Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 102 - Pesta Penyambutan


__ADS_3

Anna mendapatkan izin untuk pulang lebih cepat dan izin untuk tidak mengikuti pelajaran di jam siang demi mempersiapkan diri menghadiri undangan dari giild Gold Dragon di malam hari.


Anna meminta Bimo untuk mengantarkan kembali avatar hunter ke laboratorium sementara ia sendiri pulang ke apartemen miliknya yang berada tak jauh dari laboratorium bawah tanah.


Malam harinya, Anna pergi ke gedung Asian Soul tempat dimana pesta penyambutan diselenggarakan dengan menggunakan taksi.


Tidak seperti Hunter lainnya yang datang dengan pakaian terbaik yang mereka miliki, Anna datang hanya dengan mengenakan pakaian kasual. Dia bahkan hanya mengenakan riasan tipis di wajahnya dan juga masker seperti biasanya.


Selain karena tidak ingin merepotkan dirinya sendiri, Anna memang tidak memiliki gaun sama sekali di lemari pakaian di apartemennya. Dia meninggalkan semua gaun yang ia miliki di kediaman putri Lloyd, yang sudah habis terbakar oleh amukan Cassey.


Setibanya di kawasan Asian Soul, Anna tak langsung pergi ke gedung bagian belakang dimana aula perjamuan berada.


Anna diam agak lama di sebuah tempat sambil menatap sebuah jendela di lantai 6 gedung, dimana ia memiliki kenangan buruk pada tempat itu.


Setelah diam lama disitu, Anna kemudian berjalan beberapa langkah dan berhenti di tempat tubuhnya terakhir kali tergeletak sebelum ia akhirnya berpindah ke sebuah ruangan putih.


Dari cekungan yang tampak pada lantai paving, ia tahu tubuhnya telah menghantam lantai tersebut dengan sangat keras.


Anna juga mengingat sakit yang ia rasakan pada seluruh tubuhnya pada saat itu.


Berada di tempat kematiannya ini, walaupun hanya sekilas, dia akhirnya teringat kembali dengan penyiksaan yang Cassey lakukan pada dirinya di hari itu.


Anna tersenyum getir.


Anna sebenarnya sengaja kembali ke tempat ini bukan karena ingin mengingat kembali kenangan buruk itu. Dia hanya ingin memastikan bagaimana perasaannya setelah ia kembali ke tempat ini dan tindakan apa yang akan diambilnya pada Cassey nanti.


Setelah diam beberapa saat lagi di tempat itu, Anna akhirnya dapat memutuskan apa yang harus dilakukannya pada saudari tirinya. Ia pun akhirnya pergi dari situ, menuju gedung aula yang berlokasi tak jauh dari situ.


•••


Suasana penyambutan berlangsung dengan sangat meriah.


Sudah 1 jam berlalu sejak ketua guild Gold Dragon Kota C, Wang Xu Chan, memberikan kata-kata sambutannya.


Namun, suasana semakin menjadi meriah saat Wang Zhu Ming, wakil ketua guild Gold Dragon dari pusat, naik ke panggung dan memberikan sedikit kata sambutan.


Semua Hunter yang berada di aula hening ketika Wang Zhu Ming berbicara, seolah satu kata yang keluar dari mulutnya sangat berarti.


Setelah Zhu Ming turun dari panggung, semua petinggi guild yang di undang ke pesta tersebut berusaha untuk mendekatinya untuk mengobrol atau hanya sekedar berjabat tangan.


Di antara mereka tentu saja ada juga Hunter paling terkenal dan terkemuka di Kota C, Brandon Lloyd.


Bersama dengan istri dan putrinya, Brandon menghampiri dan menyapa Wang Zhu Ming.


"Tuan Wang, kita bertemu lagi," sapa Brandon dengan senyum bisnisnya.


Zhu Ming hanya melirik pria paruh baya itu sebentar, sebelum beralih menatap orang lain yang menyapanya juga dan mengajak berjabat tangan.


