GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN

GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN
Episode 30


__ADS_3

Seperti janjinya tadi, malam ini Irsyan menjemput Aurora untuk pergi nonton ke bioskop. Kini mereka berdua tengah berada di perjalanan menuju ke salah satu Mall terbesar di kota M.


Sesampainya di Mall, Irsyan memarkir kan mobil di basemen parkiran. Lalu setelah itu Irsyan dan Aurora berjalan beriringan masuk ke dalam gedung Mall.


Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua, mereka beranggapan jika Irsyan dan Aurora adalah pasangan yang serasi. Sama-sama tampan dan cantik, padahal nyatanya mereka hanya sebatas berteman saja. Catat, cuma berteman saja!


Karena tak suka di perhatikan seperti itu, Aurora memilih berjalan di belakang Irsyan. Mata Irsyan melirik kiri dan kanan tapi tak menemukan keberadaan Aurora, setelah menengok ke belakang, baru lah ia melihat Aurora yang berjalan lumayan jauh di belakangnya. Lalu Irsyan menghentikan langkahnya.


"Kenapa berhenti, Mas?" tanya Aurora bingung, dia pun hampir menabrak Irsyan karena tiba-tiba berhenti di depannya.


"Kamu ngapain jalan di belakangnya, Mas?" tanya Irsyan dengan nada sedikit tak suka.


"Em itu Mas--"


"Itu apa Aurora?"


"Dari tadi banyak orang yang memperhatikan kita, aku jadi nggak suka dan risih diperhatikan seperti itu," jawab Aurora dengan lirih.


Irsyan menghela napas, "Ya ampun, Mas kira kamu kenapa. Udah, jangan di pikirin. Ayo kita jalan lagi," ajaknya.


"Iya, tapi Mas duluan jalan."


"Nggak! Kita berjalan berdampingan, Mas itu bukan majikanmu, Aurora," ucap Irsyan tegas. Aurora lupa jika Irsyan orangnya tidak suka di bantah.


"Iya Mas." Dengan terpaksa Aurora pun berjalan disisi Irsyan.


Sampailah di XXI Cinemas disana sudah banyak pengunjung yang mengantri untuk membeli tiket Snack dan minuman di Stand Konsesi.


"Kamu mau nonton film apaan, Dek?" tanya Irsyan pada Aurora.


"Em, terserah Mas aja lah," jawab Aurora.


Irsyan memutar matanya, "Bisa nggak sih jawabannya itu selain terserah? Heran deh sama perempuan, kalau ditanya itu pasti jawabannya TERSERAH," cibirnya sambil menekankan kata terserah diakhir ucapannya. Aurora terkekeh geli mendengar ucapan Irsyan.


"Soalnya aku nggak tau mau nonton film apa Mas, jadi Mas aja yang pilih"


"Ya udah kita nonton film horor aja, gimana?" tawar Irsyan.


"Eh jangan!" tolak Aurora dengan cepat, ya kali nonton film horor malam-malam? Tidak estetik sekali.


"Kenapa? Takut?" goda Irsyan.

__ADS_1


"Y-ya nggak lah Mas, ngapain takut," elak Aurora, padahal dalam hatinya sudah ketar-ketir.


"Nah bagus, masa cewek bar-bar kayak kamu takut sama gituan," ledek Irsyan, Aurora mendengus mendengarnya.


"Aku nggak bar-bar ya!" sungut Aurora tak terima.


"Ya-ya terserah kamu aja. Jadi kan kita nonton film horor?"


"Iya jadi, siapa takut," ucap Aurora dengan percaya diri, padahal dalam jantungnya sudah deg-degan.


"Oke, sekarang Mas pesan tiketnya sekalian sama popcorn dan minuman," ucap Irsyan.


"Eh biar aku aja yang pesan minuman dan popcorn nya."


"Nggak usah, kamu diem aja disini. Kamu mau minum dan mau popcorn rasa apa?" tanya Irsyan.


"Aku mau cola dan popcorn rasa karamel," pesan Aurora.


"Oke, tunggu ya disini. Jangan kemana-mana!" titah Irsyan. Aurora hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


'Rasanya gue kayak orang pacaran sama mas Irsyan, padahal nyatanya nggak. Apa ini yang namanya hubungan tanpa status?' batin Aurora yang bingung dengan kejelasan hubungannya dengan Irsyan.


"Sini aku bantu bawa Mas," ucap Aurora mengambil alih 2 minuman yang Irsyan bawa.


"Makasih dek, ayo kita masuk ke dalam teater," ajak Irsyan. Aurora mengangguk mengiyakan ucapan Irsyan. Lalu mereka berdua beriringan masuk ke dalam teater bioskop.


