
...When somebody love me....
...I will feel so beautiful....
Telfon Angel berbunyi, membuat Angel segera mengangkatnya. Angel berusaha melepaskan pelukan Daniel, dan menjauhi Daniel, yang saat ini tengah memeluknya saat ini.
Daniel mengernyit tak suka dengan hal itu, padahal biasanya Angel selalu mengangkat telfonnya dengan santai, di depannya.
"Halo... iya..." kata Angel. "Iya betul, nanti tinggal di antar saja," kata Angel sembari tersenyum senang. "Iya nanti kirim saja ke sini... oh ada bunga juga ya? Terimakasih banyak atas pemberiannya," kembali lagi Angel tersenyum membuat Daniel menggeram tak suka.
Setelah menutup telfonnya, Angel terlihat kembali mengotak atik ponselnya, baru kemudian kembali mendekat ke arah Daniel.
Daniel segera meraih ponsel Angel, kemudian memeriksa panggilan Angel, Log telfonnya kosong, kemudian beralih ke pesan pribadinya, juga tidak ada. Daniel mengernyit tak suka, berarti baru saja Angel menghapus jejak telfonnya. Kecurigaan Daniel semakin tinggi, membuatnya menanyakan tentang si penelfon.
"Bee tadi siapa yang nelfon?" tanya Daniel penasaran, sembari memandang ponsel Angel. "Dia cowok kan? Tadi saya lihat nama depannya ada Mas nya."
Angel terlihat bingung dan gelagapan untuk menjawabnya, Angel terlihat enggan untuk menjawabnya membuat Daniel kecewa.
Daniel terus saja mencecar Angel dengan berbagai pertanyaan, hal itu terjadi setelah Angel menerima telfon dari seseorang yang ia yakini itu adalah laki laki. Sisi posesif dan kecemburuan nya kembali terangkat, tak masalah jika ia di sebut pria posesif dan pencemburu. Apakah salah jika ia menjaga miliknya? Atau mencegah orang lain untuk tertarik dengan miliknya? Ah... bahkan ia tak dapat mencegahnya.
Rasanya akan sangat berat jika suatu saat nanti Angel akan meninggalkan nya. Ia bahkan tak bisa menghentikan pemikirannya. Ada rasa kurang percaya diri di dalam diri Daniel, apalagi ketika mengingat bahwa Angel begitu sangat cantik, dan masih muda. Mungkin saja mudah bagi Angel mencari pengganti dirinya.
"Bee... jawab siapa dia? Kenapa tadi tersenyum menerima telfonnya?" tanya Daniel yang serius saja membuat Angel tersenyum.
Angel benar benar menikmati raut wajah cemburu, kesal dan posesif suaminya. Sungguh sesuatu hal yang menyenangkan untuknya. Tapi ia juga sadar, bahwa ini sama sekali tidak menyenangkan untuk suaminya. Angel memilih untuk menangkup wajah suaminya, untuk melihat lebih dalam lagi ekspresi suaminya itu.
"Kamu sungguh orang yang sangat ingin tahu," kekeh Angel ke arah suaminya. Angel masih sangat menikmati ekspresi wajah kesal suaminya sore ini.
Daniel menggeram kesal, ingin sekali rasanya mencengkram Angel dengan keras. Tetapi niatnya itu tertahankan, ketika cahaya sore hari menegani wajah istrinya, sontak membuat wajah istrinya, terlihat seperti mutiara yang berharga. Ini yang membuat Daniel tak bisa marah kepada istrinya. Daniel hanya mencubit pipi istrinya dengan sangat gemas, sembari menyalurkan kesalnya.
"Sunit... sakit tahu," kata Angel mengusap pipinya yang telah di cubit Daniel.
Panas pipi Angel akan sepadan dengan apa yang akan di rencanankan-nya nanti. Namun rasa sakit itu, tetap membuat Angel harus mengusap pipinya.
"Kamu dengar ya bee, kalau ada Yang deketin kamu, bakal saya sikat," ancam Daniel membuat Angel menatapnya dengan pandangan bingung.
