
Setelah satu jam lebih, pesawat yang di tumpangi oleh Angel dan Daniel telah sampai di bandara internasional Singapura. Daniel segera mencubit hidung Angel, membuat Angel terbangun.
"Dunit..." kesal Angel menyingkirkan tangan Daniel dari hidungnya.
"Bangun sayang, ini udah sampai," kata Daniel sembari terkekeh, melihat tingkah Angel.
"Hah udah sampai ya," beo Angel kemudian segera berdiri.
Daniel ikut berdiri, kemudian segera ikut berjalan bersama Angel. Mereka keluar dari bandara dengan beriringan.
Mereka kemudian menaiki mobil yang telah di persiapkan untuk mereka. Sesampainya di hotel, mereka segera masuk ke aula hotel tersebut, mereka kemudian di sambut oleh pihak pengelola hotel.
"Please Miss..." kata salah satu pegawai kamar tersebut sembari tersenyum.
Pegawai kamar hotel tersebut tampak masih muda, dan cukup tampan. Hingga mungkin mampu membuat beberapa wanita jatuh hati.
"Thank you very much..." kata Angel sembari tersenyum manis, membalas senyum pemuda tersebut.
Daniel sedikit kesal melihat pandangan pemuda tersebut, yang tampak memiliki sedikit ketertarikan dengan Angel.
Setelah di antar kan ke salah satu kamar hotel, dengan sweet room, Angel segera masuk ke kamar tersebut. Angel segera pergi ke balkon, untuk melihat pemandangan, langsung yang menghadap ke kota Singapura.
"Bagaiman sayang?" tanya Daniel tiba tiba memeluk Angel dari belakang.
"Aaaa," Angel terkejut ketika Daniel melingkarkan tangannya di perut Angel. "Dunit ga ke kamar?" tanya Angel, mengira Daniel memiliki kamar sendiri.
"Kan kita satu kamar sayang," ucap Daniel sembari menyenderkan dagunya di kepala Angel. "Untuk apa coba saya pesan sweet room kalau kita ga satu kamar."
"Hah? Kok bisa?" tanya Angel bingung.
Daniel segera membalik tubuh Angel untuk menghadap ke arah nya. Daniel mengecup bibir Angel, kemudian menyatukan keningnya dan kening Angel.
"Bisa sayang," kata Daniel sembari tersenyum ke arah Angel.
...When somebody love me....
...I will feel so beautiful....
Bunyi ponsel Daniel, segera membuat Daniel dengan terpaksa melepas pelukannya. Daniel melihat siapa yang menelfon nya, dan berfikir untuk mengangkatnya di dalam kamar hotel saja, agar Angel tak mendengarkannya.
Daniel mengecup pipi Angel. "Sayang sebentar ya, urusan kerjaan," kata Daniel sebelum akhirnya meninggalkan Angel, sendirian di balkon.
Daniel sedikit gugup melihat penelpon, Daniel sedikit menarik nafas kasarnya, membuat Angel sedikit bingung dengan tingkah Daniel.
"Apa sebegitu susahnya ya? Tumben dia gugup," gumam Angel yang melihat Daniel dari kejauhan.
__ADS_1
Sementara Daniel mulai mengangkat telfon tersebut dengan sedikit gugup.
"Ha... halo dad," sapa Daniel sedikit gugup.
Ya si penelepon yang membuatnya gugup adalah Aldo, Daddy dari Angel.
"Kamu ini memang dasar ya, kamu tahu susahnya kami menjaga pergaulan Angel di Belanda? Sekarang apa yang kamu lakukan? Angel itu putri saya satu satunya, berani sekali kamu merusaknya," oceh Aldo kesal bercampur kecewa kepada Daniel.
Ya setelah menerima pesan bergambar dari Aska, Aldo merasa sangat kecewa, dan kesal. Bagaiman tidak di dalam gambar tersebut, tampak Angel tengah terlelap dalam pelukan laki laki, yang tampak bertelanjang dada, yang tak lain adalah calon menantunya sendiri, Daniel. Bahkan ponsel Angel sejak jam tiga sore waktu London, tak dapat di hubungi. Yang artinya, sejak jam sepuluh malam waktu Indonesia tak dapat di hubungi.
