GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN

GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN
Episode 124


__ADS_3

"Apa-apaan ini!" teriak seseorang dari arah pintu, ia terkejut melihat pemandangan yang sangat menyayat hatinya.


Kiran dan Kevin yang mendengar itu langsung terkesiap, apalagi Kiran seketika bangun dari pangkuan Kevin.


"Andre!" ujar Kiran terkejut melihat keberadaan suaminya disana. Biasanya jika akan ke tokonya, Andre akan menghubunginya terlebih dahulu.


"Berani-beraninya lo nyium istri gue!" Dengan rahang yang sudah mengeras ditambah tangan mengepal kuat Andre berjalan cepat menghampiri Kevin, ia menarik kerah baju Kevin dan langsung memukul dengan membabi-buta, mendapat pukulan seperti itu membuat Kevin jatuh tersungkur ke lantai, hingga wajah pria itu lebam dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.


Kevin tersenyum menyeringai menatap Andre, "Asal lo tau, Kiran itu masih cinta sama gue dan tadinya kami berciuman dengan sangat hidmat, eh malah lo datang mengacaukan semuanya!" Kevin berdiri dan memperbaiki pakaiannya yang sedikit berantakan.


Mata Kiran membulat mendengar bualan yang dikatakan oleh Kevin.


"Nggak sayang, apa yang dia katakan semuanya bohong, dia itu fitnah!" sela Kiran sambil menatap Andre berharap suaminya itu memercayai dirinya.


"Sebenarnya tadi kami akan melakukan hal yang lebih, tapi keduluan lo datang. Kalau lo nggak percaya liat aja kancing baju Kiran yang terlepas dan itu dia sendiri yang buka." Kevin terus membual dan mengarang cerita. Andre melihat ke arah baju yang dikenakan istrinya begitupun dengan Kiran, ternyata benar beberapa kancing baju Kiran terlepas sampai dalaman wanita itu terlihat.


Andre semakin emosi, ia kembali memukul bahkan menendang perut Kevin.


"Brengsek lo! Lo seharusnya nggak hidup di dunia ini!" berang Andre.


"Sayang udah jangan di pukuli lagi, nanti dia bisa mati dan kamu bisa di penjara," ucap Kiran mencoba menenangkan Andre yang dikuasai amarah itu.


"Diam kamu!" bentak Andre. Kiran pun langsung terdiam mendengar bentakan suaminya dan air matanya terus mengalir.


Setelah puas menghajar Kevin, Andre menarik kuat tangan Kiran sampai membuat Kiran meringis kesakitan akibat tarikan dari suaminya itu.


Andre benar-benar kalut akan emosi, ia menutup pintu kamar dengan keras. Andre kembali menarik tangan Kiran dan mendorong kuat wanita itu ke atas ranjang.


Kiran bergetar ketakutan, ia sungguh tidak kuat lagi untuk melawan, apalagi tadi hampir seluruh tenaganya sudah ia kerahkan untuk memberontak dari Kevin.


Andre menanggalkan seluruh pakaiannya hingga naked, sementara Kiran memundurkan tubuhnya seraya menggelengkan kepalanya.


"Sayang, kamu harus percaya sama aku, yang dibilang Kevin itu nggak ben--"

__ADS_1


"Dimana?"


"Andre, please." Kiran memohon pada Andre dengan nada bergetar untuk tidak melakukan hubungan badan, bukannya kenapa ia hanya takut pada kandungannya yang masih muda dan rentan keguguran. Apalagi kata Dokter, ia tidak boleh berhubungan badan terlebih dulu sebelum usia kandungannya di atas 16 minggu atau 4 bulan.


"Dimana dia nyentuh lo!" teriak Andre disertai bentakan.


Kiran sampai memejamkan mata karena takut dengan amarah suaminya, cairan bening terus keluar dari kedua matanya.


"Gue bilang dimana, Kiran!"


DEG!


Dada Kiran seketika sesak mendengar Andre mengubah cara panggilannya.


"Andre, please percaya sama aku."


Andre tanpa rasa kasihan mendorong tubuh Kiran hingga telentang dan menahan kedua tangan istrinya ke atas lalu mengikatnya dengan dasi miliknya.


"Stop Andre, aku mohon!" teriak Kiran memohon agar Andre tidak bermain kasar.


Kemeja blouse dan rok yang dikenakan oleh Kiran, di robek paksa Andre hingga wanita itu polos tanpa sehelai benangpun sama seperti dirinya. Mulut Andre langsung menyesap kuat salah satu dada Kiran membuat sang empu teriak meringis.