"Pakai sikat baju?" tanya Angel dengan wajah lugunya. Angel memang pintar memasang wajah lugu, yang akan membuat orang-orang berpikir ia merupakan gadis polos.
"Angel saya tidak sedang bermain main," kesal Daniel sembari memandang ke arah Angel.
Pandangan Daniel kali ini benar-benar tajam, jika Angel bisa mengatakan pandangan Daniel kali ini, sama seperti ketika melihatnya tidur bersama Fredric. Pandangan penuh rasa cemburu itu, saat ini tengah pemandangannya seolah mencari kebenaran.
Daniel terus memandang Angel, meminta kebenaran dari Angle sendiri. Daniel tak ingin menebak-nebak bahwa istrinya selingkuh, karena Daniel sama sekali tidak ingin membayangkannya. Namun rasa khawatir sejak tadi terus menyerangnya, membuatnya tidak bisa memikirkan Antara logika dan perasaan. Daniel terus memandang wajah istrinya, ingin meyakinkan dirinya sendiri bahwa Angel tidak macam-macam sama ini.
__ADS_1
Namun Deniel juga bingung, kenapa Angel menghapus panggilan nya. Seperti tengah menyembunyikan sesuatu, yang tidak boleh diketahui oleh Daniel. Daniel kini memejamkan matanya mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Rasa cemburunya yang besar membuatnya berpikir yang tidak-tidak.
Daniel kembali mengembalikan rasa percaya nya, Daniel kemudian mengusap perut Angel yang sudah terisi oleh bayi mereka. Daniel saat ini tak ingin memaksakan Angel, karena takut Angel tertekan. Daniel menempelkan wajahnya di perut Angel, kemudian mengecup perut Angel dengan sangat lama.
"Bee ingat, saya ini suami kamu, kali ini saya maafkan kamu tentang telfon tadi, tapi sebagai gantinya kamu jangan pernah melakukan hal seperti tadi lagi," kata Deniel mendongak kearah Angel, Daniel kali ini menampilkan wajahnya yang seperti memohon. Matanya terlihat teduh, dan memancarkan kasih sayang yang sangat besar untuk istrinya.
Angel sedikit tergugah, namun Daniel tak boleh tahu yang sebenarnya. Jika tidak, mungkin saja rencananya akan berantakan, Angel tak ingin membuat semua berantakan, dan hancur begitu saja.
"Bee tatap saya, janji ya jangan cari yang lain, saya akan selalu ada untuk kamu, apapun yang terjadi," kata Daniel terus memandang ke arah Angel, dengan posisi masih berada di depan perut Angel. "Bee kamu tidak lupa kan? Bagaiman saya dulu memperjuangkan kamu, mengejar kamu, dan berusaha membuktikan cinta saya ke kamu."
Daniel kini memilih menenggelamkan kepalanya di dada Angel, yang tengah setengah duduk dan berbaring.
Angel dapat merasakan dadanya sedikit basah, menandakan saat ini Daniel tengah menangis. Badannya bergetar, membuat Angel tak kuasa menahannya. Sungguh bukan maksud Angel melakukan hal itu, namun ini juga harus Angel lakukan. Angel secara perlahan menurunkan badannya hingga berbaring sepenuhnya.
Daniel segera memeluk Angel, dan dan kembali menenggelamkan wajahnya. "Bee kita baru seumur jagung, ingat anak kita, jangan begini bee, saya sangat sayang dengan kamu, tolong terbukalah, dan jika ada kekurangan saya bilang, biar saya perbaiki."
Angel tertegun, mendengarkan bagaiman badan Daniel semakin gemetar. Bahkan suaranya terdengar serak, menahan isakan yang ada ada di bawah. Angel dapat mendengar suara Daniel dengan baik, meski suaranya sedikit teredam di dada Angel.
"Sunit ga ada apa apa, percaya sama aku, nanti kamu juga akan tahu, tapi ngak sekarang," kata Angel mencoba menenangkan suaminya. Angel terus saja mengusap punggung suaminya, berharap usapan tersebut mampu menenangkan hati suaminya, dari pikirannya yang tidak tidak, dan aneh aneh tersebut.
