GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN

GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN
Episode 48


__ADS_3

Tolong di tandai jika ada kata-kata yang typo🙏


...Happy reading☘️...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini dua sejoli yang tak lain adalah Aurora dan Irsyan tengah berada di rooftop salah satu restoran milik Jihan. Irsyan telah menyiapkan dinner yang romantis untuk gadisnya, ingat laki-laki itu sudah mengklaim Aurora sebagai miliknya.


"Mari silahkan duduk tuan Irsyan dan Nona," ujar seorang waiters pria mempersilahkan tempat duduk untuk Irsyan dan Aurora.


"Terima kasih Mas," balas Irsyan. Waiters itu tersenyum dan mengangguk, lalu ia mengundurkan diri dari hadapan pasangan sejoli itu.


Aurora menatap sebuah meja dinner dengan banyak hidangan dan juga lilin yang stay ditengah-tengah meja, ditambah lagi banyak kelopak bunga mawar yang bertebaran di sekitaran meja tempat duduk mereka.


'Apa maksud dari mas Irsyan ngajak aku dinner seperti ini?' batin Aurora bertanya-tanya.


"Hey, kok malah bengong? Ayo duduk." Aurora menatap Irsyan lalu mengangguk dan diikuti juga oleh laki-laki itu yang duduk berhadapan dengannya.


"Oh ya ini bunga untuk kamu." Irsyan mengeluarkan sebuket bunga mawar merah yang lumayan besar yang ia ambil di bawah meja, lalu memberikannya kepada Aurora.


"Wah makasih Mas," ucap Aurora sambil mencium aroma dari bunga mawar tersebut.


"Kamu suka banget ya sama bunga mawar?" tanya Irsyan.


"Suka banget, apalagi yang berwarna merah."


"Oh ya, tadi Mas mau ngomongin sesuatu ke aku, apaan ya?" tanya Aurora penasaran.


"Em, gimana kalau kita makan dulu? Baru Mas kasi tau kamu."


Aurora mengangguk, "Iya Mas."


Mereka berdua pun menyantap makanan yang telah dihidangkan di atas meja, sesekali Irsyan mencuri pandang ke arah Aurora.


Entah kenapa malam ini gadis itu sangat cantik di mata Irsyan, sampai ia tak bisa melepaskan pandangannya pada Aurora. Beberapa saat kemudian, mereka berdua telah selesai makan.


Irsyan mengambil napas lalu menghembuskan perlahan, ia sangat grogi saat ini. Karena ini pertama kalinya Irsyan menyatakan cinta pada seorang perempuan.


"Aurora."


"Iya kenapa Mas?" tanya Aurora menatap Irsyan.


"Mas boleh jujur ke kamu?"


Aurora mengangguk ragu dan menunggu ucapan Irsyan.


"Sebenarnya Mas suka sama kamu sejak pertama kali kita bertemu," ucap Irsyan tegas tanpa terbata-bata.


DEG!

__ADS_1


Jantung Aurora berdetak kencang dan tentu hatinya juga berbunga-bunga mendengar ucapan Irsyan tenyata selama ini cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


"Ma-maksud Mas?" tanya Aurora gugup.


"Mas suka sama kamu, Aurora," ucap Irsyan lagi sambil menatap lekat mata Aurora dengan tatapan penuh cinta.


"Coba cerita gimana awalnya Mas bisa suka sama aku?" tanya Aurora penasaran sejak kapan Irsyan mulai menyukainya.


"Mas akan cerita sedikit panjang, tapi jangan kaget ya?"


Aurora mengangguk dan tersenyum kecil.


"Mas pertama kali bertemu dengan kamu itu pada saat kamu berada di cafe MENTION bersama Rivan dulu dan itu Mas langsung terkesima melihat kamu."


"Lalu Mas berdoa sama Allah agar mempertemukan kembali Mas dengan kamu. Dan Masya Allah betapa baiknya Allah dengan Mas, kita bertemu kembali di rumah sakit pada saat Ayah kamu sedang sakit dan Mas yang merawat beliau dan itu pertemuan kita yang tidak pernah Mas duga-duga."


"Setelah itu Mas berusaha untuk terus mendekati dan mengambil hati kamu, tapi baru ini Mas berani mengungkapkan perasaan Mas ke kamu."


Aurora tidak bisa menahan senyuman bahagianya ternyata selama ini Irsyan telah diam-diam menyukai dirinya.