Ternyata sedari tadi ada seorang perempuan yang tengah menahan amarahnya ketika melihat keberadaan Aurora dan Irsyan, ia juga berada di dalam bioskop. Perempuan itu siapa lagi kalau bukan Sukma.


'Oh karena perempuan itu kamu nolak ajakan aku, Syan. Oke, walaupun gitu aku nggak akan pernah menyerah untuk mendapatkan kamu,' batin Sukma.


Irsyan dan Aurora mencari nomor tempat duduk dan ternyata tempat duduk yang Irsyan pesan berada di tengah-tengah. Lalu menaruh minuman dan popcorn nya di samping tempat duduk.


"Kamu beneran berani nonton ini?" tanya Irsyan memastikan.


"Iya beneran Mas," jawab Aurora meyakinkan Irsyan.


"Oke deh."


Film pun mulai di putar, baru beberapa menit hantu dalam film itu sudah keluar. Membuat Aurora memejamkan matanya. Irsyan terkekeh geli melihat ekspresi Aurora yang tengah ketakutan itu.


"Dasar keras kepala," gumam Irsyan seraya geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Setelah adegan yang ada hantunya selesai, Aurora kembali membuka matanya.


"Kamu takut?" bisik Irsyan ditelinga Aurora.


"Nggak kok Mas, enak aja!"


Di tengah-tengah film, ternyata ada adegan 21+ alias adegan dewasa di dalam film tersebut, Aurora dan Irsyan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Suasana semakin hening di dalam teater itu.


Mata Irsyan tak sengaja melirik ke arah sampingnya, matanya terbelalak sempurna setelah melihat dua orang berbeda jenis kelamin tengah berciuman dengan penuh nafsu bahkan tangan laki-laki itu menjalar ke tubuh perempuan yang tengah diciumnya.


'Astaga, ternyata ada saja yang berbuat mesum disini,' batin Irsyan, padahal di dalam hatinya ingin juga seperti kedua orang tersebut. Tapi sama siapa? pikirnya. Hei, dia juga laki-laki normal yang memiliki nafsu seksualitas yang tinggi.


Adegan dewasa pun akhirnya selesai, Aurora dan Irsyan bisa bernapas dengan lega. Baru saja lega, kini sudah ditampakkan lagi hantu yang sangat menyeramkan.


Aurora kembali memejamkan matanya, namun tanpa sadar tangannya menggenggam tangan Irsyan dengan erat. Tentu saja Irsyan membiarkannya, toh tentu saja itu rezeki bagi dia karena Aurora memegang tangannya.


Aurora yang sadar itu langsung melepaskan genggamannya, tapi dengan cepat Irsyan kembali memegang tangan Aurora.


"Genggam saja, kalau itu bisa membuatmu tidak ketakutan," bisik Irsyan ditelinga Aurora. Ucapan dari perawat tampan itu membuat jantung Aurora seperti baru saja selesai lari maraton.


'Ya Allah, k**enapa sama jantung gue**,' batin Aurora seraya memegang dada kirinya mengunakan tangan kanan. Alhasil, tangan kiri Aurora pun tetap berada dalam genggaman Irsyan.


Setelah 2 jam kurang penayangan, akhirnya film tersebut selesai juga. Aurora menghembuskan napas lega, dahinya sampai mengeluarkan keringat dingin setelah menonton film tersebut.


"Ya ampun sampai keringetan gini nontonnya, kalau tau kamu takut nonton film hantu, aku nggak bakal pesan tiket film hantu," ucap Irsyan seraya menghapus keringat di dahi Aurora menggunakan sapu tangan yang ia bawa di dalam saku jaketnya. Mata Irsyan dan Aurora saling bertatapan.


'Kenapa dia selalu bersikap manis sih sama gue? Gue kan jadi berharap sama dia,' batin Aurora.


"Kenapa dek?" tanya Irsyan sambil memajukan wajahnya.


Aurora menggeleng cepat dan segera memundurkan wajahnya, "Eh nggak apa-apa kok Mas," ucapnya tersenyum manis. Irsyan mengulurkan tangannya untuk mengacak gemas rambut Aurora.


"Kamu lapar nggak?" tanya Irsyan.


"Iya aku lapar banget Mas, tenagaku habis terkuras gara-gara nonton film hantu tadi," ucap Aurora lesu.


Irsyan terkekeh kecil mendengarnya, "Kamu ini, ayo kita cari restoran," ajaknya. Aurora hanya mengangguk dan mengikuti kemana saja Irsyan membawanya.


...----------------...


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2