
Seluruh tubuh malaikat tersesat dan hewan mistis peliharaan yang telah tewas, telah menguap menjadi asap hitam dan terbang bersama angin senja yang bertiup kencang setelah pertarungan itu berakhir.
Tepuk tangan meriah dari para jurnalis dan Hunter Asosiasi yang menyaksikan pertarungan menegangkan antara Gina dan Astareth, yang menjadi penutup pertempuran antara manusia dan malaikat tersesat di halaman gedung Asosiasi Asia Tenggara, menandai berakhirnya pertempuran tersebut.
Hasil pertarungan itu pun menimbulkan reaksi yang sangat tak terduga dari seluruh masyarakat di Asia Tenggara.
Banyak di antara mereka yang awalnya mendukung apa yang Li Wen Xia lakukan untuk Asia Tenggara, kini balik mengutuknya.
Tidak pernah ada yang menyangka jika Li Wen Xia, tokoh yang sangat di hormati di seluruh Asia Tenggara, bahkan sampai ke luar negri, adalah salah satu iblis yang telah membuka gerbang-gerbang Dungeon seperti yang pernah Anna ceritakan pada konferensi pers nya dulu.
Li Wen Xia, sang ratu bisnis yang berhasil menyatukan seluruh negara di kawasan Asia Tenggara menjadi sebuah negara besar, yang berhasil mendongkrak kembali perekonomian di Asia Tenggara hanya dalam kurun waktu 5 tahun itu ternyata sosok iblis.
Wanita itu ternyata hanya memanfaatkan simpati rakyat Asia Tenggara untuk menaikkan pamornya dan mendapatkan rasa hormat saja.
Selain itu, warga Amerika yang sebenarnya sangat jenuh dengan kepemimpinan Albert Brosman yang otoriter akhirnya bersorak bahagia saat tahu bahwa Albert yang ternyata termasuk dari salah satu iblis telah berhasil dibinasakan.
Kerajaan Inggris yang telah memberikan gelar kehormatan pada Brian McLoren yang dinilai berhasil menambah kemakmuran rakyat Inggris, juga langsung membatalkan gelarnya saat mereka mengetahui bahwa Brian juga termasuk salah satu iblis yang membuat gerbang-gerbang Dungeon hadir di seluruh dunia.
•••
Para jurnalis berbondong-bondong menghampiri Gina Stewart setelah melihat kondisi telah kembali kondusif.
Banyak hal yang ingin mereka ketahui mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya saat iblis-iblis itu telah berhasil dibinasakan.
"Nona Stewart! Apakah dengan kematian mereka maka gerbang-gerabang Dungeon akan berhenti bermunculan?" Teriak salah seorang jurnalis yang sedang berdesakkan berebut untuk mendekati Gina.
Gina mengabaikan para jurnalis itu. Ia merangkul pinggang Miyuki dan Rin lalu membawa mereka pergi menjauh.
Hunter-hunter Asosiasi yang tadinya bersikap bermusuhan, kini membantu Gina untuk memagari mereka dari serbuan jurnalis.
Walaupun para Hunter Asosiasi, yang kini telah kehilangan pemimpin tertinggi mereka, juga penasaran, mereka lebih tahu apa yang terjadi jika keributan yang disebabkan oleh para jurnalis itu membuat Gina sampai marah. Terutama jika mereka sampai membuat Miyuki marah.
Namun, para jurnalis terus berteriak memanggil Gina, walaupun tidak satupun dari mereka yang berani memanggil nama Miyuki, juga meneriakkan berbagai pertanyaan yang membuat mereka dan semua orang tentu saja sangat penasaran.
Merasa terganggu dengan teriakan mereka, Gina akhirnya menoleh dan berdiri di hadapan kamera para jurnalis.
Semuanya terdiam saat tatapan Gina menyapu wajah semua orang.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Gina akhirnya mulai membuka mulutnya dan berbicara.
"Tidak ada yang ingin ku bicarakan pada kalian," ucap Gina pelan.
"A-apa...? Tapi, nona Stewart..."
"Kami hanya tahu mereka itu iblis dari teman kami yang belakangan kalian beritakan sebagai sosok iblis yang sebenarnya. Kami juga tidak tahu apakah gerbang Dungeon masih akan bermunculan atau tidak. Hal seperti itu bukankah sebaiknya kalian tanyakan pada Asosiasi Dunia? Lihat, kami sudah menaklukkan ratusan Dungeon dan membunuh tiga iblis. Tapi kami tidak tahu apa mereka benar-benar sudah habis atau apa masih ada di antara mereka yang belum menunjukkan diri?"
Setelah menatap beberapa orang sekali lagi, Gina melanjutkan, "Tanyakan semuanya pada Asosiasi Dunia. Jangan biarkan mereka bersantai dengan menikmati pajak dari hasil raid Hunter-hunter yang telah berkorban nyawa saja. Biarkan mereka bekerja juga."
