GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN

GADIS PILIHAN PERAWAT TAMPAN
Episode 187


__ADS_3

Caca pun membawa Vania, Mike dan lainnya ke ruang meeting.


"Apakah anda melihatnya dengan jelas? Ini adalah karya asli yang dikerjakan oleh divisi desain perusahaan kami yang bekerja sama dengan desainer terkenal internasional tiga bulan lalu. Kami telah mengajukan paten ekslusif secara internasional. Tapi di halaman pameran-pameran perhiasan, saya menemukan karya perusahaan anda persis sama dengan karya kami," ucap Mike panjang lebar.


"Nona Caira. Saya ingin tahu, apakah anda dan tim anda terlalu mengagumi karya milik kami? Atau anda ingin membuat kami malu di pameran perhiasan internasional tersebut nantinya?" sambung Mike.


Caca mencoba untuk bersabar dengan fitnahan ini. Ia melirik ke depan tepatnya ke arah Mike sambil mengeluarkan senyum manisnya. "Pak Mike. Pasti ada kesalahan pahaman disini. Perusahaan kami tidak mungkin melakukan plagiarisme seperti yang Bapak katakan tadi," jelasnya.


Mike berdiri seraya melempar pelan sebuah map yang berisi gambar-gambar desain yang dikatakannya telah ditiru oleh YH Group. "Di dalam sini ada bukti dan gambar desainnya. Nona Caira, apakah anda masih berpikir itu hanya kesalahpahaman?" tanyanya sedikit geram. Vania hanya diam menyimak, tapi matanya terus menatap arah Aril dan sesekali melihat Caca.


"Ini sangat umum bagi produk untuk memiliki desain yang sama," sahut Aril.


"Asisten Aril. Apakah maksud anda plagiarisme diperbolehkan oleh eksekutif senior di perusahaan ini? Biarkan saya memberitahukan anda... Kalian telah merusak reputasi industri desain dalam negeri secara internasional!" ujar Mike tegas ditambah marah.


"Pak Mike, jangan salah paham. YH Group selalu menghormati karya orisinal. Kami tidak akan pernah meminjam desain dari perusahaan lain di pameran perhiasan Internasional. Apalagi pamerannya di belum di buka. Halaman rekomendasi hanya untuk referensi."


"Pak Mike, bagaimana anda bisa menilai bahwa karya yang kami promosikan harus identik dengan desain paten Smith Company?" lanjut Aril.


"Saya sudah lama mendengar bahwa ada orang yang sangat kuat di sekitar Nona Caira dan saya percaya setelah melihatnya. Anda mengatakan bahwa karya yang dipamerkan di pameran perhiasan itu tidak ada. Oke, saya akan memberikan kalian kesempatan untuk memperbaikinya. Saat pameran perhiasan dibuka, saya ingin melihat barang apa saja yang bisa anda pamerkan di depan pembeli domestik dan internasional."


Caca ingin menanggapi ucapan Mike, tapi langsung di tahan oleh tangan Aril yang mengatakan jika dirinya untuk jangan membalasnya.


"Saya lupa memberitahukan kepada kalian. Jika anda masih membuat rangkaian pada karya desain ini, kami tidak akan bersikap lunak lagi pada YH GROUP," ancam Mike sambil berdiri mencondongkan sedikit tubuhnya. Aril hanya mengangguk


Mike langsung keluar dari ruangan tersebut tanpa mengatakan apapun lagi, lalu diikuti Vania dan lainnya. Sesekali Vania melihat ke arah belakang, tepatnya ia hanya menatap Aril.


Caca dan Aril menatap punggung mereka dengan tatapan kekesalan. Rasanya Caca ingin mencabik habis-habisan si perjaka tua itu. Mike memang belum nikah sampai sekarang padahal umurnya hampir 37 tahunan.


Mike mengajak Vania berbicara, tentang dirinya harus mengalahkan YH GROUP dan bisa mengambil alih perusahaan tersebut. Tapi adiknya itu tidak mendengarkannya dan malah senyum-senyum sendiri.


Mike menghela napas, melihat adiknya terus menatap ke belakang entah apa yang dilihatnya. "Apa yang kamu lihat? Apa kamu tidak ingin pergi dari sini?" tanyanya.


Vania nyengir dan berjalan menghampiri kakaknya. Mike melihat ada hal yang tidak beres dengan adiknya.


"Kamu kenapa?" tanya Mike.


"Gapapa kok, kak."


