
Anna melesat ke samping kanannya untuk menghindari serangan makhluk raksasa yang bermaksud untuk menelan tubuhnya.
Makhluk yang menyerupai ular raksasa itu menyerongkan kepalanya untuk kembali berhadapan dengan Anna.
Makhluk itu kemudian membuka lagi mulutnya lebar-lebar. Kali ini, ia tidak sedang berusaha menelan Anna lagi, namun ia membuka lebar mulutnya untuk menyemburkan api yang langsung mengikis habis tanah yang sebelumnya Anna pijak.
Groooowwwsssshhhh...!
"Ular naga?" Pikir Anna yang sudah berada di udara, jauh di atas makhluk tersebut.
Ia menatap dengan takjub makhluk yang seluruh tubuhnya di penuhi sisik merah itu.
Ular Naga itu mendongak lalu menyemburkan kembali nafas api menyala-nyala menuju Anna.
Anna mengarahkan kedua tangannya pada semburan api tersebut, lalu dari kedua telapak tangannya terbentuk perisai transparan berwarna keemasan yang berhasil membendung serangan dari Naga dengan mudah.
Tapi, serangan itu dilakukan hanya untuk memberi waktu pada dirinya agar bisa melarikan diri. Setelah melakukan serangan, Ular Naga melesat menghampiri tubuh wanita berambut pirang dengan sangat cepat lalu ia menelannya.
Ular Naga kemudian melesat pergi menjauhi tebing dengan sangat cepat, menuju lubang hitam besar yang baru saja terbuka di kejauhan.
Tahu bahwa lawannya akan melarikan diri, Anna mengarahkan telapak tangannya pada makhluk itu.
Namun, saat ia hendak menggunakan kekuatan sihirnya, lagi-lagi ia mendapat gangguan yang juga datang dari arah belakangnya.
Wuuuuuussshhhhhhh...
Anna mengangkis kembali serangan yang datang dari makhluk yang sama persis seperti Ular Naga tadi, namun dengan seluruh sisik di tubuhnya berwarna hitam.
"Kalian suka menyerang dari belakang ya..."
Serangan Ular Naga hitam datang dengan berturut-turut. Serangan yang berupa hembusan nafas api hitam itu menyembur sejauh ratusan meter hingga membuat tebing tinggi tempat mereka berada runtuh.
Ular Naga hitam juga akhirnya melesat pergi menuju gerbang hitam yang menjadi tempat Ular Naga bersisik merah menghilang.
"Kau pikir bisa lari dari ku?"
Anna mengarahkan telapak tangannya pada tubuh Ular Naga hitam.
Ia tahu Ular Naga tersebut sangat kuat. Jadi, Anna menyerangnya tidak dengan sihir biasa.
"Conqueror of Darkness..., Punishing Hand!"
BOOOOOMMMMMMM!!!
Begitu telapak tangan raksasa yang berkilau itu jatuh dari langit, seluruh tebing hancur.
Energi sihir yang dibawa tangan raksasa itu bahkan membuat seluruh daratan di dalam Dungeon itu bergetar hebat.
__ADS_1
Getaran itu pada akhirnya menyebabkan keretakan besar di daratan dan mengakibatkan gempa yang sangat mengerikan.
Anna bergegas pergi dan menyelamatkan seluruh temannya yang mulai kesulitan menyelamatkan diri dari gempa dahsyat tersebut.
Walaupun Anna sudah melindungi mereka sebelum ia menggunakan kekuatan sihirnya tadi, namun energi sihir yang di bawa telapak tangan raksasa itu membuat semua orang kesulitan untuk berdiri dan mulai tenggelam ke dalam tanah bersama retakan-retakan yang disebabkan oleh gempa.
"Gila..." Gumam Kevin yang sudah berada di udara, di dalam gelembung transparan keemasan yang Anna ciptakan untuk melindungi semua orang.
Gus Stevin menatap sisa besi stand kamera yang hanya berukuran segenggaman tangannya, ia kemudian menoleh dan menatap pada Davina yang sudah langsung mengerti apa yang sedang Gus Stevin ucapkan dalam pikirannya.
'Kali ini hanya sepotong besi yang selamat dari kamera itu. Benar-benar sihir yang mengerikan!'
°°°
Setelah mengumpulkan rekan-rekannya, Anna menatap ke arah gerbang hitam sebelumnya berada, namun gerbang itu telah lenyap.
'Aku meloloskan iblis lain lagi.'
Anna mendesah pelan, menyesali keteledorannya.
Tidak ingin larut dalam penyesalan, Anna akhirnya menatap enam rekan yang kini sedang melayang-layang di udara bersamanya.
"Ayo kita keluar dari tempat ini." Ucap Anna, yang membuat semua rekannya tersadar kembali dari lamunan mereka akan apa yang baru saja mereka lihat dan rasakan.
"B-bagaimana dengan pilar sihirnya?" tanya Gina, dengan tergagap.
Mereka semua memandang ke arah yang baru saja Miyuki sebutkan. Setelahnya, semua orang, kecuali Anna dan avatar Miyu, yang tidak memiliki mulut, ternganga lebar.
