
Jo Fizer agak bingung ketika melihat manekin yang di bawa oleh peserta ujian penerimaan susulan itu diletakan persis di tengah arena ujian.
Penasaran dengan manekin tersebut, kepala Akademi itu akhirnya menghampiri Anna yang sedang sibuk berbicara dengan seseorang melalui earphonenya.
“Siswi Anna, sebenarnya untuk apa manekin ini?” tanya Jo Fizer sambil memerhatikan patung yang terlihat tidak istimewa dihadapannya.
Anna menghentikan obrolannya jarak jauhnya dan menoleh pada Jo seraya tersenyum.
“Tuan Fizer. Patung ini adalah avatar hunter. Ini adalah produk keluaran pertama perusahaan saya.” Anna mulai menjelaskan dengan bersemangat.
“Produk perusahaan? Apakah ini sejenis produk uji coba?”
“Bukan. Ini adalah produk pertama yang sudah siap dipasarkan. Kami sekarang sedang menyiapkan bahan presentasinya.”
Jo Fizer mengangguk pelan sambil mengusap-usap dagunya yang licin setelah dia bercukur tadi pagi. Dia kemudian menatap pada Yola Silvia yang sedang mengoperasikan kamera mini di tangannya.
“Dan apa yang sedang dia lakukan? Mengambil video pertunjukan?” tanya Jo lagi.
“Tepat. Video itu akan menjadi bagian dari presentasi untuk memasarkan produk avatar hunter ini.” Sahut Anna cepat.
Jo mengerutkan keningnya, lalu menunjuk manekin. “Jadi, apa kegunaan avatar hunter ini?”
Anna tersenyum ceria. Itulah pertanyaan yang sedang ditunggunya sejak tadi.
“Tuan Fizer. Kita tahu, di dunia ini banyak orang yang sebenarnya memiliki bakat bela diri dan jiwa patriot, sayangnya mereka tidak beruntung karena tak kunjung mendapatkan kebangkitan alami sebagai awal untuk memulai karir di dunia Hunter."
Anna kemudian menoleh dan menunjuk pada avatar hunter, “Karena hal itulah avatar hunter kami ciptakan,”
“Di masa depan, orang-orang yang sangat ingin menjadi seorang Hunter, tapi tidak beruntung karena tidak mendapatkan kebangkitan energi Mana tidak perlu berkecil hati lagi,”
“Hanya dengan memiliki avatar hunter ini, mereka akan dapat menjadi seorang Hunter yang sama baiknya, bahkan mungkin akan lebih baik dibandingkan Hunter yang sebenarnya.”
Sampai di situ, Anna menghentikan penjelasannya dan menatap pada Jo Fizer, sambil sesekali menatap pada kamera.
Situasi saat ini, sangat sesuai dengan situasi yang Anna inginkan dan sudah dibayangkannya semalaman, tentang bagaimana membuat presentasi pada produk perusahaannya.
Tanpa di duga, Jo Fizer tampak tertarik. Pria paruh baya itu menatap Anna dengan seksama dan sedikit kagum dengan usaha gadis itu dalam menjelaskan produk buatan perusahaannya yang tampak terlihat biasa saja.
‘Dia berbakat jadi sales.’
Pria paruh baya itu kembali bertanya. “Lalu, apa maksud mu? Maksud ku, bagaimana cara avatar ini bekerja sebagai seorang Hunter?”
Anna menepuk tangannya sekali, seakan sedang menunggu pertanyaan tersebut. Tindakannya itu membuat Jo sampai memundurkan tubuhnya akibat terkejut.
Anna kemudian menunjuk pada salah satu monitor raksasa yang berada di atas tribun.
__ADS_1
“Tuan Fizer. Sebelumnya, izinkan kami meminjam satu monitor itu.” Pinta Anna.
Jo menoleh pada layar yang Anna tunjuk, yang sedang menampilkan pemandangan langsung di dalam arena olahraga. Layar itu juga yang nantinya akan digunakan untuk menyaksikan pertarungan antara calon siswa dan monster virtual.
Jo Fizer kembali menatap Anna karena dia tidak mengerti apa yang gadis itu maksud.
“Miyu, ambil alih monitor itu sekarang.” Pinta Anna.
Setelah mengatakannya, Anna menatap pada layar. Jo juga akhirnya menoleh ke tempat yang sama, namun tampilan pada layar sama sekali tidak berubah.
“Miyu?”
《”Lihatlah layar yang lain. Bukankah ada empat monitor disana? Bagaimana bisa aku melihat layar yang kau maskud?”》 protes Miyuki.
“Oh… maaf.” Anna akhirnya melihat layar di sisi lain yang sudah berubah tampilan.
Jo Fizer terkejut saat melihat tampilan pada layar berubah, terutama tim teknisi yang berada di dekat tribun. Mereka sama sekali tidak melakukan apa-apa pada tampilan monitor.
“Kalian membajak saluran kami?” tanya Jo Fizer dengan wajah yang tampak sedikit marah.
“Oh… Maaf, kami hanya meminjamnya sebentar. Kami juga memerlukannya untuk bahan presentasi.” Sahut Anna dengan memasang ekspresi memohon di wajahnya.
