Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 120 - Tim Raid Ketiga


__ADS_3

Anna Lloyd sudah tidak pernah mengikuti kelas siang lagi sejak ia telah mendapatkan lisensi dari Asosiasi.


Sementara itu Bimo Gandri bahkan tidak pernah mengikuti kelas siang sama sekali sejak pertama kali ia masuk Akademi.


Level kekuatan kedua Hunter tersebut membuat Akademi melarang mereka untuk ikut pelatihan bertarung bersama siswa lain demi menjaga keamanan siswa-siswi lain yang mungkin akan mengalami cidera parah jika mereka berdua kehilangan kendali pada kekuatannya.


Sebagai ganti tidak mengikuti kelas siang, Anna dan Bimo akhirnya dipinjamkan arena olahraga untuk keduanya berlatih.


Pada akhirnya, Ren, Lucy dan Yola juga ikut bergabung dan berlatih di arena olahraga bersama dengan Anna dan Bimo.


Ketiganya lebih memilih bergabung bersama mereka berdua, setelah Anna meminta izin pada kepala Akademi.


Ren, Lucy dan Yola tentu saja senang saat mendapatkan izin dari kepala Akademi, karena mereka tahu jika mereka berlatih di bawah arahan Anna, tingkat kemahiran bela diri mereka akan maju lebih pesat dibandingkan harus belajar di bawah arahan instruktur Akademi.


Pada suatu hari, sepulang dari Akademi, kelima Hunter itu pergi untuk melakukan raid resmi pertama mereka sejak tergabung bersama guild Nine Bears.


Anna meminta pada Gina untuk menjadikan Lucy sebagai ketua tim raid kali ini. Jika Lucy berhasil memimpin rekan-rekannya dengan baik, maka Lucy akan di tunjuk sebagai kapten tim permanen dari tim raid ketiga guild Nine Bears.


Anna memiliki tujuan membentuk tim raid ketiga sebagai tim yang nantinya akan berspesialisasi melakukan raid di Dungeon peringkat D dan E.


Sebagai anggota tim raid ketiga, selain Lucy sebagai kapten, Ren dan Yola juga tergabung di dalamnya. Selain mereka, Anna juga meminta Ren untuk menghubungi tim raid ilegal yang merupakan para kenalan Ren, agar nantinya mereka juga terdaftar sebagai anggota tim.


Guild Nine Bears yang memiliki misi untuk menutup gerbang Dungeon di seluruh dunia, sedang berusaha mengokohkan misi guild dengan membentuk beberapa tim terlebih dahulu.


Mereka kini dalam proses membentuk tim raid guild yang setidaknya akan ada 10 tim di dalam guild, berbeda dengan guild-guild sebelumnya yang hanya memiliki dua atau tiga tim.


Sebagai tim raid utama sendiri, di sana ada Gina Stewart, Kevin Jung dan Bimo Gandri dan juga avatar Miyuki sebagai anggota tim.


Sedangkan di tim kedua, Anna terdaftar seorang diri di dalamnya. Tentu saja bersama pasukan Orc dan Elf yang akan bergabung setelah Anna berada di dalam Dungeon.


•••


Anna, Bimo, Ren, Lucy dan Yola pergi menuju gerbang yang berada sekitar 3 jam perjalanan dari Akademi, menggunakan mobil baru Anna yang ia beli dari hasil keuntungan pertama perusahaannya.


Sementara itu, beberapa puluh meter di belakang mobil yang Anna dan teman-temannya kendarai, ada 2 buah SUV yang membuntuti mereka sejak mobil itu keluar dari gerbang terluar Akademi.


Di dalam masing-masing SUV ada 6 Hunter asing bersama seorang siswa Akademi yang meminta bantuan mereka secara khusus untuk 'mengerjai' Anna dan teman-temannya.


Sesampainya di area parkir yang disediakan tim Asosiasi di dekat gerbang, Anna dan teman-temannya langsung mendatangi tim raid yang sudah menunggu kedatangan mereka selama 1 jam lebih, sementara Bimo Gandri memarkirkan mobil.


"Paman Brewok, bagaimana kabar Anda?" sapa Anna pada pria brewok yang terkejut saat melihat seorang gadis cantik menyapanya.


