
“Mereka akhirnya datang juga,” gumam Anna sembari menatap lurus pada ketiga malaikat tertinggi dari pusaran merah yang terbang melayang di bagian atas gerbang raksasa.
Anna mengonsentrasikan pikirannya dan membayangkan wajah dewi Ann di dalam benaknya.
Tak lama kemudian, ia bisa mendengarkan suara dewi Ann di dalam kepalanya saat ia sudah terkoneksi dengan dewi Ann yang berada di dunia para dewa.
[“Semuanya akan dimulai sejak saat ini, Anna,”] ucap dewi Ann.
‘Apa yang harus saya lakukan pada mereka?’
[“Kau bisa menghabisi mereka setelah Beelzebub kembali ke Bumi,”] sahut dewi Ann.
‘Apa pembicaraan dengan dewa penguasa dari pusaran merah gagal, dewi?’
[“Tidak. Mereka mau bekerjasama. Seperti yang Lyn katakan, mereka tidak mengetahui jika para malaikat dari keluarga mereka juga telah membelot, terbujuk oleh hasutan Ge, Re dan Ra.”]
‘Baiklah. Saya akan menghabisi mereka.’
[“Tunggu…”]
‘Ya, dewi Ann?’
Dewi Ann berbicara beberapa kalimat pada Anna sebelum mereka akhirnya memutuskan pikiran yang terkoneksi.
•••
Selesai berbicara pada dewi Ann, Anna terbang melintasi jutaan iblis merah yang sedang bertempur melawan pasukan Orc dan Elf yang kini sudah di bantu oleh 200.000 pasukan berkuda dari planet Titans yang baru saja menyelesaikan misi mereka.
Selain pasukan berkuda tersebut, tak berselang lama, Gina dan timnya, Rin yang menggunakan avatar Miyu dan timnya, juga sudah bergabung dengan pasukan Elf dan Orc untuk menggempur pasukan iblis merah.
Anna terus terbang sampai akhirnya tiba di hadapan ketiga malaikat tertinggi dari pusaran merah.
Jika semua musuh yang sebelumnya pernah ia hadapi selalu meremehkan dirinya yang tidak memancarkan aura sihir apa pun, tidak demikian dengan ketiga malaikat tersebut.
Setelah mereka tiba di Bumi tadi, mereka tidak bisa terkoneksi sama sekali dengan pasukan iblis merah yang datang terlebih dahulu dari mereka dan mereka sadar jika ada petarung kuat di Bumi yang telah berhasil menghabisi para utusan terdahulu itu.
Jadi, saat mereka sudah berhadapan dengan Anna dan tidak bisa merasakan aura energi Mana yang terdapat dalam dirinya tapi dia bisa terbang dengan memanipulasi udara, mereka akhirnya bisa memaklumi kenapa semua pasukan terdahulu itu bisa terbunuh.
"Siapa dia ini? Tidak mungkin dia dewa yang lebih tinggi dari kami hingga kami tidak bisa merasakan aura sihirnya, kan?" pikir malaikat yang jauh lebih kuat dibandingkan kedua rekannya.
°°°
“Siapa kau sebenarnya?” tanya malaikat yang terbang di antara dua malaikat lain, yang jauh lebih kuat dibandingkan kedua rekannya.
__ADS_1
Anna tersenyum pada malaikat itu.
“Baguslah. Mereka sepertinya tidak tahu tentangku,” pikir Anna yang merasa misi dari dewi Ann akan gagal jika mereka sampai mengenalinya sebagai makhluk ciptaan duplikat dari dewi Ann.
“Aku cuma makhluk ciptaan,” sahut Anna. Ia tidak menunjukkan aura permusuhan sama sekali. Wajahnya pun tidak menunjukkan rasa tidak suka pada makhluk yang telah menginvasi Bumi itu.
Anehnya, malaikat itu malah terlihat waspada.
Ia mengembangkan sepasang sayapnya lebih lebar, lalu terbang mengitari Anna sebelum kembali ke tempatnya semula.
Seperti dugaan malaikat itu. Tidak seperti Anna yang tidak memiliki aura sihir, tapi tidak dengan pakaian yang ia kenakan. Pakaian ketat itu memiliki energi Mana yang sangat besar, bahkan jauh lebih besar dibandingkan jutaan pasukannya di bawah sana.
"Jangan bermain-main denganku," ucap malaikat itu.
Anna berdecak lalu menunjuk ke arah pertempuran di darat dan di atas air laut, sembari menatap dingin pada malaikat itu.
