
Tolong di tandai jika ada kata-kata yang typo🙏
...Happy reading☘️...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul 12 siang, Aurora pamit pulang pada Andre dan ibunya, karena ia harus mempersiapkan pertandingannya nanti. Tak lupa pula Andre memberikan kunci motornya pada Aurora, dia menyuruh Aurora untuk mengambil motornya di bengkel langganan mereka. Untuk Kiran, dia sudah pulang dari 1 jam yang lalu, karena ada urusan mendesak.
"Kalau gitu aku pamit pulang ya Tante, Andre" pamit Aurora seraya menyalami Santi. Andre dan Santi mengangguk.
"Kamu hati-hati di jalan ya nak?"
"Siap Tante, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Aurora keluar dari ruang rawat inap Andre, baru saja dia keluar dari pintu, dia berpapasan dengan Mila yang baru datang.
"Mila."
"Eh sugar babi, lo udah mau pulang?" tanya Mila.
Aurora mengangguk, "Iya nih lo sih telat datangnya."
Mila mengerucutkan bibirnya, "Ya kan tadi gue antar nyokap dulu ke pasar, makanya lama kesini," jelasnya.
"Ya sudah lo masuk aja sana, gue mau pulang dulu," ucap Aurora.
Mila menganggukkan kepalanya, "Lo hati-hati di jalan."
"Siap " Aurora pergi meninggalkan Mila, lalu berjalan melalui lorong-lorong rumah sakit.
"Aurora," panggil seseorang. Tak ayal, Aurora menghentikan langkahnya dan berbalik menatap ke arah orang yang memanggilnya.
"Eh iya mas Irsyan?" Irsyan mendekat ke arah Aurora.
"Kamu udah mau pulang?" tanyanya menatap Aurora.
Aurora mengangguk, "Iya Mas."
"Nggak makan siang dulu sini?" tawar Irsyan.
"Nggak usah deh Mas, nanti di rumah aja aku makan siangnya."
"Ya sudah." ucap Irsyan tak ingin memaksakan Aurora.
__ADS_1
"Aku pulang dulu ya Mas?"
"Iya dek, kamu hati-hati di jalan," ucap Irsyan. Aurora mengangguk, lalu kembali melangkahkan kakinya menuju ke arah parkiran rumah sakit.
Sesampainya di rumah, Aurora langsung disuruh makan siang oleh Ibunya. Setelah makan siang, ia memutuskan untuk tidur siang dan sorenya ia akan pergi ke bengkel untuk mengambil motor milik Andre yang sedang dalam perbaikan itu.
...****************...
Aurora menggeliat dalam tidurnya, matanya pun masih tertutup, waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore menjelang malam. Padahal dia sudah berjanji akan pergi mengambil motor milik Andre di bengkel.
"Eugghhh,"
Aurora membuka matanya perlahan, dia mengucek matanya lalu melirik ke arah jam dinding.
"Allahuakbar, udah hampir malam. Gue tidur lama amat, udah kayak simulasi mati aja. Semoga aja bengkelnya masih buka."
Aurora loncat dari kasur, dia berlari menuju ke arah kamar mandi. Cukup 10 menit Aurora menghabiskan waktu untuk mandi.
Setelah itu Aurora mengenakan kaos putih polos dibalut dengan jaket kulit hitam dan dipadukan dengan celana jeans hitam yang di lututnya ada sobekan. Orang sekarang mengatakan penampilan Aurora kini seperti cewek mamba.
Tak lupa pula dia memoleskan make-up tipis di wajahnya. Selesai dari itu semua, Aurora bergegas keluar dari kamar.
"Kamu mau kemana nak? Pakai baju seperti itu?" tanya Nuri heran dengan penampilan Aurora. Aurora yang ditanya seperti itu seketika gugup, jangan sampai ibunya tau tentang ia yang akan pergi balapan.
"Tapi ini kan mau magrib nak, kamu nggak sholat magrib dulu?" tanya Nuri.
"Aurora lagi datang bulan, Bu," jawab Aurora jujur. Ia memang sedang masa periode.
"Oh gitu, ya sudah kamu hati-hati dan cepat pulang!" titah Nuri.
Aurora mengangguk, "Iya Bu, assalamualaikum," ucapnya seraya menyalami ibunya.
"Waalaikumsalam."
Kemudian Aurora menuju ke depan rumahnya untuk menunggu ojek online pesanannya. Karena sehabis dari bengkel mengambil motor milik Andre nanti, dia akan langsung pergi ke sirkuit.
