Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 130 - Di Depan Gerbang (2)


__ADS_3

《”Tidak hancur juga?!”》


“Ada apa Miyu?” tanya Kevin yang dapat mendengar umpatan kesal Miyuki dari earphone di telinganya.


《”Kevin, bisakah kau kesini? Tolong hancurkan gerbang ini.”》


“Aku bisa melihatnya dari sini. Menyingkirlah, kekuatan ku akan lebih besar saat menyerang dari jarak jauh.”


Tanpa banyak bicara, avatar Miyuki langsung pergi menjauh.


Beberapa detik kemudian, bola api yang sangat besar melesat cepat menuju gerbang.


Energi sihir dari bola api begitu besar hingga membakar dan menghancurkan segala sesuatu di jalur terbangnya.


BANNNGGGGGG!!!


Ledakan yang dihasilkan serangan Kevin, menggetarkan seluruh tanah yang berada dalam jarak 10 meter di sekitar gerbang.


《”Dengan kekuatan sebesar itu, tidak mungkin penghalangnya akan bisa bertahan, kan?”》


"Nah, masuklah. Aku akan mengurus yang disini dulu sebelum membantu mu," ucap Kevin dengan penuh percaya diri.


《"Ya. Bawalah semua Hunter peringkat S bersama mu saat kau sudah selesai. Aku akan fokus menyelamatkan Gina terlebih...,"》kedua mata Miyuki terbelalak saat debu-debu sudah mulai menghilang dan menampilkan gerbang secara samar di hadapannya. 《"Huh? Bahkan dengan kekuatan seperti itu gerbangnya juga tidak hancur?!"》


Setelah debu yang menghalangi pandangan mata menghilang, semua Hunter di sekitar situ yang mengira gerbang akan langsung hancur setelah menerima serangan yang memiliki energi sihir sebesar itu, terbelalak saat melihat penghalang gerbang yang masih berdiri kokoh.


Mereka baru tersadar dari rasa tidak percaya saat melihat puluhan Pterodactyl beterbangan keluar dari dalam gerbang. Namun hal itu tidak terjadi pada Kevin Jung, yang terguncang saat melihat serangan dari special skill tahap pertama miliknya tak berpengaruh apa-apa pada gerbang, ia terdiam dan mengalami sedikit syok.


《”Sial! Jadi, bagaimana caranya kita masuk?”》


Miyuki mengurungkan niatnya untuk memikirkan cara masuk ke dalam Dungeon saat ia melihat sesuatu yang lebih darurat.


Avatar Miyuki melompat tinggi untuk menyerang satu Pterodactyl yang sedang mengincar salah satu Hunter Asosiasi, yang tentu saja pasti akan mati jika dibiarkan.


Setelah menghabisi beberapa Pterodactyl lagi, avatar Miyuki pergi menghampiri Kevin.


《”Kevin, bisa kau jaga avatar ku?”》


Kevin Jung baru tersadar dari rasa syok ketika Miyuki memanggil nama nya untuk yang kedua kalinya.


“… Apa yang ingin kau lakukan?”


《”Aku akan ke tempat ini.”》


“Ke tempat ini? Apa yang akan kau lakukan? Lab mu jauh dari sini.”


《”Aku akan segera tiba.”》


“Kenapa kau tidak mencoba menghubungi Anna dan Bimo saja?”


《”Tsk… sudah ku lakukan sejak tadi. Ponsel mereka tidak aktif. Mereka pasti masih di dalam Dungeon.”》


“… Ya, terserah mu.” Sahut Kevin sambil masih menatap pada gerbang.


Miyuki memutuskan koneksinya dari avatar dan meninggalkannya pada Kevin Jung.


Sementara itu, Ronald Stewart dan Wang Zhu Ming masih terus berusaha bertarung sekuat yang mereka bisa melawan Pterodactyl yang berusaha menyambar Hunter yang tadi keluar dari gerbang.


Dengan adanya Jester, Healer yang memberikan dukungan pada kesehatan mereka, Zhu Ming dan Ronald tidak mengkhawatirkan jika secara tidak sengaja serangan para monster menciderai mereka. Kedua Hunter ternama itu bisa fokus untuk menyerang monster tanpa harus terlalu memerdulikan pertahanan.


Tapi, menghabisi Pterodactyl bukanlah hal yang mudah bagi mereka. Kedua Hunter tersebut masih bisa membunuh Raptor, karena makhluk itu masih berada dikisaran Hunter peringkat A, namun tidak dengan Pterodactyl yang berada dikisaran peringkat S.


“Tuan Stewart, tuan Wang, bisakah Anda berdua membantu saya melindungi avatar hunter ini?” tanya Kevin ketika Ronald dan Zhu Ming terlihat berada di dekatnya akibat terdesak mundur oleh serangan-serangan udara Pterodactyl.


Sambil berusaha menghindari serangan Pterodactyl, Wang Zhu Ming menoleh pada Kevin dan menganggukan kepalanya.


Kevin Jung menambahkan lebih banyak bola api lagi untuk membakar 15 Pterodactyl yang berada di sekitar mereka.


