Duda Genit

Duda Genit
Pasangan Sableng


__ADS_3

Angel makan siang bertiga bersama Daniel, dan Roni. Angel hanya diam ketika mendengar pembicaraan mereka berdua. Daniel saat ini sedang menasehati Roni tentang cinta, Daniel merasa sudah mampu menaklukkan Angel, dan dengan percaya dirinya memberikan wejangan, kepada anak buahnya. Angel hanya menyaksikan secara seksama, tampa tertarik ingin ikut campur.


"Jadi kau Ron, harus berani mengungkapkan nya," ucap Daniel dengan penuh percaya diri. "Jika perlu tunjukkan agar dia bisa membalas cinta mu."


Roni hanya mangut mangut mendengar perkataan dari bosnya, tak bermaksud untuk membantahnya. Memang Roni salut akan kemampuan bos nya, yang berhasil sedikit memikat hati Angel. Jujur saja, Angel sebelumnya tak pernah sedekat ini, dengan lelaki yang bukan sahabat, dan keluarganya.


Meski awalnya dengan pemaksaan, namun lama lama Angel merasa nyaman dengan Daniel. Roni memandang Angel yang tengah memakan kentang gorengnya, sembari mengedarkan pandangan. Roni berfikir, apakah cara bos nya ini bisa digunakan untuk Wati juga, karena mereka memiliki sifat yang berbeda.


"Hem..." deheman Daniel membuat Angel dan Roni memandang asal suara, mereka sama sama bingung maksud dari deheman Daniel.


"Kenapa dunit?" tanya Angel bingung.


"Iya bos," timpal Roni yang tak kalah bingung.


"Kau mau di ajarin atau tidak?" tanya Daniel kesal.


Mendengar hal itu, Roni mengerti maksudnya. Namun di waktu yang bersamaan juga bingung, bukankah baru saja Daniel mengajarkannya? Kenapa masih bertanya? Pikir Roni.


"I... iya bos," kata Roni tergagap, tak mengerti maksud dari Daniel.


"Saya mau tanya, untuk siapa kau mempelajari ini," tanya Daniel serius.


Angel kini penasaran, hingga memperhatikan Daniel. Angel ikut mencondongkan badannya, sembari memandang Deniel dengan kening berkerut.


"Maksudnya untuk Wati atau untuk siapa? Saya khawatir kamu melakukan ini untuk merebut Angel," kata Daniel berterus terang.


Angel dan Roni mundur seketika, sembari menepuk jidat mereka. Angel ingin sekali melempar Daniel dengan sesuatu yang keras, namun di tahannya karena pasti akan mempermalukan Daniel. Angel tahu itu tidak baik untuk Daniel, karena akan membuat harga diri Daniel jatuh, di muka umum.


"Bos kalaupun iya sejak kemarin," celetuk Roni membuat Daniel melotot. "Waktu di Belanda, saya salah satu yang akrab dengan Angel."


"Ya kan buktinya sekarang dia tunangan saya," kata Daniel tak ingin kalah.

__ADS_1


"Aduh cemburu nya kambu..." seru Roni, sembari tertawa. "Dokter Angel, sebagai dokter cinta tolong tenangkan pasien anda."


Daniel mendelik tak suka dengan perkataan dari Roni. Untung saja mereka hanya sedikit yang berada di situ.


"Jangan kurang ajar dong dengan suhu pentas," tambah Angel, membuat yang lain melongo, tak mengerti maksud Angel.


"Suhu pentas?" tanya Daniel dan Roni secara bersamaan.


"Suhu pejuang cinta sableng," kekeh Angel, membuat Roni ikut terkekeh.


Mendengar hal itu, membuat Daniel melototkan matanya seolah tak percaya. Bagaiman mungkin Angel memberinya gelar seburuk itu.


"Maaf kan saya suhu pentas," kata Roni, dengan wajah yang serius, namun dalam hati ingin sekali menertawai Daniel.


Daniel benar benar tak dapat berkata apa apa, Angel dan Roni kini benar benar menertawainya. Daniel mendelik memandang Angel, kemudian membuang mukanya.