Sesampainya di bengkel, untung saja motor sport milik Andre cepat diperbaikinya, jadi Aurora tidak lama menunggu. Lalu dia melakukan pembayaran dengan uangnya sendiri, kemudian mengendarai motor tersebut dengan kecepatan rata-rata menuju ke sirkuit.
"Ah gue kangen banget sama balapan!" teriaknya di atas motor.
Setelah di sirkuit alias di arena balap pukul setengah 8 malam, Aurora melakukan pendaftaran terlebih dulu. Dia mempertaruhkan cek 50 juta pemberian dari pak Harun waktu itu.
...****************...
"Bos, lo harus menangkan perlombaan ini, biar geng motor kita semakin terkenal dan ditakuti oleh geng motor lain, terutama lo harus kalahin geng Red Devils," ucap laki-laki bernama Reyhan pada ketuanya yang bernama Juno. Geng motor mereka bernama Black Tiger.
__ADS_1
"Gue pasti bisa memenangkan pertandingan ini dan bisa mempermalukan Rian sama teman-temannya yang sombong itu," ucap Juno dengan dingin. Kalian pasti tau kan Rian itu siapa? Ya benar, dia adalah rekan kerja Aurora di kantor. Diam-diam di juga seorang ketua geng motor yang sangat ditakuti di kota M.
"Bagus bos, kalau bisa lo bikin rem motor si Rian jadi blong," celetuk Gilang. Juno menatap sinis ke arah Gilang.
"Gue nggak mau menang dengan cara yang curang, Gilang."
Gilang berdecak kesal, "Serah lo deh bos."
"Oke sebelum kita mulai balapan ini, kita mendapatkan peserta baru. Putri sini," ucap Aldi, dia adalah penyelenggara pertandingan ini. Aurora sengaja mendaftarkan dirinya sebagai Putri, bukan Aurora.
Aurora memajukan motornya, dia bersebelahan dengan Rian dan sebelahnya lagi laki-laki yang bernama Juno. Aurora tadi cukup terkejut melihat keberadaan Rian disana, ternyata rekan kerjanya itu diam-diam juga suka balapan seperti ini.
"Al, yakin ni cewek lo bolehin ikut balap sama kita?" tanya Juno kesal, sebagai seorang lelaki sejati, ia merasa terhina balapan dengan seorang perempuan.
"Iya nih, nggak level banget sih. Harusnya cewek itu jam segini sudah tidur, nonton drakor atau ngegosip sama temen-temen ceweknya," celetuk Deo menatap remeh Aurora.
"Bener tuh, kalau cewek jam segini keluyuran, pasti bukan cewek baik-baik," sambung Vito. Mereka berdua adalah teman-teman dari Rian.
Aurora menatap sinis ke arah Deo dan Vito, dari balik helm full face nya, 'Tu dua cowok lemes banget mulutnya kayak cewek,' batinnya kesal.
"Celana kalian berdua mau gue ganti jadi rok ya? Lemes banget mulut kalian kayak cewek! Dasar banci!" sarkas Aurora sinis pada Deo dan Vito.
SKAKMAT!
Deo dan Vito langsung terdiam mendengar ucapan dari Aurora yang menusuk sampai ke uluh hatinya.
Geng Black Tiger menganga melihat perempuan di depannya ini yang sangat berani menimpali ucapan 2 orang inti dari Geng Red Devils.
'Dia pasti bukan cewek sembarangan,' batin Juno menyeringai.
Rian menelisik gadis di sampingnya ini, dia seperti mengenal suaranya, tapi siapa ya? pikirnya.
"Wah ternyata ni cewek banyak bacot juga ya!" celetuk Evan, teman dari Rian. Dia menatap tajam ke arah Aurora.
"Gak bisa dibiarin nih. Al, gue juga ikut balap, gue mau kasi ni cewek pelajaran dengan cara mengalahkannya. Enak aja gue di bilang banci!" ucap Vito geram.
Aurora tersenyum menyeringai, rencananya berhasil. Semakin banyak orang yang ikut, semakin banyak pula peluang hadiah yang akan dia dapatkan nantinya. Hehe.
Dari kejauhan seorang pria berpakaian serba hitam dan bertopi putih yang bermerk Christian Dior itu terus memandangi dan memantau Aurora dari atas tribun penonton.
"Gadis nakal, sepertinya lo harus segera gue nikahi supaya nggak ngelakuin hal seperti ini lagi," gumam pria itu.
...----------------...
To be continued.
__ADS_1