibu Daniel yang jelas jelas tahu maksud Daniel, tertawa sambil menggeleng.
"Sayang menghadap ke sana." kata Daniel sembari menunjuk ke arah ponselnya.
Angel yang masih bingung, segera menuruti kata kata Daniel.
Tampa aba aba Daniel menarik pinggang Angel, untuk duduk di pangkuan Daniel.
"Aaa..." teriak Angel ketika terjatuh di pangkuan Daniel.
Daniel segera mengurung Angel ke dalam pelukannya. Sementara Angel berusaha melepaskan dirinya.
"Aduh kalian benar benar mesra." goda ibu Daniel, membuat Angel malu, dengan wajah yang memerah.
__ADS_1
Daniel melihat reaksi Angel, benar benar membuatnya sedikit geram, Daniel mengecup pipi Angel, yang memerah. Angel mencubit pinggang Daniel.
"Hahahaha... ga ko tan..." kata kata Angel terhenti ketika Daniel mengecup bibir Angel.
Ibu Daniel benar benar bahagia, dan merasa tak perlu khawatir lagi tentang anaknya.
"Iya bu... iya kan sayang." kata Daniel memeluk pinggang Angel dengan erat.
"Dunit udah dong malu." kata Angel melirik ke arah Daniel.
"Bu tau ga panggilan kesayangannya apa?" kata Daniel sontak membuat Angel benar benar merasa tidak enak.
"Dunit bu, panggilan kesayangannya." kata Daniel, memeluk erat pinggang Angel, kemudian mengecup leher Angel.
"Daniel... jangan gitu dong, tu malu calon mantu ibu." kata ibu Daniel.
"Tant kayaknya salah maksud ya." kata Angel masih berusaha melepaskan diri.
"Jangan Tante tapi ibu." kata ibu Daniel.
"I... iya bu." kata Angel canggung.
"Daniel kamu jangan macam macam,kalau di apa apain sama Daniel, bilang aja ya nak." kata ibu Daniel.
"I... iya bu." kata Angel gugup.
Angel menatap tajam ke arah Daniel, membuat Daniel tersenyum, kemudian menahan tengkuk Angel, dan menariknya. Bibir Angel mendarat dengan lembut, di sambut lu*ma*tan lembut dari bibir Daniel.
Angel berusaha melepas kan diri namun tidak bisa, Angel masih bisa mendengar ocehan ibu Daniel, karena sikap anaknya.
__ADS_1