
Tepat pukul 5 sore, Aurora terbangun dari tidurnya dan keluar dari kamar pribadi suaminya.
"Mas," panggil Aurora dan menghampiri Irsyan yang sedang fokus menandatangani berkas.
"Eh kamu sudah bangun, sayang?" tanya Irsyan kaget melihat sang istri bangun dalam keadaan rambut sedikit berantakan dan kancing bajunya beberapa tidak terkancing dengan sempurna.
"Hem, maaf ya tadi aku sempat ketiduran, ayo kita pulang Mas, udah sore loh ini."
Irsyan menarik dan membawa Aurora ke pelukannya.
"Kamu mau pulang dalam keadaan begini sayang? Bisa-bisa nanti aku congkel banyak mata di jalan," ucap Irsyan sambil meraih wajah Aurora dan menatapnya dengan lekat.
"Maksud Mas apa?" tanya Aurora bingung. Irsyan tersenyum dan menggigit hidung istrinya.
"Aduh, sakit Mas! Kamu ini suka banget gigit hidung aku!" kesal Aurora sambil menguap hidungnya. Irsyan terkekeh dan langsung membopong tubuh Aurora ala bridal menuju ke kamar mandi lalu mendudukkan istrinya di pinggiran wastafel.
"Coba liat ke cermin, muka, rambut dan baju kamu habis berantakan, yakin kamu mau keluar dalam keadaan begini, hem?" tanya Irsyan lembut. Aurora berbalik dan melihat dirinya ada di cermin, ia cukup terkejut dengan penampilannya yang cukup berantakan.
Eh tapi ia heran kenapa hanya 3 kancing blouse yang paling atas terlepas? Apalagi yang Aurora rasakan ujung dua benda kenyal miliknya terasa nyeri dan ia yakin itu adalah kerjaan suaminya, tapi ya sudahlah ia tidak mempermasalahkannya.
"Astaga kok aku nggak nyadar sih."
"Udah cepet dirapikan dulu setelah itu baru kita pulang, Mas mau beres-beres dulu di ruang kerja," suruh Irsyan.
"Siap bos tampan!" ucap Aurora sambil hormat. Irsyan terkekeh dan geleng-geleng kepala mendengar celotehan istrinya itu.
Diperjalanan pulang Aurora meminta Irsyan untuk mengantarkannya ke supermarket untuk mencari susu khusus ibu hamil sekaligus bahan makanan karena stok di rumahnya sudah habis. Irsyan mendorong troli mengikuti langkah sang istri.
"Mau buah apa Mas?" tanya Aurora.
"Apel, anggur. Em pisang juga boleh," jawab Irsyan yang memang sangat suka dengan buah apel. Aurora mengangguk lalu memasukkan buah-buahan keinginan dari suaminya.
Lanjut ke tempat sayur dan daging-dagingan. Saat di tempat daging, Aurora mengambil daging sapi dan ayam.
"Mas minta tolong ambilkan dong susunya," pinta Aurora saat dirinya tidak sampai mengambil susu khusus ibu hamil berada di rak paling atas.
"Pendek banget sih kamu yang, makanya tinggi dong kayak aku!" ejek Irsyan membuat Aurora langsung cemberut dengan perkataan suaminya.
"Enak aja tinggi aku ideal ya, 160 cm! Mas aja sih yang ketinggian!" sungut Aurora tak terima dikatakan pendek. Irsyan terkekeh kecil melihat wajah tak terima istrinya.
"Iya deh, mau rasa apa?" tanya Irsyan.
"Cokelat aja Mas." Irsyan mengambilkan 8 kotak susu dan menaruh ke dalam troli.
"Ambil dua aja Mas, itu kebanyakan," ujar Aurora.
"Gapapa sayang, untuk stok selama dua bulan," balas Irsyan dengan santai dan Aurora hanya bisa menghela napas panjang. Kemudian mereka berdua pergi ke arah tempat Snack atau makanan ringan berada.
"Jangan banyak-banyak beli Snack nya, nggak baik untuk kesehatan!" tegur Irsyan saat melihat istrinya akan mengambil banyak Snack.
__ADS_1
"Iya-iya bawel ih!" kesal Aurora.
Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu datang dan menyapa mereka berdua.
"Ini adiknya ya Mas?" tanyanya pada Irsyan. Irsyan dan Aurora menaikkan satu alisnya saat mendengar pertanyaan dari ibu-ibu tersebut.
"Ibu jadi mau deh jodohkan anak ibu sama adiknya Mas ini," sambung ibu-ibu itu membuat Irsyan membulatkan matanya sedangkan Aurora sekuat tenaga menahan tawanya saat melihat wajah merah suaminya.
"Bukan, dia istri saya Bu," jawab Irsyan datar. Terlihat ekspresi kaget dari ibu-ibu itu.
"Istrinya Mas? Saya kira adiknya, soalnya wajahnya masih imut kayak anak SMA," balas ibu-ibu itu dan langsung pergi dari hadapan mereka berdua.
"Enak aja kamu mau di jodohkan sama anak ibu-ibu tadi! Nggak tau apa kamu lagi bunting anaknya, Mas!" sungut Irsyan kesal. Kini mereka berada di perjalanan menuju ke rumah, balik dari supermarket Irsyan terus mengomel karena tidak terima sang istri dijodoh-jodohkan dengan orang lain. Dengan lembut Aurora mengelus lengan sang suami.
"Sabar Mas, ibu-ibu itu kan nggak tau kalau aku ini istrinya, Mas."
"Ya tapi kan nggak sampai harus menjodohkan orang dong!" cicit Irsyan.
"Mungkin karena vibes Mas itu kayak sugar daddy makanya ibu-ibu itu kira Mas itu bukan suami aku," seloroh Aurora sambil menahan tawa.