Daniel merasakan usapan lembut dari Angel sedikit tenang, kini Daniel segera memeluk Angel dengan erat, dan membuatnya kembali berfikir, bahwa tidak ada yang mampu merebut Angel darinya, karena dirinya sudah memiliki Angel sepenuhnya. Bahkan mereka sebentar lagi memiliki anak, dan pernikahan mereka tersebar di mana mana. Daniel merasa semakin tenang dengan hal itu, matanya terus menuntut untuk tertutup, dan akhirnya tertidur.
Angel segera mengambil ponselnya dan mengirimi pesan kepada seseorang, setelah mengirim pesan tersebut, Angel kembali menghapus isi pesan tersebut. Angel kemudian membetulkan posisi baringnya, dan kembali mengusap lembut punggung Daniel.
"Dasar tukang cemburu, memangnya dia pikir aku melakukan ini untuk siapa," Angel berguman, sembari kembali terkekeh mengusap kepala Danil.
Daniel terbangun dari tidurnya, dan tidak mendapati Angle disampingnya. Pikiran Deniel kembali berkecamuk, dan berfikir tentang yang tidak-tidak kembali. Saat Daniel tengah berpikir, gemercik air menyadarkannya dan segera memandang kearah kamar mandi. Pikiran Daniel kembali lagi berputar ke saat-saat dimana ia menangis di dalam pelukan Angel.
Malu? Sudah tentu.
Ingin rasanya Angel menghilang saat ini juga, karena malu dengan dirinya sendiri, karena Angel melihat sisi kelemahannya hari ini. Angel bahkan melihatnya menitikan air matanya. Mungkin saja menurut Angel Daniel adalah sosok yang sangat cengeng, itu yang di pikirkan Daniel tentang kejadian tadi.
^^^Agh... kenapa harus nangis sih? Kan masih banyak cara lain, jangan nangis gitu, apa kek, kesal kek... aduh... Daniel menggerutuki ke*no*do*hannya.^^^
Saat Daniel tengah berfikir keras, Angel keluar dari kamar mandi dan tersenyum ke arah Daniel. Angel terlihat telah mengenakan kaus putih, dengan celana joget bercorak army.
"Sunit sayang, bantuin keringin rambut dong," pinta Angel dengan manja kepada Daniel.
Daniel mendengar hal itu berjingkrak senang di buatnya, Daniel segera meraih pengering rambut tersebut, kemudian mengeringkan rambut Angel. Setelah di rasa kering, Daniel segera meletakkan pengering rambut tersebut, kemudian mencium rambut Angel dengan penuh penghayatan.
"Sunit kamu ga mandi? Mandi sana," kata Angel sembari mendorong suaminya agar segera mandi.
Daniel hanya terkekeh, kemudian mengecup pipi istri nya. Daniel kemudian masuk ke dalam kamar mandi, dan tak lama kemudian suara gemercik air terdengar. Menandakan Daniel kini tengah mandi.
__ADS_1
Angel segera berdiri dan mempersiapkan baju untuk suaminya, Angel memberikan baju santai untuk suaminya. Terlihat Angel mengambil baju kaus putih, senada dengan yang ia kenakan saat ini, serta celana yang senada pula dengan yang ia kenakan.
Daniel keluar dan mendapati istrinya tengah menutup lemari, Daniel segera memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Pakai baju dulu saja sana, bentar lagi sholat magrib, terus kita nonton film yang sudah aku download tadi," kata Angel meminta suaminya itu mengenakan pakaiannya.
Daniel hanya menurut, kemudian segera mengenakan pakaian yang telah di siapkan. Daniel sedikit mengernyit karena ini pertama kali nya melihat baju tersebut. Terlebih lagi, ternyata mereka berdua tengah mengenakan baju Couple.
Dengan semangat Daniel mengenakan baju tersebut, kemudian kembali lagi memeluk tubuh Angel.
"Bee baju kita couple, foto yuk," pinta Daniel semabari menyenderkan kepalanya di bahu Angel.
