Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 79 - Pertemuan Kembali


__ADS_3

“Aku menemukan mu!”


Seru Anna dengan nada suaranya yang ceria.


Saat Anna tadi ingin pergi ke kafe, secara tidak sengaja dia melihat Ren sedang duduk sendiri sambil menyantap makan siangnya.


Dia teringat pada hasil penjualan raid yang dia titipan pada Ren, jadi dia langsung menghampiri pria itu dengan semangat dan melupakan kekesalannya pada Milena Williams.


Namun dia di dahului oleh dua siswa lain yang dikiranya adalah teman-teman Ren, karena mereka langsung duduk bersamanya.


Tidak ingin mengganggu Ren dan teman-temannya, Anna akhirnya berbalik dan pergi lagi menuju kafe dan bermaksud ingin menemuinya nanti saja.


Selama berada di kafe, Anna yang penasaran akhirnya ‘menguping’ pembicaraan mereka.


Saat menyadari Ren sedang dalam tekanan para anak orang kaya, mau tak mau Anna akhirnya pergi menghampiri mereka.


“Kenapa orang-orang seperti mereka ini selalu ada dimana-mana dan juga sangat banyak?” pikir Anna sembari pergi menghampiri.


°°°


3 siswa yang duduk di sekeliling meja menatap Anna dengan sedikit tertegun, kecuali Luke.


Dengan balutan seragam siswi Akademi yang ketat, tubuh ramping dan lekukan beberapa bagian tubuhnya terekspos dengan indah.


Belum lagi rambut hitam panjangnya yang tergerai indah itu, melengkapi keanggunan siswi yang kini berdiri di dekat mereka.


Walaupun penampilannya agak berbeda dengan video ujian masuknya, namun mereka dapat menebak, siswi bermasker ini adalah siswi yang memiliki hasil terbaik yang bahkan sudah membuat rekor, saat mengikuti ujian penerimaan siswa Akademi.


Karena bagian setengah hidung sampai bawah dagunya tertutup masker, mereka akhirnya hanya menatap pada mata indah Anna yang memiliki manik mata berwarna biru langit. Ciri itu juga yang akhirnya membuat mereka langsung dapat mengenalinya.


Mereka berasal dari ruang kelas berbeda dari Anna, jadi mereka tidak tahu kalau siswi itu akhirnya hadir di Akademi setelah absen selama 10 hari.


Kecuali Luke, yang berasal dari kelas yang sama dengan Anna.


Berbeda dengan 3 siswa lainnya yang tampak kaget dan terpesona dengan kehadiran Anna, Luke menatapnya dengan angkuh dan ada rasa tidak suka pada kehadirannya.


Dia melihat secara langsung apa yang Anna lakukan di kelas, tadi pagi. Menurutnya, gadis itu tidak sopan dan sangat arogan, juga mengganggu jalannya pelajaran.


Selain itu, Luke juga tidak menyukainya karena dari yang dia tahu dan dengar, Anna mengaku bahwa dia adalah sepupu Gina.


°°°


Ren adalah satu-satunya yang paling terkejut. Dia memang melihat peserta ujian di video itu memiliki mata yang mirip dengan Anna, juga dengan gerakan bertarung yang sama memukaunya.


Namun, dia tidak menyangka bahwa Anna juga baru akan mengikuti pelatihan di Akademi.


Ren mengira Anna adalah seorang Hunter profesional. Jadi dia membuang pemikiran bahwa peserta ujian di video itu adalah orang yang sama dengan orang yang telah membantunya.


“Kau... Anna, kan?” tanya Ren dengan matanya yang terbelalak. “Saking mengagumi video ujiannya, aku sampai lupa mengecek data dirinya.” Pikir Ren yang baru menyadari bahwa dia selama ini tidak tahu nama peserta ujian terbaik itu.


Sebenarnya, Asosiasi memang tidak mencantumkan profil Anna di situs resmi mereka, demi melindungi privasi siswi itu.


Tanpa meminta izin dari mereka berempat, Anna langsung duduk di kursi kosong terakhir, yang berada disitu.

