
Tolong di tandai jika ada kata-kata yang typo🙏
...Happy reading☘️...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampailah di hotel tempat acara pesta dilangsungkan. Aurora dan Irsyan turun dari mobil kemudian berjalan beriringan menuju ke dalam gedung hotel, sebelum itu Irsyan memberikan kunci mobil pada petugas valet parking untuk memarkirkan mobilnya.
Baru saja mereka berdua masuk ke dalam ballroom hotel, Aurora dan Irsyan sudah menjadi pusat perhatian bagi para tamu undangan disana.
"Mas," panggil Aurora pada Irsyan.
"Kenapa Dek?" tanya Irsyan.
"Aku malu diliatin sama mereka," cicit Aurora. Dia paling tidak suka jika di jadi pusat perhatikan seperti itu.
"Udah kamu hiraukan saja mereka," ucap Irsyan menenangkan Aurora. Aurora hanya mengangguk.
"Gimana kalau kita langsung samperin pengantinnya aja?" tawar Irsyan.
Aurora mengangguk, "Boleh Mas."
Lalu mereka berdua berjalan beriringan menuju ke pelaminan tempat mempelai pengantin berada.
Baru saja Irsyan naik, dia sudah mendapat pekikan dari Tantenya yang merupakan adik dari ayahnya sekaligus ibu dari mempelai wanita.
"Irsyan!"
"Halo tante Yunita dan om Hendri. Kalian apa kabar?" tanya Irsyan sambil menyalami mereka satu-persatu secara bergantian.
"Alhamdulillah kami baik nak," ucap Yunita dan Hendri.
"Kamu ini nggak pernah keliatan kalau acara keluarga," ucap Yunita sedikit kesal.
"Maaf Tan, Tante kan tau kalau Irsyan suka sibuk di rumah sakit." Yunita pun memaklumi keponakannya itu.
"Oh ya, siapa gadis cantik yang bersama kamu ini, Syan?" tanya Yunita menatap Aurora.
"Halo Om, Tante." Aurora menyalami Yunita dan Hendri.
"Nama kamu siapa cantik dan kamu siapanya Irsyan?" tanya Yunita lembut.
"Saya Aurora, Tante. Saya tem--" Ucapan Aurora disela oleh Irsyan.
"Dia calon istri aku, Tan." Irsyan langsung merangkul pinggang Aurora. Mata Aurora melotot tak terima ke arah Irsyan.
"Wah pinter juga ya kamu cari calon istri," ucap Hendri.
"Ya dong Om," ucap Irsyan dengan bangganya.
"Disegerakan ya, Syan," ucap Hendri sambil terkekeh.
"Doakan aja Om," balas Irsyan tersenyum.
"Kak Irsyan kapan ngasi selamat ke akunya sih, liat tuh tamu yang lain pada ngantri!" kesal sang mempelai wanita yang merupakan adik sepupu dari Irsyan. Irsyan, Yunita dan Hendri terkekeh mendengarnya.
"Ya udah Tante, Om. Aku mau kasi ucapan selamat ke Adila dulu ya? Liat tuh mukanya udah garang banget kayak singa betina." Adila memutar matanya mendengar ucapan kakak sepupunya yang menyebalkan itu.
"Iya Nak."
Lalu Irsyan dan Aurora menyalami sekaligus memberikan selamat pada kedua mempelai.
"Selamat ya buat kalian berdua, semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah langgeng till jannah," ucap Irsyan.
"Aamiin, makasih kak," balas Adila dan suaminya yang bernama Novan.
__ADS_1
"Beneran dia calon istri kakak?" tanya Adila.
"Ya dong, cantik kan?"
"Iya kak cantik banget, lebih cantik kan ini daripada yang dulu," ucap Adila dengan sedikit menyindir Irsyan. Aurora hanya tersenyum tipis mendengarnya, ia tak boleh besar kepala dengan ucapan Adila tadi.
"Oh ya nama kakak ipar siapa?" tanya Adila pada Aurora.
"Hai namaku Aurora," jawab Aurora.
"Wah nama yang cantik, semoga kakak ipar betah ya sama kakak sepupuku yang menyebalkan ini." Irsyan memutar matanya mendengar ucapan Adila. Aurora hanya tersenyum tipis.
"Oh ya, selamat ya atas pernikahan kalian. Semoga langgeng dan bahagia selalu Dan semoga cepat diberikan momongan," ucap Aurora.
"Aamiin makasih kakak ipar," balas Adila dan Novan.
"Ya sudah kalau gitu kita turun dulu, kasian tamu yang lain pada ngantri mau salaman sama kalian," ucap Irsyan. Adila dan Novan mengangguk.
"Iya kak." Irsyan dan Aurora pun turun dari pelaminan, lalu pergi mencari meja yang kosong untuk diduduki.
"Mau makan?" tanya Irsyan.
Aurora mengangguk, "Boleh deh Mas, kebetulan aku sudah lapar."
"Ya sudah kamu tunggu ya? Mas ambilkan dulu."
"Eh nggak usah, biar aku sendiri aja yang ambil," ucap Aurora tak ingin merepotkan Irsyan.
"Gapapa, kamu diem aja disini."
"Ya sudah Mas, tapi aku nggak mau makan nasi ya?"
"Oke, kamu tunggu ya?" Aurora mengangguk. Irsyan pun pergi menuju ke tempat stand Buffet Catering Wedding atau yang biasa dikenal prasmanan berada.