"Kalian yang sedang bermain-main. Kau bodoh? Apa malaikat tidak memiliki hikmat untuk berpikir?"
Sinar mata malaikat itu berubah setelah mendengar satu kata dari kalimat Anna.
"Kau tahu kalau aku malaikat?"
"Hah?" Anna tercengang. "Kau datang tanpa tahu apa-apa?"
Kening merah malaikat itu berkerut.
"Apa yang dewan pengawas itu rencanakan? Kenapa mereka memiliki rencana jahat tapi tidak memberitahukan apa-apa pada para pesuruhnya?" pikir Anna, heran. "Atau... Apa mereka meremehkan dewi Lyn dan dewi Ann? Sekuat apa mereka?"
Anna berpindah tempat saat serangan kejutan diberikan salah satu malaikat.
Sebuah cambuk merah melintas melewatinya, lalu berkelok dan melilit pinggang ramping dan kedua tangannya.
Malaikat yang berada di sebelah kiri, yang baru saja menjerat Anna dengan cambuk itu menarik cambuknya untuk mendekatkan Anna pada mereka.
Tap...
Malaikat terkuat menangkap leher Anna setelahnya.
Ia mendekatkan wajahnya pada Anna, menatap dalam pada kedua matanya. Itu adalah cara yang biasa ia gunakan untuk membaca pikiran makhluk ciptaan yang tidak berasal dari pusarannya.
Kosong.
Tidak ada apa pun yang bisa dilihatnya dari dalam pikiran Anna selain kegelapan.
__ADS_1
Malaikat itu hendak membuka mulutnya, namun cahaya merah yang tiba-tiba melintas beberapa kilometer di belakangnya menghentikan niatnya untuk berbicara.
Tak lama kemudian, sosok tembok kristal naik dari permukaan tanah. Tembok kristal merah itu menyebar dan naik tinggi sampai ke angkasa.
Itu adalah gerbang Dungeon raksasa yang menyerupai cincin planet Saturnus yang menjulang tinggi sampai hampir mencapai bulan.
Gerbang cincin merah itu membagi Bumi menjadi dua bagian seperti sebuah tembok kokoh yang menghalangi dua sisi Bumi.
Hanya beberapa menit berselang. Jutaan monster berkulit merah dengan sayap yang menyerupai sayap kelelawar keluar dari dua sisi gerbang.
Sebagian dari monster menginvasi setengah dari Bumi dan sebagiannya menginvasi setengah lainnya.
Bukan hanya monster-monster kecil. Monster-monster besar pun keluar dari gerbang tersebut tak lama setelahnya.
Monster-monster besar yang menyerupai ular raksasa dengan dua pasang sayap yang berada di bawah kepala dan bagian tengah tubuhnya itu langsung terbang menyebar ke seluruh penjuru Bumi.
'Kenapa ada gerbang cincin? Apa dewa Kar yang melakukannya? Bukankah dia tidak tahu rencana kami yang sudah membelot?'
•••
Malaikat yang sedang mencekik leher Anna memalingkan kembali wajahnya pada Anna, yang sedang menyipitkan matanya memerhatikan malaikat itu.
'Dia terlihat bingung? Apa dia benar-benar tidak tahu rencana ini? Dia tidak tahu jika Beelzebub akan membuka gerbang cincin ini?'
Sebelum malaikat itu berbicara padanya, Anna berbicara terlebih dahulu.
"Apa kau kaget dengan invasi makhluk ciptaan dari pusaranmu itu?"
Setelah Anna bertanya, ia melirik pada dua malaikat yang melayang-layang di sisi kiri dan kanannya.
Walaupun mereka berusaha tampak tenang, namun Anna bisa melihat kebingungan pada tatapan mereka.
Anna tersenyum.
'Mereka benar-benar sedang dipermainkan ketiga dewan pengawas itu.'
Anna sudah bisa menyimpulkan.
Malaikat yang sedang mencekik Anna akhirnya melepaskan cekikannya. Tapi, ia langsung mengerahkan energi sihir di salah satu telapak tangan dan menghantamkannya ke tubuh Anna.
Bammmmmmm!!!
Anna terpental jauh setelah ledakan sihir mengenai perutnya.
__ADS_1
Ledakan itu sangat besar dan kuat. Cambuk merah yang menjerat tubuhnya pun ikut terputus akibat tak kuat menahan ledakan tersebut. Bahkan, malaikat yang sedang menggenggam gagang cambuk pun sampai terseret beberapa meter akibat daya dorong kuat dari ledakan tersebut.
•••