__ADS_1


“Ya. Lama tidak bertemu,” ucap Anna seraya menatap Ren. Dia kemudian meletakkan gelas minumannya di atas meja dan menatap 3 siswa lainnya satu per satu.


Saat bertemu pandang dengan Luke, Anna agak terkejut melihat tatapan tidak senang pria itu padanya.


“Kau sepupu Gina Stewart?” tanya Luke tanpa berbasa-basi.


“Ah... benar. Bukankan kalian adalah sepupu?” Belinda yang baru mengingatnya, memotong pembicaraan.


Luke tersenyum sinis.


“Aneh, aku tidak merasa memiliki sepupu yang seumuran dengan ku. Sepupu-sepupu ku lebih tua dari ku, bahkan lebih tua dari kakak ku.” Ucap Luke sambil menatap Anna dengan tatapan menuduh. Dia mengira, pengakuan itu berasal dari Anna.


Anna tidak menanggapinya. Dia menoleh pada Ren dan berbicara padanya.


“Apa makanannya enak? Kau terlihat sangat lahap hingga mengabaikan mereka.”


Ren tersadar dari lamunannya, lalu memalingkan wajahnya, menatap makanan di mejanya.


Sikap Ren yang tadinya terlihat jelas tampak tidak nyaman berada disitu, berubah seketika.


Dia langsung duduk tegak saat melihat Anna berada di situ. Dia bahkan menganggukkan kepalanya dengan sopan saat Anna berbicara padanya.


“Y-ya... makanannya enak.”


Anna menatap sup herbal di meja dan mengerutkan keningnya, “Tapi kelihatannya ini kurang enak.”


“Hei... aku sedang berbicara pada mu.” Potong Luke dengan nada suara yang agak tinggi.


Dia tidak pernah di abaikan saat sedang berbicara dan langsung merasa kesal saat orang yang di anggapnya menipu status sosial dengan mengaku-ngaku sebagai sepupunya itu malah mengabaikannya.


"Kau bisa tanyakan itu pada Gina."


"Aku bertanya pada mu!" ucap Luke, agak meninggikan suaranya. Dia mulai tidak bisa menjaga emosinya.


“Aku tidak ada waktu untuk membicarakan hal yang bahkan bukan berasal dari ku. Aku datang ke sini karena dia dan tidak memiliki urusan dengan mu." Sahut Anna yang kemudian menoleh pada Ren. "Apa kita pindah saja? Kau bisa bawa makan siang mu." Tanya Anna pada Ren. Ia kemudian tersenyum lembut pada pria itu dari balik maskernya.


Semua orang bisa menebak dia sedang tersenyum dari gerakan di sekitar pipi dan matanya.


Matanya terlihat sangat indah saat sedang tersenyum, dan itu membuat Ren jadi salah tingkah.


°°°


Gordon melihat ada ketidaksukaan dari raut wajah dan tatapan Luke pada Anna.


Dia berpikir bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk dapat akrab dan membangun koneksi yang baik dengan kedua calon Hunter masa depan itu, jika dia bisa menjadi penengah di antara mereka.


“Apakah ini seperti sebuah pertengkaran kecil keluarga?” ucap Gordon yang kemudian tersenyum kaku. Dia ingin mencairkan suasana, namun saat ia mencobanya, dia malah merasa canggung.


Gordon agak terkejut saat Luke menoleh padanya dan menatapnya dengan marah.


“Dia bukan keluarga ku!" Sahut Luke dengan ketus. Suaranya bergetar seperti sedang menahan marah.


Tahu pria itu sedang menahan amarahnya, akhirnya Anna memberikan perhatiannya lagi pada Luke dan menatapnya.

__ADS_1


Tatapan mata yang tenang dengan kedua bola matanya yang jernih itu membuat Luke yang kebetulan sudah kembali menatap Anna, merasakan hal aneh di hatinya.


“Bukan aku yang meminta Gina mengatakan bahwa aku adalah adik sepupunya. Dia yang mengatakannya pertama kali.” Anna mencoba menjelaskan lagi dengan sopan, lalu tersenyum pada pria yang tampak diselimuti amarah itu.