"Kamu adalah adikku. Kamu bisa menyembunyikannya dari orang lain, tapi tidak dengan kakak. Sejak tadi kamu tidak fokus pada saat kita sedang bernegosiasi, bahkan dari awal kita masuk ke ruang meeting. Apa kamu melihat seseorang yang membuatmu jatuh hati? Apakah itu asisten Aril?" tebak Mike menggoda Vania. Wajah Vania langsung memerah mendengarnya, tebakan kakaknya itu memang benar.


"Kakak! Menurutmu aku ini orang seperti apa? Ada banyak pria tampan dan keren di sekitar ku, yang selalu bisa aku taklukkan," ujar Vania dengan percaya diri.


"Pria seperti Aril berbeda dari pria yang kakak kenalkan kepadamu," imbuh Mike.


"Terus? Apakah kakak bisa mendapatkannya untukku? Hah... Aku tidak percaya, ada pria yang tidak bisa aku dapatkan di dunia ini."

__ADS_1


"Kamu memang adikku. Yang percaya diri dan mendominasi, " balas Mike bangga dengan adiknya, tangannya merangkul pundak Vania. "Jangan khawatir, kakak akan berusaha mendekatkan asisten Aril kepadamu dan serahkan masalah perusahaan kepadaku. Kakak ingin melihat berapa lama perusahaan kecil ini bisa melawan kita... Ayo. Kita masuk ke mobil," ajaknya dan di angguki Vania.


Caca mengumpulkan Aril, Naufal beserta Elang di dalam ruangannya. Hanya ketiga pria itu menjadi orang paling Caca percaya di perusahaan. Masih banyak karyawan yang masih terlihat tidak menyukainya menjadi CEO baru di YH Group walaupun tidak secara terang-terangan. Bahkan mereka sering bergosip tentang dirinya di belakang, tapi Caca tidak mempedulikan hal itu.


"Saya akan meminta Salma untuk memanggil semua direktur dari divisi produksi ke sini untuk melihat siapa yang bertanggung jawab meluncurkan rangkaian pameran ini," ujar Caca.


"Tidak perlu," tolak Aril.


"Kenapa?" tanya Caca bingung.


"Naufal dan Elang yang akan memeriksa gedung tempat berlangsungnya pameran perhiasan. Memang sebagian besar yang dikirim oleh divisi produksi identik dengan desain Smith Company," jelas Aril.


"Hah.. Ini mustahil!" ucap Caca tak percaya.


"Ini merupakan jebakan komersial. Seseorang pasti telah mengungkapkan desain perusahaan kita atau bahkan menyuap desainer disini. Mereka sama sekali tidak membidik rangkaian pameran ini. Bisa dikatakan itu hanya jebakan dari mereka," imbuh Aril.


"Lalu apa tujuan mereka?"


"Mengambil alih YH GROUP," jawab Aril menatap lekat Caca. Naufal dan Elang hanya bisa menyimak saja pembicaraan mereka.


"Ck! Bagaimana bisa mereka ingin mengambil alih YH Group dengan cara menuduh kami sebagai plagiarisme!" kesal Caca.


"Asosiasi Pengawas Industri baru saja mengeluarkan perintah anti-plagiarisme hak cipta sebulan lalu. Semua perusahaan yang terlibat dalam tuntutan hukum hak cipta domestik dan internasional akan masuk ke dalam daftar hitam," jelas Aril.


"Sebelum gugatan tersebut dicabut, Asosiasi Pengawas Industri akan membatasi hak pencatatan, hak peredaran barang dan hak ekspor dari perusahaan-perusahaan tersebut. Perusahaan kita baru saja mengalami krisis hipotek luar negeri. Jika perusahaan kita ditambah ke dalam daftar hitam, hak kita untuk mengekspor dan mengirim akan di batasi," sambung Aril.


Aril mengangguk, "Dan juga harga saham."


Aril berdiri dari duduknya, berjalan membelakangi Caca sambil memasukkan kedua tangannya di dalam saku. Jika dilihat, orang pasti mengira jika Aril seperti salah satu yang memiliki jabatan tinggi disini.


"Tujuan utama mereka adalah menyeret harga saham YH GROUP ke bawah dan membeli saham YH GROUP dalam jumlah besar. Kita sudah mengalami krisis utang. Semua dana telah di transfer ke bank luar negeri," ujar Aril.


Aril membalikkan badannya ke belakang, tepatnya menatap Caca, "Begitu harga saham anjlok, YH GROUP tidak bisa melawan mereka sama sekali. Pada akhirnya, kita hanya bisa menyaksikan harga saham jatuh dan menyerahkan seluruh perusahaan ini kepada orang lain."


