GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN

GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN
Episode 62


__ADS_3

Tolong di tandai jika ada kata-kata yang typo🙏


...Happy reading☘️...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selesai akad nikah dan menyalami para tamu, Irsyan dan Aurora pun memutuskan untuk beristirahat di kamar, tepatnya di kamar Aurora. 


"Ya ampun pegalnya." Aurora merenggangkan otot-ototnya yang kaku. Ia pergi ke depan cermin rias untuk membuka pernak-pernik pengantin yang ada di kepalanya.


"Capek banget ya sayang?" tanya Irsyan. Aurora mengangguk lesu.


"Ya Mas, gimana nggak capek coba? Undangannya sampai seribuan orang, mana belum nanti malam pas resepsi, pasti lebih banyak. Apalagi rekan kerja papa, ayah dan kamu banyak banget," keluh Aurora. Irsyan hanya tersenyum mendengarnya.


"Mau Mas pijitin?" tawar Irsyan yang berdiri di belakang Aurora sambil memegang kedua bahu istrinya itu. Tubuh Aurora langsung menegang dan jantungnya berdegup kencang saat Irsyan memegang bahunya.


"Eh ng-nggak usah Mas, nanti pasti ilang kok rasa pegalnya pas selesai mandi," ucap Aurora sedikit gugup.


"Beneran?"


"Iya beneran Mas." Aurora mencoba meyakinkan Irsyan.


"Ya sudah sini Mas bantu buka pernak-pernik ini." Aurora hanya mengangguk membiarkan Irsyan membantunya membuka pernak-pernik di atas kepalanya tersebut.


"Mas mau mandi atau istirahat langsung?" tanya Aurora menatap Irsyan dari cermin, kini ia tengah menghapus make-up di wajahnya setelah selesai membuka semua pernak-pernik di atas kepalanya.


"Mas mau mandi aja kalau gitu, soalnya badan udah lengket banget." Aurora hanya mengangguk, Irsyan pun pergi menuju ke kamar mandi.


Beberapa saat kemudian, Irsyan keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada hanya bagian bawahnya saja yang tertutupi oleh handuk. Sontak Aurora yang duduk di tepi ranjang pun langsung menutup kedua mata dengan tangannya, padahal itu bukan pertama kali ia melihat roti sobek milik Irsyan.


Irsyan yang melihat istrinya seperti itu terkekeh geli dan geleng-geleng kepala. Ia mencoba menghampiri sekaligus menggoda Aurora.


"Kok ditutup sih matanya sayang?" tanya Irsyan yang berdiri di depan Aurora. Aurora mengintip dari celah-celah jarinya, ia sangat terkejut melihat Irsyan kini sudah berada di depannya.


"Ish Mas pakai baju dulu sana!" kesal Aurora kembali menutup matanya.

__ADS_1


"Kayak nggak pernah liat Mas kayak gini aja," ejek Irsyan.


Aurora berdecak, "Pokoknya Mas pakai baju dulu sana!"


"Cium dulu makanya," pinta Irsyan.


"Nggak! Sana ganti baju dulu!"


"Iya-iya ini mau pakai baju." Irsyan berjalan ke arah lemari dan ternyata beberapa pakaiannya disana.


"Sekarang buka matanya, Mas udah selesai pakai baju," ucap Irsyan. Aurora menurunkan dua tangan yang menutupi matanya.


"Sekarang kamu juga mandi gih sayang!" titah Irsyan.


"Iya Mas." Kini giliran Aurora yang masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah mandi mandi dan mengenakan pakaian. Aurora dan Irsyan memutuskan untuk beristirahat sebelum nanti malam akan melangsungkan resepsi pernikahan yang pasti akan sangat melelahkan.


Keesokan harinya, Aurora merasakan badannya pegal semua. Eits, jangan berpikiran negatif dulu, dia pegal bukan karena melakukan hubungan suami-istri dengan Irsyan, tapi karena semalam habis menyalami para tamu undangan yang sangat banyak.


"Mas ayo bangun." Aurora mencoba membangunkan Irsyan untuk sholat subuh berdua.


Mata Irsyan terbuka dengan perlahan, lalu ia bangun dan merubah posisinya menjadi duduk seraya mengumpulkan nyawanya.


"Selamat pagi suamiku," sapa Aurora dengan senyum manisnya. Irsyan menoleh lalu membalas senyuman istrinya tak kalah manisnya.