Setelah mengakhiri ucapannya, Gina berbalik pergi meninggalkan para jurnalis dan Hunter-hunter Asosiasi yang diam menatap kepergiannya.
Apa yang Gina katakan memang tidak menjawab apa pun. Namun apa yang ia katakan tadi juga benar. Hal seperti ini harusnya menjadi tanggung jawab Asosiasi Dunia untuk menyelidiki dan menyelesaikannya.
Yang mereka akhirnya sadari, Asosiasi Dunia malah terhasut oleh para iblis dan memblokir kegiatan yang dilakukan para Hunter, yang sebenarnya ingin memberantas semua iblis itu.
•••
Sementara itu, di tempat yang agak jauh dari tempat pertarungan antara iblis dan dua Hunter dari Nine Bears, sosok pria yang mengenakan jubah hitam berdiri di atas salah satu dari sekian banyak gedung tinggi di dekat area gedung Asosiasi.
Dia awalnya datang setelah mendapatkan sinyal panggilan dari Astareth, namun langsung melarikan diri dalam senyap saat melihat portal sihir Lorelei ada disana, sedang memindahkan lava dari tanah ke atas kepala Mammon.
"Siapa dia? Kenapa dia memiliki kekuatan Lorelei?"
•••
Di Kota C...
Kevin Jung, Bimo Gandri, Gus Stevin dan Davina menerobos masuk ke gedung kantor Asosiasi Kota C.
Mereka datang untuk melakukan pemberontakan dan melengserkan Wang Xu Chan dari jabatannya dengan paksa.
Awalnya, mereka mengira para Hunter itu akan mati-matian mencegah mereka. Namun, tidak mereka sangka para Hunter membukakan jalan bagi mereka yang akhirnya berhasil masuk ke ruang ketua Asosiasi dengan sangat mudah.
Wang Xu Chan sendiri tampak tidak terlalu terkejut dengan kedatangan mereka. Pria paruh baya yang tampak kehilangan api hidup itu bahkan langsung menyerahkan diri saat Kevin Jung belum menggertaknya.
Ia bahkan langsung berdiri dan mengikuti kemana Gus Stevin dan Davina membawanya, yang akhirnya mengarahkan Wang Xu Chan ke penjara khusus Hunter.
__ADS_1
•••
"Tidak ku sangka kita akan merebut gedung ini dengan mudah," ucap Bimo sambil memerhatikan keadaan ruang ketua Asosiasi yang sangat berantakan dan tidak terurus.
"Apa kau senang berkelahi?" tanya Kevin yang sedang menatap keramaian di halaman Asosiasi dari tembok kaca di dekat meja ketua.
Di bawah sana, ia melihat masyarakat yang sedang berdemo, meminta Wang Xu Chan turun dari jabatannya setelah mereka tahu bagaimana mantan ketua Asosiasi tewas secara mengenaskan di kota mereka sendiri.
Walaupun Wang Xu Chan dan Chris Meyers baru saja mengadakan konferensi pers, namun mereka menganggap konferensi itu sama sekali tidak membantu apa pun dan malah membuat warga yang tahu kebenarannya menjadi sangat marah karena Asosiasi tidak bisa melindungi beberapa Hunter terbaik Asia Tenggara dan Kota C.
°°°
"Dari sepak terjang mereka, ku kira setidaknya mereka akan memberikan sedikit perlawanan." Sahut Bimo.
"Setelah melihat siaran langsung bagaimana Miyu dan Gina memperlakukan pemimpin mereka, kau pikir mereka masih memiliki nyali?"
Bimo menggeleng-gelengkan kepalanya. "Berarti apa yang Wang Xu Chan lakukan sudah benar."
"Tapi, kita belum menangkap Chris Meyers. Padahal dialah yang sangat di cari Gina dan Miyu."
"Sayang sekali aku dulu masih belum punya keberanian untuk melakukan apa yang ku mau. Padahal aku memiliki kesempatan menghajarnya saat masih berada di Asosiasi."
"Tidak perlu disesali. Anna juga ada di sana, kan? Kau dan dia sama-sama tidak menduga bahwa dia akan menjadi salah satu penjahat besar. Itu bukan salah kalian."
Saat kedua Hunter itu masih mengobrol, Davina tiba-tiba masuk.
"Hei, ayo ikuti aku. Mereka menemukan lokasi keberadaan Chris Meyers."
"Apa?!"
"Cepat! Gus sudah menyiapkan mobil di pintu utama."
Setelah mengatakan itu, Davina langsung berlari mendahului Kevin dan Bimo.
Keempat Hunter itu akhirnya pergi mengendarai SUV menuju pinggiran kota C, dimana pria brewok dan pria bertubuh besar menemukan lokasi keberadaan Chris Meyers.
•••
__ADS_1