Beberapa saat kemudian, Irsyan kembali dengan membawa makanan dan dibantu oleh dua pegawai catering. Banyak makanan yang dibawa mereka diantaranya, Zuppa sup, bakmi goreng seafood, bakso, siomay, salad buah, es krim dan puding.
"Makasih ya kalian berdua udah bantuin saya," ucap Irsyan.
"Sama-sama Mas, kalau gitu kami permisi." Irsyan hanya mengangguk. Kedua pegawai catering itu pun mengundurkan diri dari meja Irsyan dan Aurora.
"Banyak banget makanannya Mas, terus siapa nanti yang mau habiskan ini semua?" tanya Aurora.
"Gapapa, nanti Mas yang habiskan."
Aurora mengangguk, "Ya sudah, beneran ya di habisin? Mubazir loh kalau nggak di habiskan."
"Iya kamu tenang aja."
Lalu mereka berdua mulai menyantap makanan yang tadi Irsyan dan dua pegawai catering tadi bawa.
"Kakak cantik," teriak seorang bocah laki-laki memanggil Aurora.
"Eh Alvaro." Alvaro langsung memeluk tubuh Aurora.
"Akhirnya Al bisa ketemu lagi sama kakak cantik."
"Alvaro kenal dengan Tante Aurora?" tanya Irsyan yang terkejut serta bingung dengan keponakannya yang tiba-tiba datang dan memeluk Aurora.
"Kenal dong Om," jawab Alvaro.
"Alvaro keponakan kamu, Mas?" tanya Aurora.
"Iya dia keponakannya Mas," jawab Irsyan.
"Kalian kenal dari mana?" tanya Irsyan lagi.
__ADS_1
"Dia yang sudah membantu Alvaro dari penculikan," jawab Adit yang tiba-tiba datang dengan Fani.
"Beneran Dek?" Irsyan meminta penjelasan pada Aurora.
"Iya Mas."
'Ya Allah, kebetulan macam apalagi ini? Kemarin mama dan papa yang ditolong, sekarang Alvaro. Apa ini cara Allah mentakdirkan aku agar bisa bersama dengan Aurora?' pikir Irsyan dalam hatinya.
"Makasih ya udah nolongin Alvaro," ucap Irsyan.
"Iya sama-sama Mas."
"Kalian pacaran?" tanya Fani, kakak perempuan Irsyan.
"Nggak kok Mbak," jawab Aurora.
"Iya kak, kita nggak pacaran tapi dia itu calon istri aku," ucap Irsyan.
"Wah beneran, Syan? Akhirnya adik kakak ini punya calon istri juga," ucap Fani antusias.
"Eh nggak kok Mbak, jangan dengerin ucapannya mas Irsyan," bantah Aurora.
"Biasalah kak, dia masih malu-malu kucing," ucap Irsyan. Aurora melotot kan matanya ke Irsyan.
"Aduh kalian ini lucu banget sih. Langsung aja kasi tau ke mama sama papa tentang hubunganmu dan Aurora, biar kamu bisa cepat melamar Aurora," ucap Fani.
"Iya kakak tenang aja."
"Kakak cantik lagi makan apa?" tanya Alvaro. Aurora mengalihkan pandangannya ke arah bocah laki-laki itu.
"Kakak lagi makan sup, Alvaro mau?"
"Mau," jawab Alvaro dengan antusias.
"Ayo sini kakak pangku." Saat Aurora ingin memangku Alvaro, dengan cepat Irsyan mencegahnya.
"Biar Mas aja yang mangku Alvaro, nanti tinggal kamu yang suapi dia." Aurora hanya mengangguk menuruti ucapan Irsyan. Lalu Irsyan mengangkat Alvaro dan menduduki bocah itu di pangkuannya.
Kemudian dengan telaten Aurora menyuapi Alvaro. Fani dan Adit tersenyum melihat mereka bertiga, mereka sudah seperti keluarga kecil bahagia.
"Kakak cantik, Al mau es krim dong," pinta Alvaro. Dengan sigap Aurora menyuapi Alvaro es krim.
"Gimana enak?" tanya Aurora.
Alvaro manggut-manggut, "Enak banget kakak cantik."
"Jangan panggil kakak lagi dong, sekarang Alvaro manggilnya tante Aurora," ucap Irsyan.
"Kenapa gitu Om?" tanya Alvaro polos.
"Tante Aurora besok kan jadi istrinya om Irsyan, makanya sekarang Alvaro manggil kak Aurora jadi Tante," jelas Adit pada putranya. Alvaro hanya manggut-manggut walaupun sebenarnya ia tidak terlalu paham dengan ucapan papinya. Aurora mencubit pipi Alvaro karena gemas.
"Mau es krim lagi?" tanya Aurora.
"Mau Tante." Aurora kembali menyuapi es krim ke mulut bocah laki-laki itu.
"Aku juga mau dong di suapi," pinta Irsyan, karena ia merasa cemburu dengan keponakannya yang di suapi oleh Aurora.
"Iya Mas." Aurora pun menyuapi Alvaro dan Irsyan secara bergantian.
'Semoga gadis itu adalah jodoh kamu, Syan. Kakak akan selalu mendoakan untuk kebahagiaan kamu,' batin Fani. Ia merasa sangat bahagia melihat kedekatan Irsyan dan Aurora, karena sudah lama Fani tidak melihat adiknya sebahagia itu.
...----------------...
To be continued.
__ADS_1