"Pagi juga istriku. Alhamdulillah sekarang udah ada bidadari cantik yang bangunin Mas setiap paginya." Pipi Aurora langsung memerah dibuatnya.


"Apa sih, jangan gombal deh Mas."


"Mas nggak gombal kok, ya sudah ayo kita ambil wudhu terus sholat subuh," ajak Irsyan. Aurora mengangguk, lalu Irsyan pergi ke kamar mandi untuk mengambil dan bergantian dengan Aurora.


Selesai sholat subuh, Irsyan melanjutkan tidurnya dan selalu tidur tanpa baju. Sedangkan Aurora memilih untuk mandi.


Aurora keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk menutupi dada dan paha atasnya, ia lupa membawa baju ganti karena berpikir nanti saja selesai mandi ia mengambil baju ganti mumpung Irsyan juga masih tertidur. Tapi ternyata suaminya itu sudah bersandar di tembok samping kamar mandi tanpa sepengetahuan Aurora. Aurora malah berjalan santai menuju ke lemari.

__ADS_1


"Sayang." Irsyan memeluk perut Aurora dari belakang.


"Astaga Mas, bikin kaget aja," ucap Aurora terkejut. Irsyan meneguk salivanya susah payah karena ia dapat merasakan tubuh Aurora tanpa apapun dibalik handuk itu.


Suhu di kamar yang tadinya dingin karena AC kini mendadak menjadi panas, apalagi saat dada bidang Irsyan bersentuhan dengan punggung Aurora. Seketika tubuh mereka berdua menegang, masing-masing merasakan hawa panas yang menyerang tubuh mereka. Jantung Aurora dan Irsyan berdetak tidak karuan seakan ingin melompat dari tempatnya. Desiran gejolak nafsu kini menyerang Irsyan.


Hembusan hangat mulai menyapu tengkuk Aurora yang masih mematung, Irsyan yang sudah diselimuti nafsu langsung menghujani tengkuk Aurora dengan ciuman. Aurora menggigit bibir bawahnya sambil memejamkan mata. Sensasi hangat dari napas Irsyan membuat darahnya berdesir.


"Ssttt aahh." Aurora mendesis menahan desah@n agar tidak lolos dari dari mulutnya.


"May I?" bisik Irsyan. Aurora mengangguk, ia pun menginginkan hal itu.


"Lakukan saja Mas."


Karena mendapat lampu hijau dari istrinya, perlahan ia menyerang titik sensitif Aurora. Aurora merasakan sensasi yang begitu membuatnya melambung tinggi.


Irsyan membalikkan badan Aurora menghadapnya lalu menyambar bibir mungil milik istrinya yang sudah lama ingin ia cicipi. Karena sudah tidak tahan lagi, Irsyan mengangkat tubuh Aurora dan membawanya menuju ke ranjang, lalu membaringkan Aurora disana.


Bahkan handuk yang melilit ditubuh Aurora sudah terlepas saat Irsyan mengendong istrinya tadi, tubuh Aurora yang sudah tidak memakai apapun membuat Irsyan semakin bersemangat menyerang istrinya.


"Akhh Mas!" Aurora mendesah dengan tubuh bergetar saat Irsyan memainkan dua bola remasnya.


Aurora terus berdesis karena mendapat serangan demi serangan dari Irsyan yang sangat memabukkan. Irsyan pun mulai memasukkan sang junior ke inti tubuh Aurora..


"Akh sakit!" Aurora meringis kesakitan.


"Ssttt tahan sayanggh," desis Irsyan, dalam hatinya sangat bahagia karena ia yang mengambil mahkota yang selama ini Aurora jaga. Pergulatan panas pun terjadi diantara mereka berdua.


Irsyan tergolek lemas di atas tubuh Aurora saat sudah beberapa kali pelepasan. Sedangkan Aurora, ia sudah tertidur karena tubuhnya sudah lemah tak berdaya lagi. Sungguh ini adalah pagi yang indah untuk mereka berdua.


Tubuh Irsyan berpindah ke samping, ia mengecup kening Aurora.


"Thanks alot honey." Setelah mengatakan itu Irsyan menyelimuti tubuhnya dan tubuh Aurora. Kemudian ikut tertidur sambil mendekap erat tubuh istrinya.


...----------------...

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2