
Seluruh anggota dari tim 1 hingga tim 4 akhirnya kembali ke Asia Tenggara. Sedangkan, ketua dari masing-masing tim tersebut bertolak langsung ke ibu kota Italia, Roma, untuk menemui ketua Asosiasi Dunia, Fernando Cavalli.
Fernando Cavalli menyambut kehadiran para petinggi dari guild Nine Bears tersebut dengan sangat senang. Walaupun orang yang sangat ingin ditemuinya, Anna dan Miyuki sang pilot avatar, tidak berada di antara mereka, ia tetap senang bisa bertemu para pahlawan lain yang telah menyelamatkan Kepulauan Fiji dari dungeon break yang bisa saja menghancurkan negara tersebut.
Sementara itu, Anna sendiri langsung pulang ke Asia Tenggara dan singgah di Kota A untuk bertemu langsung dengan ketua Asosiasi, Li Wen Xia.
Anna yang pada awalnya mengira permintaannya untuk bertemu akan di tolak, cukup terkejut ketika Li Wen Xia menyambut permintaannya tersebut dengan sangat baik. Malah, Li Wen Xia mengirimkan sekretaris Asosiasi langsung untuk menjemput dan menyambut kedatangan Anna di bandara internasional Kota A.
Kejutan lain ditemui Anna sedikit ketika ia akhirnya tiba di kantor Asosiasi. Tanpa ia duga, kedatangannya juga sudah di sambut oleh kerumunan dari awak media, yang sepertinya sudah mengetahui mengenai kehadirannya di kantor pusat Asosiasi tersebut.
Bahkan, saat pintu mobil yang Anna tumpangi baru saja terbuka, para awak media langsung menyambutnya untuk melakukan wawancara.
Anna yang tidak pernah menghadapi situasi seperti itu, tentu saja kebingungan dan merasa canggung saat puluhan kamera langsung mengarah padanya. Terutama saat para wartawan tersebut langsung menghujaninya dengan banyak pertanyaan.
Saat gadis itu sedang kebingungan, Li Wen Xia datang dan menyelamatkannya dari kerumunan awak media.
"Tolong berikan nona Anna jalan." Ucap Li Wen Xia dari atas tangga, di dekat pintu utama gedung kantor Asosiasi.
Hunter-hunter Asosiasi langsung membelah kerumunan untuk menjemput Anna yang sedang kebingungan di dalam kepungan para wartawan.
Setelah berhasil membawa Anna dan mengantarkannya menuju tempat Li Wen Xia berada, para Hunter Asosiasi langsung membuat pagar manusia, menghadang para wartawan yang hendak ikut naik ke atas tangga.
Li Wen Xia tersenyum lembut pada para awak media.
"Padahal kami sudah merahasiakan kunjungan nona Anna. Tapi Anda semua ternyata memiliki telinga yang tajam sampai bisa mengetahui pertemuan ini." ucap Li Wen Xia.
"Nyonya Li, bisakah kami meminta waktu nona Anna sebentar? Kami hanya memiliki beberapa pertanyaan." Pinta salah satu wartawan.
"Beberapa pertanyaan yang akan berkembang menjadi puluhan?" Ucap Li Wen Xia, yang kemudian tertawa.
Namun, Li Wen Xia, secara mengejutkan memberi tawaran lain pada mereka.
"Tapi, karena Anda semua sudah bersusah payah untuk datang kesini, saya akan memberikan kesempatan beberapa orang, untuk meliput pembicaraan kami. Dengan syarat, tidak ada yang boleh mengajukan pertanyaan apa pun kecuali salah satu dari kami memberikan izin." Ucap Li Wen Xia.
Mendengar itu, wajah para wartawan yang sebelumnya tampak memelas, berubah menjadi cerah. Kini, mereka hanya berharap mendapatkan keberuntungan saat Li Wen Xia menunjuk salah satu dari perwakilan mereka.
__ADS_1
Berbeda dengan para wartawan. Anna yang tidak menyangka pertemuannya akan di hadiri para awak media, merasa tidak senang dengan keputusan sepihak itu. Hal ini benar-benar tidak di duga nya, karena ia sebenarnya ingin berbicara 4 mata saja dengan Li Wen Xia, sesuai jadwal yang sudah di atur pihak Nine Bears dan asisten pribadi Li Wen Xia.
"Nyonya Li, bukankah kita hanya akan berbicara secara empat mata?" tanya Anna dengan suara setengah berbisik.
Li Wen Xia menoleh pada Anna yang berdiri di sebelahnya. Ia kemudian melempar senyumnya pada Anna, sebelum akhirnya menoleh kembali pada para wartawan seraya berbicara, "Tapi, mereka sepertinya sudah sangat ingin bertemu dengan Anda, nona Anna. Lihatlah tatapan antusias mereka pada Anda. Anda adalah pahlawan dari negara mereka, kan?"
Anna akhirnya menoleh lagi pada para wartawan dan tersenyum canggung. Dalam kesempatan itu, beberapa dari awak media langsung mengambil foto wajahnya.
"Y-ya... Baiklah...," ucap Anna yang terpaksa harus menyetujui hal itu.
Dengan membawa setengah lusin wartawan senior, Li Wen Xia dan Anna akhirnya pergi menuju sebuah ruangan yang memang biasanya disediakan untuk sebuah wawancara eksklusif.
