GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN

GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN
Episode 60


__ADS_3

Sudah 3 hari masa pingitan, Irsyan benar menjadi uring-uringan. Ia sangat ingin bertemu dengan Aurora, tapi mau gimana lagi Irsyan harus mengikuti tradisi pingitan yang sudah turun temurun dari keluarganya. Untuk menanyakan kabar Aurora, ia hanya bisa mengandalkan Aril, calon adik iparnya.


"Woy!" Aji datang mengagetkan Irsyan.


"Astaghfirullah, ngagetin aja lo!" kesal Irsyan. Aji langsung nyengir tanpa dosa.


"Tumben lo istighfar kalau gue kagetin lo, biasanya juga pasti kata-kata mutiara yang keluar dari mulut lo," sindir Aji. Irsyan memutar matanya jengah.


"Gue udah taubat Ji, bentar lagi kan gue nikah dan jadi kepala keluarga. Masa iya nanti anak-anak gue dengerin bapaknya ngomong kasar, kan nggak etis banget," jelas Irsyan. Aji manggut-manggut mengerti.


"Bener juga sih kata lo. Oh ya gimana persiapan pernikahan lo?"


"Sudah 92% lah Ji, untung aja orang tua gue dan orang tua Aurora gerak cepat orangnya," ucap Irsyan bangga.


"Syukurlah. Terus untuk masalah Nina gimana Syan? Apa lo masih dihubungi sama dia?" tanya Aji lagi. Irsyan langsung merubah ekspresinya ketika Aji menyebut nama Nina.


Wanita itu memang masih sangat gencar menghubungi Irsyan, walaupun Irsyan sudah memblokir nomornya, namun tetap saja Nina kekeh menghubungi Irsyan melalui nomor telepon yang baru setiap kali Irsyan memblokirnya. Apakah Nina terobsesi dengan Irsyan?


"Wanita itu sudah gila kayaknya Ji, udah berapa kali gue bilang ke dia kalau gue udah punya istri tapi masih aja kekeh deketin gue," jelas Irsyan dengan ekspresi wajah marah.


"Kayaknya si Nina terobsesi deh buat dapetin lo lagi, bakalan jadi Sukma kedua nih," ucap Aji.


Irsyan menghela napas panjang, "Tapi gue berharap Aurora nggak jadi korban lagi, gue takut Ji," balasnya lirih.


Aji mengerti dengan perasaan sahabatnya, karena ia tau jika Irsyan sudah jatuh cinta dengan satu perempuan, Irsyan akan terus setia dengan gadis itu, maka tak heran jika laki-laki itu hanya memiliki 1 mantan kekasih dalam hidupnya.


"Berarti lo harus jaga Aurora baik-baik, karena yang gue liat nih sepertinya si Nina itu juga orangnya nekat," nasehat Aji.


"Iya Ji. Mungkin setelah gue nikah nanti, gue bakal suruh Aurora resign dari pekerjaannya," ucap Irsyan.


"Itu lebih bagus, Syan. Apalagi Aurora cantik, pasti bakal banyak tuh cowok diluar sana yang suka sama dia."


Bukannya Aji menakuti-nakuti Irsyan, tapi faktanya memang benar seperti itu. Aji adalah salah satu laki-laki yang suka dengan Aurora bahkan langsung terpesona dengan kecantikan Aurora saat pertama kali bertemu, bagaimana dengan laki-laki lain?

__ADS_1


"Haish, lo mah bikin gue tambah takut aja," ucap Irsyan yang semakin paranoid.


"Nggak usah terlalu dipikirin Syan, lo pasti nanti tau kok cara ngatasinnya," balas Aji mencoba menenangkan sahabatnya.


"Iya Ji."


Sebuah pesan masuk ke handphone Irsyan. Kening Irsyan berkerut ketika melihat nomor asing yang mengiriminya pesan tersebut. Tak lama kemudian ia membuka pesan tersebut, betapa terkejutnya Irsyan setelah membukanya.


Pesan tersebut berisikan sebuah foto Aurora dengan seorang laki-laki sambil bergandengan tangan. Wajah Irsyan langsung memerah dan rahangnya mengeras menahan amarah.