"Iya sunit, apapun buat kamu, tapi ga sekarang ya soalnya bentar lagi sholat magrib," kata Angel semabari mempersiapakan sejadah dan peci untuk suaminya, serta mukenah untuk dirinya.
Setelah menyelesaikan sholat magrib nya, mereka segera menonton film sesuai rencana Angel, setelah itu, melakukan sholat isya. Baru kemudian turun ke bawah, namun hal aneh terjadi di bawah, semua tampak kosong, Daniel bingung dengan hal tersebut. Tak ada Maid, tak ada koki di dapur, dan bahkan Melisa pun tak ada.
Mereka berdua mencari keberadaan semua orang, namun tak menemukannya, akhirnya Daniel mengajak Angel menuju kolam berenang, karena cuman itu yang belum di periksa oleh mereka.
Setelah Deniel sampai disana, Deniel mendapati lampu kolam renang tengah padam. Daniel memeluk tubuh istrinya, takut istrinya terjatuh atau terpeleset.
Setelah Daniel berada di bibir kolam tersebut, tiba-tiba sebuah lampu menyala, menampilkan ibunya yang telah memegang mikrofon. Sepertinya ibunya saat ini telah mempersiapkan kata-kata untuk anaknya. Daniel melihat dibelakangnya punya terdapat dekor dengan sejumlah lilin, dengan tulisan selamat ulang tahun.
"Untuk anakku yang tersayang, engkau adalah harapan ibu satu satunya, buah cinta ibu satu satunya. Tak kan pernah ada yang bisa menggantikan mu, meski banyak anak laki laki yang lebih baik, dan lebih waras di sana, namun kau tetap akan menjadi anakku satu satunya." kata Melisa, dengan kata kata yang sedikit nyeleneh di dalam teks nya, membuat Angel terkekeh. "Selamat ulang tahun, untuk anak sableng ku, untuk suami perangko dari menantuku, dan untuk ayah yang mudahan berwibawa untuk calon cucu ku."
Semua orang terkekeh mendengarkan kata kata dari Melisa, sembari membuat video mereka terlihat begitu bahagia.
Daniel menepuk jidatnya, karena Daniel baru tahu ini adalah hari kelahirannya. "Astaga kenapa saya bisa lupa ya."
Angel terkekeh melihat tingkah suaminya, ternyata semuanya tidak sia-sia. sepertinya denil benar-benar terkejut dengan hadiah mereka. Daniel menuntut Angel untuk mendekat ke arah ibunya, Daniel mengecup pipi kedua wanita tersebut dengan sangat lembut. Bagi Daniel mereka berdua adalah sesuatu yang benar-benar tidak dapat diganti, tukar tambah, dan apapun hal itu. Angel dan ibunya merupakan harta yang paling berharga, yang pernah ia miliki.
Sekali lagi Daniel memeluk sang ibu, dengan perasaan haru, dan sayang. Beribu terimakasih yang ia ungkapkan dengan pelukan ini. Bagi Daniel ia tak mampu mengungkapkan kata itu, karena dengan semanis apapun kata itu, sebanyak apapun yang ia berikan, ia tak akan mampu membalas apapun yang ibunya berikan untuknya, ataupun membalas jasa dari ibunya.
Tak lama kemudian seorang pelayan mengantar kue yang telah dipesan Angel, beserta dengan buket bunga tadi.
"Sunit telfon tadi itu dari tukang kue ini loh," kekeh Angel, sembai mengusap lembut wajah Daniel.
"I love you sunit sayang selamat bertambah juga usianya," kata Angel tersenyu senang.
Daniel tersenyum kemudian mengecup bibir Angel, sekali lagi, Angel terlihat malu malu dengan wajah yang memerah. "Thaks bee," bisik Daniel semabari terkekeh ke arah Angel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Alhamdulillah guys hari ini bisa mengunggah hingga 2000 kata, semoga kalian suka gusy, terimakasih atas pengertiannya, yang terkadang pendek. Ga kadang sih tapi sering...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....