Duda Genit

Duda Genit
Kesambet setan


__ADS_3

Angel saat ini masih berkutat dengan tugas skripsi nya, kini ia berada di sofa kamar nya, tak ingin mengganggu tidur nyenyak Daniel.


Daniel dengan perlahan lahan berusaha membuka matanya, Daniel tidak merasakan kehadiran Angel di sampingnya, yang ada hanya selimut dan bantal. Sontak saja Daniel kesal, dan merasa tidak suka dengan keadaan tersebut.


"Bee..." panggil Daniel, membuat Angel yang tengah mengerjakan skripsi nya segera berdiri.


"Kenapa?" tanya Angel sembari berjalan ke arah Daniel.


"Bee kamu ke mana sih? kok ga ada di sini?" tanya Daniel cemberut ke arah Angel.


Angel sedikit menggeleng mendengarkan rengekan dari Daniel, sungguh kelakuan Daniel sejak tadi pagi sungguh aneh. "Aku lagi ngerjain skripsi sunit..." kata Angel bersabar terhadap sikap Daniel.


"Kan bisa di sini juga," rajuk Daniel, sembari cemberut, membuat Angel mendekati Daniel.


Angel segera mengecup bibir Daniel sekilas yang tengah cemberut, kemudian segera berdiri. "Ya udah aku ambil laptop dulu, biar bisa kerjainnya di sini."


Daniel tersenyum dengan wajah memerah, kemudian menyembunyikan wajahnya di dalam selimut. Entah kenapa hari ini ia begitu menginginkan Angel berada di sampingnya, rasanya jika tak mencium aroma tubuh Angel, membuatnya rindu.


Angel kembali dengan laptop dan buku, kemudian mendudukkan dirinya di samping Daniel. Angel menyibak selimut Daniel, membuat Daniel tersenyum ke arah nya.


"Bee, mau di peluk," kata Daniel dengan manja membuat Angel segera memeluknya.


Setelah beberapa menit Angel kemudian sedikit mengendurkan pelukannya. "Sunit udah dulu ya peluk pelukannya, soalnya mau ngerjain skripsi dulu."


Daniel cemberut mendengarkannya, kemudian kembali memeluk Angel dengan erat. "Kamu ga sayang lagi ya?"


Angel terkekeh kemudian mencium pipi Daniel dengan gemas. "Mana mungkin sunit ku sayang, aku tuh sayaaang banget sama kamu sunit."


"Terus kenapa ga mau di peluk?" tanya Daniel sembari memandang ke arah Angel.


"Soalnya mau ngerjain skripsi dulu, karena nanti malam ga bisa," kata Angel sembari mengusap kepala Daniel.


Daniel hanya mengangguk, sementara Angel segera mendudukkan dirinya di bad sofa, kemudian Daniel mengeratkan pelukannya.


Angel kembali berkutat dengan laptopnya, sembari mengusap kepala Daniel, yang saat ini tengah berada di atas pahanya.


Karena bosan Daniel juga ikut bangun, kemudian mendudukkan dirinya di samping Angel. Daniel segera memeluk Angel kembali, kemudian mengecup leher jenjang Angel.


Angel merasa geli dan juga basah, akibat air liur dari Daniel, yang tertinggal. Namun Angel tetap mengerjakan skripsinya, sesekali Angel segera menghadap ke arah Daniel, membuat Daniel mengecup bibir Angel.


Setelah lelah mengerjakan skripsinya, dan juga lelah dengan sikap suaminya, yang terus saja mengecup ngecup lehernya, Angel segera mematikan laptopnya. Angel meletakkan laptop di meja, samping bad sofa.


"Udah puas sunit?" tanya Angel tersenyum ke arah Daniel.


"Belum," Daniel, kini berpindah ke daerah wajah.


"Hm..." kata Angel sembari membaringkan tubuhnya di bad sofa, dan membiarkan Daniel melakukan apa yang ia inginkan.

__ADS_1


Setelah puas mengecup seluruh wajah Angel, Daniel memeluk Angel dengan erat. Daniel meletakkan kepala Angel di dada nya.


"Sunit... ko tumben manja banget hari ini," kata Angel sembari terkekeh.


"Ga tau, rasanya mau aja, soalnya ga mau jauh jauh gitu, kangen terus," kata Daniel sembari terus memeluk erat Angel. "Bee, kangen tau."