Jika bukan karena Ren yang juga ada bersama gadis itu dan juga karena suaranya yang familiar, pria brewok itu mungkin tidak akan mengenali siapa Anna.


Bukan hanya pria brewok yang terkejut saat melihat wajah cantik Anna, semua rekan dalam tim raid yang berjumlah 15 orang itu juga sangat terkejut.


Seorang pria yang agak sedikit lebih tua dari Ren, menghampiri Ren dan berbicara dengan suara setengah berbisik pada Ren.

__ADS_1


"Dia gadis bermasker itu?" tanya Reno pada Ren. Reno adalah orang yang dulu menghentikan Ren dan Anna saat mereka hendak pergi dari depan gang untuk berkeliling di pinggiran Kota C.


"Ya," sahut Ren singkat tanpa menatap balik Reno.


"Wow..., dia sangat cantik. Kau benar-benar beruntung, kawan."


Ren akhirnya menatap Reno dan memandangnya dengan wajah tidak senang.


Reno memukul pelan lengan Ren, "Oh jangan cemburu, ok?"


"Cemburu?" Ren mengernyitkan kedua alisnya, merasa tidak nyaman dengan kata-kata itu.


Namun, setelah Ren ingat dengan status hubungan yang Anna umumkan pada rekan-rekannya, dia akhirnya mengerti dan mendecak kesal.


°°°


"Nyonya penyelamat, apakah benar tidak masalah jika kami ikut dalam tim penyerbuan ini? Bagaimana jika petugas dari Asosiasi itu melihat bahwa kami ternyata Hunter non Asosiasi saat kami di pindai?" tanya pria brewok dengan suara pelan pada Anna.


"Tidak masalah, guild ku sudah memesan Dungeon ini dan mendaftarkan Anda semua sebagai Hunter sewaan." Sahut Anna yang kemudian tersenyum cerah. Senyumnya itu membuat pria brewok dan beberapa rekannya tertegun sejenak dan terbatuk-batuk kemudian saat mereka akhirnya tersadar dan malu karena telah menatap wajah Anna dengan tatapan 'berlebihan'.


"Anda sudah memiliki guild?" Tanya pria brewok lagi setelah ia bisa menguasai dirinya dari melamunkan Anna di pikiran 'dewasa' nya.


"Ya. Kakak angkat ku baru mendirikannya dan aku tergabung di dalamnya."


"Guild baru? Apakah Nine Bears yang menjadi pembicaraan itu?" tanya Pria brewok lagi dengan kedua mata melebar.


Pria brewok terdiam. Ia kini saling memandang dengan rekan-rekannya.


Nine Bears menjadi sangat terkenal dalam sebulan belakangan karena guild itu didirikan dengan langsung memiliki dua Hunter berperingkat SS dan satu Hunter berperingkat SSSS.


Selain itu, ketua guild yang selain cantik dan memiliki peringkat SS, dia juga memiliki usia yang masih sangat muda, putri ketua Asosiasi dan juga mantan Hunter Asosiasi.


Setelah guild Nine Bears terdaftar di situs resmi Asosiasi dan membuka pendaftaran untuk Hunter baru, guild itu jadi sangat terkenal. Hunter-hunter baru baik dari dalam kota maupun luar kota berbondong-bondong untuk mencoba peruntungan mereka dan mendaftar di sana.


"A-apakah Anda serius, nyonya penyelamat?" tanya pria brewok dengan penasaran.


"Tsk... Untuk apa aku berbohong?" Anna kemudian berbalik dan menatap seorang pria yang sedang berjalan menghampiri mereka, "Nah lihat, Anda pasti sudah mengenal wajahnya , kan? Dia selalu muncul di televisi akhir-akhir ini."


Pria brewok dan beberapa rekannya menoleh ke arah Anna memandang dan melihat seorang pria berusia pertengahan 20an berjalan menghampiri mereka. Benar saja, mereka memang mengenal wajah pria bertubuh kekar itu yang tak lain adalah salah satu dari 2 Hunter berperingkat SS milik guild Nine Bears.


"Bimo Gandri!" seru salah seorang di antara rekan pria brewok.


Bimo Gandri menyapa semua Hunter dengan sopan dan gaya ramahnya seperti biasa. Ia bahkan menjabat tangan mereka satu per satu tanpa terkecuali.