Daniel sebenarnya sudah mendapat wanti wanti dari Aska tentang tindakannya ini, namun Daniel tetap bersikukuh akan tujuannya. Aska hanya membantu menjalankan rencana dari Daniel, tampa ingin ikut campur.
"Dad, saya sangat mencintai Angel. Maafkan saya yang tak dapat menahan diri jika di samping Angel," kata Daniel memelas, berusaha meraih simpati pada Aldo.
"Ga ada jalan lain, kamu harus bertanggung jawab pada Angel, apa Angel sudah hamil? Berapa kali kalian melakukannya?" tanya Aldo masih dengan nada gusar.
"Foto itu saat di rumah saya, sedangkan biasanya saya bermalam di rumah anda," rancu Daniel dengan. Ya mereka memang tidur bersama, namun belum pernah melakukan hubungan suami istri. Hanya semalam saja mereka hampir kebablasan.
"Apa? Kamu saya percaya malah..." Aldo kehabisan kata kata, membuat Daniel menaikkan sudut bibirnya.
Sepertinya rencananya berhasil, kini waktunya menjalankan rencana selanjutnya. Dengan meminta Angel, untuk menjadikannya istri.
"Maaf Dad, kami saling mencintai, saya belum melihat tanda tandanya dia hamil, tapi sebelum terlanjur, saya akan menikahi Angel bulan ini atau bulan depan, jika di perkenankan," kata Daniel dengan senyum kemenangan, untung saja Aldo tak melihat hal itu.
"Bagus, secepatnya kami akan kembali ke Indonesia," kata Aldo terdengar pasrah.
"Kenapa dad?" tanya Brian memasuki ruang kamar milik Daddy-nya. Karena menurut istrinya, Daddy-nya itu sejak sore uring uringan.
Saat Brian baru saja kembali dari kantornya, karena ada lembur, ia mendapatkan laporan dari sang istri. Tentang kondisi sang Daddy, yang begitu tak berselera sejak tadi sore.
Saat Brian melewati kamar Daddy-nya, terdengar jelas bahwa Daddy-nya sedang kesal dengan seseorang di telpon. Brian yang khawatir dengan keadaan Aldo segera masuk ke kamar Aldo.
"Ini nih," kesal Aldo sembari memberikan ponselnya ke pada Bram. Bram terkejut setengah mati melihat pose adiknya, saat terlelap bersama Daniel yang tengah telanjang dada.
"Daddy dapat foto ini dari siapa?" tanya Bram, yang terlihat jelas wajahnya sangat emosi.
"Dari Aska, tadi Aska mengirim foto ini ke Daddy," jelas Aldo.
Bram segera melangkah kan kakinya menuju kamarnya, untuk mengambil ponselnya.
"Halo," sapa Aska yang terdengar lelah dari ujung sana, karena malam ini Aska tugas malam, waktu Belanda setempat.
"Aska jujur sama kakak masalah foto itu," tegas Bram kepada adik sepupunya itu.
Akhirnya Aska menceritakan semu tentang foto, dan juga rencana Daniel, yang ini menikahi Angel bulan depan. Brian menggeleng mendengarkan penuturan Aska.
__ADS_1
Sementara di tempat lain, Angel tengah membaringkan tubuhnya, di tempat tidur king size. Daniel ikut berbaring di tempat Angel, untuk mengistirahatkan badannya.
"Sayang nanti sore kita ke butik, mencari gaun dan jas untuk kita," kata Daniel memeluk pinggang Angel.
"Kenapa tidak besok pagi saja sih dunit," kata Angel malas, karena masih ingin berbaring di tempat tidur.
"Besok pagi saya ada rapat, mungkin sampai siang, nah sorenya kita ke salon, malamnya kita ke acara Anna," terang Daniel membuat Angel mengangguk mengerti.