CIT!
Irsyan langsung membanting stir mobil ke kanan dan memberhentikannya setelah mendengar ucapan dari istrinya tadi.
"Kamu bilang Mas kayak apa tadi?" tanya Irsyan sambil memajukan wajahnya ke wajah Aurora membuat sang empu gugup dibuatnya.
"Kamu bilang tadi vibes Mas kayak sugar daddy, hem?" ujar Irsyan mengeluarkan suara rendahnya. Otak Aurora langsung mengeluarkan tanda peringatan berbahaya, apalagi setelah suara suaminya itu telah berubah.
"Aku cuma bercanda Mas," balas Aurora cengengesan.
"Oke Mas akan tunjukkan bagaimana sugar daddy beraksi," ucap Irsyan tersenyum menyeringai.
"Mas jangan macam-macam ya, ini masih di jalan loh!" tegur Aurora. Namun Irsyan yang sudah tidak tahan lagi langsung mencium bibir Aurora, tak lama ciuman mereka semakin intens, kini lidah mereka saling membelit, mengecap dan merasakan kenikmatan yang luar biasa. Irsyan pun membawa Aurora ke pangkuannya.
Aurora hampir kehabisan nafas dan Irsyan segera memberikan kesempatan Aurora untuk mengatasinya, Irsyan kembali meraup bibir istrinya berlanjut menjelajahi leher jenjang Aurora. Bahkan kali ini tangan Irsyan tidak tinggal diam, tangannya perlahan masuk ke dalam baju Aurora lalu menggenggam kedua benda kenyal dan hanya milik istrinya, hingga suara pekikan keluar dari bibir Aurora.
"Akh Mas!" Untung saja kaca mobil Irsyan gelap jadi orang tidak bisa melihat apapun dari luar.
"Mau Daddy lanjutkan lagi, baby?" bisik Irsyan ditelinga Aurora.
"Lanjutin di rumah aja Mas, malu kalau disini," ucap Aurora malu-malu.
"Oke sayangku." Irsyan mengecup bibir Aurora sekilas sedangkan Aurora turun dari pangkuan Irsyan dan kembali duduk di kursi penumpang. Dengan semangat Irsyan melajukan mobilnya menuju ke rumah.
...****************...
"Sayang?"
"Kenapa Mas?" tanya Aurora sambil terus memakaikan dasi di leher Irsyan.
__ADS_1
"Kayaknya hari ini Mas lembur kerja," ucap Irsyan membuat Aurora menghentikan kegiatannya.
"Kenapa?"
Irsyan pun menjelaskan kenapa dirinya lembur kerja karena memang banyak pekerjaan yang harus diselesaikan apalagi hari ini ia akan bertemu dengan perwakilan dari Ammar Group yang akan bekerjasama dengan perusahaannya. Aurora pun hanya bisa memakluminya.
"Jam berapa Mas pulangnya?"
"Mas kurang tau sayang, mungkin antara jam 8 atau 9 malam," jawab Irsyan.
"Berarti Mas nggak makan malam di rumah dong," ucap Aurora lesu.
"Nanti ya Mas liat, kalau mas pulangnya di atas jam 9 jangan ditungguin dan kamu langsung tidur, mengerti?" suruh Irsyan. Aurora hanya mengangguk pelan dan kembali mengikat dasi yang ada di leher Irsyan.
"Sudah."
Irsyan berterima kasih dan mencium kening Aurora sedikit lama, setelah itu mereka turun untuk sarapan.
Suara ketukan pintu membuat Irsyan yang sedang memeriksa dan menandatangani berkas itu langsung memberhentikan kegiatannya.
"Ya masuk!" teriak Irsyan dari dalam ruangannya. Masuklah Aris sepertinya akan memberitahukan sesuatu pada Irsyan.
"Permisi Pak, perwakilan dari Ammar Group sudah datang," kata Aris.
"Oh begitu, suruh tunggu di ruang meeting saja Pak, bentar lagi saya nyusul dan pak Aris siapkan semua berkas-berkas yang dibutuhkan dalam meeting nanti," perintah Irsyan.
Aris mengangguk, "Baik Pak, kalau gitu saya permisi."
Aris keluar dari ruangan Irsyan. Irsyan membereskan sedikit map-map yang berantakan, setelah itu ia berdiri merapikan pakaian kerjanya lalu keluar dari ruangan dan berjalan menuju ke ruang rapat.
"Selamat pagi semua, maaf saya sedikit terlambat kesini," ucap Irsyan membuat semua yang ada di ruang rapat itu berdiri dan melihat ke arahnya.
"Tidak apa-apa Pak, kami mengerti."
Irsyan tersenyum dan menganggukkan kepalaku, kemudian ia menjabat 4 orang tamunya itu.
"Saya Rian Al-Farizi wakil direktur utama dari Ammar Group," ucap Rian memperkenalkan dirinya.
Ya, perusahaan dialah yang akan melakukan kerja sama dengan perusahaan milik Harun. Irsyan yang tidak tau siapa Rian hanya santai-santai saja dan membalas jabat tangan Rian.
"Salam kenal pak Rian, saya Irsyan wakil direktur utama HC PROPERTIE'S."
"Salam kenal juga pak Irsyan, semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar," balas Rian. Dalam hatinya ia tersenyum menyeringai, dengan ini Rian bisa menyingkirkan Irsyan bahkan akan membuat perusahaan ini bangkrut dan dia bisa mendapatkan Aurora.
"Silahkan duduk semuanya," suruh Irsyan. Semuanya mengangguk dan kembali duduk. Rapat pun segera dimulai.
...----------------...
To be continued.
__ADS_1