Duda Genit

Duda Genit
S2(rumah sakit)


__ADS_3

"Ayah ga masalah nemenin putri cantik ke rumah sakit?" tanya Rayana dengan percaya dirinya memberi predikat dirinya sebagai putri cantik. "Ayah ga ke kantor?" tanya Rayana sembari menggandeng tangan kokoh, yang kini tampak sedikit menua.


"Tidak tuan putri ku, kan sudah ada pangeran. Jadi baginda raja dan ratu bisa menghabiskan masa tua nya dengan baik," kata Daniel, sembari mencuil dagu anaknya.


"Ayah, kita ke tempat om Aska kan?" tanya Rayana semangat.


"Iya, kok semangat banget sih?" tanya Daniel penasaran, apa yang membuat anaknya begitu bersemangat.


"Kan banyak cogannya yah, ntah nanti ada jodoh Raya di sana kan, kan ga udah jauh jauh kalau mau modusnya," kelakar Rayana sembari membayangkan dokter tampan.


Daniel hanya menggeleng, sekarang Daniel percaya kata kata pepatah yang mengatakan 'buah jatuh tak jauh dari pohon nya', sungguh kelakuan putrinya memang tidak jauh beda dengannya, seolah ia tengah bercermin dengan kelakuan putrinya.


"Hais... anak ini tak jauh-jauh dari urusan lelaki, kan ada ayah dan Rakara yang di jamin tak kalah tampan," kata Daniel mengacak rambut anaknya.


"Ya iya lah yah, kan Raya masih normal, se nor mal nor mal nya," kata Rayana seolah mengeja di kalimat terakhir. "lagian ni ya yah, ayah sama kakak ga bisa di cium cium sepuasnya, ayah ada bunda, kakak katanya udah gede."


"Lah kan sama aja, sini cium ayah aja, ga usah yang lain," kata Daniel menyodorkan pipinya, yang sudah mulai sedikit tampak guratan di bagian matanya.


"Ih enggak ah Ayah udah tuwir," kata Rayana tidak ingin mencium ayahnya.


Daniel cemberut mendengarkan perkataan anaknya, kemudian duduk di bangku tunggu. menunggu antrian untuk bertemu dengan dokter umum yaitu Aska.

__ADS_1


Rayana yang merasa tidak enak kepada ayahnya, segera mencium pipi ayahnya tanpa memperdulikan apa yang orang lain lihat. Yang pastinya orang akan berpikir bahwa Rayana adalah simpanan dari Daniel, karena wajah Rayana yang lebih mirip dengan Angel, tetapi kelakuannya lebih mirip kepada Daniel.


"Hm... nanti kalau mau nambah, minta dengan bunda aja," kata Rayana sudah tidak mau lagi mencium ayahnya, karena ia mengartikan pandangan orang orang, yang ia kira bahwa orang-orang melihatnya seperti anak kecil yang mereka kepada ayahnya.


Ketika sedang di ruang tunggu, Daniel tiba-tiba teringat kembali saat dia dan Angel tengah mengantri untuk memeriksakan perutnya, saat itu ia berpura-pura sakit untuk mendekati Angel. Dan benar saja ternyata itu berhasil.


"Ayah... kok bengong sih? Ayo temani Raya, Raya ga bisa jalan," kesal Rayana karena saat ini adalah gilirannya.


"Iya sayang, ayo... nanti kamu ga bakal ketemu dokter ganteng," kata Daniel menggoda anaknya, membuat Rayana malu, hingga wajahnya memerah.


Ah... ini lah salah satu kesamaan dan satu satunya, selain wajah yang Rayana mirip dengan istrinya Angel.


"Ih... ayah udah ah, ayo masuk," kesal Rayana segera menarik tangan Daniel.


"Heh kamu ga modus modus lagi kan ke sini," tebak Aska, dengan mata penuh menyelidiki.


Bagaiman tidak, Rayana sang ponakan yang paling centil itu, suka sekali pura pura sakit, atau tiba tiba berbaik hati membawakan makan siang demi melihat dokter dokter muda yang tampan.


"Hehehe ga kok om, tadi jatuh dari tangga," jawab Rayana, membuat Aska menggeleng.


Aska tahu jelas keponakannya satu ini benar benar ceroboh, cerewet, dan suka sekali menggoda para pria tampan. Dan untungnya saja keponakannya satu ini benar benar mewarisi ketampanan dan kecantikan Angel.

__ADS_1


"Kok bisa? Tangga di rumah kalian di ubah lagi?" tanya Aska kini memandang Daniel.


"Ha ah orang dia nya ada yang aneh.massa tangga yang begitu besar tidak terlihat juga, hingga terjatuh." kata Deniel memandang intens anaknya yang hanya cemberut mendengarkan celotehan dua orang ada di ruangan tersebut.


setelah melewati sekian banyak purnama, dan drama Korea. Akhirnya perban pun telah selesai di pasang, Rayana pun kini mengenakan perban di kakinya. sebagai bentuk dari proses penyembuhan.


"Om, abang abang ganteng teman om mana?" tanya Rayana dengan tidak tahu malunya.


"Raya ngapain kamu nanyain teman om kamu?" tanya Daniel memandang ke arah anaknya.


"Habisnya ganteng ganteng sih yah," kata Rayana mengeluarkan cengiran tengiknya.


kedua orang yang memang tahu kelakuan Rayana hanya menggelengkan kepalanya. Anak satu ini memang suka sekali menggoda orang lain di tambah pula sikap bar bar nya yang terkadang membuat mereka lebih memilih untuk memijit pelipis nya.


Setelah si cerewet Rayana selesai berceloteh, akhirnya ia keluar dari ruangan Aska, yang tengah jengah dengan semua kelakuannya. Rayana yang di temani Daniel segera menuju ke ruang apotek, untuk menebus obat. Ya hanya obat, karena biaya pengobatan tidak di ambil, itu semua karena Aska yang tidak akan meminta bayaran kepada keponakan tersayangnya ini, meski dengan kecerewetan yang luar biasa. Setelah menebus obat, akhirnya mereka kembali ke rumah.


Angel terlihat sedang menonton tv di ruang tengah, sedang menunggu kepulangan suami dan juga anaknya perempuannya. Suara ribut terdengar dari luar, membuat Angel segera berdiri dan melihat siapa yang datang.


Ternyata suara ribut itu berasal dari suara anaknya Rayana, yang memang seolah memiliki seribu mulut ketika berbicara. Sungguh cerewet. Mulutnya akan berhenti berbicara jika ia sedang makan dan tidur. itu tidak termasuk dengan saat ia sedang mengigau.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....


__ADS_2