
Angel kembali, dan segera menuju ruangan Daniel. Daniel yang melihat Angel tengah cemberut, segera tersenyum ke arah Angel.
"Dunit, maksudnya apaan sih," kesal Angel saat memasuki ruangan Daniel. Daniel tersenyum, dan menduga bahwa Angel telah tahu.
"Sayang itu namanya perjuangan," seru Daniel sembari terkekeh kemudian merangkul Angel, untuk segera duduk di sofa.
"Jangan mulai lagi, sebentar lagi rapat," kesal Angel membuat Daniel segera terkekeh kembali.
Daniel mengecup bibir Angel, hingga beberapa kali. "Penyemangat pagi sayang, dari calon suami Angel. Dan untuk calon istri saya."
Angel merah mendengarkan ucapan dari Daniel, Angel tak dapat menyangkal bahwa seluruh perbuatan Deniel membuatnya nyaman.
Ketukan pintu mengejutkan mereka. "Masuk," perintah Daniel, sembari memeluk Angel.
Roni sudah menduga akan terjadi hal ini, namun tetap menguatkan diri untuk masuk. Sebuah pemandangan yang benar-benar membuatnya kesal, apalagi saat ini dia justru di acuhkan oleh Wati.
"Bos lima menit lagi kita rapat," kata Roni segera membuka agendanya.
"Sayang temani saya ya," pinta Daniel dengan manja kepada Angel. "Sayang biar saya semangat."
"Ga mau..." kesal Angel, membuat Daniel segera mengisyaratkan Roni untuk keluar.
Seolah mengerti Roni segera keluar dari ruangan tersebut, dengan meninggalkan dua sejoli, yang sedang merayu kekasihnya.
"Ayo lah sayang, nanti ada beberapa wanita loh, mereka menyukai saya," kata Daniel sekolah menakut nakuti Angel.
Angel yang mendengar hal itu sedikit kesal dibuatnya, karena Angel juga tak ingin Daniel dekat oleh orang lain. Angel sudah merasa nyaman berada di dekat Denial.
__ADS_1
"Iya, iya, iya gue ikut," kesal Angel sembari cemberut ke arah Deniel, membuat Deniel benar benar bahagia.
"Cie yang mulai cemburu," goda Daniel membuat Angel melototkan mata nya, dengan kesal.
"Diam..." kata Angel menutup mulut Daniel. Daniel semakin terkekeh di buatnya. "Dunit, sebentar lagi kita rapat loh."
Daniel semakin terkekeh, kemudian berdiri, dan menggandeng tangan Angel.
"Iya sayang, saya tidak lupa kok," kekeh Daniel, kemudian mengecup pipi Angel. "Kenyal banget sih pipi."
"Dunit, sudah ya ini pipi aset gue loh," kesal Angel, membuat Daniel semakin mencium dan menggigit pelan pipi Angel.
"Ingat ya sayang, kamu itu cuman punya saya, jangan nakal matanya saat sedang rapat," kata Daniel merangkul Angel.
"Memangnya mata ku apa?" kesal Angel membuat Daniel terkekeh.
Kata kata Deniel sontak membuat pipi Angel memerah, entah keberapa kalinya jadi berhasil membuat pipi Angel memerah seperti sekarang ini.
"Apaan sih dunit, si tukang gombal," kata Angel memandang ke arah lain.
"Menggombal calon istri sendiri, tidak melanggar hukum sayang," kata Daniel segera merangkul pinggang Angel.
Sementara Roni yang mengikuti mereka dari belakang, benar benar menggelengkan kepalanya. Bosnya sepertinya benar benar sudah menjadi budak cintanya Angel, sehingga melakukan segalanya untuk menetapkan Angel menjadi miliknya.
^^^Dasar budak cinta, kalau di luar sangat tegas, tapi kalau sudah berurusan dengan Angel, langsung jadi agar agar lembek. Kata Roni dalam hati, sembari memandang bosnya.^^^
Ya pasien bucin satu ini, yang telah memasuki stadium tingkat gawat darurat. Membuatnya melakukan hal di luar nalar. Bahkan di kampus, Daniel sempat memberi Angel diam diam seorang mata mata, agar tak ada yang mendekati Angel.
__ADS_1
"Ayo sayang," kata Daniel segera memasuki ruangan rapat.
"Apa sih dunit, lama lama ku masukin rumha sakit nih," kesal Angel. Membuat Daniel terkekeh, sembari melangkah kan kaki menuju kursi kebesarannya, di ruang rapat tersebut.
Daniel segera membuka rapat, untuk mendengarkan pembacaan semua laporan bulanan, dan perkembangan setiap devisi. Daniel terlihat sangat berkarisma, membuat Angel benar benar memandang Daniel dengan pandangan kagum.
Setelah menyelesaikan rapat, Daniel sedikit kesal karena beberapa anak buahnya menyapa, dan menyalami Angel. Hanya untuk bertukar sapa. Si bucin akut sudah mulai kambu lagi cemburunya. Membuat Daniel segera mendekati beberapa anak buah nya, yang tengah berbincang dengan Angel.
Daniel tersenyum sembari memeluk pinggang Angel. "Sayang sebentar lagi makan siang."
Anak buah Daniel langsung mundur, dan pamit untuk kembali ke ruangannya. Sementara Roni hanya menggeleng, melihat tingkah bucin bosnya.
"Kamu apaan sih dunit," kesal Angel melototi Daniel. Daniel hanya merangkul Angel dengan posesif.
"Sayang saya sangat mencintai kamu," kata Daniel, sembari memeluk Angel.
"Daniel malu maluin," kesal Angel.
"Namanya juga berjuang sayang," kata Daniel memandang Angel.
"Berjuang apaan? Emang kamu pendekar?" kesal Angel.
"Pendekar cinta sayang," kata Daniel terkekeh.
Roni tertawa mendengar jawaban Daniel, yang benar benar tak masuk akal, pejuang cinta? Yang benar saja, pikir Roni.
"Pendekar cinta sableng," celetuk Angel.
__ADS_1
Sontak Roni benar benar tertawa, tak peduli lagi pandangan bosnya, melotot kan mata ke arahnya.