Kevin juga menggunakan special skill tahap dua, yang merupakan skill pencipta pusaran api besar yang dapat menyerang puluhan Raptor sekaligus juga langsung membakar habis mereka.

__ADS_1


Melihat serangan pertamanya pada gerbang tidak membuahkan hasil bagus, Kevin menjadi marah dan tidak sabaran hingga tanpa menghemat energi Mana lagi, ia menyerang semua monster udara yang beterbangan di area sekitarnya.


Wussshhh... Wushhh... Wusshhh... Banngggg... Banggg... Banggg...!!!


Bola-bola api yang beterbangan dari kedua telapak tangan Kevin dan suara ledakan setelahnya, terlihat dan terdengar berulang kali saat bola-bola api dan pusaran api menghancurkan monster-monster terbang, mengalahkan suara sirene peringatan adanya dungeon break yang sejak tadi menggema di seluruh pusat kota, terutama dalam radius 2 kilometer dari gerbang.


Sementara itu, berita dari terjadinya dungeon break sudah menyebar ke seluruh wilayah Asia Tenggara. Bahkan, beberapa televisi di negara-negara tetangga juga sudah mulai memberitakan malapetaka tersebut.


Hampir semua warga Asia Tenggara menghentikan semua kegiatan yang mereka lakukan untuk mengikuti perkembangan dungeon break.


Melihat banyaknya monster yang keluar dari gerbang, membuat semua warga di Asia Tenggara teringat lagi akan malapetaka yang terjadi 11 tahun silam.


Ingatan akan trauma tersebut di perburuk lagi saat mereka menyaksikan dua Hunter peringkat S ternama, Ronald Stewart dan Wang Zhu Ming, yang kewalahan menghadapi monster-monster terbang.


Dari situ saja, semua orang tahu betapa menakutkannya monster terbang itu yang juga berarti bahwa dungeon break yang sedang terjadi ini sangatlah mengkhawatirkan.


°°°


Kembali ke lokasi dungeon break...


Melihat betapa mudahnya pria gondrong itu menghabisi monster peringkat S, Hunter-hunter yang berada di sekitar tempat Kevin berada langsung berlari ke belakangnya.


Hal seperti itu sudah mereka pelajari saat masih berada di Akademi. Saat seorang Hunter kuat sedang bertarung melawan monster, sebaiknya Hunter yang lebih lemah mengambil posisi di belakang mereka agar tidak menjadi pengganggu.


Hunter-hunter itu hanya bisa menyaksikan dengan takjub pusaran api yang merupakan skill Kevin, membakar habis semua Pterodactyl dan Raptor yang selalu bermunculan dari gerbang.


Kevin semakin memperkuat sihirnya saat melihat jumlah Raptor dan Pterodactyl yang juga semakin banyak keluar dari gerbang, menandingi jumlah mereka yang habis terbakar.


Kevin sebenarnya berniat untuk menghemat energi Mana, agar nantinya dapat membunuh boss dari dungeon break ini.


Namun, saat melihat Ronald, Zhu Ming dan tiga rekan lamanya yang berperingkat S mulai kewalahan di keroyok ratusan Raptor, Kevin tidak memiliki pilihan lain lagi selain harus menggunakan lebih banyak energi Mana pada sihirnya, agar monster-monster itu tidak keluar dari area pertempuran dan mencelakai warga Kota C.


Saat pusaran api semakin membesar, anehnya, pusaran api itu lenyap secara tiba-tiba. Hal itu mengakibatkan semua orang menjadi sangat terkejut dan secara bersamaan menatap ke arah Kevin, yang mereka kira sudah kehabisan energi Mana.


Berbeda dengan orang-orang itu, Kevin langsung tersenyum bahkan hampir melompat girang saat mengetahui mengapa sihirnya tiba-tiba lenyap.


"Kalian sangat lama." Ucap Kevin pada kedua orang itu.


Anna mengabaikan 'sapaan' Kevin. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit dengan kedua telapak tangan yang terbuka.


Bersamaan dengan itu, cahaya keemasan beterbangan dari telapak tangannya, sebanyak jumlah monster yang berada di tempat itu.


Cahaya keemasan pergi ke semua monster, lalu mengurung mereka di dalamnya.


Saat Anna mengepalkan telapak tangannya, seluruh monster yang telah terbungkus cahaya itu meledak.


BAAAANNNNNNGGGGG!!!


Suara ledakan dan energi sihir yang berasal dari ledakan menggema nyaring memantul di dinding-dinding bangunan di area dungeon break dan menggetarkan seluruh daratan dalam radius 30 meter disekitarnya.


Beberapa Hunter berperingkat rendah langsung menutup telinga dengan kedua tangan saat merasakan sakit pada gendang telinga mereka akibat energi sihir yang dihasilkan dari kekuatan ledakan.


Ledakan itu bukan hanya meledakan seluruh monster, namun juga menghasilkan energi sihir yang menyebar begitu saja di area dungeon break.


Setelah meledakan semua monster yang ada, Anna menoleh pada Kevin. Namun, ia langsung mengalihkan tatapannya pada avatar hunter yang berada di dekat Wang Zhu Ming dan Ronald Stewart.