Merasa tidak enak diabaikan seperti itu, Brandon menarik pelan lengan Cassey, lalu berbicara kembali, memotong pembicaraan orang yang sedang berbicara pada Zhu Ming.


"Tuan Wang, Anda tentu mengingat putri kami, kan?" tanya Brandon seraya menarik Cassey agar lebih dekat padanya.


Di ajak bicara secara paksa seperti itu, Zhu Ming akhirnya menoleh pada Brandon, lalu menatap gadis cantik di sebelah pria itu.


Setelah mengingat wajah gadis itu, raut wajah Zhu Ming berubah masam.


"Tentu saja. Si pengganggu," sahut Zhu Ming singkat, sebelum pergi meninggalkan mereka tanpa berkata apapun lagi. Ia pergi ke meja dimana Ronald Stewart duduk dan bergabung bersama ketua Asosiasi itu disana.

__ADS_1


Brandon Lloyd yang ditinggalkan tanpa rasa hormat tentu saja hendak meledak. Seumur hidupnya, pria paruh baya itu hampir tak pernah diperlakukan tidak sopan seperti itu.


Baru belakangan ini ia akhirnya merasakan bagaimana rasanya diperlakukan secara tidak sopan oleh seseorang. Kebetulan, orang yang memperlakukannya seperti itu sebelumnya juga orang yang sama.


Brandon menatap Cassey dengan marah, "Apa yang dia maksud sebagai 'pengganggu'?"


Cassey memalingkan wajahnya dari tatapan mata Brandon. Ia mengingat kembali kejadian saat Wang Zhu Ming memarahinya karena telah mengganggu pertarungan pria itu karena dia berada dekat dengan lokasi pertarungan hingga Wang Zhu Ming tidak bisa menggunakan energi Mana nya dengan leluasa.


"Cassey, jawab pertanyaan ku!" Brandon menggeram pada putri kesayangannya, saat tak mendapatkan jawaban langsung darinya.


Brandon Lloyd sedang dalam tekanan, jika dia tidak bisa mendapatkan dukungan dari Hunter nomor satu di Asia Tenggara itu, maka kehidupannya yang gemerlap dan penuh kehormatan terancam akan runtuh.


Brandon menghancurkan seluruh isi ruangan kantornya kemarin malam begitu mendengar kabar orang-orangnya telah di tangkap pihak Asosiasi atas perbuatan mereka yang hendak menganiaya beberapa remaja.


Belum lagi ia mengingat panggilan resmi dari Asosiasi yang mungkin akan diterimanya dalam waktu dekat.


Hanya pengaruh Wang Zhu Ming yang dapat menolongnya. Untuk itulah dia ingin menunjukkan pada pria itu bahwa gadis yang telah dekat dengannya terakhir kali adalah putri kandungnya. Namun, apa yang baru saja dilihatnya menunjukkan bahwa Wang Zhu Ming bukan hanya tidak tertarik pada putrinya itu, pria itu malah terlihat menatap putrinya dengan jijik seperti menatap sebuah serangga pengganggu.


°°°


Di sebuah meja, beberapa pemuda memerhatikan apa yang baru saja terjadi dan membicarakan kejdian itu.


"Lihat, sepertinya tuan Lloyd ingin mendekati tuan Wang melalui putrinya. Bukannya dia pacar mu, Rei?" tanya seorang wanita pada pria yang duduk di sebelahnya.


Reinhard Bern tidak memerdulikan pertanyaan itu. Dia masih duduk dengan tanpa semangat. Ini adalah pertama kalinya ia keluar dari apartemennya setelah mengurung diri sejak kejadian pembunuhan yang dilakukan Cassey pada calon istrinya yang ia saksikan langsung dengan matanya sendiri.


