GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN

GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN
Episode 50


__ADS_3

Kebetulan hari ini Aurora libur berkerja, dia berencana untuk membuatkan makan siang untuk Irsyan dan langsung mengantarkan makanan tersebut ke rumah sakit. Sebelum itu Aurora telah memberitahukan kepada Irsyan terlebih dahulu jika ia akan pergi kesana.


Aurora berpamitan dengan kedua orangtuanya terlebih dahulu.


"Ibu, Ayah. Rora mau ke rumah sakit dulu ya, mau anterin makanan untuk mas Irsyan." Aurora menyalami kedua orang tuanya secara bergantian.


"Iya nak, inget kamu hati-hati jangan sampai kenapa-kenapa loh," ucap Nuri.


"Baik Bu. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Aurora berjalan menuju ke luar halaman rumah dengan membawa paper bag berisi makanan untuk calon suaminya. Dengan segera ia menaiki motor dan melakukannya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit Atma Jaya.


Sesampainya di parkiran rumah sakit, Aurora menelpon Irsyan untuk memberitahu jika dirinya sudah berada di rumah sakit.


"Assalamualaikum Mas."


"Waalaikumsalam, kenapa sayang?" Aurora tersipu malu mendengar panggilan Irsyan untuknya.


"Aku udah di parkiran rumah sakit nih, Mas keluar ya kesini."


"Iya sayang, tunggu Mas sekarang kesana."


"Iya Mas."


Aurora langsung mematikan panggilan telponnya. Beberapa saat kemudian, terlihat Irsyan menghampiri Aurora dengan sedikit berlari.


"Maaf lama ya nungguin Mas?"


"Nggak kok Mas," ucap Aurora tersenyum.


"Kamu bawa apa sayang?" tanya Irsyan melihat paper bag yang dibawa oleh Aurora.


"Aku bawa makanan buat Mas, Mas belum makan siang kan?"


"Belum, kamu tau aja kalau Mas belum makan siang," ucap Irsyan.


"Kalau gitu ayo kita ke kantin, kita makan disana," ajak Aurora.


Irsyan mengangguk menyetujui ajakan Aurora. Mereka berdua selalu menjadi pusat perhatian. Kabar tentang Irsyan yang akan menikah dengan Aurora sudah menyebar ke penjuru rumah sakit. Banyak penggemar dari Irsyan yang patah hati ketika mendengar hal tersebut. Apakah itu yang disebut dengan hari patah hati serumah sakit?


"Kamu masak apa sayang?" tanya Irsyan yang kini sudah berada di kantin dan duduk di salah satu meja yang sudah tersedia disana.


"Aku masak ayam saus teriyaki sama udang goreng crispy," jawab Aurora sambil mengeluarkan dan membuka kotak tupperware.


"Wah pasti enak banget nih."

__ADS_1


"Ayo di makan Mas," ucap Aurora yang sudah menyiapkan makanan yang dibuatnya untuk Irsyan.


"Suapi Mas dong," pinta Irsyan.


"Hah di suapi?" tanya Aurora. Irsyan langsung mengangguk sambil mengeluarkan puppy eyes andalannya.


"Ya sudah mumpung aku lagi baik, aku suapi Mas," ucap Aurora, Irsyan mengembangkan senyum sumringahnya.


Lalu dengan telaten Aurora menyuapi Irsyan, tanpa disadari banyak orang yang berada di kantin tersebut memekik tertahan melihat keromantisan mereka.


Aurora seakan tak terganggu dengan pekikan mereka, ia tetap fokus menyuapi calon suaminya dan sesekali menyeka sudut bibir Irsyan yang terkena saus dari ayam teriyaki yang dibuatnya.


Sedari tadi Irsyan merasakan debaran di hatinya dan terus menampilkan senyum bahagia di bibirnya.


Setelah selesai menyuapi Irsyan, kini giliran Aurora yang menyantap makanan yang dibuatnya. Sedangkan Irsyan sibuk memainkan handphonenya.


"Liat apa sih? Serius amat." Karena jiwa penasarannya meronta-ronta Aurora mendekatkan wajahnya bertujuan untuk melihat apa yang di mainkan oleh Irsyan di handphonenya.


Irsyan menahan napas sesaat, saat merasakan hembusan napas pada lehernya.


"Anak kecil nggak boleh tau, nggak bakalan ngerti," jawab Irsyan yang mencoba untuk menjahili Aurora.