Hunter-hunter non Asosiasi menatap Bimo Gandri dengan heran. Baru kali ini mereka melihat ada seorang Hunter berperingkat tinggi, bahkan sangat tinggi, yang sangat ramah dan menyapa semua orang dengan senyum tulus di wajahnya.


Biasanya, seorang Hunter terdaftar yang berperingkat C saja, sudah sangat angkuh dan sangat jarang mau bergaul dengan mereka.

__ADS_1


Pria brewok berbicara pelan pada Anna, "Nyonya penyelamat, apakah tuan Bimo kapten tim raid kali ini?"


"Oh... Bukan dia," Anna berbalik sebentar dan memanggil Lucy untuk mendekat, "Nah, perkenalkan. Dia akan menjadi kapten tim kita."


"H-halo...," sapa Lucy dengan suara sedikit bergetar. Dia agak gugup saat diberikan tugas sebagai kapten tim oleh ketua guild.


Walaupun Lucy terlihat agak canggung, semua orang langsung menyapa nya balik dan tidak memandang Lucy dengan sebelah mata.


Dari yang orang-orang rasakan, walaupun masih sangat muda, Lucy memancarkan aura sihir yang berada di tingkatan yang lebih tinggi dari mereka semua.


Sebagai salah satu member dari guild Nine Bears, tentu saja Miyuki telah meningkatkan experience point Lucy. Begitu pula dengan Ren dan Yola. Ketiganya saat ini sudah berada di peringkat B dalam sistem Hunter.


Sebenarnya, raid kali ini juga digunakan Ren, Lucy dan Yola sebagai ujian untuk mendapatkan lisensi dari Asosiasi.


Tanpa anggota lain ketahui, raid kali ini akan di pantau secara real time oleh Akademi Hunter dan juga Asosiasi Hunter.


Untuk itulah, Wang Liu Gong juga ikut hadir di area gerbang Dungeon. Dengan menggunakan kamera khusus dari 9 AM, Liu Gong akan menyiarkan langsung raid kali ini pada Akademi dan juga Asosiasi.


°°°


"Apa semua sudah siap?" tanya Liu Gong saat tim raid sudah berada di sekitarnya, di dekat gerbang.


"Kami sudah siap, tuan Wang." sahut Lucy, seraya menyerahkan daftar nama anggota tim pada Liu Gong.


Liu Gong menerima daftar itu dan menatap Lucy sebentar sebelum ia memeriksa daftar.


'Hanya dalam waktu satu bulan saja dia sudah sekuat ini.'


Setelah memeriksa daftar nama anggota tim raid, Liu Gong meminta rekan-rekannya dari Asosiasi untuk memeriksa peralatan dan perlengkapan masing-masing anggota tim.


Berbeda dengan raid ilegal, raid resmi seperti ini harus melalui pemeriksaan ketat yang dilakukan oleh tim pengawas dari Asosiasi.


Hunter-hunter non Asosiasi sangat gugup saat tim Asosiasi memeriksa perlengkapan yang telah di pinjamkan guild Nine Bears pada mereka.


Dengan keadaan keuangan Hunter-hunter non Asosiasi, tentu saja mereka tidak memiliki cukup uang untuk membeli perlengkapan yang layak.


Untungnya, guild Nine Bears meminjamkan perlengkapan yang sangat memadai pada semua Hunter non Asosiasi, hingga mereka semua lolos dari pemeriksaan.


Setelah semua kelengkapan telah diperiksa, Liu Gong meminta semua anggota untuk melakukan pemindaian. Selain untuk mengecek kesamaan peringkat dengan daftar yang telah diberikan, pemindaian yang dilakukan sebelum dan setelah keluar dari gerbang bertujuan untuk memastikan siapa yang telah masuk dan berhasil keluar dengan selamat.


Semua orang merinding saat melihat status Bimo Gandri tertera di layar besar di dekat gerbang, setelah ia melakukan pemindaian.


Sementara beberapa orang yang tahu betapa kuatnya Anna, menatap gadis itu dengan jengkel saat melihat status nya yang begitu rendah tertera pada layar.


"Baiklah, ayo kita semua masuk." Perintah Lucy pada semua orang sebelum ia melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam gerbang terlebih dahulu.


•••

__ADS_1


__ADS_2