"Rei, apa yang sebenarnya terjadi pada mu? Kami sudah lama tidak melakukan raid sejak kau mengurung dirimu. Apa waktu itu kau di tolak calon istri mu? Atau kau tak suka dengan perjodohan mu itu karena kau sudah memiliki Cassey?" tanya seorang pria yang duduk agak jauh dari Reinhard. Dia adalah wakil kapten tim raid mereka. Tim raid muda yang sangat terkenal di Kota C.


Reinhard Bern mengangkat wajahnya dan menatap pada wakil kapten yang sebelumnya berbicara padanya, lalu menoleh ke arah lain.


°°°


Setengah jam kemudian, Direktur cabang Asian Soul Kota C naik ke atas panggung dan mempersilahkan ketua dari tim raid muda kebanggan guild Gold Dragon untuk naik ke atas panggung.


Seluruh tamu undangan memberikan tepuk tangan meriah pada pahlawan muda Kota C itu.


Walaupun sedang dalam suasana hati yang tidak nyaman, Reinhard Bern sebagai ketua tim terpaksa melangkahkan kakinya menuju panggung kehormatan itu.


Sebagai Hunter muda panutan warga Kota C, dia tentu harus menekan perasaannya sendiri dan menunjukkan bahwa dia adalah kapten terbaik yang akan memimpin Hunter-hunter muda lulusan Akademi yang nantinya akan berada di bawah kepemimpinannya.


Setelah Reinhard Bern berdiri di atas panggung, Wang Chu Gong mempersilahkan juga 8 Hunter muda yang baru saja bergabung dengan guild Gold Dragon untuk naik ke atas panggung dan memperkenalkan mereka pada seluruh tamu undangan.


Kilatan cahaya kamera yang berasal dari awak media langsung menghujani para Hunter muda tersebut. Di antara mereka, seorang gadis cantik pemegang peringkat kelima sebagai lulusan Akademi terbaik, tampak sangat ceria saat memperkenalkan dirinya pada seluruh tamu undangan dan juga pada para awak media.


Gadis cantik itu tak lain adalah Cassey Lloyd. Ia juga menjawab seluruh pertanyaan yang di tanyakan wartawan padanya dengan penuh semangat.


Banyak janji manis yang ia berikan pada saat wawancara, antara lain adalah untuk menjadi panutan yang baik bagi junior-juniornya di Akademi.


Cassey adalah orang terakhir yang berbicara diantara semua Hunter baru itu.


°°°


Acara perkenalan belum berakhir disitu. Wang Chu Gong kembali memperkenalkan dua orang tamu undangan spesial yang sedang dalam pantauan guild ternama mereka.


Namun, kali ini Wang Chu Gong tidak memanggil mereka sekaligus. Untuk membuat para tamu penasaran, ia memanggil dua siswa baru Akademi itu satu per satu.


Pada urutan pertama, Wang Chu Gong memanggil Luke Stewart untuk naik ke atas panggung.

__ADS_1


Luke naik ke atas panggung dengan wajah penuh kebanggaan. Saat ia memperkenalkan dirinya sebagai anak dari ketua Asosiasi Hunter Kota C, terjadi keriuhan di antara para tamu undangan terutama para wartawan yang sedang meliput pesta penyambutan.


Chu Gong tidak terlalu memerhatikan tanya jawab yang Luke lakukan dengan para wartawan. Dia menatap tablet di tangannya saat bersiap untuk memanggil nama undangan spesial berikutnya.


"Tidak ada nama keluarga? Apa dia Hunter pemula dari kota pinggiran?" pikir Chu Gong.


Setelah Luke Stewart menyelesaikan wawancaranya, Chu Gong akhirnya memanggil tamu spesial terakhir mereka.


"Untuk tamu spesial terakhir pada malam ini...," Chu Gong memberikan jeda pada kalimatnya untuk menatap pada para awak media, "Dia adalah siswi terbaik dalam ujian penerimaan siswa baru Akademi Hunter yang membuat para awak media di seluruh negeri penasaran karena tidak berhasil bertemu dengannya pada saat acara penyambutan siswa baru tempo hari," lanjut Chu Gong yang kemudian ia akhiri dengan senyuman.


