
Tiga bulan berlalu setelah pertempuran melawan dewan pengawas para dewa telah Anna dan teman-temannya menangkan.
Kehidupan berjalan damai sejak saat itu.
Dungeon masih ada. Tapi, semua Hunter Bumi dapat mengatasinya dengan baik. Kali ini mereka sudah tidak membutuhkan Anna lagi untuk mengatasinya.
Bahkan, Miyuki pun hampir tidak pernah turun tangan lagi untuk menaklukkan monster, malaikat dan para dewa perang penghuni Dungeon yang tidak sekuat di zaman para dewan pengawas pembelot masih hidup.
•••
Anna menatap gerbang keemasan yang mengambang di hadapannya yang telah dewan pengawas Vu, dewan pengawas yang bertanggung jawab atas keluarga dewa Arnix, bukakan untuknya.
Ia kemudian menoleh, menatap dewi Ann dan dewi Lyn yang berdiri di sampingnya.
"Terima kasih sudah mengabulkan permintaan saya."
Dewi Ann melangkahkan kaki untuk berada lebih dekat, lalu mengusap kedua pipi Anna lembut, sebelum mengecup keningnya.
Ia juga menatap Anna dengan tatapan lembut penuh kasih. Anna adalah makhluk ciptaan duplikat langsung dari dirinya.
Selain itu, Anna juga keponakan yang dilahirkan oleh saudara kembarnya yang telah dilahirkan kembali sebagai manusia atas permintaannya.
"Ku harap apa yang kau inginkan bisa terwujud," ucap dewi Ann.
__ADS_1
Setelah dewi Ann mundur beberapa langkah, giliran dewi Lyn menghampiri Anna, lalu memeluknya erat.
"Terima kasih sudah membantu kami. Jika kau membutuhkan bantuan, kau bisa memanggilku."
"Terima kasih sudah memercayakan hal penting pada saya."
Setelah dewi Lyn melepas pelukannya, Anna berpaling, menatap semua teman yang sudah dianggapnya seperti saudaranya sendiri, yang sedang berdiri berjejer, mengantarkan kepergiannya.
Anna menatap mereka satu per satu.
Dimulai dari Bimo Gandri, supir pribadi yang kemudian menjadi Hunter yang banyak membantunya mengerjakan hal-hal kecil hingga hal besar saat mereka bersama-sama memerangi pasukan dewan pengawas para dewa.
Tatapannya kemudian beralih pada Kevin Jung. Hunter yang selalu diperalatnya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Namun, Kevin yang menganggap dirinya seperti seorang adik, selalu menuruti kemauannya walaupun selalu mengeluh dan mengomelinya.
Di samping Yola, instruktur Akademinya juga berada di sana. Gus Stevin, Davina dan Jo Fizer, menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Cassey...," Anna menggumam saat tatapannya beralih pada Cassey Lloyd.
Banyak hal yang telah mereka lalui sejak kanak-kanak yang tiba-tiba saja terlintas kembali dalam benaknya.
Cassey tersenyum lembut padanya, lalu Anna mengalihkan tatapannya pada dua saudara tirinya yang lain.
Andrew yang menangis dengan sangat nyaring dan Robin yang berusaha menahan tangisnya agar tidak pecah.
__ADS_1
Lalu, sampailah tatapannya pada Gina Stewart, Rin dan Miyuki Nakano, yang langsung memalingkan wajah mereka secara bersamaan, tidak ingin menatapnya secara langsung.
Tapi, Anna masih terus menatap tiga orang terdekatnya itu sampai mereka akhirnya menyerah dan berpaling lagi untuk bertatapan dengannya.
"Kalian akan baik-baik saja. Senang telah memiliki kalian dalam hidupku," ucap Anna pada Gina, Rin dan Miyuki, sebelum akhirnya berbalik dan berjalan menghampiri gerbang berkilauan yang sudah menunggunya.
"Kau sudah siap?" tanya dewan Vu yang berdiri di samping gerbang.
Anna menatap gerbang itu beberapa saat. Membayangkan wajah orang yang sangat ingin ditemuinya.
Kenangan saat mereka bertemu di depan sebuah gang tiba-tiba melintas dalam benaknya.
"Saya akan pergi sekarang."
"Ke tahun berapa kau akan pergi?"
"Tahun 2002 Masehi."
"Baiklah. Aku akan mengirimkanmu ke sana."
"Terima kasih."
Anna berbalik sekali lagi, melambaikan tangannya pada semua teman yang sudah berjuang bersamanya selama ini, sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam gerbang yang akan mengantarkannya pergi mengulangi kehidupannya sekali lagi atas izin dewi Lyn dan dewi Ann.
__ADS_1