"Kangen gimana? Orang ketemu terus kok," kata Angel sembari menggambar pola pola abstrak di dada Daniel. "Sunit mau makan ga? Lapar ga?"


"Hm dikit, tapi kayaknya enak makan nasi kebuli deh," kata Daniel tiba tiba menyebutkan makanan yang ia inginkan.


"Ih... biasanya ga gitu, kamu mah kayak lagi ngidam aja," kata Angel terkekeh. "Aduh anak mommy tumbuh ya di sini," lanjut Angel sembari mengusap perut sixpack Daniel, seolah sedang berbicara dengan seseorang di dalam sana.


"Bee ga lucu tahu..." kesal Daniel merajuk, sontak membuat Angel semakin terkekeh.


"Cie yang ngambekan," Angel menggoda Daniel sontak membuat Daniel semakin kesal.


"Udah ah malas kalau gini," Daniel kali ini melepaskan pelukannya, dan membelakangi Angel.


Angel semakin terkekeh melihat tingkah Daniel, membuatnya segera memeluk dan mencium tengkuk Daniel. "Sunit sayang... marah ya? Cuman bercanda loh."


Namun Daniel tak bergeming, memilih untuk tetap diam, membuat Angel tersenyum. "Ya udah kalau ga mau, nasi kebulinya ga jadi, ah... atau pesan aja, nanti nasi kebulinya untuk aku aja," kata Angel segera berdiri, sukses membuat Daniel segera bangun, dan memeluk Angel dari belakang.


"Bee jangan gitu, lagi pengen makan nasi kebuli nih, kok jahat banget sih sekarang," kata Daniel dengan nada manja nya.


"Makanya jangan ngambekan, ayo ke bawah," kata Angel segera menarik tangan suaminya, ke lantai satu.


"Kenapa lagi tu anak?" tanya Melisa kesal melihat tingkah anaknya.


"Biasa lah bu," kata Angel santai kemudian duduk di samping Melisa, karena kini sofa hanya ada satu, setelah bad sofa pindah tempat, ke kamar mereka akibat kelakuan Daniel yang tiba tiba berubah aneh.


"Ih kok sempit sih? kan panas," keluh Daniel sembari terus menempel ke arah Angel.


"Kamu kenapa sih? Kesambet setan perangko?" tanya Melisa sontak membuat Angel terkekeh. Sementara yang diketahui terus saja menempel ke arah Angel, sembari menggerbikkan bibirnya.


"Perlu di panggilan pak ustaz enggak?" kata Angle ikut menimpali. "Tapi bu kasihan setannya, pasti habis ini sableng nya si sunit hilang terus nempel di setannya."


Angel dan Melissa terkekeh sembari membayangkan hal tersebut. Mereka membayang kan, jika tiba tiba setan yang nimpluk ke badan Daniel, tiba tiba keluar dengan keadaan sableng, sama sablengnya dengan kelakuan Deniel selama ini, semakin membuat kedua mertua dan menantu itu terkikik geli. Sementara Daniel lebih memilih untuk tetap penempel kepada Angle. Daniel terlihat acuh, sembari terus mencium lengan Angel.


"Rugi banyak dong setannya," timpal Melisa semakin terkekeh. "Bisa bisa anak ibu jadi anak bijaksana, terus jadi motivator kondang, wara wiri di tv."


"Terus perusahaannya tambah maju, sableng aja perusahaan nya maju, apalagi kalau sablengnya hilang," kata Angel membayangkan perusahaan Daniel yang tambah maju.


"Terus jadi selebgram, duitnya nambah uang jajan bulanan nambah dong," seru Melisa semangat dengan mode matre on.


"Wih kita jadi pasangan seleb dong," celetuk Angel membuat Melissa tiba-tiba teringat sesuatu.


"Iya buat konten keluarga, ngalahin chanel YouTube artis artis itu," kata Melisa masih membayangkan pundi pundi uang untuknya.

__ADS_1


"Nah iya juga tuh, terus dapat endorse-an jadi tambah banyak uang deh," seru Angel semangat.


Sepertinya matre kedua wanita ini kini telah mode on, mereka kini sedang membayangkan uang yang banyak, dan nikmatnya perawatan salon yang akan menambahkan kadar kecantikan mereka, yang memang sudah cantik.


