GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN

GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN
Episode 78


__ADS_3

Irsyan meraba-raba ranjang sampingnya, tiba-tiba ia langsung terperanjat dan terbangun ketika Irsyan merasakan tidak ada Aurora disana, kebetulan juga terdengar alarm penanda sholat subuh dari handphonenya.


"Astaga Aurora kemana?" ucap Irsyan terperanjat dan bangun.


Saat menatap ke samping, tepatnya di bawah lantai terlihat Aurora tengah membaca Al-Qur'an dengan khusyuknya sungguh pemandangan yang menyejukkan hati dan pikiran Irsyan.


Wajah Aurora sangat cantik berbalut mukena putih, aura kecantikan yang sangat alami dengan pesona yang luar biasa, bibir kecil milik istrinya dengan sangat manis dan merdu melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.


'Alhamdulillah ya Allah, terima kasih engkau telah memberikan hamba seorang istri yang sholehah seperti Aurora, semoga hamba bisa menjadi imam yang baik untuknya, aamiin,' doa Irsyan dalam hatinya.


Aurora mengucapkan doa penutup saat telah selesai membaca Al-Qur'an lalu menutupnya dengan lembut. Kemudian melirik ke arah ranjang, ternyata suaminya sudah bangun dan tengah menatap ke arahnya dengan senyuman manisnya.


"Mas sudah bangun?"


"Iya sayang, kamu sudah sholat subuh?" tanya balik Irsyan.


"Belum, Mas ambil wudhu gih kita sholat subuh berjamaah ya?" ajak Aurora pada Irsyan.


"Oke sayang." Irsyan beranjak dari tempat tidur lalu berjalan menuju ke kamar mandi.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua pun telah selesai melaksanakan sholat subuh berjamaah.


"Sini sayang, jangan buka mukena kamu," ucap Irsyan sambil menepuk-nepuk pahanya, menyuruh Aurora untuk duduk disana.


"Mau ngapain?" tanya Aurora heran.


"Sini saja sayang." Irsyan menarik tangan Aurora dan Aurora pun langsung terduduk di paha Irsyan.


"Kamu sangat cantik saat mengenakan mukena seperti ini," puji Irsyan sambil mengelus pipi Aurora. Aurora hanya tersenyum dan mengalungkan tangannya ke leher sang suami. Irsyan menatap lekat wajah istrinya, dengan perlahan ia memiringkan wajahnya seraya mendekati bibirnya ke bibir Aurora, lalu bibir seksi milik Irsyan mencium dan ******* lembut bibir istrinya.


"Sudah Mas, aku mau mandi dulu," ucap Aurora mendorong dada Irsyan dan menyudahi kegiatan ciuman mereka walaupun Irsyan tidak ikhlas dilihat dari wajahnya yang langsung cemberut saat Aurora melepaskan ciuman mereka.


Aurora bangkit dari pangkuan Irsyan, melepaskan dan melipat mukena, lalu bersiap untuk mandi.


Tak membutuhkan waktu lama, Aurora telah selesai dari ritual mandinya karena cuaca di Korea Selatan hari ini cukup dingin membuat Aurora tidak bisa berlama-lama di kamar mandi.


"Sekarang giliran Mas mandi." Suruh Aurora pada Irsyan yang sedang memainkan handphone di atas ranjang.


"Iya sayang." Irsyan beranjak dari kasur, lalu menghampiri dan memeluk Aurora dari belakang.


"Harumnya." Irsyan mengendus leher Aurora, Aurora yang tengah mencari pakaian itu pun merasa kegelian.


"Jangan gitu Mas, ayo mandi sana," ucap Aurora berbalik menghadap Irsyan.


"Iya sayangku," ucap Irsyan mengecup bibir Aurora sekilas dan langsung ngacir menuju kamar mandi. Aurora yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Handphone Aurora berdering menandakan jika ada yang meneleponnya.


"Mila? Ada apa video call pagi-pagi gini?" ucap Aurora saat melihat nama sahabatnya yang tertera di layar ponselnya dengan segera ia mengangkat video call dari Mila.


"Assalamualaikum sugar babi," ucap Mila dengan hebohnya.


"Waalaikumsalam, ada apa nelpon gue pagi-pagi gini? Ganggu aja lo!" sungut Aurora pura-pura kesal. Mila yang masih mengenakan mukena itu langsung nyengir kuda.


"Hehe sorry Ra, soalnya gue kangen banget sama lo makanya gue video call lo. Ngomong-ngomong disana jam berapa sih?"


"Disini masih jam 6 pagi," jawab Aurora.


"Oh disini baru jam 4 pagi berarti perbedaan waktu disini sama di Korea cuma 2 jam?" tanya Mila.


