Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 315 - Berita Kemenangan


__ADS_3

"Apa mereka berhasil? Apa tidak ada gerbang lain yang muncul lagi?" tanya salah satu kru WABC pada pemimpin tim penyiaran.


Pemimpin tim menggelengkan kepalanya. "Menurut nona Gina Stewart, gerbang hitam adalah yang terakhir. Umumkan kemenangan mereka pada dunia."


Dengan jari-jari gemetar, salah satu kru menekan keyboard komputer, menuliskan transkrip yang akan dibacakan oleh pembawa berita.


Sambil meneteskan air mata, ia menuliskan semua kata satu demi satu dengan sangat hati-hati.


Emosi yang sama terjadi pada pembawa berita. Dengan berlinang air mata, ia membacakan tulisan pada tablet yang ada di mejanya dan berita itulah yang Hunter Asia Tenggara dengar begitu ia mendapatkan sinyal.


•••


Lowe Frostman berlari membelah kerumunan. Ia menyambar smartphone dari tangan Hunter yang memberitahukan kemenangan yang sudah Anna raih di pertempuran.


Lowe menyimak berita di sana selama beberapa detik sampai tanpa ia sadari air matanya jatuh bercucuran.


"Mereka berhasil...," ucap Lowe pelan, sembari mengangkat smartphone itu tinggi di atas kepalanya, pada seluruh Hunter dan warga yang masih berada dalam bunker.


Awalnya Lowe ingin meneriakkan pengumuman kemenangan itu dengan suara lantang. Namun, rasa harunya membuat suaranya tertahan dan hanya suara kecil saja yang terlontar dari mulutnya.


Seluruh Hunter dan warga yang berada di dalam bunker bersorak, merayakan kemenangan mereka atas jajahan yang datang dari dunia para dewa.


Dengan tangis haru, semua warga dan Hunter keluar dari bunker untuk merayakan keberhasilan Anna dan teman-temannya.


•••


Gina bangun dari tanah dan berjalan tertatih menghampiri Anna setelah melihat Anna muncul di dekat mereka bersama Miyuki.


"Anna..."


Anna menghampiri Gina dan langsung memeluknya, sementara Kevin dan Bimo yang sebelumnya masih tiduran di tanah juga langsung duduk, menatap Anna dan Miyuki dalam diam.


"Semua sudah berakhir. Kita berhasil," ucap Anna pelan, sembari mengusap punggungg Gina yang menangis terharu akan keberhasilan mereka.


Tidak ada kalimat yang terucap dari mulut Gina. Ia memeluk Anna lebih erat dan suara tangis terdengar semakin nyaring dari mulutnya.


"Sudahlah... Astaga, aku tidak tahu kalau kau bisa menangis seperti ini."


Kevin dan Bimo sama-sama menghela nafas panjang dan merebahkan tubuh mereka lagi di tanah.


Tidak seperti sebelumnya yang hanya bisa berharap, keduanya kini merasa lega. Bulir-bulir air mata juga mulai memenuhi sudut mata kedua pria itu.


Walaupun warga dan para Hunter diseluruh dunia menangis haru dengan kemenangan yang telah mereka raih, anehnya, Anna dan Miyuki yang paling banyak berjasa dalam menumpas para malaikat tersesat dan dewan pengawas para dewa yang membelot, tampak tidak terlalu berlebihan dalam menyikapi kemenangan tersebut.


•••••••


Tiga hari berlalu setelah Anna dan timnya berhasil memenangkan peperangan melawan dewan pengawas para dewa.


Masyarakat di seluruh dunia merayakan kemenangan itu dengan berpesta di jalan-jalan.

__ADS_1


Karnaval juga dilakukan oleh seluruh negara di dunia, termasuk Tiongkok dan Mongolia yang daratannya telah dipulihkan dewi Lyn dengan sihirnya.


Selain di seluruh media, di jalan-jalan juga terpampang foto-foto Hunter yang telah menjadi pahlawan atas kemenangan manusia atas para dewan pengawas.


Tentu saja, foto Anna lah yang terpampang lebih besar di bandingkan Hunter-hunter lain yang sebenarnya sudah berjuang mati-matian bersama Anna.


Dengan kekuatan yang berada jauh di atas Hunter lain, juga dengan seluruh prajurit yang ia pimpin, masyarakat dunia pada akhirnya menjuluki Anna sebagai dewi perang.


Sosok pejuang yang memimpin seluruh pasukan terkuatnya untuk membinasakan semua musuh yang ingin menghancurkan galaksi mereka.


•••


Sementara itu, Lorelei dan Nordic telah pergi mengikuti dewi Lyn ke dunia para dewa.


Semua prajurit Anna juga telah kembali ke planet asal mereka masing-masing.