"Dan Mas minta izin untuk melamar kamu untuk menjadikan kamu sebagai istri dan ibu dari anak-anak Mas nantinya. Mungkin ini terlalu cepat untuk kamu, tapi Mas benar-benar ingin segera memiliki kamu seutuhnya," ungkap Irsyan setelah lebar panjang ia bercerita.


"Mas Irsyan serius dengan ucapan Mas tadi?"


"Mas serius Aurora, Mas nggak pernah main-main dengan ucapan Mas yang tadi, apalagi tentang perasaan" jawab Irsyan tegas.


Aurora mengambil napas lalu menghembuskan perlahan, "Aku mau Mas, tapi Mas juga harus minta persetujuan dari ibu sama ayah dulu. Karena mereka berdua adalah orang-orang terpenting dalam hidupku."


"Tentu saja Mas akan meminta izin kepada ibu dan ayah untuk meminang anak cantiknya ini." Aurora tersipu malu mendengar ucapan Irsyan.


"Insya Allah, secepatnya Mas akan pergi ke rumah kamu untuk melamar kamu di depan ibu dan ayah," ucap Irsyan.


"Aku tunggu Mas," balas Aurora tersenyum.


...****************...


Disisi lain Mila tengah berada di sebuah taman sambil membeli beberapa jajanan street food.


"Mas saya beli takoyaki guritanya ya seporsi," pesan Mila.


"Baik siap Mbak."


Namun tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang merampas tas Mila dan orang tersebut langsung lari dengan cepat sambil membawa tas Mila.


"Tolong.. copet!" teriak Mila sambil mengejar copet tersebut.


"Tolong.. tas saya di copet!"


Seorang laki-laki yang baru saja turun dari motornya terkejut mendengar suara perempuan minta tolong, ia menatap ke arah perempuan yang sedang mengejar laki-laki yang sudah mencuri tasnya. Tak lama kemudian ia pun ikut berlari membantu perempuan tersebut, karena itu memang sudah kewajibannya sebagai seorang polisi untuk membantu masyarakat.

__ADS_1


BUGH!


Laki-laki yang tak lain adalah Satria itu menendang punggung pencopet tersebut. Pencopet itu langsung jatuh tersungkur ke depan.


"Awwww." Dengan cepat Satria melipat kedua tangan pencopet tersebut dan langsung memborgolnya.


"Ck, dasar beban negara dan masyarakat," ucap Satria geram.


"Tolong lepasin saya Pak," ucap pencopet tersebut memohon agar dirinya di lepaskan.


"Kamu harus saya kasi pelajaran dulu di penjara, biar kamu jera!"


Tangan kanan Satria mengambil handphonenya di saku celana, lalu menelpon salah satu teman polisinya untuk membawa pencopet tersebut.


"Siap Komandan."


"Tolong kamu ke taman Flamboyan, ada orang yang ingin belajar menjadi lebih baik di sel tahanan."


"Siap Komandan laksanakan."


Panggilan pun berakhir, Satria kembali memasukkan handphonenya ke dalam saku celana. Datanglah Mila dan langsung mengambil tasnya yang terjatuh.


"Heh lo! Kalau mau cari uang itu yang halal dong!" ucap Mila ketus pada si pencopet.


"Ini malah maling! Lo mau kasi uang hasil curian lo itu buat makan istri dan anak lo? Haram tau nggak!" Mila terus menceramahi pencopet tersebut. Satria tersenyum kecil mendengar ocehan dari gadis itu.


Selang beberapa menit datanglah dua polisi menghampiri mereka.


"Malam, Ndan."


"Malam," jawab Satria.


"Tolong kalian bawa orang ini," titah Satria kepada dua polisi tersebut.


"Siap laksanakan," balas kedua polisi itu dengan tegas. Lalu dua polisi itu membawa pencopet tersebut menuju ke mobil patroli.


"Makasih ya pak Polisi udah tolongin saya," ucap Mila.


'Kayaknya gue pernah liat ni polisi, tapi dimana ya?' batin Mila bertanya-tanya.


"Sama-sama Mbak, lain kali di jaga baik-baik ya tasnya. Soalnya disini memang rawan pencurian," ucap Satria tersenyum.


"Iya Pak terima kasih."


"Kalau gitu saya permisi dulu."


"Iya Pak, silahkan." Satria pun pergi dari hadapan Mila.


...----------------...

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2