"Ah... cie ngambek," goda Angel, membuat Roni semakin tertawa. "Ih jangan ngambek lagi dong."


Roni terus tertawa, menertawakan pendekar cinta sableng, dengan predikat suhu. Namun terkena penyakit bucin stadium akhir.


Daniel yang mendengar hal itu, segera mengembalikan wajahnya ke arah Angel.


"Ayo cubit saja sayang, kalau sakit ada kompensasi nya loh," seru Daniel, membuat Angel dan Roni bingung.


"Kompensasi?" beo Angel, sembari memandang Daniel.


"Iya kalau sakit harus di cium," kata Daniel sembari terkekeh ke arah Angel. Angel memerah mendengarkan kompensasi, yang di minta oleh Daniel.


Roni seketika menjadi kambing conge, yang harus melihat tingkah bosnya menggoda Angel. Roni memutar bola matanya, bosnya memang sangat ahli mengambil setiap kesempatan yang ada, meski dalam keadaan terjepit sekalipun.


"Kenapa?" tanya Daniel mengarah kepada Roni.

__ADS_1


"Tidak pak," kata Roni acuh, sembari mengangkat bahunya.


Saat Angel memandang ke arah pintu masuk, Angel melihat Wati. Angel tiba tiba tersenyum penuh arti.


^^^Inilah saatnya, princess baik hati ini melihat wajah salah tingkah kak Roni. Gumam Angel.^^^


"Kak Wati," panggil Angel, membuat Roni ikut memandang ke arah Wati.


Sementara yang di panggil, segera menghadap ke arah sumber suara. Ternyata itu adalah tunangan sang bos, yang kini tengah duduk bersama bosnya dan Roni.


Roni melotot ke arah Angel, bagaiman mungkin Angel melakukan hal ini kepadanya.


^^^Apa sikap menyebalkan bisa tertular ya? Jika memang begitu, habislah saya, jika harus mengurus bos dan Angel, ketika menikah nanti. Gumam Roni melototkan mata, ke arah Angel.^^^


"Kenapa mata kamu? Ingin di congkel, memandang tunangan saya dengan sebegitunya?" tanya Daniel, sembari melototi Roni. "Mau saya jadikan bola eker matanya?"


"Ti... tidak bos," kata Roni menelan ludahnya kasar.


Belum lagi kedatangan Wati yang membuatnya jantungan, di tambah perkataan bosnya.


^^^Bukan itu maksud saya bos bucin, saya masih sayang mata saya, bagaiman mungkin mata saya di congkel bos, matanya saya kan bukan bola eker. Pikir Roni, sembari bergidik ngeri, sembari membayangkan matanya di congkel bosnya, dan di jadikan bola eker.^^^


Wati kini menarik kursi di sebelah Roni, membuat jantung Roni semakin berdetak kencang. Angel dan Daniel yang memang mengenal Roni sejak lama, hampir tertawa, karena Roni tak pernah terlihat segugup itu.


"Kak ayo ikut makan, kebetulan makanan kami belum datang," kata Angel tersenyum penuh arti ke arah Roni. "Ah tadi kak Roni mau bilang apa?" goda Angel.


Roni tergagap tak menyangka, jika Angel akan lebih mengerikan dari bosnya. Sementara Daniel menggenggam tangan Angel, yang berada di bawah, sembari tersenyum puas ke arah Angel.


^^^Calon istriku memang pintar membuat orang tak berkutik, membuatku tambah menyayanginya. Kata Daniel di dalam hati, sembari meremas lembut tangan Angel.^^^


"Ah... i... iya, sebaiknya kita makan bersama," kata Roni tergagap, membuat Angel dan Daniel menahan tawa.

__ADS_1


Roni memandang kesal ke arah Angel dan juga Daniel, karena melakukan hal ini. Sungguh membuat Roni mati kutu, dan salah tingkah di samping Wati.


^^^Dasar pasangan sableng. Gerutu Roni di dalam hati.^^^


__ADS_2