Caca berdiri dari duduknya dengan raut wajah cemas setelah ucapan Aril tadi, "Apakah mereka telah merencanakan semuanya mulai dari krisis utang, aliran modal hingga sengketa hak cipta?"


Aril mengangguk, "Tentu saja. Ini adalah perang komersial. Bahkan jika ada api kecil, itu akan menyebabkan bencana yang membakar."


Caca berjalan menghampiri Aril, "A-apa kita masih memiliki kesempatan? Bisakah kita mengajukan gugatan balik hak cipta atau keluhan terhadap Smith Company di Asosiasi Pengawas Industri?" tanyanya.


"Itu tidak berguna. Sekarang setelah mereka datang, mereka telah menghancurkan jembatan kita," jawab Aril.


"Lalu apakah kita tidak akan melakukan apa-apa dan membiarkan mereka mengambil alih YH GROUP?"


"Aku sangat membenci perilaku licik, menyuap dan menekan. Haish... Rasanya ingin sekali aku hancurkan pria tadi. Benar kan, Lang?" sahut Naufal yang sedari tadi hanya menyimak seraya menatap Elang. Elang hanya menatap datar Naufal membuat Naufal mendengus. Tidak ada artinya ia menanyakan pendapat ke pria dingin dan kaku itu.

__ADS_1


Caca berpikir keras untuk menyelesaikan masalah ini. Ia menatap ke arah Aril yang sedang menunduk, pria itu juga terlihat sedang berpikir seperti dirinya.


"Mari kita mulai dari sumbernya," ucap Caca, ketiga pria itu langsung melihat ke arahnya.


"Dari sumbernya?" tanya Aril bingung.


"Karena Smith Company ingin menurunkan YH Group dari pameran desain, kita juga dapat memecahkan kebuntuan rangkaian pameran ini," ucap Caca.


"Tapi barang bukti sudah dikirim ke pameran perhiasan," timpal Aril.


"Dapatkan bukti itu kembali. Jika kita mendapatkan kembali set pameran ini dan mendesain ulang skema koleksi perhiasan sebelum pameran dibuka, maka Smith Company tidak akan memiliki kesempatan untuk mengeluh dan mengajukan tuntutan hukum. Selama YH GROUP tidak jatuh dalam sengketa hak cipta, itu tidak akan masuk ke dalam daftar hitam di industri dan tidak akan ada risiko harga saham jatuh," jelas Caca yang mulai membaca situasi.


"Apakah anda tahu berapa lama untuk merevisi seluruh rangkaian pameran?" tanya Aril.


Caca berjalan lebih dekat dengan Aril dan tepat berdiri di depan pria itu, "Itu lebih baik daripada menyerahkan nasib kita kepada orang lain. Bukankah kamu ingin membantuku karena tidak ingin membuat YH GROUP jatuh bangkrut dan di ambil alih orang lain?"


Caca dan Aril saling menatap satu sama lain. Tangan Caca mengambil tangan Aril yang berada di dalam sakunya itu. Aril melihat tangan putih dan mulus milik Caca memegang tangannya, lalu beralih kembali menatap Caca.


"Ayo lakukan. Mendapatkan kembali yang sudah menjadi hak kita dan mempertahankan YH GROUP," ucap Caca menyakinkan Aril.


"Baiklah," ucap Aril mengangguk dan tersenyum. Ia mengambil jas yang dibukanya tadi di sofa.


"Saya akan menemui seseorang dan mendapatkan kembali pameran untuk perusahaan kita. Nona Caira... Saya minta tolong untuk anda mencari desainer yang handal untuk mendesain ulang. Mari kita desain ulang saat saya kembali," ucap Aril.


Caca mengangguk, "Baiklah."


Aril menatap ke arah Naufal dan Elang, "Naufal, Elang. Dapatkan printer 3D."


"Apakah ini jenis pencetakan logam laser?" tanya Naufal.


Aril hanya mengangguk.


"Aku bisa mendapatkan sebanyak mungkin yang kamu inginkan!" ucap Naufal dengan semangat.


"Cukup dapatkan 3 saja. Tapi kamu harus mendapatkannya dengan cepat!"


"Oke, nggak masalah."


"Kamu hati-hati dijalan," kata Caca menatap Aril.


"Tunggu aku kembali," balas Aril.


Caca mengangguk dan tersenyum. Aril segera keluar dari ruang kerja Caca, dengan langkah yang cepat.


...----------------...

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2