Duda Genit

Duda Genit
S2 (Kesedihan Rakara)


__ADS_3

"Karena aku sudah puas menyiksa mu, maka mulai dari hari ini kau kuceraikan berkasnya akan aku urusi," Rakara tersenyum puas melihat wajah pias Rani, ibarat bak terjatuh tertimpa tangga pula.


Sudah gagal menjalankan misinya, kini harus gagal menjadi istri konglomerat, beserta dengan wajah dan tubuhnya hancur akibat air keras. Harusnya ia tak terlalu terburu buru dan seceroboh ini menyelesaikan misinya, hingga harus seperti ini jadinya.


"Serahkan mereka di ke kantor polisi, katakan mereka merusak wajahnya sendiri agar tidak ketahuan pihak kepolisian, berikan alasan terbaik agar kita tidak di curigai," Rakara memandang ke arah Rani dan ibunya dengan pandangan cemooh. "Ah menurut perhitunganku kalian akan bertambah masa tahanan. Ah kalian tenang saja aku akan meminta kalian untuk tidak di hukum mati, namun penjara seumur hidup."


Rani meneguk ludahnya membayangkan dinginnya penjara, dan seumur hidup? Maka seumur hidupnya ia akan berada di dalam penjara, Rani tidak mau, lebih baik ia mati dari pada begini.


"Jaga dia jangan sampai bunuh diri, jangan biarkan dia mati, aku ingin dia menderita selama di penjara," Rakara tersenyum menyadari gelagat dari Rani.


Rakara segera keluar dari ruangan tersebut, di susul anak buahnya, bodyguard dokter Aldi, dan Ardian.


Rakara segera kembali ke tempat dokter Aldi dan Rayana di rawat, Rakara sedikit berat ingin menyampaikan berita ini, pastinya ayah dan bunda nya sangat kecewa dengan berita yang ia bawa. Namun inilah kenyataannya, kembali lagi bahwa sebuah berita jika terus di tunda penyampaiannya maka akan semakin sakit pula menyimpan nya.


Rakara melihat raut wajah kedua orangtuanya yang tampak sangat sedih, saat Rakara mendekat kedua orang tuanya segera memandang ke arah Rakara.


"Rani kemana? Dia ga apa apa kan?" Angel tiba tiba mengingat mantan istri anaknya, yang baru saja satu jam lalu di ceraikan oleh Rakara secara agama.


"Raka sudah cerai bun," Rakara segera menunduk menahan malu. Rakara malu karena dia lah yang membawa penjahat tersebut, dan dia berpisah setelah pernikahannya belum memasuki waktu satu tahun.


Angel terkejut mendengar kan pernyataan dari putra tunggalnya. "Kok bisa? Kalian kenapa? Ada masalah di ceritakan," Angel yang tak tahu apa apa segera mencoba menyadarkan putranya.


"Raka salah Bun, Raka malu, takut nanti Aldi dan Raya marah dengan Raka," Rakara segera memeluk tubuh Angel.


Daniel yang melihat hal itu segera mendekat, dan mengusap lembut punggung putranya. "Kenapa? Rani ada hubungannya?"


Rakara mengangguk membuat Daniel merasa kesal dan juga kasihan, kesal dengan kelakuan Rani, dan merasa kasihan kepada putranya. Mengetahui fakta ini bukanlah hal mudah untuk seorang Rakara.


"Lalu anaknya bagaimana?" Daniel benar benar penasaran.

__ADS_1


"Anaknya? Dia hanya membohongi kita semu, kita tertipu," Rakara kini semakin memeluk tubuh Angel. "Dia masuk hanya untuk balas dendam."


"Ah untuk ayahnya? Kenapa mereka menyalahkan keluarga kita? Padahal ayahnya lah yang bersalah," Daniel mulai geram sendiri di buatnya.


"Ayah tenang saja, dia sudah di bawa ke kantor polisi, dan beberapa jam yang lalu dia dijadikan buronan polisi," Rakara mencoba menenangkan emosi Daniel, takut ayahnya kehilangan kendali, dan membuat tekanan darah ayahnya kembali tinggi.


"Untung lah, yang penting kita semua selamat, tadi Raya sudah bangun, dan tadi dia nangis nangis gara gara tahu kalau anaknya sudah tidak ada, belum lagi dia tahu kondisi Aldi yang masih kritis," Daniel memandnag sendu wajah Rayana yang tertidur dengan pandangan sendu.


"Kata dokter sebentar lagi Aldi melewati masa kritisnya, kita doakan agar dia juga cepat siuman," Daniel memandnag ke arah menantunya.


......................


Sudah dua hari dokter Aldi sadar dari tidur panjangnya, dokter Aldi memandang Aliya semabari tersenyum. Dokter Aldi bahagia ketika Aliya baik baik saja, tak apa mereka kehilangan bayi mereka. Bukan mereka saat ini yang lebih menyedihkan.


Justru dokter Aldi lebih merasa kasihan dengan Rakara yang terlihat selalu tersenyum ketika menjenguk mereka, bahkan di sela sela sibuknya. Surat dari pengadilan juga telah keluar, Rani resmi bercerai dengannya, tak ada mediasi, Rani di paksa segera menandatangani nya.


"Dek kamu jangan sedih sedih lagi ya, kami semua di sini untuk kamu," Rakara mengecup puncak kepala Rayana, membuat dokter Aldi tersenyum bahagia.


"Iya kakak juga jangan sedih sedih lagi, ingat mati satu tumbuh seribu, yakin bahwa kakak akan menemukan wanita yang tepat di keesokan harinya," Rayana juga menguatkan Rakara agar merasa di cintai. Mereka sama sama saling menguatkan, dengan saling berpelukan.


"Aldi kamu ga cemburu?" Rakata mencoba menetralkan rasa sedih yang menyelimuti mereka.


"Kalau kamu ga cemburulah, kalau dokter atau perawat pria pastinya marah," dokter Aldi tergelak sendiri.


......................


Hi hi semua ohtor cantek tengah mengadakan give away untuk para pembaca setia nih, ya give away kecil kecilan untuk novel baru othor, berbagi rejeki hehehehe.


Di sini ada dua kategori,

__ADS_1



Aktif komentar dan like.


Aktif dalam memberi dukungan, seperti memberi vote dan hadiah.



Nah jadi syaratnya itu;



Aktif memberikan komentar komentar di setiap updetannya,


Aktif dalam memberikan dukungan, dalam novel CEO belok vs colonel cantik.



Setelah itu untuk hadiahnya ga besar kok, cuman pulsa 40K untuk dua orang pemenang, akhir lombanya tanggal 1 bulan depan. Semoga kalian senang ya ikutan lomba ini.


20K untuk pemenang komentar dan like.


20K untuk pemenang dalam memberikan dukungan.


Yuhuu yuk ikut partisipasi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....

__ADS_1


__ADS_2