"Brengsek! Siapa laki-laki yang berani deketin calon istri gue!" geram Irsyan menggenggam erat handphonenya.


"Lah tadi katanya udah taubat ngomong kasar," gumam Aji mencibir Irsyan.


"Kenapa lo Syan?" tanya Aji penasaran melihat perubahan raut wajah sahabatnya.


"Nih lo liat aja sendiri." Irsyan memberikan handphonenya pada Aji.


"Anying, gila sih ini! Wah-wah siapa lagi ni cowok yang gandeng tangan Aurora, nggak bisa di diemin ini" umpat Aji yang yang terkejut melihat foto itu.


'Gue harus percaya, Aurora nggak bakal selingkuhi gue,' ucap Irsyan dalam hatinya, karena ia percaya jika Aurora tidak akan pernah berani macam-macam di belakangnya.


"Irsyan, Aji," panggil Gino rekan kerja Irsyan dan Aji sekaligus seorang perawat.


"Ya Gin?" tanya Aji.


"Kita disuruh kumpul, kan ada penyambutan kepala rumah sakit yang baru," jelas Gino.


Kepala rumah sakit sekarang telah diganti oleh orang lain, bukan ayah dari Sukma lagi. Beliau langsung dipecat secara tidak hormat karena kelakuan putrinya sendiri.


"Yuk Syan kita kesana," ajak Aji. Irsyan hanya mengangguk.


...****************...

__ADS_1


Berbeda dengan Irsyan, Aurora tengah berada di Mall bersama dengan kakak sepupunya bernama Raka, ia adalah anak dari Ahyar walikota M sekaligus paman dari Aurora.


"Ra, hadiah yang cocok untuk pacar Abang apa ya?" tanya Raka.


"Yo ndak tau saya, tanya dong sama pacar Abang selera orang kan beda-beda," jawab Aurora malas.


"Nggak surprise dong kalau Abang tanya Zia, makanya Abang ajak kamu kesini karena kalian kan sama-sama perempuan pasti hampir sama lah seleranya," ucap Raka greget dengan adik sepupunya ini.


"Hem, gimana kalau tas sama sepatu?"


"Itu mah Abang pernah kasi ke dia pas anniversary tahun kemarin," jawab Raka.


"Kenapa nggak kasi cincin aja, terus langsung lamar mbak Zia pasti epic banget tuh dilamar pas hari ulang tahun dia," usul Aurora dengan antusias. Raka sangat menyetujui ucapan sepupunya tadi,


'Kenapa nggak pikiran seperti itu sih gue?' batin Raka.


"Gimana Bang, setuju nggak sama ide aku tadi? Udah lumayan lama loh hubungan Abang sama mbak Zia, masa kalah sama aku yang kenal baru beberapa bulan langsung dilamar," sindir Aurora dengan nada mengejek. Raka mendengus kesal mendengar sindiran Aurora yang menusuk sampai ke uluh hatinya.


"Tapi Abang takut kalau ditolak mau ngelamar Zia," lirih Raka.


"Cih belum perang udah menyerah aja. Semangat dong bang, aku yakin pasti mbak Zia juga pengen cepat-cepat di lamar sama Abang," ucap Aurora untuk meyakinkan Raka.


"Oke Abang ikutin ucapan kamu tadi, ayo kita ke toko perhiasan," ajak Raka sambil menggandeng tangan Aurora.


"Jangan gandeng ih, nanti ada yang salah paham," ucap Aurora mencoba melepaskan tangannya. Tapi Raka malah menggenggamnya lebih erat lagi.


"Udah deh nggak usah bawel kamu." Aurora pun hanya bisa pasrah dan seperti kerbau yang hidungnya di cucuk, ia hanya bisa mengikuti kemanapun kakak sepupunya itu membawa dirinya.


Ternyata sedari tadi ada seseorang yang tengah memandangi mereka, orang tersebut tersenyum menyeringai dan mengabadikan foto ketika tangan Aurora digenggam oleh Raka.


"Semoga hubungan lo sama Irsyan jadi hancur karena foto ini," ucap orang itu menampilkan senyum kemenangan di wajahnya, sepertinya sangat benci dengan hubungan Aurora dan Irsyan.


...----------------...

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2