"Planet ini akan hancur. Sebelum hal itu terjadi, sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini," ucap Anna dengan santai. Ia kemudian mengabaikan tatapan semua orang yang tercengang pada kata-kata yang baru saja diucapkannya.
Anna membawa semua orang menuju gerbang dengan cara terbang di dalam gelembung pelindung yang ia buat.
Selama perjalanan menuju gerbang, semua orang dapat mendengar suara deru dari kehancuran planet buatan iblis. Suaranya semakin lama terdengar bergemuruh semakin nyaring.
Mereka juga melihat daratan yang sebelumnya memiliki beberapa musim berbeda, kini saling menyatu dan tersebar ke udara, setelah sebelumnya tenggelam, terhisap ke pusat planet. Mereka sedang melihat pemandangan dari proses hancurnya sebuah planet.
Saat sudah tiba di gerbang, mereka juga terkejut saat mengetahui sihir pelindung gerbang sudah lenyap entah ke mana.
"Mungkin kami juga akan lenyap kalau dia tidak melindungi kami sebelum menggunakan skill nya tadi." Pikir Kevin, seraya menatap takjub pada gerbang yang bisa menunjukkan keadaan di luar Dungeon dari kejauhan.
•••
Semua orang yang menunggu di luar gerbang masih terdiam, walaupun pahlawan-pahlawan itu telah muncul kembali di hadapan mereka.
Semua orang, baik awak media, Hunter Asosiasi, warga sipil dan Hunter-hunter dari Nine Bears, tadinya sedang menyaksikan pertarungan di dalam Dungeon melalui layar besar di dekat gerbang Dungeon yang disediakan oleh Asosiasi Hunter Kepulauan Fiji.
Namun, saat Anna menggunakan serangan sihir pada Ular Naga hitam, siaran langsung tiba-tiba terputus. Itu adalah saat dimana energi sihir Anna menghancurkan kamera di tangan Gus Stevin.
__ADS_1
Selain menghancurkan planet tempat Dungeon berada, energi sihir yang luar biasa besar itu bahkan melenyapkan pelindung gerbang. Bahkan, dampaknya sampai membuat seluruh benda, termasuk layar raksasa, yang berada di sana hancur berhamburan, hanya karena sedikit dampak sihir dari dalam Dungeon.
Untungnya, Hunter-hunter Asosiasi dan Hunter-hunter dari Nine Bears yang berada di sana dengan sigap melindungi semua warga sipil yang ikut menyaksikan siaran langsung di tempat itu.
Dan untungnya lagi, energi sihir dari Anna sudah terserap oleh penghalang gerbang Dungeon peringkat SS itu, walaupun pada akhirnya kalah kuat dan lenyap seketika.
°°°
Beberapa Hunter dari Nine Bears yang juga menunggu di dekat gerbang, menatap 7 Hunter yang baru saja menyelesaikan tugas mereka, terutama Anna, dalam diam.
Walaupun mereka semua tahu Anna itu kuat, mereka tidak pernah membayangkan Anna akan sekuat itu.
"Kami akan kembali ke vila lebih dulu. Kalian susul kami ke sana, ok." Ucap Anna pada Lucy, yang masih menatap linglung padanya.
"Gina, aku akan membawa mereka semua terlebih dulu." Ucap Anna juga, pada Gina.
Mendengar nama nya di sebut, Gina terkejut dan tersadar dari lamunanya.
"Bagaimana dengan ku?" tanya Gina kebingungan.
Anna menunjuk ke arah awak media. "Bukankah mereka membutuhkan wawancara dari ketua guild?"
Gina menoleh pada kerumunan awak media. Ia sampai melupakan tugasnya itu.
《"Gina berjanji akan memasak untuk kita, setelah Dungeon di atasi. Biar Kevin yang melakukan wawancara."》Miyuki tiba-tiba berbicara.
"Benarkah?!" Anna menanggapi dengan wajah ceria, lalu ia menoleh pada Kevin. "Kau gantikan Gina."
"Hah?" Kevin yang masih membayangkan kengerian di dalam Dungeon, menatap Anna dengan bingung. Ia tidak menangkap dengan baik maksud perkataan Anna, walaupun mendengarnya dengan sangat jelas.
Namun, Anna, Gina, avatar Miyu, Bimo, Gus dan Davina tiba-tiba lenyap dari tempat itu, menyisakan Kevin yang berdiri tercengang dalam kebingungannya.
"A-apa yang tadi dia katakan?"
Kevin berusaha mengingat kembali apa yang Anna bicarakan. Ia bisa mendengar semua ucapan Anna, baik pada Lucy dan juga Gina.
Dan..., Kevin ingat, Miyuki menyuruhnya untuk menggantikan Gina di sesi wawancara setelah raid.
"Kau gadis iblis keparaaaatttttt! Aku akan membunuh mu suatu hari nanti!" Umpat Kevin, yang ia tujukan pada Miyuki.
《"Kau berisik sekali! Telinga ku sakit mendengar teriakan mu."》
Kevin dapat mendengar suara Gina di earphone nya. Selain gadis itu, Anna, Miyuki dan Bimo juga memprotes teriakannya.
Kevin : "..."
'Apa mereka sebenarnya membenci ku? Mereka benar-benar membenci ku, kan?'
__ADS_1
•••••••