Anna lebih terkejut lagi saat di ruangan tersebut ternyata sudah tersedia banyak kamera beserta kru yang akan melakukan siaran langsung pertemuan antara ketua Asosiasi dan salah satu pahlawan Asia Tenggara yang baru saja kembali dari medan perang.
"Nyonya Li, bukankah seharusnya kita hanya melakukan pertemuan pribadi?" tanya Anna dengan wajah tidak senang.
Li Wen Xia tersenyum lembut pada gadis itu, "Apa Anda tidak tahu? Saya biasanya mendokumentasikan setiap pembicaraan yang saya lakukan dengan Hunter penting Asia Tenggara. Anda sekarang adalah salah satu dari mereka, nona Anna."
Sambil berusaha menahan kemarahannya, Anna memaksakan senyum pada wanita itu.
"Maaf, tapi kami harus tetap melakukan dokumentasi ini, nona Anna." Li Wen Xia bersikeras. Namun, senyum ramahnya tetap bertahan dengan sangat baik. Malah, senyumnya terlihat semakin merekah dengan sangat alami.
Dengan perasaan mendongkol, Anna menundukkan wajahnya sebentar hanya untuk menyembunyikan rasa marah yang ia rasa akan terlihat dengan sangat jelas di wajahnya.
Selain itu, ia juga melihat para wartawan yang sudah duduk di seberang meja mereka, tampak kebingungan dengan sikapnya yang seakan menolak untuk di wawancarai. Padahal, hal itu sudah sangat wajar dilakukan saat seorang Hunter baru saja mendapatkan sebuah pencapaian yang sangat luar biasa seperti yang baru saja ia dan rekan-rekannya lakukan.
"Apa bisa kita mulai sekarang, nona Anna?" tanya Li Wen Xia saat ia melihat Anna tampak tidak bersemangat untuk berbicara padanya.
Anna akhirnya mengangkat kepalanya lagi dengan memaksakan senyumnya. "Baiklah."
Li Wen Xia kemudian memberikan tanda pada kru Asosiasi untuk memulai siaran langsung mereka.
Saat siaran langsung sudah dimulai, Li Wen Xia mengajukan beberapa pertanyaan ringan pada Anna.
Obrolan-obrolan yang terjadi setelahnya pun tidak jauh beda dari pembicaraan yang biasanya dilakukan antara ketua Asosiasi dan seorang Hunter yang baru saja menoreh keberhasilan dari sebuah pertempuran di Dungeon.
__ADS_1
Hanya saja, Hunter yang di wawancarai kali ini tampak tidak terlalu bersemangat saat ketua Asosiasi itu bertanya padanya.
Anna bahkan hampir tidak fokus mendengarkan pertanyaan-pertanyaan yang Li Wen Xia ajukan.
"Dia menjebak ku. Aku tidak berharap pertemuan kami menjadi sebuah wawancara seperti ini. Dia sengaja melakukannya agar aku tidak bisa menyerangnya langsung, kan?" Pikir Anna, dengan hati mendongkol.
Tentu saja apa yang Anna duga sangat tepat seluruhnya. Li Wen Xia memang sengaja menyiarkan pertemuan mereka secara langsung di situs resmi Asosiasi Asia Tenggara, agar gadis itu tidak membahas apa pun mengenai siapa dirinya dan bahkan mungkin menyerangnya. Bahkan, Li Wen Xia juga sudah membocorkan kedatangan Anna secara diam-diam pada para awak media.
Anna memang bisa saja menyerangnya jika ia tidak melakukan siaran langsung seperti saat ini, mengingat tatapan marah Anna saat mereka masih berada di Dungeon, begitu Anna menyadari bahwa Li Wen Xia telah memerintahkan pesuruhnya untuk menghipnotis gadis itu.
Para wartawan yang berada di ruang wawancara juga akan menjadi jaminan baginya agar Anna berhati-hati dan tidak menggunakan kekuatannya secara sembarangan.
Menggunakan kekuatan secara sembarangan di antara warga sipil, tentu akan bisa di kenakan hukuman yang sangat berat
°°°
Setelah pembicaraan membosankan berlangsung sekitar setengah jam, Li Wen Xia akhirnya memberikan kesempatan pada perwakilan awak media untuk memberikan pertanyaan. Ia melakukannya agar pertemuan tersebut cepat berakhir dan dapat mempersilahkan Anna untuk segera meninggalkan gedung Asosiasi.
Begitu di berikan kesempatan untuk bertanya, seorang wartawan senior langsung mengangkat tangannya.
"Saya ingin bertanya pada nona Anna," ucap wartawan tersebut, meminta izin.
Anna memaksakan senyum padanya lalu mengangguk pelan.
"Silahkan, tuan."
"Nona Anna. Apakah Anda benar-benar yakin bahwa itu adalah Dungeon peringkat SS?" tanya wartawan tersebut dengan tatapan serius. Ia tidak sedang mempertanyakan apa yang sudah di beritakan Asosiasi Dunia, namun hanya ingin mengonfirmasinya lagi dari Hunter yang telah berada langsung di Dungeon tersebut.
"Ya. Rekan saya, Kevin Jung, mengatakan seperti itu."
"Bagaimana menurut Anda mengenai kekuatan monster-monster di sana?"
Anna kini tersenyum dengan hati senang, ketika mendapat pertanyaan tersebut.
'Ini kesempatan ku.'
__ADS_1