Para awak media saling bertukar pandang di antara mereka. Kilatan cahaya semangat terpancar dari mata mereka yang akhirnya bisa bertemu dengan siswi misterius itu.


Chu Gong kembali berbicara, "Kalau begitu, kami persilahkan untuk tamu spesial terakhir pada malam hari ini untuk bergabung bersama kami. Nona Anna, kami persilahkan untuk mengambil tempat di panggung kehormatan."


Tampak keterkejutan di wajah beberapa tamu yang hadir dalam pesta, saat mendengar nama yang sangat tidak asing bagi mereka.


Walaupun Wang Chu Gong tampaknya tidak menyebutkan nama lengkapnya, nama depan siswi itu sangat mirip dengan orang yang mereka kenal.


Brandon Lloyd menegakkan tubuhnya memerhatikan seorang gadis berpakaian kasual yang berjalan membelah ruangan, menuju panggung.


Cassey, yang masih berada di atas panggung, menatap siswi itu dengan kedua matanya yang terbelalak.


Walaupun gadis itu mengenakan masker untuk menutupi wajahnya, namun dari gaya berjalan dan sorot matanya, Cassey yakin bahwa Anna yang sedang berjalan dengan penuh percaya diri menuju panggung itu adalah Anna yang sama dengan orang yang ia kenal.


Anna berjalan melewati Cassey tanpa menoleh, bahkan melirik sedikitpun padanya dan langsung menghampiri Wang Chu Gong untuk berjabat tangan.


Chu Gong menatap Anna dengan heran karena tidak merasakan hal apapun yang spesial dari siswi berperingkat F di hadapannya selain memiliki mata, rambut dan tubuh yang indah.


Sambil masih berjabat tangan, Chu Gong yang penasaran akhirnya bertanya, "Apa Anda tidak memiliki nama keluarga, nona?"


Anna tertawa.


"Saya sudah memutuskan hubungan dengan keluarga saya," sahut Anna dengan santai dan membuat Chu Gong mengernyitkan kedua alisnya.


Setelah berjabat tangan dan berbicara singkat, Chu Gong mempersilahkan Anna untuk berdiri di bagian depan panggung untuk memperkenalkan diri dan melakukan wawancara singkat pada para wartawan.


Anna mengangguk pada Chu Gong. Ia kemudian dengan sengaja menoleh pada seorang pria yang juga berada di atas panggung.


Reinhard Bern yang juga terkejut saat mendengar nama Anna disebutkan, akhirnya merasakan sesak nafas saat gadis itu menatapnya secara langsung dengan tatapan marah.


"Apa dia Anna yang sama?" pikir Reinhard Bern.


Sementara itu, Cassey sedang berusaha menenangkan dirinya. Walaupun memiliki nama, gaya berjalan dan sorot mata yang sama, namun saat gadis itu melewatinya tadi, Cassey yakin bahwa ia bukan orang yang sama.


"Tubuh Anna tidak setinggi orang ini. Apalagi tubuhnya tampak lebih dewasa dibandingkan Anna," pikir Cassey, berusaha menenangkan diri.


Anna berdiri di tengah panggung. Bersamaan dengan itu, kilatan cahaya yang berasal dari kamera para awak media menghujani tubuhnya.


"Nona Anna, mengapa kau tidak membuka masker mu?" tanya seorang wartawan.


Anna tersenyum. Dari lengkungan sudut matanya, orang-orang dapat mengetahui ekspresinya.


"Tentu." Sahut Anna yang kemudian membuka maskernya.


Brandon Lloyd dan Joana Nankins terperanjat kaget saat melihat wajah penuh Anna, yang sama persis dengan Anna yang mereka kenal.


•••

__ADS_1


__ADS_2