"Hm... terserah kamu," kata Angel, sembari tersenyum ke arah Daniel.
...****************...
Sore harinya, sesuai dengan rencana Daniel, Ange dan Daniel segera ke butik terkenal di Singapura. Mereka segera mencari pakaian yang akan mereka kenakan untuk ke acara pernikahan Anna.
"Carikan pakaian terbaik untuk pacar saya," kata Daniel dalam bahasa Inggris.
Pelayan yang mendengar hal itu, segera mengangguk dan mengambil baju yang kira kira cocok untuk Angel. Setelah menentukan baju yang kira kira cocok untuk Angel, pelayan tersebut segera kembali menemui Angel dan Daniel.
"Tuan dan nona ini silahkan," kata pelayan tersebut, sembari menyodorkan beberapa gaun cantik ke arah Angel.
Angel dan Daniel mengangguk serempak. Angel segera mengambil gaun tersebut, kemudian masuk ke dalam ruang ganti.
Tak lama kemudian Angel kembali dengan baju berwarna hitam, terbuka di bagian dada dan juga punggung Angel, serta dengan panjang bawahan sekitar di atas lutut. Angel tapak begitu cantik dan seksi dengan baju tersebut, membuat Daniel tersenyum penuh arti.
"Coba yang lain dulu sayang," kata Daniel membuat Angel kembali mengganti pakaiannya.
Angel kembali lagi dengan dress hijau toska, tampa lengan, dengan bagian depan tertutup, bagian belakang terbuka hingga ke area punggung atas Angel, sementara bawahan panjang, dengan belahan di bagian bawahan hingga sampai di paha bagian atas. Angel tampak begitu elegan, dengan gaun tersebut.
"Yang satunya lagi sayang," kata Daniel sembari menunjuk pakaian terakhir yang di bawakan oleh pelayan tersebut.
Angel kemudian masuk kembali ke ruang ganti, Angel bingung, padahal menurutnya semua baju yang ia kenakan tadi tampak begitu cantik dan menawan, tapi apalah daya Daniel kembali memintanya untuk kembali ke ruang ganti.
Kali ini Angel kembali, dengan pakaian yang lebih seksi dari yang pertama tadi. Bahkan gaun yang kini di kenakan Angel, menampakkan belahan dadanya, serta punggung yang begitu terbuka, hingga ke bagian punggung bawah, atau lebih tepatnya di hampir semua punggung Angel terlihat. Sementara di bawah gaun tersebut terbuka hingga ke bagian paha atas, yang memperlihatkan paha mulus Angel.
Daniel tercengang melihat hal itu, Angel begitu seksi dengan baju tersebut, bahkan Daniel takut iman yang sebesar kutil kucing itu, akan tergoyahkan, dengan pakaian Angel.
"Dunit..." tegur Angel, menyadarkan Daniel.
Daniel segera mengalihkan pandangannya, ke arah lain. Daniel terkejut, melihat beberapa pria memandang Angel, dengan pandangan yang tak biasa. Ya Daniel jelas tahu, pandangan tersebut, adalah pandangan lapar para lelaki hidung belang.
"Sayang, ganti sekarang," perintah Daniel, mebuat Angel segera memasuki ruang ganti.
Setelah Angel memasuki ruang ganti, Daniel segera berbicara dengan pelayan tersebut. "Bungkus semuanya," kata Daniel kepada pelayan tersebut. "Ah... carikan jas, celana, dan sepatu wanita yang senada dengan setiap gaun tersebut."
Pelayan tersebut mengangguk, dan mengiyakan perintah Daniel. Kemudian meninggalkan Daniel. Setelah Angel keluar dari ruangan ganti, Daniel segera memeluk Angel posesif, karena kesal dengan pandangan pria pria itu.
__ADS_1
"Dunit kenapa?" tanya Angel bingung dengan perlakuan Daniel.
"Biar mereka tahu, kamu itu pacar, sekaligus calon istri saya," kata Daniel segera menggandeng Angel, serta melindungi Angel dari tatapan mata para pria, yang berada di tempat itu.