"Iya, kok lo pakai mukena? Kan disana belum adzan subuh?" tanya balik Aurora yang penasaran karena melihat Mila mengenakan mukena padahal di Indonesia tepatnya di kota M belum waktu subuh.


"Biasalah gue sholat istikharah tadi," jawab Mila.


"Masya Allah, semoga apa yang lo doakan tadi cepat terkabul ya Mil," ucap Aurora yang mengerti mengapa sahabatnya itu melakukan sholat istikharah.


"Aamiin, semoga gue mendapatkan jodoh yang tepat dan terbaik versi Allah."


"Aamiin," balas Aurora tersenyum.


"Sembarangan! Gue sama mas Irsyan nggak ngapa-ngapain semalam, karena kami kelelahan habis jalan-jalan, pulang-pulang langsung tepar," timpal Aurora.


"Ya kirain gitu pagi-pagi udah keramasan aja, pasti pikiran orang bakalan kesana."


"Otak lo mesum mulu deh, heran gue!"


"Ye itu karena gue normal kali!" sungut Mila tak terima. Aurora langsung mendengus.


"Oh ya, nanti gue mau pergi beli oleh-oleh nih, lo mau dibelikan apa?" tanya Aurora.


"Hem kalau bisa sih gue minta oleh-oleh oppa Jung Hae In aja Ra," pinta Mila. Aurora mendelik mendengar permintaan sahabatnya itu.


"Jangan minta yang mustahil dilakukan deh Mil, kalau lo minta dibelikan album idol baru deh gue bisa!"


"Hehe gue kali bercanda, Ra. Apa-apa deh yang lo belikan pasti gue terima," ucap Mila cengengesan.


"Oke deh, gue belikan skincare mau?" tawar Aurora.


"Mau dong, apalagi disana skincare nya bagus-bagus."


Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.

__ADS_1


"Lagi video call sama siapa sayang?" tanya Irsyan.


"Ya sudah nanti gue telpon lagi Mil, mau urus bayi besar gue dulu, assalamualaikum bye," ucap Aurora dengan nada cepat.


"Iya waalaikumsalam," jawab Mila. Aurora pun mematikan sambungan video call tersebut.


Aurora berbalik menghadap ke Irsyan, lagi-lagi ia terpesona dengan tubuh atletis milik Irsyan padahal sudah sering kali Aurora melihat itu, apalagi saat melirik ke arah perut sixpack Irsyan yang masih ada bulir-bulir air menetes disana membuat Aurora menahan napasnya.


"Ah itu tadi Mila yang video call aku Mas," ucap Aurora sedikit gugup.


"Oh, kirain siapa."


Aurora segera mengambilkan pakaian untuk suaminya.


"Ini Mas bajunya."


"Makasih sayang," ucap Irsyan. Aurora hanya tersenyum dan mengangguk.


Sekitar pukul 10 pagi setelah selesai sarapan, Aurora, Irsyan, Fani, Adit dan Alvaro pergi ke salah satu pusat perbelanjaan yang sangat terkenal di Korea Selatan, mereka disana berencana untuk membeli oleh-oleh untuk yang ada di Indonesia.


"Mau beli apa sayang?" tanya Irsyan saat mereka sudah masuk di gedung pusat perbelanjaan atau departemen store tersebut.


"Aku mau beli pakaian untuk Ibu, Ayah, Aril, tentunya untuk Mama dan Papa juga," ucap Aurora.


"Oke, ayo kita ke toko pakaian itu." Irsyan menunjuk salah satu toko pakaian yang merupakan brand ternama. Aurora mengangguk menyetujui ajakan suaminya. Irsyan merangkul pinggang Aurora, lalu masuk ke dalam toko tersebut. Sedangkan keluarga kecil Fani dan Adit masuk ke dalam toko mainan atas permintaan Alvero.


Irsyan melihat ke arah gaun malam wanita, ia tersenyum jahil dan mengambil beberapa gaun malam yang cukup seksi untuk ditunjukkan pada Aurora.


"Sayang beli ini juga ya?"


Aurora menatap ke arah Irsyan, betapa terkejut dirinya saat melihat sang suami membawa beberapa gaun malam padanya.


"Ngapain sih bawa baju kayak gini Mas? Malu tau!" bisik Aurora menahan malu apalagi orang-orang disana berbisik-bisik saat melihat Irsyan membawa gaun itu.


"Gapapa sayang, ini beli juga ya buat koleksi kamu," ucap Irsyan tanpa ada rasa malu.


Aurora menghela napas, mau menolak pasti suaminya itu tetap akan memaksa, jadi mau tidak mau Aurora hanya mengiyakan keinginan Irsyan.


"Terserah Mas saja."


"Oke sayang," ucap Irsyan senang. Dia akan menyuruh Aurora untuk mengenakan salah satu gaun ini nanti malam.


...----------------...


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2