"Oh ya kamu udah mulai terima endorse-an kan?" tanya Melisa penasaran.


"Ia rencananya sore ini paketnya datang," kata Angel santai sembari mengelus kepala suaminya.


"Bee ini kenapa sih sempit banget? Lagian kamu udah mesan itu ya, nasi kebuli?" tanya Deniel, sontak membuat Angel menepuk jidatnya.


"Ah aku lupa, bentar aku pesan dulu," kata Angel sembari membuka aplikasi pemesan makanannya. Tak butuh waktu lama Angel sudah bisa memesan makanan tersebut, dan kini saat ini makanannya sedang berada di dalam antrian.


"Bee sempit," sekali lagi Daniel mengeluh atas sempitnya sofa yang mereka duduki.


"Eh ni ya, siapa suruh tadi di bad sofa-nya di bawah ke atas!" pesan Melisa mendengar anaknya terus saja mengeluh tentang sempit.


"Kan Daniel juga pingin ada bad sofa di atas," kata Daniel santai.


Melisa yang kesal segera menoyor kepala anaknya agar menjauh dari Angel. "Dasar anak durhaka, lama-lama Ibu kutuk kamu punya anak."


Angel tercengang mendengar kutukan dari ibu mertuanya, baru kali ini ada orang yang mengutuk sebagus itu. Padahal biasanya ia mendengar orang orang akan mengutuk anaknya menjadi batu, seperti yang pernah ia baca di legenda, dan sejarah tempat tempat wisata yang ada di Indonesia, terutama Tangkuban perahu, dan batu Malin Kundang.


Melisa bukan tanpa alasan mengutuk anaknya begitu, karena ia tidak ingin rugi. Dan juga ingin untung dalam waktu bersamaan. Melisa berpikir jika ia mengutuk anaknya menjadi panci, maka Angel tidak akan bisa hamil. Jika Angel tidak bisa hamil maka ia tidak memiliki cucu. Melisa jelas tidak menginginkan hal itu, karena itu Melisa mengutuk anaknya agar memiliki anak. Melisa terkikik geli ketika memikirkan ketikannya sendiri, ya berharap kutukannya itu cepat-cepat terkabulkan.


"Baik bener bu ngutuknya, kenapa ga sekalian di sumpahin kaya, bahagia dunia akhirat bu?" tanya Angel penasaran.


"Itu mah keenakan dia, entar dia buat ulah terus sama ibu, bisa bisa kutukan manis ibu meleset nantinya," jawab Melisa sembari merubah Chanel indoseare.


"Ibu kok di rubah, kan bagus ceritanya," protes Daniel membuat Angel dan Melisa tiba tiba memandang ke arah Daniel.


"Bu tolong..." tiba tiba Angel berteriak minta tolong dengan Melisa, membuat Melisa panik bukan main.


"Kenapa?" tanya Melisa panik.


"Ibu kayaknya si sunit benar benar kesurupan deh bu..." teriak Angel panik. Bukan tampa alasan karena biasanya Daniel sangat tidak suka menonton acara FTV tersebut. Bahkan Angel pernah bertengkar dengan Daniel, hanya karena Angel ingin menonton FTV indoseare, namun Daniel ingin menonton yang lain, karena tidak suka dengan jalan cerita FTV nya.


"Eh iya... cepat panggil pak ustad," kata Melisa, sontak membuat Daniel melototi kedua wanita yang tengah panik tersebut.


"Ih apa apaan sih? Saya ga lagi kesurupan tau," kesal Daniel namun tetap memeluk Angel.


"Tanggal pernikahan kita kapan? Ulang tahun ibu kapan?" tanya Angel seolah menyelidiki.


"Tanggal pernikahan kita hari minggu tanggal lima belas maret, 2020. Ibu tiga puluh Agustus, percaya kan?" kata Daniel mendengus kesal.


"Eh iya percaya," kata Angel sembari mengusap kembali wajah suaminya.


"Angel jangan percaya, setan banyak bujuk rayunya, jangan samapai tertipu daya," seru Melisa. "Kamu ingatkan Daniel aja banyak tipu daya nya, apalagi berpadu dengan kesurupan setan prangko gitu."

__ADS_1


"Ibu..." kesal Daniel mendengar tuduhan tak berdasar itu.


__ADS_2