"Akhhh sakit Andre, aku mohon stop!" Kiran kembali memohon agar Andre menghentikan kegiatannya, Andre yang sudah ditutupi amarah hanya menulikan pendengarannya.


"Apa tadi dia menyentuh ini juga!" Andre merem*s kuat kedua benda kenyal milik Kiran.


"Akhhh nggak, Ndre. Kamu salah paham kalau kamu nggak percaya cek aja cctv di ruangan ku," lirih Kiran dengan suara yang sudah melemah, ia terus memberontak dengan sisa tenaga yang ada. Namun naasnya, Kiran tak mampu dengan tubuhnya yang lelah, ia hanya terus memohon agar Andre menghentikan semua.


Andre seakan tidak peduli dengan ucapan Kiran, ia terus mengingat perkataan Kevin yang akan melakukan hubungan badan dengan istrinya, membuat emosi Andre kembali menaik. Ia mengurut miliknya sebentar lalu mengarahkannya ke lubang sensitif milik Kiran tanpa terlebih dahulu melakukan foreplay.


Dengan paksaan dan tidak ada lembut-lembutnya, Andre menyentakkan miliknya memasuki lubang sensitif Kiran yang belum basah, hingga dengan sekali hentakan milik Andre terbenam sempurna.


"Akhhh Andre stop! Ini sangat sakithhh!" teriak Kiran kesakitan, lubang kewanitaannya terasa seperti dikoyak.

__ADS_1


Andre kembali seperti menutupi pendengarannya, ia terus menghujam miliknya dengan cepat dan kasar tanpa ampun.


"Udah berapah laki-laki yang udah tiduri lo hah?" desah Andre namun kata-katanya begitu menyakitkan hati Kiran. Sama saja Andre menyebutnya seperti wanita malam yang memberikan tubuhnya pada lelaki selain suaminya.


Kiran tidak menikmati permainan Andre sama sekali, ia hanya bisa berteriak, menangis dan meringis.


"Ternyatahh istri gue seorang jal*anghh oughh." Andre menghina istrinya, air mata Kiran terus tumpah, Andre seperti bukan laki-laki yang selalu lembut padanya.


Andre bermain sangat kasar, ia menyentak miliknya keluar masuk lubang sensitif Kiran tanpa memperdulikan tangisan istrinya. Lelaki itu kalut dengan segala emosi dan kemarahannya.


"Andre, udah cukup ini sangat sakit hiks, aku mohon akhhh!" Kiran menggeram kesakitan sambil menggigit bibirnya kuat hingga berdarah, tubuhnya melemas. Ia pasrah apapun yang akan dilakukan Andre untuknya.


Kiran memalingkan wajahnya dengan air mata yang membasahi sprei, keringatnya bercucuran membasahi tubuhnya, ia tak mau menatap Andre, Kiran sungguh takut dengan suaminya itu.


Andre memalingkan wajah Kiran kembali agar menatapnya, tatapan Andre tajam menghunus mata Kiran.


"Kenapa hah? Nggak puas lo?" Andre mencium bibir Kiran dengan kasar, Kiran yakin bibirnya semakin bengkak dan lukanya semakin besar.


Lelaki itu terus menghujam miliknya dengan kasar dengan tak berperasaan tanpa mengetahui ada sesuatu yang ia sakiti.


"Akhhh!" sentakan terakhir ia memperdalam miliknya hingga semburan lava putih kental pun mengalir hangat ke dalam rahim Kiran, tubuh laki-laki itu bergetar kenikmatan.


Tak memberikan jeda, Andre kembali membalikkan tubuh Kiran dan kembali memasukkan miliknya dari arah belakang. Suara Kiran sudah tidak ada untuk sekedar berteriak lagi, ia bahkan tidak mendes*h sama sekali. Tangisan dan ringisan terus keluar dari mulut Kiran tanpa Andre tanggapi.


'Mami, Papi, Andre jahat sama Kiran. Kiran nggak kuat,' batin Kiran lirih.


Hanya suara ******* Andre yang terdengar jelas, lelaki itu sangat menikmati permainannya, sedangkan Kiran, tubuhnya remuk redam seakan dilindas mobil.


"Aku benci kamu, Andre," ucap Kiran lirih sebelum kesadarannya menghilang dan ia jatuh pingsan dalam keadaan Andre masih memaju-mundurkan miliknya dengan kasar di lubang sensitif Kiran.


...----------------...


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2