“Ehm… y-ya…, tolong jangan lakukan lagi lain kali.” Sahut Jo yang langsung terenyuh dengan ekspresi Anna. “Dia benar-benar cocok menjadi sales.” Pikir Jo yang kemudian memberikan tanda pada tim teknisi bahwa tindakan peretasan itu memang dia izinkan.
“Dia yang akan menjadi pilot dari avatar.”
Jo Fizer ikut menatap kembali pada layar dan melihat seorang wanita bertubuh ramping dalam balutan pakaian mirip wetsuit yang juga mengenakan helm yang telah menutupi seluruh wajahnya.
Helm itulah yang akan menyambungkan pikiran pilot pada avatar, juga mengirimkan visual yang berada di sekitar avatar pada pilot.
Anna berbalik dan menatap kamera yang berada di hadapan Yola, lalu berbicara sambil menatap kamera tersebut.
“Anda bisa melihat, dia adalah pilot dari avatar hunter yang nantinya akan menggerakan avatar dengan leluasa,"
“Saat koneksi antara avatar dan pilot di hubungkan, maka gerakan sekecil apapun yang pilot lakukan, akan ditiru secara real time oleh avatar.”
Setelah selesai dengan presentasinya, Anna kembali menatap Jo Fizer yang tampak bingung.
Anna dapat menangkap kebingungan dari wajah Jo Fizer. Ia kemudian berbicara pada Miyuki melalui earphonenya.
“Miyu, apa kau sudah menghubungkan diri mu dan avatar?”
《”Aku sudah siap sejak tadi. Aku juga sudah menyalakan kamera ku dan dapat melihat dengan jelas keadaan di tempat kau berada. Aku hanya takut mengagetkan orang di sebelah mu jika bergerak secara tiba-tiba.”》sahut Miyuki di ujung sambungan.
“Nah, ayo kita kejutkan dia.” Ucap Anna dengan santai.
__ADS_1
《”Kau gila.”》
Benar saja. Saat avatar itu tiba-tiba bergerak, Jo Fizer hampir melompat saking terkejutnya.
Yola yang juga terkejut saat melihat avatar yang tiba-tiba bergerak, langsung mengarahkan kamera pada avatar seperti instruksi yang tadi pagi diberikan padanya sebelum mereka berangkat ke Akademi.
Avatar itu kini sedang menurunkan ransel yang sejak semula berada di punggungnya.
Seperti seorang manusia, avatar kemudian membuka resleting ransel besar tersebut dengan jari-jari karetnya dan mengeluarkan sebuah armor yang terbuat dari kulit monster. Itu adalah armor yang tadi malam Miyuki buat dengan terburu-buru dari karung bekas penampung kristal sihir.
Saat avatar sedang sibuk dengan isi ranselnya, Anna menghampiri Jo dan berbicara sambil menatap kamera, “Ini adalah armor seperti yang biasa digunakan Hunter yang akan melakukan raid.” Anna menjelaskan.
Jo Fizer tidak melihat pada Anna. Dia kini memerhatikan avatar yang kini sedang memasang armor itu di tubuhnya seperti seorang manuisa, dengan tatapan takjub.
Gerakannya sangat luwes dan tidak kaku. Tampak seperti ada seorang manusia di dalamnya.
Jo kemudian menatap kembali pada monitor, lalu menatap monitor dan avatar secara bergantian. Dia melihat keduanya melakukan gerakan yang selaras.
“Apakah dia benar-benar bisa bertarung?”
“Ya. Avatar ini memiliki energi Mana yang setara dengan Hunter berperingkat D.” sahut Anna.
“Benarkah? A-apakah experience point nya juga bisa ditingkatkan?”
“Tentu. Sama seperti pada Hunter nyata. Malahan, avatar akan menyerap energi Mana dengan lebih sempurna. Hingga, jika di akumulasikan, jumlah energi Mana yang Avatar butuhkan untuk naik level akan lebih sedikit dibandingkan Hunter nyata.”
Jo menatap Anna dan terdiam. Jika apa yang Anna katakan benar, maka itu adalah hal yang sangat luar biasa.
“Lalu…,” Jo melanjutkan, “Apakah pilotnya juga harus seorang Hunter?”
“Tidak. Seperti yang saya katakan tadi, pilot hanya perlu berlatih seni bela diri dan rajin berolahraga karena dia akan mengendalikan avatar dengan membutuhkan kecekatan dan stamina yang sangat baik.”
Jo Fizer mengangguk.
“Tapi, kebetulan pilot avatar ini adalah seorang Hunter berperingkat F.” Anna menambahkan.
°°°
“Gila…,” gumam Jo. Ia menoleh ke arah tribun, dimana para teknisi dan juga ada banyak instruktur Akademi disana yang juga menatap heran sekaligus kagum pada monitor dan juga avatar hunter.
Jo akhirnya kembali menatap Anna.
“Ini… benar-benar buatan perusahaan mu?” tanya Jo. Pandangannya pada Anna kini berubah. Dia kini sangat mengagumi remaja itu. Selain karena kekuatan misterius yang Anna miliki, juga karena visi tim perusahaannya yang sangat revolusioner.
‘Kalau Sato Corp. mengetahui hal ini, mereka akan gila. Asia Tenggara akan memiliki perusahaan yang hebat!’
__ADS_1