Saat melihat Luke hanya diam sambil masih menatapnya dengan marah, Anna kembali berbicara. "Kau tanyakan sendiri pada Gina, ok?"


"Aku tahu kakak ku. Dia tidak mungkin melakukan hal bodoh itu pada orang yang tidak dikenalnya."


'Oh, aku sudah tidak tahan lagi.'


Anna yang sudah bersabar sejak tadi, karena dia sangat menghargai Gina, menggelengkan kepalanya.


"Dari apa yang baru kau katakan, aku tahu kalau kau tidak benar-benar mengenal sifat kakak mu."


Luke tertawa getir.


“Kau sangat arogan!” Umpat Luke. Dia kini tak bisa menahan dirinya, hingga berteriak.


“Arogan?” Anna menatap bingung pada Luke, lalu mengingat kembali kata-katanya yang membuat pria itu mengatainya arogan.


“Sikap mu di kelas tadi, cara mu mempermalukan teman sekelas mu, itu benar-benar arogan.”


'Oh... Jadi itu.'


Anna hendak tertawa setelah mendengar kata-kata Luke. Dia tahu Luke ada di kelas yang sama dengannya, karena saat pertama kali dia masuk ruang kelas tadi, dia merasakan energi Mana yang jauh lebih besar pada satu orang di banding siswa lainnya. Jadi, tentu saja Anna langsung memerhatikannya.


“Kau membela orang yang salah. Aku tidak percaya Gina memiliki adik seperti mu, yang berpikiran sempit. Dan lagi, kenapa kau mengalihkan pembicaraan? Bukannya kau tadi bertanya kenapa aku bisa jadi adik sepupu Gina?” Ucap Anna sambil menatap Luke dengan ekspresi kecewa.


Namun, ekspresinya berubah beberapa detik setelahnya. Dia kemudian memiringkan kepalanya dan sedikit menyipitkan matanya dan kembali berbicara, “Apa kau dan Gina tidak berkomunikasi dengan baik?” tanya Anna, saat tiba-tiba teringat pada Cassey. Dia tidak ingin ada kejadian sama seperti yang terjadi di keluarganya, terjadi juga pada Gina.


Anna menebak, Luke hanya sedang cemburu karena dia mengira kakaknya tidak memerhatikannya lagi.


Luke menggebrak meja dengan tangannya. Seluruh benda yang berada di atasnya, yang semuanya adalah kotak makan siang dan gelas minum Ren, berhamburan.


Kecuali gelas minuman Anna.


Mereka tidak menyadari gelas itu lenyap dari sana, sebelum Luke mendaratkan telapak tangannya di atas meja.


Siswa-siswi yang sedang menyaksikan keributan kecil itu terkejut saat melihat Luke tiba-tiba kehilangan kendali dan marah.


Mereka berbicara dengan saling berbisik.


Luke menyadarinya. Setelah melirik ke kiri dan kanannya, dia berdiri dan hendak pergi dari situ. Tapi sebelumnya, dengan suara bergetar dia berbicara pada Anna.


“Aku tidak tahu apa yang membuat kakak ku berteman dengan orang seperti mu. Dia bahkan tidak menemui ku setelah tiga tahun tidak bertemu. Kau akan menyesali kearoganan mu ini nanti.”


Setelah berbicara, Luke berbalik dan pergi. Gordon dan Belinda yang sejak tadi diam karena tidak tahu harus bersikap seperti apa dalam keributan itu, pergi menyusulnya.


Setelah Luke pergi, Anna meletakkan kembali gelasnya di meja. Dia masih menatap Luke yang berjalan dengan sangat cepat, membelah kerumunan yang tanpa mereka sadari sudah berkumpul sejak tadi untuk memperhatikan keributan kecil itu.


'Dia cemburu buta pada kasih sayang kakaknya dan melampiaskannya pada ku? Kekanak-kanakan sekali.'


Anna akhirnya mendesah pelan. "Gina memang orang yang layak dicintai sebanyak itu." pikirnya.

__ADS_1


•••


__ADS_2