
Setelah pulang dari tempat tersebut, Daniel segera menggandeng tangan Angel, dan mengajak Angel untuk kembali ke rumah.
Mereka segera memasuki mobil, sementara Daniel segera menghidupkan mesin mobilnya, dan segera menancapkan gas mobilnya.
Daniel melirik Angel, yang tengah duduk di kursi penumpang, sembari menyenderkan badannya. Angel terlihat sedikit lelah bercampur dengan mengantuk.
"Sayang tidur aja kalau kamu mengantuk." kata Daniel sembari mengusap lembut kepala Angel. Angel hanya mengangguk sembari memejamkan matanya.
"Sayang ponsel kamu mana?" tanya Daniel sembari menjalankan mobilnya.
Angel membuka matanya sedikit, untuk memandang Daniel.
"Sayang ni ponsel saya, kamu tolong video call kan ponsel kamu, biar nanti tinggal di letakkan di depan saja." kata Daniel menjelaskan.
Angel segera menelpon dirinya sendiri, dengan video call. Angel segera mengangkat telfon tersebut, kemudian memasukkannya ke dalam sakunya.
"Sayang tolong kamu letak di saku saya." pinta Daniel.
Angel segera meletakkan ponsel Daniel di saku Daniel. Sembari sedikit menguap. Saat Angel meletakkan ponsel Daniel di saku Daniel. Daniel segera mengecup puncak kepala Angel.
Angel segera memperbaiki posisi duduk nya, sembari merebahkan badannya. Tak butuh waktu lama, Angel akhirnya tertidur, di kursi penumpang.
Tak butuh waktu lama, hanya berkisar lima puluh menit, mereka telah sampai di kediaman keluarga Pradana.
Daniel segera membunyikan klakson, meminta agar di buka kan pintu oleh satpam yang ada di kediaman Pradana.
"Pak, tolong buka pagarnya." kata Daniel dari dalam mobilnya, sembari menyembulkan kepalanya.
Satpam tersebut, sedikit memicingkan matanya, karena wajah Daniel yang tidak begitu jelas. Satpam tersebut, takut membukanya sembarangan.
"Ini saya pak Daniel, pacarnya Angel." kata Daniel lagi, karena melihat keraguan di wajah satpam.
Setelah mendengar kata kata Daniel, barulah satpam tersebut tersenyum, dan membukakan pintu gerbang untuk Daniel.
__ADS_1
"Iya tuan." kata satpam tersebut sembari tersenyum ramah.
Daniel kembali mengendarai mobilnya menuju ke halaman rumah keluarga Pradana.
"Terimakasih pak." kata Daniel sembari tersenyum.
Satpam tersebut, mengangguk dan tersenyum ramah ke arah Daniel, sembari menutup kembali pintu pagar tersebut.
Saat Daniel telah sampai di halaman utama, Daniel segera menghentikan mobilnya, dan mematikannya. Daniel mengecup bibir Angel sebentar, baru kemudian keluar dari pintu pengemudi.
Daniel segera menghampiri pintu penumpang, dan membuka sabuk pengaman yang di kenakan Angel.
Daniel segera menggendong Angel, kemudian memencet bell pintu rumah Angel. Tak lama kemudian Aska membuka pintu rumah tersebut, dan tersenyum melihat Daniel.
"Wah jadi nih malam mingguannya." goda Aska membuat Daniel tersenyum.
Daniel sangat bahagia hari ini, karena dirinya dan Angel melakukan hal hal romantis, yang membuatnya tak menyangka akan menjadi seperti ini. Daniel berharap bisa di terima setelah ini.
"Idih senyum lagi." kata Aska sembari tersenyum menggeleng.
"Ya sudah ayo ikut, naik ke kamar Angel dulu." kata Aska membuat Daniel mengangguk.
Mereka segera naik ke lantai atas, Aska memimpin mereka, untuk menunjukkan kamar Angel.
Aska segera membuka kamar Angel, kemudian mempersilahkan Daniel untuk masuk.
"Gue tunggu di bawah." kata Aska sembari tersenyum dan meninggalkan Daniel, bersama Angel.
Daniel mengangguk dan meletakkan Angel, di atas kasur empuk milik Angel. Daniel kemudian mengambil ponsel Angel, kemudian mencharger nya, dan meletakkan di posisi yang menghadap ke arah kamera.
Daniel untuk pertama kalinya, ikut berbaring di tempat tidur Angel. Daniel memeluk pinggang Angel, kemudian mengecupnya. Daniel bahkan mematikan sambungan video call mereka, hanya untuk berfoto bersama dengan Angel.
Setelah puas berfoto dan memeluk Angel, Daniel segera bangkit. Kemudian melakukan video call lagi dengan Angel.
__ADS_1
Setelah mereka bangkit, Daniel segera mengecup puncak kepala, kemudian turun ke arah bibir Angel. Daniel segera keluar dari kamar Angel, dan turun menyusul Aska.
Saat setelah menunggu lama, akhirnya Aska melihat Daniel turun dari tangga. Aska tersenyum, sembari menggelengkan kepalanya.
"Sudah puas?" tanya Aska sembari tertawa.
Daniel tersenyum lebar ke arah Aska sembari menggeleng.
"Kalau bisa semalaman saya berada di sampingnya, saya belum tentu puas." kata Daniel, sontak membuat Aska tertawa mendengarkannya.
"Dasar... pantas saja di panggil Dunit sama Angel." kekeh Aska.
Aska memang mengerti tingkah Daniel, yang memang sedang di mabuk asmara. Sungguh seperti seorang anak baru gede, yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta.
"Daniel, sebenarnya saya ingin menitipkan Angel dengan kamu." kata Aska sembari menatap Daniel serius.
Daniel berbinar mendengarkannya, namun dalam waktu bersamaan juga bingung, bagaiman mungkin Angel mereka titipkan, memangnya mereka akan kemana.
"Sebenarnya, daddy, Brian dan gue akan segera kembali ke Belanda, sementara papi sama mami akan ke Australia. Jadi Angel akan sendirian di sini." kata Aska menerangkannya.
Daniel mengangguk mengerti maksud dari Aska.
"Saya akan menjaga Angel." kata Daniel meyakinkan Aska.
Aska tersenyum mendengarkan kata kata Daniel. Namun tiba tiba Aska kembali memandang Daniel.
"Jangan di apa apain, kami susah payah menjaganya." kata Aska, membuat Daniel mengangguk mengerti.
"Aska saya harus kembali, ini semakin larut." kata Daniel, mengingat saat ini sudah jam sebelas malam.
Aska mengangguk, kemudian tersenyum, dan mempersilahkan Daniel untuk keluar.
"Angel sudah di video call?" tanya Aska, sembari menggoda Daniel.
__ADS_1
Daniel tersenyum sembari mengacungkan jempolnya, Daniel segera masuk ke dalam mobil, kemudian membunyikan klaksonnya, sebelum meninggalkan kediaman Pradana.