"Enak aja ngatain aku anak kecil, orang udah besar gini," ucap Aurora memanyunkan bibirnya.


"Besar apanya?" tanya Irsyan ambigu sambil tersenyum tengil.


Irsyan mengeluarkan sebuah kotak hitam berukuran kecil dari dalam saku celananya.


"Sayang," panggil Irsyan.


"Ya Mas?"


"Mas mau kasi sesuatu ke kamu," ucap Irsyan.


"Apaan Mas?" tanya Aurora penasaran. Irsyan menyodorkan kotak hitam tadi kepada Aurora.


"Ini untuk aku?"


Irsyan mengangguk, "Iya sayang, coba di buka."


Aurora mengangguk, lalu membuka kotak hitam tersebut dan isinya adalah sebuah kalung dengan rantai emas putih dan liontin dengan mata berlian yang berbentuk kotak terlihat sangat simpel dan elegan. Untuk masalah harga, jangan ditanya ya guys ya.


Namun di balik keindahan dan kecantikan kalung tersebut, Irsyan telah menyimpan alat GPS di dalam liontin kalung tersebut. Agar ia mengetahui dimana tempat keberadaan Aurora dan jaga-jaga kalau Aurora dalam keadaan genting atau bahaya sekalipun Irsyan bisa langsung cepat mengetahui keberadaan calon istrinya.


"Wah cantiknya," ucap Aurora tersenyum.


"Kamu suka sayang?" tanya Irsyan.

__ADS_1


"Suka banget Mas, makasih ya? Padahal kan kemarin pas lamaran juga Mas kasi aku perhiasan banyak banget," ucap Aurora sungkan.


"Gapapa sayang, sini aku pakaikan." Aurora memberikan kalung tersebut pada Irsyan, lalu Irsyan memakainya ke leher gadis yang akan menjadi istrinya itu.


"Cantik, seperti orang yang kenakan," ucap Irsyan, semburat merah di pipi Aurora langsung terlihat jelas.


Dari kejauhan ada seseorang yang panas dan sakit melihat hal itu.


"Aku harus mendapatkan mas Irsyan dan aku harus nikah dengannya."


Aji datang dengan gaya sok cool nya menghampiri dua sejoli yang tengah dimabuk cinta itu.


"Hai guys, Aji Sanjaya yang gantengnya Masya Allah datang," ucap Aji dengan hebohnya.


"Ganteng kok jomblo," celetuk Aurora yang menusuk sampai ke uluh hati Aji.


"Neng Aurora mah kalau ngomong itu suka bener deh," ucap Aji duduk di samping Irsyan.


"Ngapain lo disini?" tanya Irsyan ketus, ia tidak suka waktunya berdua dengan Aurora di ganggu oleh sahabat laknatnya itu.


"Ya elah gue disini juga mau makan kali Syan," jawab Aji.


"Ya tapi kenapa harus disini? Disana kan masih banyak meja dan kursi yang kosong," ucap Irsyan.


"Gue kan mau gabung sama kalian, pelit amat sih," ucap Aji kesal.


"Sana lo pin--"


"Gapapa Mas, kasi aja mas Aji duduk disini," ucap Aurora yang memotong ucapan Irsyan.


"Tuh denger, calon istri lo aja kasi gue duduk disini," ucap Aji menatap Irsyan dengan tatapan meledek. Irsyan mendengus kesal.


"Awas aja kalau lo sampai gangguin atau goda istri gue," ancam Irsyan.


"Cih, cemburuan sekali anda. Eh by the way Aurora itu masih jadi calon lo kali, belum jadi istri sah, kayaknya bisa kali ya gue tikung." Sepertinya Aji sangat senang menjahili sahabatnya itu.


"Lo tikung, gue langsung lempar lo ke kandang harimau," ucap Irsyan menatap datar Aji namun menurut Aji tatapan laki-laki itu sangat menusuk.


Aji menelan ludahnya dengan susah payah, ucapan Irsyan tadi memang nggak main-main dan sangat serius dengan ucapannya.


"Gue bercanda kali Syan, serius amat," ucap Aji cengengesan. Aurora terkekeh geli melihat wajah Aji yang ketakutan itu.


"Ya udah gue mau pesan makanan dulu," ucap Aji beranjak dari kursi untuk menghindar dari tatapan horor Irsyan.


...----------------...


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2