“Ada apa dengan avatar itu?”


“Miyu meninggalkannya, dia mengatakan akan pergi kesini.”


“Kesini? Apa itu sudah lama?”


“Baru saja.”


“Kau masih terhubung dengannya? Mintalah dia untuk mengaktifkan avatar lagi. Aku membutuhkan bantuannya.”


“Apa?”


“Cepat. Kami harus masuk ke dalam Dungeon secepat mungkin.”

__ADS_1


Baru saja Kevin hendak menghubungi Miyuki, avatar hunter tiba-tiba bergerak kembali.


Avatar tersebut langsung melompat setelah aktif dan dengan satu gerakan ringan, ia tiba di dekat Anna.


Avatar memberikan masing-masing satu earphone pada Anna dan Bimo yang langsung mengenakannya di telinga mereka.


《”Lain kali bawa terus earphonenya. Sulit menghubungi kalian jika ponsel kalian tidak aktif.”》


“Baiklah. Sekarang, ayo kita masuk ke dalam.”


《”Gerbangnya tertutup.”》


“Aku tahu. Aku akan menghancurkannya.”


《”Huh?!”》


“Pengerasan gerbang itu sama dengan yang terjadi di Dungeon yang sedang ditangani tim ketiga. Tadi aku juga…,” Anna terdiam sebentar hanya untuk menyaksikan puluhan Raptor keluar dari gerbang yang membatu, kemudian di susul oleh puluhan Pterodactyl, “Apakah ratusan monster tadi keluar dari dalam gerbang yang membatu itu?" Anna mengganti penjelasannya dengan pertanyaan.


《"Begitulah."》


"Bagaimana mereka bisa keluar dari sana?! Bukankah gerbangnya menjadi sebuah tembok?”


《”Aku tidak tahu. Mereka bisa keluar tapi kita tidak bisa masuk.”》


Pada saat itu, Ronald Stewart mendekati Anna.


“Nona Anna. Gerbang itu sepertinya memiliki dua sisi berbeda. Siapa pun yang berada di dalam Dungeon bisa menyeberang keluar, tapi yang berada di luar tidak bisa masuk.”


“Siapapun…, bisa keluar?”


“Ya. Tadi ada satu Hunter muda yang keluar atas permintaan Gina untuk meminta bantuan.”


Anna terdiam ketika mendengar nama Gina disebutkan.


“Baiklah. Terima kasih untuk informasinya.” Anna menatap sebentar ke arah gerbang, lalu berbicara lagi, “Tuan Stewart, apakah semua orang yang berada di bangunan-bangunan sekitar sini sudah di evakuasi?”


“Apa? Y-ya… petugas Asosiasi sudah melakukan evakuasi.”


Anna menyudahi pembicaraan dan ia berteleportasi ke depan gerbang.


Setelah Anna tiba di depan gerbang, seluruh tubuh Hunter yang berada di area gerbang tiba-tiba diselimuti cahaya keemasan.


Anna mengumpulkan energi Mana dan memfokuskan di tangan kanannya, lalu menghantam tembok kristal di hadapannya.


BAAAANNNGGGG!!!


Ledakan energi sihir yang begitu kuat terjadi saat dua energi sihir beradu.


Ledakan itu ikut menghancurkan benda apapun yang berada dalam radius 20 meter dari gerbang.


Beberapa bangunan dan kendaraan yang berada di jalur ledakan, hancur berkeping-keping dan gumpalan debu memenuhi seluruh area dungeon break.


Namun, angin yang tiba-tiba datang entah dari mana, melenyapkan semua debu tanpa tersisa hingga membuat semua orang yang berada di sekitar tempat terjadinya ledakan kini dapat melihat kawah besar di tanah dan mereka juga terkejut saat menyadari tubuh mereka telah terbang melayang-layang di atas kawah tersebut.


Tapi, hal yang lebih mengejutkan adalah saat mereka akhirnya menyadari bahwa tembok penghalang gerbang Dungeon telah menghilang sepenuhnya tanpa bekas.


《”Kau memang mengerikan,”》ucap Miyuki dengan setengah bergumam seraya menatap ke arah gerbang yang telah kehilangan tembok kristal, juga sihir penghalangnya.


“Bimo, Kevin, kalian tunggu di luar dan habisi semua monster yang menyeberang keluar. Monster tidak akan habis dan akan terus berdatangan sebelum aku menutup gerbang lain yang berada di dalam sana.”


“T-tentu…, serahkan pada kami.” Sahut Kevin tergagap. Ia masih takjub dengan seberapa besar kekuatan Anna yang berhasil menghancurkan gerbang tanpa terlihat kelelahan.


'Gerbang sekuat itu..., aku mungkin bisa menghancurkannya tapi dengan menggunakan lebih dari setengah energi Mana ku.'


“Miyu, kau ikut dengan ku. Aku membutuhkan bantuan mu.”


Setelah mengakhiri pembicaraan, Anna langsung masuk ke dalam gerbang, diikuti oleh avatar Miyuki tepat dibelakangnya.


•••••••

__ADS_1


__ADS_2