Tapi, semua prajurit itu berjanji akan kembali mengikuti Anna jika peperangan sampai terjadi lagi atau jika Anna meminta mereka untuk berkumpul kembali.


•••••••


Di Kota C, di sebuah restoran mini yang dulunya adalah toko bunga yang Anna pinjamkan pada Rin...


"Terima kasih sudah menyelesaikan misimu," ucap Anna pada Alvin Rufino yang datang menemuinya untuk menyampaikan pesan terbaru dari dewi Ann.


Dewi Ann meminta bantuan pada para Hunter Bumi untuk menumpas makhluk-makhluk ciptaan yang berada di ribuan planet asing yang sudah mengikat sumpah pada para dewan pengawas yang membelot.


Malaikat dari keluarga dewa Arnix akan bertugas sebagai pembuka gerbang bagi para Hunter, untuk dapat mendatangi planet-planet itu dan menghabisi mereka.


"Terima kasih juga sudah menyelamatkan Bumi," sahut Alvin sembari menyambut uluran tangan Anna, lalu mereka pun berjabat tangan.


"Tapi aku tidak bisa membantu untuk kali ini. Aku akan menyampaikannya langsung pada dewi Ann," ucap Anna, menjawab pesan yang dewi Ann minta agar Alvin sampaikan padanya.


"Sebenarnya semuanya akan cepat selesai kalau kau ikut membantu."


Anna tertawa canggung tanpa memberikan jawaban apa pun. Dia sudah memiliki rencana lain pada kehidupannya yang abadi setelah mempelajari kitab dewi Arnix.


Alvin mengalihkan pandangannya pada para Hunter yang sedang berpesta di dalam rumah makan kecil di atas ruang bawah tanah Miyuki.


"Bagaimana dengan mereka?"


Anna mengikuti arah tatapan Alvin.


"Mereka pasti akan membantu."


Alvin mengangguk pelan.


"Lalu, apa rencanamu kedepan?"


Anna tersenyum pahit sebelum pada akhirnya memberitahukan rencana hidup yang sudah ia pikirkan sebelum memulai peperangan.

__ADS_1


Dia juga sebenarnya sudah memberitahukan hal itu pada dewi Ann. Itu adalah permintaan yang dimintanya sebagai syarat untuk menghabisi para dewan pengawas yang datang ke Bumi.


"Begitu...," Alvin tersenyum penuh simpatik. "Semoga apa yang kau inginkan bisa tercapai," ucap Alvin yang kini juga menatap Anna dengan penuh simpatik.


"Terima kasih."


"Senang sudah mengenalmu, Anna."


"Aku juga. Dan...," Anna menepuk lembut dada Alvin dengan tinjunya, "Senang bisa bertemu denganmu, Mina...," ucap Anna pada Miyuki yang datang dari kehidupan keenam yang berada dalam tubuh Alvin.


•••


Setelah perbincangan mereka selesai, Anna kembali ke dalam restoran untuk bergabung bersama teman-temannya, sementara Alvin masih berdiri diam di teras restoran cukup lama atas permintaan Miyuki dari kehidupan keenam yang berada di dalam tubuhnya sebagai sebuah Sistem.


"Kau masih ingin melihat mereka?"


["Beri aku waktu sebentar lagi,"] sahut Miyuki, yang selama ini Alvin panggil dengan nama Mina, dari dalam kepalanya.


"Jadi... Gina Stewart yang sangat terkenal itu pada akhirnya akan menikah dengan Gus Stevin?"


["Ya. Mereka sudah dekat sejak kecil. Mereka juga sudah saling suka sejak masih bersekolah di bangku SMA."]


"Bagaimana denganmu?"


Alvin merasakan arah tatapan Mina melalui kedua matanya yang tertuju pada pria pendiam yang duduk di sebelah Kevin Jung.


"Apa dia suamimu di masa depan?"


["Ya. Karena garis takdir kehidupan yang dewan pengawas galaksi kita tuliskan tidak akan berubah, dia juga pasti akan menjadi suami Miyuki di kehidupan ini di masa depan."]


"Siapa namanya... Bimo Gandri?"


sahut Sistem lain yang juga ada di dalam tubuh Alvin.


Sistem itu adalah sahabat Mina dari kehidupan keenam yang juga sudah menjadi sahabat Miyuki di kehidupan ketujuh ini.


Alvin dan Mina memanggilnya dengan nama Rimi, yang tak lain adalah Rin.


"Lalu, apa kau juga akan menikah, Rimi?"


["Tentu saja. Si brengsek itu yang akan menjadi suaminya,"] sahut Mina sembari menatap pria berambut panjang yang duduk di sebelah Bimo.



["Maaf."]


"Apa Kevin Jung memang brengsek?"


__ADS_1


"..." ["..."]


•••••••


__ADS_2